Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembentukan Kelompok Pendukung Asi (Kp-Asi) Tingkatkan Cakupan Asi Dan Mpasi Rohmayanti Rohmayanti; Margono Margono; Herma Fanani Agusta; Wina Amelia Rinjani; Nikita Cahyani; Titi Wijayanti; Yunia Luthfi Rana
Celebes Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.32 KB) | DOI: 10.37541/celebesabdimas.v2i1.358

Abstract

The purpose of community service (PPMT) is to form a breastfeeding support group (KP-ASI) consisting of health cadres and supported by the head of village and midwives of health center so as to improve the coverage of exclusive and a food making skills for escort or MP-ASI, in addition to this activity, aims to hone the skills of students in the Community service program. Implementation method with participatory community empowerment through Apraissal Participatory Rural model is approach in the process of empowerment and improvement of community participation, activities conducted in the form of socialization of activities on all elements of the village related, the establishment of the structure of KP-ASI, lactation management training, assistance cadres practice management skills of lactation in Posyandu, training of MP-ASI skills, guidance of cadres in Posyandu practice of MP-ASI skills, evaluation or monitoring of activities through the lactation management competition and MP-ASI between cadres as a form of evaluation. The results of this activity in the form of the structure of KP-ASI organization with SK from the village head, there is an increase in the knowledge and skills of cadres in the management of lactation and MP-ASI. The test result of pre posttest in the test with value P = 0.00 (< 0.05) indicates that the knowledge of participants significantly increased. The results of the competition between cadres in the presentation of MP-ASI show the result that cadres can properly prepare MP-ASI. Data from village Midwives stated that there was an increase in BREAST feeding and MP-ASI in Sidoagung village.
HIPNOSIS 5 JARI BERPENGARUH PADA PENURUNAN NYERI POST SECTIO CAESAREA Erwina Dwi Fitrianingrum; Rohmayanti Rohmayanti; Reni Mareta
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2051

Abstract

Latar Belakang : Persalinan secara Sectio Caesarea memberikan dampak bagi ibuterutama terkait dengan kenyamanan. Manajemen nyeri yang buruk akan mengakibatkan menurunnya kualitas hidup dan memperpanjang waktu hospitalisasi. Salah satu upaya mengatasi nyeri pada ibu post Sectio Caesarea dengan manajemen nonfarmakologi yaitu terapi hipnosis 5 jari. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh hipnosis 5 jari terhadap nyeri post Sectio Caesarea di RSUD Tidar Kota Magelang. Metode : penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan two group pretest and posttest with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 44 responden ibu post Sectio Caesarea dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan VDS (Verbal Descriptor Scale). Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Mann Whitney dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Orang Tua Untuk Mencegah Bullying Guna Mewujudkan Desa Layak Anak Purwati Purwati; Muhammad Japar; Septi Wardani; Rohmayanti Rohmayanti
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.202 KB) | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.67

Abstract

Bullying merupakan bentuk perilaku agresif yang sering dilakukan anak atau individu secara sengaja dan berulang-ulang untuk menyakiti anak atau individu lain demi mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan. Orang tua berperan sangat penting untuk membentuknya dan selanjutnya mampu mencegah timbulnya perilaku yang tidak baik seperti bullying. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mencegah bullying, demi mewujudkan desa layak anak. Metode yang digunakan adalah Rural Apraissal, dengan pendekatan dalam proses pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat, yang tekanannya pada keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan pada orang tua sebanyak 23. Kesimpulan, meningkanya pengetahuan dan keterampilan orang tua dapat mencegah bullying pada anak, sehingga akan mendukung terwujudnya desa layak anak.
Inisiasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Desa Menayu Kabupaten Magelang Rohmayanti Rohmayanti; Septi Wardani
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1577

Abstract

Perilaku merokok menjadi salah satu faktor risiko bersama yang dapat mengakibatkan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan menjadi salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi, sehingga harapannya dengan menurunkan prevalensi merokok diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi dari PTM. Sebagai desa layak anak, desa Menayu belum bebas dari persoalan rokok, belum memiliki aturan KTR. Untuk itu perlu diupayakan dengan inisiasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kegiatan ini bertujuan untuk merintis peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di desa Menayu termasuk berbagai upaya penyadaran pada masyarakat akan bahaya rokok. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari empat dusun di desa Menayu yaitu dusun Menayu, dusun Jambean, dusun Sorogenen, dan dusun Kepanjen pada acara pengajian rutin malam Jum’at dengan jumlah peserta tiap dusun sebanyak 30-40 peserta. Selain itu juga dilakukan pembahasan draft KTR dengan perangkat desa serta melakukan pelatihan akupresur untuk mengurangi kecanduan merokok pada kader kesehatan desa. Hasil kegiatan ini berupa tersosialisasikannya bahaya merokok pada masyarakat desa Menayu, peningkatan kemampuan kader dalam ketrampilan akupresur untuk mengurangi kecanduan merokok dan tersusunnya draft SK KTR. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa untuk melakukan inisiasi KTR perlu dilakukan sosialisasi pada masyarakat desa, perlu adanya pelatihan pada kader dan kemudian penyusunan draft KTR.
AKUPRESUR EFEKTIF MENGATASI DISMENOREA Abel Zulia; Heni Setyowati Esti Rahayu; Rohmayanti -
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.042 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v2i1.78

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: untuk membandingkan efektivitas antara aromaterapi lavender dan akupresur dalam mengatasi dismenorea. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan two group pretest dan posttest design. Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang tanggal 14 Maret sampai 9 Mei 2015. Sampel sebanyak 44 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 orang sebagai kelompok aromaterapi lavender dan 22 orang sebagai kelompok terapi akupresur. Aromaterapi diberikan secara inhalasi selama 10 menit, dilakukan dua kali sehari selama 3 hari. Akupresur dilakukan pada LI 4 dan ST 36 selama 20 menit sebanyak dua kali sehari selama 3 hari. Instrumen untuk mengukur nyeri menggunakan numeric rating scale. Uji statistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan antara aromaterapi lavender dan terapi akupresur dalam mengatasi dismenore dengan perbedaan penurunan intensitas nyeri terapi akupresur 1,95 lebih besar daripada aromaterapi lavender 1,46 dengan nilai p= 0,002. Diskusi: Terapi akupresur dengan pemijatan atau penekanan pada titik LI 4 dan ST 36 akan meningkatkan kadar endorfin sehingga lebih cepat menurunkan rasa nyeri, sedangkan aroma yang dihirup melalui proses pernapasan baru merangsang kinerja otak dan dipengaruhi oleh dalamnya pernapasan. Kesimpulan: Terapi akupresur lebih efektif dalam mengatasi dismenorea daripada aromaterapi lavender.Kata Kunci: dismenorea, aromaterapi lavender, akupresurEFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE IN TREATING DYSMENORRHOEA ABSTRACTObjective: To compare the effectiveness of lavender aromatherapy and acupressure in treating dysmenorrhea. Methods: This study is a quasi-experiment with two group pretest and posttest design. The study was conducted at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Magelang on 14 March 2015 to 9 May 2015. Samples consisting of 44 respondents were divided into two groups, namely 22 in lavender aromatherapy group and 22 in acupressure therapy group. Aromatherapy was given through inhalation for 10 minutes, done twice a day for 3 days. Acupressure was performed on LI 4 and ST 36 for 20 minutes, twice a day for 3 days. Numerical rating scale was usedfor measuring pain. The statistical test usedMann-Whitney test. Results: There was a difference between lavender aromatherapy and acupressure therapy in treating dysmenorrhea with a decrease in the intensity ofpain of acupressure therapy by 1.95, which was greater than lavender aroma by 1.46 with p = 0.002. Discussion: Acupressure therapy with massage or pressure on the points of LI 4 and ST 36 would increase endorphin levels so that it would quickly relieve pain, while the inhaled scent through the breathing process only stimulated brain’sperformance and was affected by the depth of breathing. Conclusion: Acupressure therapy is more effective in treating dysmenorrhea than lavender aromatherapy.Keywords: dysmenorrhea, lavender aromatherapy, acupressure
Determinan Pernikahan Dini Di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang Nur Aini Ambarwati; R Rohmayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.795 KB)

Abstract

Background: Indonesia is ranked second in ASEAN countries with the highest marriage after Cambodia. The percentage of early marriages in Magelang Regency is 22%. Pakis subdistrict ranked first in early marriage with 55% of married men aged 19-25 years old and 39% of married women aged 16-19 years old. Objective: The general objective of this study is to determine the determinants of early marriage and the most dominant factors in Kecamatan Pakis, Magelang district. Method: This study used a case control method. The number of samples were 50 respondents, 25 case groups and 25 control groups. The sampling technique used proportional random sampling with Chi Square statistical tests and logistic regression. This study used a questionnaire. Results: Chi Square test results showed variables that have a relationship with early marriage, namely education (p = 0,000), employment (p = 0.005), media (p = 0.009), knowledge (p = 0.001), democratic parenting (p = 0.037 ). While those who had no relationship with early marriage are economics (p = 0.1380), social culture (p = 0.254), level of religiosity (p = 0.569), authoritarian parenting (p = 0.069), and permissive parenting (p = 1,000). The logistic regression test results showed that education and employment variables have the most dominant relationship with early marriage. Conclusion: Factors related to early marriage in Pakis Subdistrict are education, employment, media, knowledge and democratic parenting. Suggestion: this research is expected to increase public knowledge about the determinants of early marriage in order to avoid or minimize young marriage.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Perawat Di Klinik Sembuh Lukaku Universitas Muhammadiyah Magelang Reczy Kurnia Vendy; Sodiq Kamal; Rohmayanti Rohmayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.073 KB)

Abstract

The abstract must be short, interesting, simple, and easy to understand without reading the entire article. Therefore, avoid jargon, abbreviations and references. In writing abstracts, the author must be accurate, use the right words, and convey the meaning of the study. A good abstract contains the problem statement and purpose, how the research is carried out (the method), the results, and concludes with a brief statement of conclusions. In the abstract keywords are also always included. Keywords are used to index an article and are the label of an article. Background: The level of satisfaction is a reflection of the quality of service. Patient satisfaction is the result of an assessment in the form of an emotional response to feelings of pleasure and satisfaction in patients because of the fulfillment of expectations or desires in using and receiving nurse services. Objective: This study aims to determine the level of patient satisfaction with the services of nurses at the Lukaku recovery clinic, Muhamadiyah University, Magelang. This study uses primary data sourced from direct observation and questionnaires distributed to respondents . Methods: This study used a questionnaire which was filled out by the respondents. Sampling used accidental sampling, namely the researcher took respondents at that time at the Lukaku Healing Clinic as many as 29 respondents. Results: The results of the data analysis revealed that the variables reliable, assurance, tangible, empathy, responsiveness affect the level of patient satisfaction with the services of nurses at the Healing Clinic. Lukaku
The Stress Level of Final Year Students Affects the Menstrual Cycle during The Covid-19 Pandemic Anggita Arliandari; R Rohmayanti; Kartika Wijayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.731 KB)

Abstract

Stress is now an unavoidable part of human life. One of the people who are vulnerable to stress is final year students, especially women. Women who do not have a strong defense against stress, the body will react to changes in the menstrual cycle. This study aims to determine the relationship between stress and menstrual cycles in FIKES UNIMMA students during the Covid-19 pandemic. The sample in this study were final year students of FIKES UNIMMA who met the inclusion criteria of 105 respondents, the sample was taken using proportional random sampling technique. The data was processed using the Spearman statistical test and the results obtained (p = 0.002 and r = 0.296). There is a relationship between stress and the menstrual cycle of final year students of FIKES UNIMMA during the Covid-19 pandemic with a positive correlation direction and sufficient strength of the relationship. Stress levels at a moderate level in final year students can affect the menstrual cycle during the Covid-19 pandemic.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN GUNA MENDUKUNG PENINGKATAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF Rohmayanti; Evi Fajarwati; Indah Dwi Wahyuni; Anggita Arliandari; Karima Milati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18135

Abstract

Capacity building for health cadres is needed to achieve the national exclusive breastfeeding target to reach 80%. The application of health counseling techniques with videos, cadre skills training, and mentoring is carried out on cadres. This service activity aims to increase cadres' capacity to improve knowledge and skills as a motivator for exclusive breastfeeding. The implementation method is participatory community empowerment by increasing community participation through empowering health cadres in increasing public awareness of implementing exclusive breastfeeding. Capacity-building activities for cadres are carried out by deepening material and skills for ASI motivator cadres and providing cadre assistance and direct assistance to breastfeeding mothers and their cadres directly through home visits both at posyandu (integrated health services) activities and visiting pregnant women's homes. The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of cadres in lactation management, where the average pretest result is a score of 7, and the post-test result is an average score of 9.5. These results indicate an effect of cadre training on lactation management on cadres' knowledge of lactation management. In addition, from home visit activities with cadres, it can be seen that cadres are skilled in lactation skills when assisting breastfeeding mothers. --- Peningkatan kapasitas kader kesehatan diperlukan dalam rangka mencapai target ASI Eksklusif secara nasional agar mencapai 80%. Penerapan teknik penyuluhan kesehatan dengan video, pelatihan ketrampilan kader, dan pendampingan dilakukan pada kader. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam upaya meningkatkan ilmu dan keterampilan sebagai kesehatan Eksklusif. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan ASI Eksklusif. Kegiatan peningkatan kapasitas kader yang dilakukan dengan cara pendalaman materi, keterampilan pada kader kesehatandan melakukan pendampingan kader dan pendampingan langsung ke ibu menyusui beserta kadernya langsung melalui home visit baik di kegiatan posyandu maupun mendatangi rumah ibu hamil. Hasil kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen laktasi, dimana hasil pretest rata-rata dengan skor 7 dan hasil post test rata-rata skor 9,5. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan kader tentang manajemen laktasi pada kader terhadap pengetahuan kader tentang manajemen laktasi. Selain itu dari kegiatan home visit bersama kader terlihat bahwa kader terampil dalam skill keterampilan laktasi saat pendampingan pada ibu menyusui.
Efektivitas Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Pada Pasien Post Seksio Sesarea: Literature Review Erni Rubianti; Kartika Wijayanti; R Rohmayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri merupakan masalah utama pada pasien post seksio sesarea akibat insisi (sayatan) pada abdomen. Jika tidak ditangani dengan baik akan mengganggu fisiologis dan psikologis ibu. Salah satu cara mengatasi nyeri secara non farmakologi adalah aromaterapi lavender yang sudah banyak teruji efektif menurunkan nyeri karena mengandung linalil dan linalool. Menganalisis efektivitas aromaterapi lavender dalam menanggulangi nyeri pada persalinan dengan metode seksio sesarea berdasarkan variasi karakteristik responden, dosis dan cara pemberian aromaterapi lavender, tingkat nyeri pasien post seksio sesarea sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender, perbedaan efektivitas aromaterapi lavender yang diberikan kepada responden Desain penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengambil data sekunder dari Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “pengaruh aromaterapi lavender terhadap nyeri pasien post sectio caesarea” didapatkan 341 artikel, kemudian diseleksi berdasar rentang tahun terbit 2018-2022 diperoleh 267 artikel. Selanjutnya diseleksi menggunakan tanda “;” dan “kelompok kontrol” di akhir kata kunci didapatkan 153 artikel. Selanjutnya dikeluarkan 116 artikel judul tak sesuai, 4 artikel tak bisa dibuka, 11 artikel komparasi dan kombinasi dengan terapi nonfarmakologi lain dan 7 artikel desain non eksperimental tersisa 22 artikel. Hasil akhir setelah dilakukan penilaian kualitas menggunakan critical appraisal for quasi eksperimen dengan nilai rata-rata 92,59%, didapatkan 15 artikel dinyatakan eligible. Rata-rata usia responden yaitu antara 17-40 tahun dengan mayoritas kelompok usia 20-35 tahun. Mayoritas responden berpendidikan SMA atau sederajat, status paritas primipara, pekerjaan ibu rumah tangga. Cara inhalasi yang efektif diterapkan adalah menggunakan tungku lilin atau dengan diteteskan pada tisu, kassa atau kapas dengan dosis sebanyak 3-5 tetes minyak aromaterapi lavender yang dicampurkan dengan air sebanyak 10ml-20ml dan waktu pemberian 5-30 menit. Rata-rata penurunan skala nyeri setelah intervensi yaitu 1,649 dengan persentase 63,44%. Kararteristik nyeri menurun dari sedang menjadi nyeri ringan. Inhalasi aromaterapi lavender terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post seksio sesarea dibuktikan dengan 15 artikel yang menunjukkan p=value <0,005.