Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MATA PELAJARAN DALAM MENYUSUN DAN MENGGUNAKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN KKG DI SD NEGERI 24 SALEMBA KABUPATEN BULUKUMBA Hasmiati Hasmiati
Celebes Education Review Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/cer.v3i1.612

Abstract

Peningkatan Profesionalisme Guru Mata Pelajaran dalam Menyusun dan Menggunakan Perangkat Pembelajaran Melalui Kegiatan KKG pada SD Negeri 24 Salemba Kabupaten Bulukumba Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang bertujuan untuk Peningkatan Profssionalisme Guru Kelas dalam Menyusun dan Menggunakan Perangkat Pembelajaran Melalui Kegiatan KKG pada SD Negeri 24 Salemba Kabupaten Bulukumba Subjek penelitian ini adalah Guru Kelas pada SD Negeri 24 Kabupaten Bulukumba sebanyak 20 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pada siklus I dari 20 responden guru di SD Negeri 24 Kabupaten Bulukumba terdapat 6 orang atau 30,00 % yang berada dalam kategori baik sekali, 12 orang atau 60,00 % yang berada dalam kategori baik dan 2 orang atau 10,00 % berada dalam kategori cukup dan pada siklus II dari 20 responden guru di SD Negeri 24 Kabupaten Bulukumba terdapat 17 orang atau 85,00 % yang berada dalam kategori baik sekali, 3 orang atau 15,00 % yang berada dalam kategori baik. Hal ini menandakan bahwa setelah diberikan tindakan pada siklus II membuat perangkat pembelajaran mengalami peningkatan
PERAN UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS TUBUH DI PANTI SOSIAL BINA DAKSA WIRAJAYA MAKASSAR Hasmiati Hasmiati; Fatmawati Fatmawati; Jaelan Usman
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v1i3.702

Abstract

The aim of this research is to find out the role of operational technique unit of social ministry in the empowerment the sufferer of body disability at social house Bina Daksa Wirajaya Makassar. The research used descriptive qualitative method. The number of informants is 9 people. Data collection is done by interview, observation and documentation. The results showed that the operational technique unit of social ministry has been carrying out its duties  as the state apparatus in empowering the sufferer of body disability. However, there was still an obstacle for the sufferer of body disability in carrying of their activity for instance, the mismatch between the facility and the number of existing disable. Keywords: role, empowerment, disability body Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Peran Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas tubuh di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya  Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun jumlah informan 9 orang. Pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial telah menjalankan tugasnya sebagai aparatur negara dalam memberdayakan penyandang disabilitas tubuh dan adapun yang masih menjadi hambatan bagi penyandang dalam menjalankan aktifitasn adalah fasilitas yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitastubuh masih kurang sesuai dengan jumlah penyandang yang ada. Kata kunci: peran, pemberdayaan, penyandang disabilitas tubuh
Analisis Persepsi Masyarakat Kawasan Adat Amma Toa Kajang Terhadap Muhammadiyah Hasmiati Hasmiati
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.673 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v5i2.1045

Abstract

Abstract. This research uses field research (field research) with qualitative method. The subject of this research is with Indigenous Stakeholder, Village Apparatus, Community Leader, Religious Leader, Youth Leader, Academician and Kader Muhammadiyah who are domiciled in Adat area. Data collection by observation method, data writing method, technical data, data presentation and data recall. Triangulation is done to explain the validity of the data by using source and method triangulation. The results showed that the interaction of cadres and indigenous peoples is a positive and harmonious relationship, primary and secondary social contact because both parties are mutually understanding, profitable and long-standing cooperation. Conflicts that occur between the cadres and indigenous communities are still entangled lightly and only temporary. Indigenous people's perception of Amma Toa to Muhammadiyah is positive and negative, but still tend to Negative. It is caused by perceptions based on experience, efaluatif, contextual, selective and care. The perception of Amma Toa to Muahammadiyah is caused by internal and external factors. Factors factors that make individual perceptions different from each other and will be oriented to the individual in perceiving an object.Keywords: Pasang Rikajang, Gender, Social Culture
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MIKROBIOLOGI DENGAN SIKAP HIGIENIS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI ANGKATAN 2013 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Hasmiati Hasmiati; st Syamsudduha; Jamilah Jamilah
Jurnal Biotek Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Biotek
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.26 KB) | DOI: 10.24252/jb.v4i2.1795

Abstract

This study aims to: (1) determine microbiological knowledge of students of Biology Education Force 2013 Faculty of MT and Teaching UIN Alauddin Makassar (2) know the attitude of hygienic education students Biology Force 2013 Faculty of MT and Teaching UIN Alauddin Makassar (3) examine the relationship between knowledge of microbiology with hygienic attitudes students Force 2013 Faculty of Biology Education and Teaching Tarbiyah UIN Alauddin Makassar.This study is a correlational study using a quantitative approach. This study used a population of 118 people drawn from all students of the Faculty of Biology Education and Teaching Tarbiyah UIN Alauddin Makassar class of 2013. Sampling was conducted using simple random sampling technique as much as 40 samples. When the study in March 2016. Data collection techniques used were a test to find out how knowledge of microbiology students Force 2013 Faculty of Biology Education and Teaching Tarbiyah UIN Alauddin Makassar and questionnaires to find out how hygienic attitudes education students Force 2013 Biology Faculty of MT and Teaching UIN Alauddin Makassar.The results showed: (1) knowledge of microbiology students of the Faculty of Biology Education and Teaching Tarbiyah UIN Alauddin Makassar class of 2013 were in the high category with an average score of 77. (2) hygienic attitudes of students of Biology Education and Teaching Faculty Tarbiyah UIN Alauddin Makassar force in p2013 were in both categories with an average score of 94. (3) there is a relationship between knowledge of microbiology with student hygienic attitude force in 2013 Faculty of Biology Education and Teaching Tarbiyah UIN Alauddin Makassar with a contribution of 24.1% to the level of siginifikansi a = 0.05 (5 %) where rhitung (0.491)> rtabel (0.263).
Manajemen Pembelajaran Berbasis Pesantren, Sekolah Dan Madrasah Hasmiati Hasmiati
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 6 No 1 (2014): Volume 6 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v6i1.117

Abstract

Manajemen pembelajaran di sekolah merupakan pengelolaan pada beberapa unit pekerjaan oleh personil yang diberi wewenang, untuk menyukseskan pembelajaran. Sehingga keefektifan manajemen pembelajaran dapat dicapai manakala fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dapat diimplimentasikan dengan baik dan benar dalam program pembelajaran. Agar mutu pembelajaran di lembaga pendidikan baik sekolah, maupun madrasah, dapat dikelolah dengan baik, maka ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan oleh para pelaku di lembaga pendidikan tersebut, dengan mengimplementasikan Fungsi manajemen pembelajaran yaitu perencanaan pengajaran, pengorganisasian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran seorang guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran yang ada dalam kelas maupun yang ada di luar kelas. Peran guru sebagai manajer melakukan pembelajaran adalah proses mengarahkan peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar dalam rangka perubahan tingkah laku, (kognitif, afektif, psikomotorik) menuju kedewasaan. Oleh karena itu agar proses belajar mengajar yang dilakukan berjalan lancar dan dapat menciptakan iklim yang kondusif dimana peserta didik merasa nyaman dan tidak tertekan dalam menerima pelajaran, maka dibutuhkan manajemen dalam mengelola pembelajaran tersebut. Manajemen pembelajaran selain diawali dengan dengan perencanaan yang baik, serta didukung komunikasi yang baik, juga harus didukung pengembangan strategis yang mampu membelajarkan siswa. Karena manajemen pembelajaran ,merupakan suatu proses penyelenggaraan intraksi peserta didik, pendidikk dan sumber pada suatu lingkungan belajar.
PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT Hasmiati Hasmiati
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 7 No 1 (2015): Volume 7 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v7i1.181

Abstract

Pendidikan berbasis masyarakat merupakan perwujudan pendidikan melalui perluasan pelayanan pendidikan untuk kepentingan masyarakat. Pendidikan berbasis masyarakat menjadi sebuah gerakan penyadaran masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat dala mengatasi tantanan kehidupan yang beubah-ubah semakin berat. Secara konseptual model pendidikan berbasis masyarakat adalah model penyelenggaraan pendidikan yang bertumpu pada prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat" pendidikan dari masyarakat maksudnya pendidikan yang memberikan jawaban kebutuhan masyarakat. Pendidikan oleh masyarakat artinya masyarakat dapat diposisiskan sebagai penyelenggara pendidikan atau pelaku pendidikan itu sendiri, masyarakat diberikan kebebasan
KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Hasmiati Hasmiati
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 8 No 1 (2016): Volume 8 Nomor 1 Juni 2016
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v8i1.201

Abstract

Sistem evaluasi yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah sifat universal. Yaitu dengan menggunakan teknik testing mental (mental test atau psikotest dalam sunnah Nabi system evaluasi bersifat makro adalah untuk mengetahui kemajuan belajar manusia termasuk nabi sendiri. Sebagiaman dalam kisah kedatangan Jibril AS untk menguji Nabi Muhammad saw. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut pengetahuan beliau tentang rukun Islam.Setiap jawaban Nabi atas pertanyaan yang diajukan selalu dibenarkan oleh malaikat Jibril AS. Peristiwa lain yaitu ketiak nabi diuji hafalan-ahafalan pada ayat-ayat al-qur’an yang tetap konsisten dan valid dalam ingatan beliau. Akan tetapi system evaluasi yang diterapkan pada dunia pendidikan menggunakan pendekatan berupa teknik penilaian yang diterapkan dalam sekolah-sekolah adalah yang bersifat kuantitatif.Penilaian kuantitatif dinyatakan dengan menggunakan angka-angka sedangkan yang kaulitatif dinyatakan dengan ungkapan-ungkapan.Aspek tingkah laku siswa dalam bidang kognitif dinilai secara kuantitaif.Aspek sikap/ afektif diniali secara kualitatif dan aspek keterampilan / psikomotorik dinilai secara kuantitatif dan kualitatif.
MEMBANGUN KECERDASAN SPIRITUAL Hasmiati Hasmiati
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 8 No 2 (2016): Volume 8 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v8i2.241

Abstract

Di dalam jiwa manusia terdapat getaran jiwa yang halus yang ditimbulkan karena suatu ibadah batin yang dilakukan yang fokusnya tentang kebesaran Allah swt atau yang cara melakukan Dzikir. Bila hati berdzikir kepada Allah swt. Maka akan memantulkan cahaya ketenangan batin. Hati atau batin bagaikan sebuah tabung resonansi gitar.Setiap kita berbuat sesuatu, baik itu pada taraf berfikir maupun berbuat, selalu terjadi getaran di hati kita.Getaran tersebut bisa halus dan bisa pula kasar, bergantung bagaiman getaran itu muncul.Jika kita bergembira hati kita bergetar namun juga jika kita bersedih hati kita pun bergetar.disinilah fungsinya titik God Spot untuk mengendalikan peran dan fungsi hati. Oleh karena itu, ciri-ciri manusia yang jiwanya tenang jika diperdengarkan ayat-ayat kebesaran allah swt yakni jika dibacakan Asma Allah.
Pengaruh Finansial Literacy dan Financial Self Efficacy terhadap Perilaku Belanja Online di Kota Makassar: (Studi Kasus Cash on Delivery pada Pengguna Ecommerse Shopee) Hasmiati Hasmiati; Andi Batary Citta; Sukmatica Slamet
Jurnal Manajemen Kewirausahaan dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2024): September : Jurnal Manajemen Kewirausahaan dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumaket.v1i3.324

Abstract

This research aims to determine the influence of Financial Literacy and Financial Self Efficacy on Online Shopping Behavior in Makassar City (Case Study: Cash On Delivery among Shopee e-commerce users). This research is research that uses quantitative methods. The population in this study were Shopee users who used COD payments more than once. The sample in this study consisted of 100 respondents using the formula Hair et al. Data collection techniques use observation, interviews and questionnaires. The data analysis techniques used in this research are validity and reliability tests, as well as normality tests, multicollinearity tests and heteroscedasticity tests as prerequisites for classical assumption tests. And the data analysis method uses multiple linear regression analysis with the R2 test, t test, and F test. It is then processed using computer equipment via the IBM SPSS version 23.0 program. The results of this research show that financial literacy has an influence on online shopping behavior. Financial self-efficacy has no influence on online shopping behavior. And financial literacy and financial self-efficacy simultaneously or together have a significant effect on online shopping behavior.
Struktur Kebahasaan Bahasa Indonesia Sebagai Rujukan Penggunaan Bahasa (Morfologi) Nur Annisa; Rahma Ashari Hamzah; Hasmiati Hasmiati
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v3i2.1747

Abstract

This study aims to analyze the linguistic structure of the Indonesian language with a focus on morphology as a reference for proper and effective language use. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing literature review and content analysis of various written sources such as textbooks, journals, and scholarly works related to Indonesian morphology. Data are systematically analyzed to identify patterns of word formation, including affixation, reduplication, and compounding in the Indonesian language. The results indicate that affixation is the most dominant and productive morphological process in word formation, followed by reduplication which functions to intensify meaning, and compounding which produces compound words. This study contributes significantly to the development of morphological studies in Indonesian and serves as a valuable reference for language users to gain a deeper understanding of word structures.