Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dampak COVID-19 dan subjective well-being pada lansia Zainuddin , Ahmad; Rika Monika; Rosyad, Yafi Sabila
Infomasi dan Promosi Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Informasi dan Promosi Kesehatan
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/ipk.v1i2.31

Abstract

COVID-19 has an impact on the lives of the elderly such as loss of income, lack of social support, changes in health, violence, neglect, and difficulties in accessing health services, making the elderly vulnerable to changes in well-being during the pandemic. Changes due to the impact are allegedly affecting the happiness and subjective well-being felt by the elderly during the COVID-19 pandemic. This study was to indetify relationship beetwen impact of Covid -19 and Subjective well-being in elderly during Covid -19. This study has used cross – section study design with bivariate analysis data used Kendall's tau. This study involved around 94 respondent using purposive sampling method with criteria inclusion were elderly who are above 60 years old, living with they family, can read, lowest elementary school graduates, and does not suffer from complications. The assessment incuded CAIR Pandemic Impact Questionnaire (C-PIQ), Satisfaction With Life Scale (SWLS) and PANAS. The results of the study on 94 elderly people with an age range of 60 - 80 years, it was found that 68.1% of the elderly felt that Covid-19 had a moderate impact on their lives, there are 36% of the elderly have life satisfaction in the quite dissatisfied category, and 33% of the elderly felt negative feelings during the pandemic. There is a relationship between the impact of COVID-19 and Life Satisfaction with pvalue (0.003) < (0.05). There is a relationship between the impact of COVID-19 and PANAS (0.006) < (0.05). The impact of COVID-19 has a significant relationship on Subjective Well-Being in the elderly.
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah Firmina Th. Kora; Salis Miftahul Khoeriyah; Rika Monika; Angela Merici W. Kurniawati; Amelia Kartika; Frety Handayani; Trya Dwi Putri; Via Dinda Rahayu; Yuni Anggrayini Muskar; Riski Wahyu Aji
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v2i2.118

Abstract

Kesehatan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan terutama pada kelompok anak usia sekolah dimana prevalensi karies gigi sangat tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian karies salah satunya adalah dengan praktik sigat gigi yang baik dan benar serta deteksi dini masalah gigi dan mulut. Sasaran pengabdian sebanyak 15 murid Sekolah Dasar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sikat gigi dan meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut dengan deteksi dini. Metode yang digunakan adalah metode demontrasi sikat gigi dan skrining kesehatan gigi dan mulut. Hasil skrining kesehatan gigi dan mulut didapatkan sebanyak 40% murid memiliki karang gigi, 33% murid memiliki gigi kotor, dan 33% murid memiliki gigi berlubang. Sedangkan hasil demontrasi sikat gigi didapatkan hasil pre-test mayoritas murid memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 53% dan hasil post-test mayoritas murid memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 47%. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta deteksi dini terbukti meningkatkan pengetahuan dan kesadaraan akan kesehatan gigi dan mulut pada murid Sekolah dasar, sehingga kedepannya kegiatan penyuluhan gigi dan mulut serta skrining kesehatan gigi dan mulut ini dapat dilakukan secara berkala pada semua murid Sekolah Dasar.
HYPERTENSION KNOWLEDGE AND DIET ADHERENCE AMONG OLDER ADULTS WITH HYPERTENSION Trisno Silfester Kornelis Ottu; Rika Monika; Wiwin Priyantari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.605

Abstract

Peningkatan angka kejadian Hipertensi setiap tahunnya menjadi perhatian global. Penderita hipertensi masih didominasi oleh para lansia. Kejadian hipertensi pada lansia akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan baik dan benar dan tentunya akan memberikan dampak negatif untuk kesejahteraan sampai ancaman kematian. Salah satu upaya untuk menurunkan dampak negatif dari hipertensi adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup. Pengaturan diet merupakan salah satu bentuk usaha modifikasi gaya hidup.  Namun, masih rendahnya tingkat kesadaran penderita dianggap menjadi penyebab belum optimalnya perawatan. Bagi lansia sendiri kepatuhan pelaksaan diet dianggap masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan Hipertensi dengan kepatuhan pelaksanaan diet rendah garam pada lansia. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah lansia berjumlah 65 orang dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian dari 65 responden ditemukan, 46,25% responden memiliki pengetahuan yang kurang, 23,3% responden memiliki pengetahuan yang cukup dan 21,5% responden memiliki pengetahuan yang baik . Sedangkan untuk kepatuhan diet rendah garam, terdapat 26,2% responden yang patuh dan 73,8% responden yang tidak patuh. terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan hipertensi dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia
The Relationship Between Family Support and Quality Of Life in Adolescents With Thalassaemia Major Angela Merici Wenefrida Kurniawati; Rika Monika
Holistic Nursing Plus Vol. 3 No. 1 (2025): Holistic Nursing Plus
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/hnp.v3i1.327

Abstract

Background: Indonesia is the third largest country in the world in terms of Thalassaemia cases, this number is projected to increase by 2.500 new cases each year. Thalassaemia is chronic disease that can affect quality of life. Providing family support is one effort to improve the quality of life of sufferers. Purpose: To determine the relationship between family support and the quality of life in adolescents with Thalassaemia Major at POPTI Solo Raya. Methods: This cross-sectional study involved 72 adolescents with Thalassaemia Major aged 11-19 years using Purposive Sampling at POPTI Solo Raya. Data was collected using validated instruments: family support questionnaire and Assesment of Qualityiof Life-4 Dimension (AQoL-4D) and analyzed using the Spearman Rank test. Results: the age of repondents mayority aged between 11 – 14 years old, with 81,9% reporting had good family support dan 95,8% reporting had a good quality of life. The result showed family support was positively associated with quality of lfe (r = 0,295, p = 0.012). Conclusions: Thalassaemia can affect the quality of life of adolescent patients. By increasing family support during the patient's treatment, it will positively impact the patient's quality of life.
Implementasi manajemen stres pada kelompok mahasiswa paska pandemi COVID-19 Kora, Firmina Theresia; Khoeriyah, Salis Miftahul; Rika Monika
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v1i2.34

Abstract

Pandemi Covid -19 tidak dapat dipungkiri mempengaruhi sistem pembelajaran, perubahan pola sistem pembelajaran ini menjadi salah satu penyebab stres yang terjadi pada mahasiswa.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres pasca pandemi Covid – 19. Sasaran kegiatan adalah 46 mahasiswa yang selama masa pandemi masih berada disekitar kawasan kampus, adapun kegiatan pengabdian dimulai dari pelaksanaan skrining kesehatan dan mental lalu dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan terkait manajemen stres dan demostrasi terapi tertawa. Hasil skrining kesehatan dan mental ditemukan mayoritas mahasiswa mengeluhkan stres dalam kategorik sedang (70%), 59% mahasiswa mengeluhkan jam tidur berkurang sebanyak 1- 3 jam bahkan terdapat 24% mahasiswa yang jam tidurnya berkurang > 3 jam. Selain itu hasil pemeriksaan IMT didapatkan sebanyak 30% mahasiswa memiliki IMT underweight dan 15% mahasiswa memiliki IMT overweight, dan sebanyak 37% mahasiswa memiliki tekanan darah > 120/78 mmHg. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan demontrasi terapi tertawa didapatkan hasil perubahan pada tingkat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres, dimana sebelumnya hasil pre –test mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan dalam kategorik baik sebanyak 44% dan hasil post –test mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 72%. Kegiatan skrining kesehatan dan mental, pendidikan kesehatan terkait manajemen stres dan demontrasi terapi tertawa terbukti dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres.