Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING UNTUK SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA PANCA INDRA Sugianto .; Veicy Andri Ansyah
SPIRIT Vol 11, No 1 (2019): SPIRIT
Publisher : STMIK YADIKA BANGIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.118 KB) | DOI: 10.53567/spirit.v11i1.114

Abstract

Banyak masyarakat yang tidak memperdulikan kesehatan, misalnya kesehatan panca indra. Jika dari salah satu panca indra terganggu barulah masyarakat check up ke dokter spesialis untuk mengetahui jenis penyakit apa yang diderita. Tetapi begitu lamanya untuk check up dikarenakan keterbatasan waktu, masyarakat enggan untuk check up ke dokter spesialis. Dengan adanya sistem pakar, masyarakat bisa check up dengan mudah tanpa harus terganggu dengan keterbatasan waktu. Untuk memudahkan penalaran forward chaining menggunakan metode pencarian breadth first search yaitu pencarian konklusi berproses node ke node. Metode forward chaining untuk sistem pakar diagnosa suatu penyakit berperan penuh karena forward chaining menelusuri dari gejala yang ada kemudian menghasilkan sebuah diagnosa jenis penyakit yang dialami dan berisi solusi cara penanganannya. Berdasarkan hasil uji kelayakan yang dilakukan terhadap 20 responden terlihat dari hasil pengujian desain aplikasi 78,6% dan keakuratan atau kelayakan 75% termasuk kategori baik.Kata Kunci :  panca indra, sistem pakar, forward chaining, breadth first search 
ANALISIS BAHAN BAKU AIR MINUM DAN PRODUK OLAHANNYA SERTA ELIMINASI TERHADAP PENCEMARAN HORMON STEROID DAN LOGAM BERAT L. Mahaputra; SI Zadjuli; M. Ansori; Prihatin .; Sugianto .; Ismudiono .; H Callo
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 16, No 3 (2010)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v16i3.1033

Abstract

Steroid hormone and alloy could contaminate the drinking water which danger to human, because make bad side effect on the health. Steroid hormon may cause diseases ie. malignancy particularly of gen mutation and and heavy alloy may cause discrepancies oforgan among others: lever, kidneys, brain and the others. The objective of this research was to identify quantitatively either steroid sexhormones or heavy metal contaminants in drinking water. The water examination of PDAM, household and mineral water was doneby ELISA method to steroid hormones in Laboratory of veterinary obstetric and endocrine UNAIR .The alloy were analyzed by Atomicabsorption method in Dept. Of Chemistry in ITS laboratory. The data were analyzed by descriptive statistic show that all kinds of drinkingwater samples were not contaminated neither heavy metal such as Cd and Pb nor male sex hormone. But unfortunately contaminationof heavy metal mainly cuprum (Cu) spread it out for all kind of drinking water and its product so then the highest contamination foundin dig-land-water was 87%. The other hand more frequent female sex hormone contaminated drinking water there was estrogen and secondly followed with progesterone hormone. Examination of contaminant steroid hormone in drinking water, water supply of PDAM, Vendors water and mineral water didn’t contaminate with alloy (Cd and Pb) ,also they didn’t contaminate with testoteron hormonehowever almost water reservoir and more over dig-land-water of Mamuju Regency contaminated with Cu more than 0.02 ppm
SIMULASI NUMERIK PENGKONDISI UDARA DALAM RSK Radi Suradi Kartanegara; Sugianto .; Tria Mariz Arief
Jurnal TEDC Vol 8 No 1 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2928.844 KB)

Abstract

Sebagimana telah diketahui bahwa pengkondisi udara dapat dijumpai diberbagai aplikasi sistem ruang, seperti ruang proses kimia, ruang tempat menyimpan alat ukur, ruang untuk yang memerlukan kenyamanan udara, ruang proses icing dan ruang komputerisasi atau ruang server komputer (RSK). Hal yang terpenting dari RSK adalah menjaga temperatur ruang sedemikian rupa sehingga server komputer dapat bekerja optimal yaitu pada rentang temperatur 20oC sampai dengan 25oC. Untuk dapat mencapai rentang temperatur kerja optimal tersebut maka dibutuhkan tata letak alat pengkondisi udara (APU) sedemikian rupa sehingga sikulasi udara dapat menciptakan rentang temperatur kerja optimal. Paper ini membahas proses simulasi numerik aliran udara akibat kerja APU menggunakan perangkat lunak komersial Fluent versi 6.3 dengan model turbulensi kappa-epsilon (model k-e). Proses simulasi diawali dengan pembentukan geometri RSK berdimensi overall 10.5 x 19.4 x 3.9 m3 beserta 7 buah rak server komputer dengan total server komputer computer sebanyak 490 buah yang dimodelkan sebagai sebuah kotak persegi panjang yang mempunyai flux panas tertentu akibat kerja komponen elektronik server komputer komputer dan menghasilkan udara panas yang diasumsikan 60oC yang dikeluarkan melalui exhaust fan server komputer. Udara panas yang memenuhi RSK didinginkan secara konveksi paksa oleh perangkat pendingin APU tipe standing AC berjumlah 6 buah dengan cara mengalirkan udara dingin bertemperatur 15oC ke dalam RSK. Dari hasil simulasi, diperoleh temperatur udara RSK dalam rentang 20oC sampai dengan 30oC. Untuk hasil yang lebih baik disarankan untuk mengalirkan udara dingin dari lantai RSK yang memungkinkan pengambilan panas lebih efektif dan dbuang ke udara bebas melalui exhaust fan. Kata kunci: Pengkondisi udara, standing AC, Server komputer, Simulasi Numerik, CFD, Fluent.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA SMP KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Sugianto .; Edy Setiyo Utomo
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas VIII dalam menyelesaikan soal kontekstual berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan literasi numerasi, tentang Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode tes dan wawancara. Penelitian ini tidak menggunakan pengumpulan sampel, tetapi dengan mengidentifikasi semua subjek berdasarkan aspek mengestimasi, menghitung, membandingkan, menyusun pola, menalar dan merepresentasikan informasi. Data dianalisis berdasarkan tahapan indikator literasi. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dari 30 subjek dikelompokkan menjadi 2 kemampuan matematika tinggi sebanyak 10% dan kemampuan matematika rendah sebanyak 90%. Hasil analisis data kemampuan literasi numerasi peserta didik Terlihat subjek dengan kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan soal dengan benar sedangkan subjek dengan tingkat kemampuan matematika rendah belum mampu menyelesaikan soal literasi numerasi dengan benar. Sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa mempengaruhi penyelesaian soal literasi numerasi.