Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Contribution of Gamelan Diplomacy to Restoring Bilateral Relations Between Indonesia and New Zealand Natasha, Cheryl; Martha, Jessica
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jhi.v12i2.18630

Abstract

Cultural diplomacy has gained prominence for its capacity to assist governments in achieving national interests. While Indonesia and New Zealand have collaborated in various domains, their relationship was strained due to Indonesia’s protectionist policies. In response to New Zealand’s legal actions and economic sanctions, Indonesian Ambassador Tantowi Yahya intensified “gamelan diplomacy” efforts to alleviate the tension. This study investigated the question: “What contributions has gamelan diplomacy made in mending the bilateral relations between Indonesia and New Zealand, particularly in protectionism of imported products between 2017 and 2021?” To address the question, this research employed Milton Cummings’ concept of cultural diplomacy, integrated success parameters as defined by Patricia M. Goff, and utilized Brian Hocking’s multistakeholder diplomacy framework. The research method comprised primary data collection through questionnaires administered to two New Zealand residents, supplemented by a comprehensive literature review. The study concluded that gamelan diplomacy has effectively harmonized communication frequencies, enhanced positive national branding, established credibility, and fortified interstate cooperation, thus serving as a complementary tool in achieving national objectives.
Training Negosiasi dan Komunikasi bagi Aparatur Pemerintah Daerah Putri, Meyta Saraswaty; Indraswari, Ratih; Yoshanty, Gracelia; Martha, Jessica
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2025): (JULI 2025) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v2i1.9279.44-53

Abstract

Teknik negosiasi dan public speaking merupakan soft skills esensial yang dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan, termasuk dalam lingkungan pemerintahan yang menuntut kemampuan komunikasi strategis dan diplomasi yang baik. Menyadari pentingnya keterampilan ini dalam menunjang efektivitas kerja birokrasi, Tim Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI Unpar) menginisiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pelatihan negosiasi dan public speaking bagi staf Bapperida Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintahan, dengan landasan awal berupa needs assessment yang mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas di kedua aspek tersebut. Program dirancang secara komprehensif, menggabungkan pemahaman teoretis, simulasi praktik, serta pendekatan partisipatif untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Hasil evaluasi setelah kegiatan (post-assessment) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan negosiasi dan public speaking para peserta dibandingkan dengan sebelum pelatihan.
Strategi Multiplikasi Kepemimpinan Transformasional untuk Menjangkau Generasi Z pada Era Disrupsi Digital Pasca Covid-19 di Indonesia Nathaniel Halim, Timothy; Widiutomo, Nicodemus; Martha, Jessica; Manik, Tumpahan; Nagoya, Rocky; Ronald A. Simanjuntak, Manlian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i1.1338

Abstract

Dalam era disrupsi digital pasca Covid-19 di Indonesia, gereja dihadapkan dengan tantangan baru dalam menjangkau Generasi Z (Gen-Z). Di satu sisi, disrupsi digital mendukung adanya strategi penjangkauan yang lebih fleksibel dan adaptif sehingga memudahkan gereja membangun interaksi dengan Gen-Z. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa disrupsi digital dapat berpengaruh negatif terhadap upaya penjangkauan Gen-Z. Disrupsi digital dinilai dapat menghambat upaya gereja dalam menjangkau Gen-Z. Oleh karena itu, tulisan ini mengidentifikasi strategi yang tepat untuk menjangkau Gen-Z pada era disrupsi digital pasca Covid-19 di Indonesia. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya studi kasus terhadap literatur terkait. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan strategi multiplikasi pemimpin transformasional gereja dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menjangkau Gen-Z. Pemimpin transformasional gereja memiliki peran penting dalam menginspirasi, membimbing, dan memotivasi Gen-Z untuk mempraktikkan nilai-nilai iman di tengah era disrupsi digital. Lima strategi yang bisa dilakukan, antara lain menciptakan budaya kepemimpinan yang kolaboratif dan penuh inspirasi, mengidentifikasi dan menggali potensi pemimpin muda, pengembangan dan pelatihan melalui pendekatan modern, pemberdayaan melalui praktik nyata, dan menyediakan sistem pendukung yang kuat
Training Negosiasi dan Komunikasi bagi Aparatur Pemerintah Daerah Putri, Meyta Saraswaty; Indraswari, Ratih; Yoshanty, Gracelia; Martha, Jessica
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2025): (JULI 2025) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v2i1.9279.44-53

Abstract

Teknik negosiasi dan public speaking merupakan soft skills esensial yang dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan, termasuk dalam lingkungan pemerintahan yang menuntut kemampuan komunikasi strategis dan diplomasi yang baik. Menyadari pentingnya keterampilan ini dalam menunjang efektivitas kerja birokrasi, Tim Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI Unpar) menginisiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pelatihan negosiasi dan public speaking bagi staf Bapperida Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintahan, dengan landasan awal berupa needs assessment yang mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas di kedua aspek tersebut. Program dirancang secara komprehensif, menggabungkan pemahaman teoretis, simulasi praktik, serta pendekatan partisipatif untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Hasil evaluasi setelah kegiatan (post-assessment) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan negosiasi dan public speaking para peserta dibandingkan dengan sebelum pelatihan.