Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KATARSIS REMAJA EKSTROVERT DAN INTROVERT PADA MEDIA GRAFFITI Adi Anggoro; Nina Yuliana; Husnan Nurjuman
Jurnal Riset Komunikasi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v9i2.5994

Abstract

Graffiti yang merupakan bagian dari seni rupa ini merupakan seni yang mengkombinasikan komposisi seperti garis, bentuk, volume serta warna yang digunakan untuk menuliskan sebuah kalimat – kalimat tertentu pada sebuah dinding. Alat yang digunakan biasanya berupa pilok atau cat semprot kaleng. Saat ini graffiti sudah mengalami pergeseran makna. Dalam hal ini katarsis merupakan sebuah penyaluran emosi yang terpendam dari hati yang harus dikeluarkan oleh writer graffiti ekstrovert dan introvert untuk mendapatkan kepuasan pribadi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan katarsis atau penyaluran emosi pada remaja ekstrovert dan introvert melalui media graffiti. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, serta metode dokumenter. Penulis menggunakan dua teori yang relevan yakni teori aktivitas dan komunikasi visual dalam menganalisis fenomena yang diteliti. Hasil penulisan ini adalah para writer graffiti ekstrovert dan introvert menyalurkan emosi mereka dalam karya graffiti digunakan untuk mendapatkan kepuasan pribadi. Namun terdapat perbedaan dari kadar penyalurannya tersebut yang dilatarbelakangi oleh kepribadiannya. Ditinjau melalui tempat, bentuk idealisme, warna, tema, pesan, ekspresi komunikasi visual, media promosi, motif, mood, hambatan serta respon dalam graffiti. Namun, para writer hanya membuat karya graffiti sebagai kepuasan pribadi saja oleh karena itu penulis menyarankan untuk para writer graffiti ekstrovert dan introvert untuk membuat karya graffiti berbentuk kritik sosial agar masyarakat bisa memahami arti dari graffiti yang sesungguhnya. Kata kunci: Katarsis, Graffiti, Ekstrovert dan Introvert, Teori Aktivitas dan Teori Komunikasi Visual.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI INSEKTISIDA MENGGUNAKAN METODE DISTILASI YANG DILANJUTKAN DENGAN ELEKTROKOAGULASI Zulnovri; Adi Anggoro; Cahyono Danang Prasetyo; Ides Daswati; Yusril Mahendra; Tiur Elysabeth
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v9i1.4586

Abstract

Limbah cair yang memiliki kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dan amoniak (NH₃) tinggi merupakan tantangan signifikan dalam proses pengolahan, karena sulit untuk didegradasi dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi antara proses distilasi vakum dan elektrokoagulasi (EC) dalam mengurangi kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan amoniak (NH₃) pada limbah cair yang memiliki konsentrasi tinggi. Proses vakum dilakukan pada tekanan -40 cmHg dan -60 cmHg sebagai langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan elektrokoagulasi menggunakan elektroda aluminium dengan variasi elektrolit NaCl dan NaOH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vakum pada -60 cmHg mampu menurunkan COD lebih dari 90% melalui pemisahan fraksi volatil dan semi-volatil. Proses elektrokoagulasi berfungsi sebagai langkah pemolesan yang menghasilkan efisiensi total penurunan COD sekitar 97% dan mereduksi NH₃ hingga mendekati nol. Perubahan pH selama proses ini berperan penting dalam pembentukan Al(OH)₃ dan pergeseran kesetimbangan NH₄⁺/NH₃. Secara keseluruhan, integrasi antara distilasi vakum dan elektrokoagulasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas keluaran limbah cair secara signifikan.