Claim Missing Document
Check
Articles

Conflict Structuration in Audit Findings Negotiation: A Case Study of a Private University Reaccreditation in North Jakarta Carmel Meiden; Yosef Dema; Tita Djuitaningsih
MEASUREMENT : Jurnal Program Studi Akuntansi Vol 19, No 2 (2025): MEASUREMENT : JURNAL AKUNTANSI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/mja.v19i2.8724

Abstract

This research examines the structuration of conflicts during the negotiation of audit findings within the context of private university reaccreditation. The study focuses on identifying the key factors that initiate and escalate conflicts, as well as the strategies employed by auditors and university officials to manage and resolve these conflicts. It also explores the influence of power dynamics, communication, and economic constraints on the negotiation process. The research utilizes qualitative methods, including observations of auditor-auditee interactions and document analysis, to investigate the complexities of audit negotiations. The study is anchored in Giddens' Structuration Theory, which provides a framework for understanding how institutional structures and individual actions shape the conflict dynamics. The findings reveal significant power imbalances between auditors and auditees, communication challenges, and economic constraints that contribute to the structuration of conflicts. The study also highlights how procedural rigidity and the struggle to align local practices with international standards exacerbate these conflicts, ultimately impacting the outcomes of the reaccreditation process. The research underscores the need for improved decision-making processes, genuine compliance practices, better resource management, and effective communication to enhance the reaccreditation process. These findings offer valuable insights for policy development and institutional governance in the higher education sector.
Deteksi Kecurangan dalam Audit Menggunakan Hukum Benford pada Era Akuntansi Digital: Tinjauan Literatur Sistematis Risky Wisnu Adrianto; Carmel Meiden
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17207

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti peran Hukum Benford dalam mendeteksi kecurangan dalam era akuntansi digital dengan menggunakan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR). Kemajuan pesat sistem akuntansi digital dan teknologi audit telah secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam pemrosesan data keuangan sekaligus meningkatkan kompleksitas dan paparan risiko kecurangan. Penelitian ini secara sistematis mengevaluasi dan mensintesis studi-studi sebelumnya yang berkaitan dengan digitalisasi audit, teknik deteksi kecurangan, dan penerapan Hukum Benford dalam berbagai konteks organisasi. Temuan menunjukkan bahwa Hukum Benford berfungsi sebagai alat analisis awal yang efektif untuk mengidentifikasi penyimpangan dan anomali dalam kumpulan data keuangan yang dapat menandakan potensi aktivitas kecurangan. Efektivitasnya meningkat terutama ketika diintegrasikan dengan teknologi audit digital canggih yang mampu memproses volume data yang besar dengan cepat dan akurat. Namun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keandalan Hukum Benford tidak mutlak, karena kinerjanya dipengaruhi oleh sifat, distribusi, dan konteks data yang dianalisis. Dalam kasus tertentu, penyimpangan dari pola angka yang diharapkan dapat muncul dari transaksi yang sah daripada perilaku curang. Oleh karena itu, Hukum Benford tidak boleh diandalkan sebagai metode deteksi kecurangan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai mekanisme penyaringan awal yang harus dilengkapi dengan prosedur audit lainnya dan pertimbangan profesional. Studi ini berkontribusi pada pengetahuan yang berkembang tentang deteksi kecurangan berbasis data dan menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan alat analitik dalam praktik audit digital modern.
Co-Authors Agnes Natalia Akhmad Ardi Albert Leonardo Amelia Vernanda Anatapindika Fong Anathasya Angelia Zeta Junus Anselmus Rufus Kodu Aprelia Tertadirja Ari Hadi Prasetyo Ari Hadi Prasetyo Athalia Elsha Pinontoan Azarya Eleazar Canita Liani Catherine Valencia Charen Carolin Cherryl Jasmine Chyntia Susanto Chyntia Susanto Cindy Limtaroli Cindy Melanie Cindy Vinella Cindy Vinella Cindy Vinella Clarissa Serena Elargo Cynthia Agatha Deandra Deandra Devina Christabel Dika Fuji Okta Enricky Firmansjah Erviana Roza Kusuma Feliscia Aurora Filbert Ferdinand Gavriel Faith Nangoy Gilbert Stevanus Hanif Hanif Helen Leonora Helen Leonora I Wayan Alvin Kertanegara Jason Wibisono Jason Wibisono Jennifer Angellina Wijaya Kane Gunawan Katherine Nastasya Herman Kezia Natalie H Lilianda Susilo Margaretha Elisabeth Maria Ellita Ovina Maria Ellita Ovina Maria Katharina Sare Maria Olivia Adelline Marisha Gabrila Sutanto Marisha Gabrila Sutanto Maya Rianti Maya Rianti Meidy Aurora Caesaria Meilinda Meilinda Meri Kristianti Michelle Lesmana Nathalie - Nathalie Nathalie Novita - Nunung Nuryani Patrick Prajnananda Ruci Prima Apriwenni Princessa Leif Chenkiani Rachella Chyntia Dewi Rinto Hamonangan Risky Wisnu Adrianto Sri Handoko Sakti Sri Handoko Sakti Stefany Natasha Adrea Sugi Suhartono Sukmawati Ema Syifa Alvernia Jasmin Ramadhani Tania Martina Chika Tania Monica Mardji Tita Djuitaningsih Utia Himmawati Valentina Nusa Daton Vanessa Gabriella Venny - Vicky Effendy Winnica Maitri Yenny Christine Yessy Yuliana Yohanes Aldy Krisna Yosef Dema Yovina Yovina Yustina Triyani