. Sudradjat
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Belum Menghasilkan Umur Dua Tahun terhadap Pemupukan Kalsium Larasati Dena Mardhika; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.434 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14834

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang dapat berproduksi secara ekonomis sampai dengan umur 25–30 tahun sehingga diperlukan pemeliharaan pertumbuhan vegetatif untuk menunjang umur produksi. Pengapuran pada tanah masam akan memperbaiki kesuburan tanah melalui penyediaan unsur hara. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan respons pertumbuhan vegetatif TBM-2 kelapa sawit terhadap pemberian pupuk Kalsium (Ca). Penelitian dilaksanakan pada Maret 2014 sampai dengan Februari 2015 di Kebun Percobaan dan Penelitian IPB-Cargill, Kecamatan Jonggol, Bogor. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor yaitu dosis pemupukan Ca dengan 4 taraf perlakuan yakni: 1) tanpa Ca (Ca0) sebagai kontrol, 2) Ca 600 g tanaman-1 (Ca1), 3) Ca 1 200 g tanaman-1 (Ca2), dan 4) Ca 2 400 g tanaman-1 (Ca3). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah pelepah tumbuh, panjang pelepah daun ke-9, dan luas daun. Pemberian pupuk kandang 50 000 g per lubang tanam tidak memberikan perbedaan pertumbuhan pada setiap perlakuan sehingga menjadi dosis yang cukup sebagai pupuk dasar pada lokasi penelitian dilakukan
Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Perkebunan Kelapa Sawit, Kalimantan Barat Ade Budiargo; Roedhy Purwanto; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.824 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14986

Abstract

Tujuan penelitian untuk (1) mempelajari aspek teknis dan manajerial perkebunan kelapa sawit, (2) mempelajari dan menganalisis manajemen dan efisiensi pemupukan kelapa sawit. Aspek teknis yang dilakukan selama kegiatan penelitian yaitu turut aktif dalam kegiatan perkebunan, antara lain : pemupukan, pengendalian gulma, sanitasi, LSU, dan panen. Aspek manajerial yang dilakukan yaitu dengan menjadi pendamping mandor dan pendamping asisten. Pengamatan dilakukan terhadap pengaplikasian pupuk di lapangan dengan mengamati pelaksanaan kaidah empat tepat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi pemupukan di kebun telah memenuhi kaidah tersebut meskipun masih dapat ditingkatkan lagi pada aspek cara pemupukan dan ketepatan dosisnya. Nilai ketepatan cara pemupukan sebesar 85.4% untuk urea dan 80.6% untuk borat, hal tersebut dapat ditingkatkan dengan menjaga kebersihan piringan dan bentuk serta diameter piringan. Ketepatan dosis untuk pupuk urea 91.1% tetapi masih dapat ditingkatkan dengan mengganti takaran yang ada dengan takaran yang lebih sesuai. Ketepatan jenis pemupukan telah mencapai 100% untuk semua jenis pupuk sesuai rekomendasi. Jumlah pupuk yang diaplikasi dalam setahun cenderung berpengaruh nyata terhadap produksi TBS, dan berkorelasi positif terhadap produksi TBS. Usia dan pengalaman kerja pemupuk tidak berpengaruh nyata terhadap prestasi kerja yang didapatkan. Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja di perkebunan ini telah tercapai dengan Indeks Tenaga Kerja sebesar 0.1508 Hk Ha-1 .
Pengaruh Kerusakan Buah Kelapa Sawit terhadap Kandungan Free Fatty Acid dan Rendemen CPO di Kebun Talisayan 1 Berau Pryo Adi Lukito; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.733 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15890

Abstract

Kegiatan penelitian ini secara khusus bertujuan untuk memperlajari faktor-faktor yang mempengaruhi mutu CPO yang dilaksanakan di Kebun Talisayan 1, Berau, Kalimantan Timur dari bulan Februari sampai Juni 2013. Analisis data dan masalah menggunakan diagram Ishikawa dan regresi linier. Faktor-faktor yang memperngaruhi mutu CPO adalah  buah bermutu buruk, buah terlambat pengangkutan (restan), buah luka, dan kehilangan hasil panen. Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah penurunan mutu CPO disebabkan oleh rendahnya rendemen minyak kelapa sawit (CPO) dan tingginya kandungan Free Fatty Acid (FFA) dalam CPO. Rendemen minyak yang rendah karena mutu buah yang buruk dan kehilangan hasil panen. Kandungan FFA CPO tinggi karena mutu buah buruk, buah restan (terlambat pengangkutan), dan buah luka.
Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Adolina, Sumatera Utara Amalia Aldina Thoha; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.981 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16793

Abstract

Penelitian dilakukan di Kebun Adolina dari tanggal 21 Oktober sampai dengan 21  Februari 2014. Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kelapa sawit dan secara khusus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit yaitu pemanenan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Kebun Adolina memiliki luas areal 7 812 ha kelapa sawit. Tingkat produktivitas kebun rata-rata antara tahun 2009-2013 sebesar 23.65 ton ha-1 Tandan Buah Segar. Kebun ini memiliki 1 177 karyawan dan secara umum sudah menerapkan teknik budidaya kelapa sawit sesuai dengan Prosedur Operasional Baku (SOB) yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berdasarkan analisis statistik kapasitas pemanen karyawan potong buah yaitu terdapat pada selang 145.75 ± 58.17 TBS pemanen-1.
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Kebun Bagan Kusik Estate, Ketapang, Kalimantan Barat Wisnu Bakti Suryantoro; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.475 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16799

Abstract

Kegiatan penelitian dilakukan di Kebun Bagan Kusik Estate, PT Harapan Sawit Lestari, KalimantanBarat  dari 10  Februari  sampai 10  Juni 2014.  Kegiatan  penelitian  memberikan  pengalaman  kerja  danmeningkatkan kemampuan mahasiswa menjadi lebih terampil bekerja di perkebunan kelapa sawit khususnya dalam  hal  manajemen  pemanenan.  Manajemen  pemanenan  yang  diamati  adalah  rotasi  panen,  angka kerapatan panen, kriteria matang panen, prestasi kerja, tenaga kerja, dan transportasi hasil. Pengamatan rotasi panen dan tenaga kerja mengunakan analisis uji t-studet dan uji korelasi. Hasil uji t-student menyatakan bahwa terdapat   perbedaan yang nyata antara interval panen standar dengan realisasi terhadap pencapaian target produksi. Rotasi yang berubah-ubah akan mempengaruhi produksi kelapa sawit. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui bahwa faktor umur, lama kerja, tingkat pendidikan berkorelasi positif terhadap produksi kelapa sawit. Pelaksanaan manajemen pemanenan di Kebun Bagan Kusik Estate mulai dari persiapan panen, cara memanen, dan transportasi TBS ke pabrik sudah dilaksanakan dengan baik, sehingga produksi setiap tahun kelapa sawit mengalami peningkatan.
Peranan Pupuk Nitrogen dan Fosfor pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur Tiga Tahun Jabal Albari; . Supijatno; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.525 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16822

Abstract

Pada saat ini lahan semakin terbatas untuk ekstensifikasi dalam perluasan lahan perkebunan kelapa sawit, oleh karena itu perlu adanya peningkatkan produktivitas melalui peningkatkan efektivitas dan efesiensi penggunaan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan vegetatif dan produksi terhadap pupuk N dan P, serta menentukan dosis optimal pupuk N dan P pada kelapa sawit umur tiga tahun. Penelitian dilaksanakan di blok I, Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit Jonggol IPB-Cargill, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan terpisah yaitu peran pupuk nitrogen dan peran pupuk fosfor . Rancangan percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor yaitu dosis pemupukan. Pupuk nitrogen meningkatkan tinggi tanaman, panjang pelepah, lingkar batang, dan luas daun secara quadratik. Dosis optimum pupuk N pada tanaman kelapa sawit umur tiga tahun adalah 572 g N tanaman-1 semester-1. Pupuk fosfor meningkatkan panjang pelepah, lingkar batang, dan kadar unsur hara P pada daun ke-17 secara quadratik. Dosis optimum pupuk P pada tanaman kelapa sawit umur tiga tahun adalah 464 g P2O5 tanaman-1 semester-1. 
Soil and Climate Characterization and Its Suitability for Nucleus Smallholder Oil Palm at Sei Pagar, Kampar District, Riau Province I GEDE PUTU WIGENA; . SUDRADJAT; SANTUN R.P SITORUS; H. SIREGAR
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) No 30 (2009): Desember 2009
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v0n30.2009.%p

Abstract

The management of nucleus smallholder oil palm after conversion is mostly improper with the promoted management practice, consequently oil palm yield decreases due to decreasing of land quality. For this reason, the study has been done to characterize land condition, to assess land suitability for oil palm and to correlate soil properties against oil palm yield. The study was conducted at Sei Pagar, Kampar District, Riau Province from January 2007 to March 2008. Soil erosion was estimated using Universal Soil Loss Equation, while land suitability was processed using Land Evaluation Technical Guidance for Agriculture Commodities, and correlation of soil  properties to oil palm yield was calculated using Multiple Regression Analysis on SPSS Version 12.0. The study showed that climate conditions was favorable for oil palm growth and production, with annual rainfall 2,339 mm year-1, air temperature 26.04oC, and relative humidity 81.2%. Soil erosion varied from 1.322-3.423 t ha-1 year-1. The soils were dominated by Typic Haplosaprist and Terric Haplosaprist covering 8,641 ha with land suitability of S2-f (moderately suitable with nutrients retention as limitng factor). The other soil are Humic Dystrudepts and Typic Dystrudepts covering 587 ha with land suitability of S2-f,n (moderately suitable with nutrients retention and nutrient supply as limiting factors). The soil properties of Typic Haplosaprist and Terric Haplosaprist affected to oil palm yield are organic-C, nitrogen content, P2O5 content, and available-S. Meanwhile, on Humic Dystrudepts and Typic Dystrudepts, oil palm yield was affected by organic-C, nitrogen content, available-S, and aluminum content.