Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Kerjasama Pengembangan Institusi Halal: Implementasi pada Halal Center Poppy Arsil; Rumpoko Wicaksono; Hety Handayani Hidayat; Dian Novitasari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2022): JIEI : Vol. 8, No. 1, 2022
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v8i1.3794

Abstract

The halal industry has the potential to grow, supported by a gradual implementation of a mandatory halal regulation according to Law No 33 the year 2014 regarding Halal Product Guarantee. To support this program, Halal Product Guarantee Agency (BPJPH) has encouraged universities to establish Halal Centers since 2019. The goal of this study is to investigate the Halal Center's collaboration strategy with other agencies supporting halal mandatory programs using the Analytical Hierarchy Process approach. This research interviewed 40 food and beverage business owners and experts in 2021. Data analysis is divided into three stages: decomposition, pairwise comparisons, and priority synthesis. The hierarchical structure is comprised of four levels, namely the variables affecting collaboration, the actors involved, the goals, and the cooperation strategy. The results show that capital (0.617) and institutional policy (0.30) affect the growth of Halal Center cooperation. While BPJPH (0.33), the government (0.31), and private institutions (0.12) all contribute to the development of the halal center collaboration. The purpose of developing the halal center collaboration is to help accelerate MSME to obtain halal certification (0.67). While the Cooperation strategy suggests that the use of government assistance funds (0.46), as well as collaboration with private institutions (weight 0.34).
Penerapan Sistem Jaminan Halal untuk Memenuhi Kewajiban Sertifikasi Halal dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Olahan Duren Poppy Arsil; Rumpoko Wicaksono; Hety Handayani Hidayat
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.5618

Abstract

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) mulai diberlakukan pada tahun 2019 dan secara berangsur mewajibkan sertifikasi halal bagi produk pangan hingga 2024. Hal ini dipertegas dengan PP No 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal yang menyatakan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Disatu sisi kendala UMKM di Indonesia yang sebagian besar berbentuk mikro dan kecil tidak mempunyai sumberdaya yang cukup dalam implementasi sistem jaminan halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pendaftaran sertifikasi produk UMKM olahan duren Cahaya Bulan melalui tansfer pengetahuan, bimbingan  teknis dan implementasi Sistem Jaminan Halal (SJH). Metode yang digunakan adalah kombinasi dari transfer teknologi, bimbingan teknis, pembuatan manual SJH dan pendampingan implementasi SJH. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Januari sampai Mei 2021 di UMKM Cahaya Bulan, desa Kalisari, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Hasil yang didapatkan adalah Manual SJH dan implementasi 11 kriteria SJH sesuai dengan HAS 23000. Pendaftaran sertifikat halal untuk produk pancake, milk shake dan es krim durian telah di daftarkan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Departemen Agama Kabupaten Banyumas.Kata Kunci: CPPB, durian, halal, sistem jaminan halal, pangan olahan
Pemetaan Kata Kunci dan Polaritas Sentimen Pengguna Twitter Terhadap Kehalalan Produk Hety Handayani Hidayat; Ardiansyah Ardiansyah; Poppy Arsil; Laras Isna Rahmawati
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v21i1.1162

Abstract

Kehalalan menjadi trend dunia sehingga kehalalan menjadi standar mutu suatu produk terutama makanan dan minuman untuk konsumen muslim dan nonmuslim. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan kata kunci dan polaritas opini pengguna twitter terhadap kehalalan produk secara global. Data twitter digali dan dipersiapkan dengan text mining pada Rstudio yang selanjutnya dianalisis polaritas dengan naïve bayes classifier. Preprosesing data yang dilakukan meliputi penghapusan duplikasi tweet, tokenisasi, penghapusan stopword dan pencarian akar kata. Pemetaan kata kunci dilakukan dari hasil bar plot yang dihasilkan. Kata kunci ini memberikan gambaran apa saja yang diperhatikan oleh pengguna twitter yang berkaitan dengan kehalalan suatu produk terutama produk pangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kunci utama dari opini di twitter terkait kehalalan produk adalah produk, makanan, minuman, garansi, dan lingkungan. Selain itu polaritas opini menunjukkan bahwa trend kehalalan produk ini diapresiasi positif oleh mayoritas pengguna Twitter yakni sebsar 70%, 16% bersifat netral, dan lainnya negatif. Hal ini memberikan peluang usaha dalam bidang pangan halal di pasar global dan harapannya dapat memotivasi pengusaha untuk mensertifikasi halal produknya.
An Analytical Hierarchy Process-Based Evaluation of Food Estate Location Selection: A Case Study in Central Java Poppy Arsil; Rifda Naufalin; Hana Hanifa; Ratna Satriani; Dhifan Kemal Akbar; Icuk Rangga Bawono; Rifky Dwi Prastomo
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Articles in Press
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i2.418

Abstract

The food estate program is a governmental initiative designed to facilitate the integrated development of food systems within a designated area, including agriculture, plantations, and animal husbandry. The objective of the present study is first to identify the most suitable agricultural crop according to local determining characteristics; and second, to evaluate the land's suitability for each chosen agricultural crop. This study employed a combination of qualitative and quantitative methodologies. The qualitative study focused on the identification and analysis of the criteria used for the selection of suitable food estate locations and the determination of promising commodities within the study area. This was achieved through a series of focus group discussions (FGDs). Three FGDs were conducted with participants comprising provincial and regency-level government decision-makers and experts from local universities. Their insights contribute to the formulation and refinement of the selection indicators relevant to local conditions. The quantitative study employed the Analytical Hierarchy Process (AHP), enabling a systematic evaluation of expert priorities. To assess and rank the importance of key criteria influencing location selection decisions, eleven experts were interviewed. The AHP results have identified seven main criteria as being essential for determining the suitable locations for food estates in Purbalingga Regency. Pineapple has been identified as the most suitable, promising commodity for food estate development in Purbalingga Regency, as determined by the integrated assessment. This determination is based on the compatibility of pineapple with local environmental conditions, its market potential, and stakeholder preferences.