Vida Handayani
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran voluntary activities dan coping terhadap perkembangan flourishing Yuspendi Yuspendi; Virgo Handojo; Vida Handayani
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian peran faktor-faktor determinan terhadap perkembangan flourishing pada orang dewasa bertujuan agar seseorang dapat berkembang-penuh pribadinya secara optimal dan fungsi-fungsi psikologisnya berjalan dengan baik, melalui faktor voluntary activities dan coping. Penelitian ini yang melibatkan n = 372 responden berusia diatas 18 tahun dengan tujuan untuk menguji 3 hipotesis penelitian melalui beberapa teknik statistik seperti korelasi pearson, regresi linier dan multiple regresi. Hasilnya menunjukkan bahwa voluntary activities yang meliputi keseimbangan emosi, adult attachment, autonomy, spiritual well-being dan grit yang berpengaruh secara simultan terhadap perkembangan flourishing dengan R = .592 dan F = 28.123 (Sig. F=.000) sebesar 35.1%. Namun peran voluntary activities tampak lebih rendah dibandingkan dengan peran coping yang secara simultan berpengaruh terhadap perkembangan flourishing dengan R = .660 dan F = 17.094 (Sig F = .000) sebesar 43.5%. Jika kedua faktor tersebut secara simultan berpengaruh terhadap perkembangan flourishing menunjukkan adanya peningkatan pengaruh yang lebih besar dengan R = .714 dan F = 15.714 (Sig F = .000) dengan kontribusi meningkat menjadi 50.9%. Hal ini menunjukkan besarnya peran coping seperti active coping, acceptance, instrument support, dan religious coping dalam mencapai perkembangan flourishing disamping determinan voluntary activities.  Kata kunci: Coping, Flourishing, Voluntary Activities
Identifikasi Parenting Belief Pada Remaja dan Orangtua di Kota Bandung : Pendekatan Psikologi Psikologi Indigenous Missiliana R Missiliana R; Vida Handayani
JURNAL PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v10i2.1185

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2014, dengan maksud untuk menemukan kebutuhan remaja terhadap gaya pengasuhan orangtua, melalui pemahaman parenting belief remaja,dan dilakukan pula penelitian terhadap parenting belief orangtua untuk menemukan belief orangtua tentang gaya pengasuhan yang tepat bagi remaja. Dengan mengetahui belief remaja dan orangtua, diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi orangtua dan remaja tentang pengasuhan, sehingga dapat meminimalisir konflik yang sering muncul saat orangtua melakukan pengasuhan terhadap remaja. Penelitian dilakukan dengan memberikan pertanyaan terbuka, terhadap 1029 remaja dan 607 orangtua. Subjek dapat memberikan jawaban lebih dari tiga respon, sehingga diperoleh respon sebanyak 3657 dari remaja dan 2285 dari orangtua. Melalui pengolahan data secara open koding dan kategorisasi, diperoleh 5 kategori parenting belief yang dimiliki remaja dan orangtua. Kategori parenting belief remaja dan orangtua adalah directing (mengarahkan), accepting (menerima), nurturing (memelihara), maturing (mendewasakan), modeling (memberi contoh). Kata kunci: parenting belief, open coding, psikologi indigenous
Pelatihan Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dan Penanganan Kasus Common Problem Pada Guru Playgroup, TK & Daycare Damian School Heliany Kiswantomo; Evi Ema Victoria Polii; Vida Handayani; Marissa Chitra Sulastra
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202303711000

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang anak diperlukan agar guru dapat membantu anak didik di usia PAUD untuk berkembang dengan lebih optimal. Masalah yang paling signifikan muncul di TK dan Daycare Damian School adalah tantrum dan juga permasalahan bahasa pada peserta didik. Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah membekali Guru PAUD dan TK di Damian School khususnya dalam melakukan Deteksi Dini dalam Tumbuh Kembang serta mengatasi permasalahan umum seperti tantrum serta keterlambatan bicara pada peserta didik. Metode yang dipergunakan adalah psikoedukasi melalui pelatihan. Total peserta yang menghadiri kegiatan ini adalah 7 orang guru. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pemahaman peserta akan materi yang telah disampaikan, dengan hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pemahaman sebelum dan setelah mengikuti pelatihan, dengan selisih rank bertanda positif (T hitung < T tabel = tolak H0). Artinya pemahaman guru-guru meningkat setelah mengikuti pelatihan ini. Dari hasil evaluasi juga diperoleh gambaran bahwa mayoritas peserta bertekad akan menerapkan materi tersebut dalam kegiatan mereka sehari-hari di lapangan sebagai guru. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat bagi guru-guru di TK dan Daycare Damian School.
Gambaran Independent dan Interdependent Self-Construal pada Mahasiswa Indonesia Marissa Chitra Sulastra; Vida Handayani
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v5i2.3512

Abstract

This study aims to get self-construal description among Indonesian student. Indonesia has collectivitic culture which group conformity is important in society. When collectivistic culture internalized into way of seeing self, it will form interdependent self-construal. This study used a sample of 521 Indonesian students with a non-probability sampling technique who registered as student, Indonesian citizens, live in Indonesia and willing to fill out questionnaire. The instrument used in this study was translated from Singelis's Self-Construal questionnaire (1994). The result of data analysis using Wilcoxon test showed that Indonesian students have equal independent and interdependent self-construal (Z = -0,712, sig = 0,477). It can be concluded that Indonesian students see themselves as a separate part and an integrated part with others. This study can be used as a base for further research and give information that Indonesian students internalize collectivistic and individualistic culture as a way of seeing themselves. Keywords: Self-Construal, Cross-Cultural Psychology, Indonesia, Sundanese Culture
Studi Deskriptif Mengenai Strength-Based Parenting pada Mahasiswa Marissa Chitra Sulastra; Vida Handayani
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v5i3.3513

Abstract

This research aims to get a description of strength-based parenting (SBP) on college students. The topic of parenting has been widely researched by experts. One of the parenting theories that is currently being developed from a positive psychological approach is strength-based parenting (SBP). The research about SBP, especially in Indonesia, is still limited. This research was conducted on 94 students of the Faculty of Psychology at "X" University by filling out a questionnaire. The questionnaire consisted of 14 items designed by Lea Waters (2017) using a Likert scale. All items are valid with validity values from 0.316 to 0.636. The reliability value of the questionnaire was 0.914 so it is reliable. Data analysis techniques using frequency distribution. This study obtained that 71% of college students appreciate the SBP conducted by their parents is in the high-use category. So, it can be said that most parents already know college students’ strengths and encourage them to use these strengths in their daily lives. The benefits of this research can be used as a basis for other researchers to research on SBP. Also, parents are expected to be able to use this research as a basis to help themselves to do parenting based on SBP. Keywords: Parenting, Positive Psychology, Strength-based Parenting