Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA. SRI UMININGSIH, YUNI; BUDININGARTI, HERMIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan CTL, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan CTL. Jenis penelitian ini yaitu pre-eksperimental dengan desain pre-test and post-test design menggunakan tiga kelas eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan CTL pada materi gerak harmonik sederhana dapat meningkatkan masing-masing indikator kemampuan berpikir kritis yaitu terdapat pada nilai post-test dengan taraf signifikasi 0,05 dengan rerata n-gain berada pada level sedang serta konsisten pada ketiga kelas, dan mendapatkan respon yang positif dengan kategori baik sekali dari rata-rata ketiga kelas. Kata kunci: CTL, guided inquiry, kemampuan berpikir kritis. Abstract This research aims to describe the implementation of guided inquiry learning model using the CTL approach, to improve students critical thinking skills, also find out responses of students to the guided inquiry learning model with the CTL. The type of research used was pre-experimental design with pre-test and post-test using three experimental. The results show that the neglect of guided inquiry learning model with CTL approach to simple harmonic motion can improve each indicator of critical thinking ability. This research has the post-test value with the level the significance of 0,05 with the mean of n-gain was at the level of increasing the moderate and consistent category in the three groups, the and received a positive response with an excellent grade from the average of the three groups. Keywords: CTL, Guided Inquiry, Critical Thinking Skills.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENELAAHAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Budiningarti, Hermin; Suprapto, Nadi; Admoko, Setyo
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v5n2.p56-63

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah perangkat pembelajaran yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Melalui perkuliahan Teaching Learning Process 3 (TLP 3) yang berisi pengkajian tentang model-model pembelajaran selama ini disajikan secara teoritis melalui tatap muka, pemodelan, workshop, dan praktek pembelajaran dalam forum, perangkat tersebut dioptimalkan. Standar kompetensi mata kuliah tersebut adalah mahasiswa terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran diskusi kelas (class discussion),  penemuan terbimbing (guided discovery), dan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning). Kompetensi ini akan lebih mudah tercapai bilamana mahasiswa sebelumnya dibekali dengan kemampuan menilai sebuah perangkat pembelajaran terkait kesesuaiannya dengan model pembelajaran yang diterapkan. Pada penelitian ini, perangkat pembelajaran berdasarkan masalah (PBI) karya mahasiswa terdahulu dinilai oleh mahasiswa dan dosen dengan menggunakan instrumen yang sama (IPKG1) menghasilkan penilaian X1 dan X2. Setelah itu mahasiswa merancang perangkat pembelajaran model PBI dan dinilai oleh dosen menggunakan IPKG1 dan menghasilkan penilaian Y1. Perangkat pembelajaran PBI yang telah dihasilkan kemudian disimulasikan oleh mahasiswa dan dinilai oleh dosen dengan menggunakan IPKG2 menghasilkan penilaian Y2. Analisis data menggunakan analisis korelasi dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menghasilkan beberapa temuan: 1) Tingkat kesesuaian penilaian perangkat PBI oleh mahasiswa dan dosen cukup tinggi dengan korelasi yang tinggi, 2) Keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model pembelajaran berdasarkan masalah untuk skala 0-100 berada pada kisaran 77,94-97,06 dengan rata-rata 87,04 yang berarti baik. Penilaian contoh perangkat oleh mahasiswa dan dosen tidak berkorelasi dan tidak memberikan dampak atas keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model PBL, 3) Keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan model PBL untuk skala 0-100 berada pada kisaran 78-90 dengan rata-rata 82,69 yang berarti baik. Hubungan antara keterampilan pengembangan perangkat yang telah dilakukan mahasiswa dan keterampilan melaksanakan pembelajaran menunjukkan korelasi yang signifikan.
PENGGUNAAN FACEBOOK SEBAGAI MEDIA INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN SMP DAN SMA DI PERGURUAN MUHAMMADIYAH WIYUNG SURABAYA Kustijono, Rudy; Sunarti, Titin; Budiningarti, Hermin
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v3n2.p68-75

Abstract

  Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Muhammadiyah Wiyung Surabaya. Tujuan pengabdian adalah: 1) meningkatkan pemahaman guru SMP dan SMA terhadap penggunaan facebook sebagai media pembelajaran inovatif, 2) mendorong guru menerapkan media pembelajaran inovatif menggunakan facebook, 3) penggunaan media pembelajaran inovatif menggunakan facebook mendapatkan respon yang baik dari siswa. Metode kegiatan adalah pelatihan, pendampingan, penerapan, dan penilaian. Teknik pengambilan data adalah pengamatan dan angket. Skor angket menggunakan skala Likert (skala 1-4), dan kategori skor rerata adalah: sangat kurang (1 ≤ x <1,5), kurang (1,5 ≤ x < 2,5), baik (2,5 ≤ x < 3,5), dan sangat baik (3,5 ≤ x ≤ 4). Analisis data untuk mengukur kategori keberhasilan dilakukan dengan menghitung rerata skor dan persentase tiap aspek yang ditanyakan. Hasil yang diperoleh dari penggunaan media pembelajaran inovatif menggunakan facebook adalah: 1) pemahaman guru meningkat, 2) 30% guru membuat grup facebook dan menerapkannya dalam pembelajaran, 3) mendapatkan respon yang baik dari guru dan siswa. Kesimpulan yang diperoleh adalah kegiatan pelatihan, pendampingan, penerapan, dan penilaian penggunaan facebook sebagai media pembelajaran inovatif menghasilkan peningkatan pemahaman guru, menghasilkan media pembelajarn inovatif karya guru, dan mendapatkan respon yang baik dari siswa.
Penerapan Strategi Belajar PQ4R pada Materi Interaksi Atara Makhluk Hidup dengan Lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa JUWITA SARI; HERMIN BUDININGARTI
PENSA: E-JURNAL PENDIDIKAN SAINS Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.161 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan penerapan strategi belajar PQ4R. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas 7A dan 7B SMP Negeri 1 Kembangbahu yang masing-masing berjumlah 29 siswa untuk tiap kelasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan hasil belajar siswa antara Pre-test dan pos-test dikatakan signifikan, hal tersebut diketahui melalui perhitungan uji-t berpasangan dimana thitung > ttabel yaitu pada kelas 7A sebesar 7,04 dan thitung pada kelas 7B sebesar 14,06 sedangkan ttabel sebesar 2,07 dengan taraf signifikan α=0,05. Analisis uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dimana nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,56 pada kelas 7A dan 0,54 pada kelas 7B dengan kategori sedang. Hasil uji-t terhadap peningkatan hasil belajar siswa dengan dk=( = 56 dan peluang (1-1/2α); α= 0,05 diperoleh = 2,00; hal tersebut menunjukkan rata-rata hasil N-Gain Score materi perpindahan kalor pada kelas 7A sama dengan rata- rata hasil N-Gain Score kelas 7B. Siswa memberikan respon yang sangat baik terhadap penerapan strategi belajar PQ4R dengan persentase siswa yang memberikan jawaban positif adalah 98,69% pada kelas 7A dan 96,97% padakelas 7B. Kata kunci : Pembelajaran, PQ4R, Hasil Belajar.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Kegiatan Praktikum di ‎Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Gerak Kelas VII di SMP ‎Negeri 2 Menganti Agustin, Rengga Rea; Budiningarti, Hermin
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik digunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan di laboratorium. Pada Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw ini siswa diminta untuk membentuk kelompok asal dan kemudian berkumpul ke kelompok ahli masing-masing materi yang telah diberikan. Selain itu siswa melakukan praktikum langsung di laboratorium karena pada penelitian ini mengambil materi Gerak dengan Sub Pokok Bahasan Gerak Lurus, karena pada materi ini tidak hanya membahas materi secara teroritis melainkan juga secara praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium. Desain penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest dengan menggunakan 2 kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-C dan VII-D. Dari data hasil penelitian kemudian dianalisis sehingga diperoleh pengelolaan pembelajaran kelas VII-C dan VII-D dikategorikan sangat baik sebesar 3,6 dan 3,5. Hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium dikatakan reliabel. Hasil belajar siswa mencakup tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Pada ranah kognitif hasil belajar siswa kelas VII-C sebesar 78,5% dan pada kelas VII-D sebesar 77,3% dengan kategori masing-masing kelas sangat baik. Pada ranah afektif hasil belajar siswa kelas VII-C dan VII-D masing-masing sebesar 2,8 dan 2,7 dikategorikan baik. Pada ranah psikomotor hasil belajar siswa kelas VII-C sebesar 2,9 dan VII-D sebesar 2,7 dengan kategori baik utuk masing-masing kelas. Tingkat keberhasilan siswa mencapai lebih dari 60% bahan pelajaran yang dapat dikuasai siswa maka siswa yang berhasil dalam pembelajaran pada kelas VIIC sebesar 83,4% dan kelas VII-D SMPN 2 MENGANTI adalah sebesar 94,46%. Tingkat keberhasilan suatu proses pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium kelas VII-C dan VII-D adalah baik sekali.Kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium ini adalah memerlukan waktu cukup lama untuk penataan ruang yang belum terkondisikan dengan baik dan harus dikondisikan terlebih dahulu.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Teknik Firing Line Terhadap Hasil Belajar ‎Siswa pada Materi Bunyi Kelas VIII SMP Negeri 3 Madiun Afifah, Devi Nur; Budiningarti, Hermin
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien korelasi antara hasil belajar siswa dengan pembelajaran koopeartif tipe TGT dengan teknik firing line, mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan teknik firing line pada materi bunyi. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan ”one group pre-test and post-test design”. Berdasarkan analisis normalitas dan homogenitas diketahui bahwa kedua kelas eksperimen (VIII B dan VIII F) berdistribusi normal dan homogen. Untuk mengetahui hasil aspek kognitif siswa digunakan uji t yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai pre-test dan post-test dan diperoleh hasil bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelas eksperimen. Berdasarkan analisis diperoleh hubungan antara poin ratarata turnamen siswa dengan hasil belajar siswa digunakan analisis korelasi, sehingga diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,84 dengan faktor kontribusi dari poin turnamen sebesar R2= 0,711 pada kelas VIII B, sedangkan pada kelas VIII F koefisien korelasinya sebesar 0,78 dengan faktor kontribusi dari poin turnamen sebesar R2= 0,616. Hasil analisis terhadap keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan teknik firing line secara umum berjalan dengan baik. Sedangkan dari hasil analisis angket respon diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan teknik firing line memperoleh respon positif dari siswa. Dari hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa poin turnamen dengan teknik firing line berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi bunyi kelas VIII SMP Negeri 3 Madiun.