Wyna Herdiana
Program Studi Desain Produk, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Surabaya

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Media Promosi Produk Kreatif Dengan Media Digital Wyna Herdiana
Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi 2018: Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SENSITEK)
Publisher : STMIK Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/pss.v1i1.316

Abstract

Saat ini pemerintah berupaya untuk melakukan sinergi dan membuka peluang bagi setiap elemen masyarakat yang memiliki potensi dan kreatifitas yang bernilai ekonomi, salah satunya melalui ekonomi kreatif. Beberapa kanal digital seperti marketplace, online store dan sosial media saat ini paling banyak dan paling mudah digunakan masyarakat sebagai sarana promosi dan publikasi produk kreatif. Metode promosi dan penjualan produk kreatif yang dengan mudah dikembangkan saat ini tanpa modal usaha yang besar namun efektif, antara lain: penambahan video pada media promosi, storytelling sebagai media promosi yang mengarah pada human spirit, Marketplace Online untuk Startup. Dalam penelitian ini ditampilkan tiga cara yang paling mudah dan efisien serta sesuai dengan pelaku industri kreatif yang masih dalam taraf pemula. Kurangnya minat masyarakat terhadap produk lokal Indonesia bukan hanya disebabkan karena kualitas produk yang kurang baik atau kesan kurang trendy yang tertanam di benak masyarakat, bisa saja dikarenakan produsen produk kreatif asli Indonesia kurang memahami cara pemasaran produknya. Pengembangan digitalpreneurship yang digabungkan dengan pengembangan produk kreatif dirasa sangat tepat karena saat ini masyarakat sebagai konsumen sudah pada tahapan mudah dipengaruhi secara persepsi terhadap sebuah produk yang akhirnya mengarah pada sebuah preferensi pembelian produk. diharapkan mampu menambah bidang usaha baru bagi masyarakat Indonesia melalui potensi budaya lokal.Kata kunci: creativepreneurship, digitalpreneurship, industri kreatif.
PENCIPTAAN SENI MOTIF BATIK WAYANG TOPENG JATIDUWUR JOMBANG Prayogo W Waluyo; Wyna Herdiana
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanWayang topeng Jatiduwur merupakan satu- satunya kesenian pertunjukan wayang topeng yang ada di Kabupaten Jombang. Wayang topeng Jatiduwur merupakan seni pertunjukan tradisional rakyat berbentuk teater total (perpaduan antara unsur tari, drama, sastra, musik, dan rupa) yang telah lama hidup di Desa Jatiduwur.Wayang topeng digunakan masyarakat setempat sebagai upacara ritual, ruwatan, atau ketika seseorang mempunyai nadzar yang harus dipenuhi. Kesenian ini merupakan salah satu dari kekayaan budaya asli yang dimiliki Jombang dengan kondisinya yang saat ini sudah hilang. Akan tetapi, masih meninggalkan artefak. Tujuan penciptaan motif batik ini sebagai bentuk keprihatinan, sekaligus kebanggaan dan kepedulian untuk mengenalkan kembali kesenian daerah wayang topeng Jatiduwur yang telah hilang pada media kesenian yang lain.Penciptaan seni motif batik ini menampilkan motif baru dengan prose stilasi visual wayang topeng Jatiduwur Jombang.Teknik pembuatan yang dipakai adalah batik cap dengan pewarnaan naphtol. Teori pendekatan penciptaan motif batik ini menggunakan teori penciptaan kriya dan estetika. Metode penggalian data yang dipakai adalah wawancara tidak terstruktur.Seni motif batik ini diharapkan dapat mengenalkan kembali kesenian wayang topeng Jatiduwur sekaligus memberikan pandangan positif tentang sejarah kesenian wayang topeng Jatiduwur pada masyarakat Jombang.Kata Kunci: Perancangan, Wayang Topeng Jatiduwur Jombang,Motif BatikAbstractThe Puppet Mask Jatiduwur is the only wayang mask performance in Jombang. Puppet Mask Jatiduwur is a traditional folk performance art in the form of a total theater (a combination of elements of dance, drama, literature, music, and appearance) that have long lived in Jatiduwur Village. Puppet masks are used by the local community as a ritual ceremony, ruwatan, or when someone has nadzar which must be fulfilled. This art is one of the original cultural treasures that Jombang has with its current condition. However, still leaving artifacts. The purpose of creating this batik motif as a form of concern, as well as pride and concern to reintroduce the art of wayang topeng Jatiduwur area which has been lost in other art media.The creation of this batik motif displays a new motif with the visual stylization process of the puppet mask of Jatiduwur Jombang. The manufacturing technique used is stamped batik with naphtol staining. The approach to creating batik motifs uses craft and aesthetic creation theory. The method of extracting data used is unstructured interviews.This batik motif art is expected to be able to reintroduce Puppet Mask Jatiduwur art while at the same time giving a positive view of the history of the Puppet Mask Jatiduwur art in the Jombang community.Keywords: Design, Puppet Mask Jatiduwur Jombang, Batik.
PERANCANGAN FURNITURE RUANG TAMU TERINSPIRASI DARI HUTAN BAMBU SUKOLILO Salsabila Prionggo; Wyna Herdiana
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2020.v7.i3.003

Abstract

As the times progress, the population in Indonesia will also grow. What was followed by the increasing need for housing and land. The increasing of land for a place to live causes a limited available vacant land, therefore an alternative has emerged, namely the size of a house with a small type and vertical residence, such as apartments and flats. Even though it has a limited land area, it can still give a beautiful impression to the living room. Because living room is the main room which is used as a place to receive guests and shows the social status of the house owner. Therefore, we make furniture for the living room with a limited area, inspired by the shape and aesthetics of the bamboo forest in Sukolilo Surabaya.
PERANCANGAN PRODUK ANAK “KEFI” DARI ANYAMAN ECENG GONDOK SEBAGAI PRODUK DIFERENSIASI UMKM GRIYA ENCENG GONDOK JULITA JOYLITA Cynthia Melinda Wiryo; Wyna Herdiana
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 1 No. 1 (2021): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.835 KB)

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM memiliki kontribusi besar untuk perekonomian di Indonesia, sayangnya kualitas dari sebagian besar UMKM masih sangat kurang dan masih dapat dikembangkan. Griya Enceng Gondok Julita Joylita menjadi salah satu pelopor UMKM kerajinan tangan dengan bahan tanaman eceng gondok yang pertama, namun terdapat masalah yang timbul yaitu adanya ketidakstabilan pendapatan. Melalui perancangan produk untuk anak yang belum pernah dilakukan oleh Julita Joylita, maka diharapkan dapat menjadi diferensiasi produk yang akan menambah pilihan produk untuk konsumen serta menambah cakupan sasaran konsumen. Produk anak dibuat dengan kerajinan tangan anyam eceng gondok yang dapat bertujuan selain sesuai fungsinya namun juga untuk melestarikan lingkungan serta menumbuhkan gaya hidup peduli lingkungan sejak dini yang sangat diperlukan di tengah rusaknya bumi ini.
Tas Punggung Serbaguna Sebagai Penunjang Masa New Normal Dengan Memanfaatkan Kain Lurik Milik Fahmi Handicraft Mohamad Zaki Afandi; Wyna Herdiana
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 7, No 2 (2022): PROPORSI Mei 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.7.2.2022.146-157

Abstract

Lurik memiliki bahan dasar katun kasar dan memiliki pola bergaris dengan harga yang relatif murah dan terjangkau untuk masyarakat umum dan menjadi bahan dasar untuk pembuatan surjan. Umumnya, teknik tenun ini dibuat menggunakan ATBM untuk mempertahankan orisinalitasnya. Selain itu, Kain Tenun Lurik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk kain tenun lurik, terutama dalam menghadapi New Normal.
Design Of Wedding Jewelry Stacking Mechanism With Vina Musical Instrument Theme On Kendalisodo Temple Relief Wyna Herdiana; Prayogo Widyastoto Waluyo; Timothy Lombardi; Maria Nadya
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v4i2.1609

Abstract

Kendalisada temple dates from the middle of the 15th century which is the last stage of the Majapahit period. The author would like to re-introduce the existence of Kendalisada Temple to modern society today by designing a wedding jewelry set product inspired by the reliefs of Kendalisada Temple which tells the story of Prince Panji and Dewi Sekartaji who are sitting intimately, then the prince plays the Vina musical instrument to entertain his lover, where for the surroundings there are natural landscapes such as mountains and water. In the design process, the author used a qualitative method in the form of a literature study which includes searching for data through books, electronic sources, and related journals about Kendalisada Temple, Kendalisada Temple reliefs, Vina musical instruments, types of jewelry, jewelry materials, wedding jewelry, jewelry making techniques, markets. research, and trend forecasting. The author also used the cultural design method to transfer the culture in the relief into a product. The design process used 4 stages, namely investigation, interaction, script development, and product design. After that, the author made some ornaments and then developed more. The author uses the stacking method in jewelry making where the use of jewelry in the form of sets is stacked with a total of 2-3 pcs for each type of jewelry.
Perancangan Meja Kopi untuk Penunjang Kegiatan Rumah dengan Material Rotan Kevin Chistiansen Wijaya; Hairunnas Hairunnas; Wyna Herdiana
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 27, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v27i2.6187

Abstract

Di setiap rumah pasti memiliki furniturnya masing masing biasanya furnitur di rumah rumah besar berbahan material kayu selain karena kekuatannya kayu juga membawa kesan yang elegan, simple, dan estetik pada sebuah ruangan. Untuk rumah dengan desain minimalis kayu juga dapat meramaikan suasana di rumah tersebut karena kayu juga cocok dengan ruangan minimalis. Namun masalahnya harga material kayu cukup mahal beberapa produsen furnitur pun mencari beberapa solusi untuk menggantikan meterial kayu yang harganya cukup mahal ini di antaranya menggunakan material rotan. Rotan adalah jenis tanaman yang banyak tumbuh di Asia termasuk di Indonesia terbukti masyarakat pelosok di Indonesia telah menggunakan material rotan sebagai material untuk membuat benda seperti atap rumah, keranjang, topi, dan lain lain. Material rotan selain mudah didapat material ini juga mudah untuk diproduksi menjadi macam-macam kebutuhan manusia karena sifat dari material ini yang lentur, meskipun lentur material rotan ini juga kuat dan tahan lama.