Tri Afirianto
Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan System Functionality, System Interactivity, dan Usability pada Instant Messaging (IM) sebagai Media Pembelajaran Sinkron Faizatul Amalia; Admaja Dwi Herlambang; Tri Afirianto
SMATIKA JURNAL Vol 6 No 02 (2016): Smatika Jurnal : STIKI Informatika Jurnal
Publisher : LPPM STIKI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.351 KB) | DOI: 10.32664/smatika.v6i02.42

Abstract

Kurikulum yang diterapkan di Indonesia saat ini telah mengubah paradigma pembelajaran konvensional yang sudah dilaksanakan selama ini. Pembelajaran yang semula bersifat terisolasi berubah menjadi pembelajaran yang bersifat jejaring. Pembelajaran yang bersifat jejaring juga telah mengalami evolusi dari yang semula bersifat asinkron menjadi bersifat sinkron. Pembelajaran sinkron adalah pembelajaran dimana dosen dan mahasiswa bisa berinteraksi pada waktu yang sama melalui perangkat teknologi informasi. Instant Messaging (IM) merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran sinkron. Hasil observasi menunjukkan bahwa IM yang sering dipakai oleh mahasiswa adalah Whatsapp, Line, dan BlackBerry Messenger (BBM). Hasil penelitian menunjukkan: (1) IM yang memiliki nilai System functionality tertinggi adalah Whatsapp; (2) IM yang memiliki nilai System interactivity tertinggi adalah Whatsapp; dan (3) IM yang memiliki nilai Usability tertinggi adalah Whatsapp
Perbandingan System Functionality, System Interactivity, dan Usability pada Instant Messaging (IM) sebagai Media Pembelajaran Sinkron Faizatul Amalia; Admaja Dwi Herlambang; Tri Afirianto
SMATIKA JURNAL : STIKI Informatika Jurnal Vol 6 No 02 (2016): Smatika Jurnal : STIKI Informatika Jurnal
Publisher : LPPM UBHINUS MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/smatika.v6i02.42

Abstract

Kurikulum yang diterapkan di Indonesia saat ini telah mengubah paradigma pembelajaran konvensional yang sudah dilaksanakan selama ini. Pembelajaran yang semula bersifat terisolasi berubah menjadi pembelajaran yang bersifat jejaring. Pembelajaran yang bersifat jejaring juga telah mengalami evolusi dari yang semula bersifat asinkron menjadi bersifat sinkron. Pembelajaran sinkron adalah pembelajaran dimana dosen dan mahasiswa bisa berinteraksi pada waktu yang sama melalui perangkat teknologi informasi. Instant Messaging (IM) merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran sinkron. Hasil observasi menunjukkan bahwa IM yang sering dipakai oleh mahasiswa adalah Whatsapp, Line, dan BlackBerry Messenger (BBM). Hasil penelitian menunjukkan: (1) IM yang memiliki nilai System functionality tertinggi adalah Whatsapp; (2) IM yang memiliki nilai System interactivity tertinggi adalah Whatsapp; dan (3) IM yang memiliki nilai Usability tertinggi adalah Whatsapp
Accuracy and Detection Efficiency in Stacked PVC-based Transparent Markers for Augmented Reality Systems Kurnia Prima Putra; Andi Baso Kaswar; Muh. Ihsan Zulfikar; Tri Afirianto
Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Vol 6, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jessi.v6i3.10447

Abstract

Augmented Reality (AR) marker-based tracking has evolved from single-marker systems, which limit spatial coverage and robustness, to multi-marker approaches that enable simultaneous detection for expanded interactivity. Prior research using libraries like Vuforia and AR.js has applied multi-markers in education (e.g., solar system simulations) and interactive media, improving redundancy and workspace; however, stacked transparent overlays—treating layers as unified yet distinct entities—remain underexplored, especially for alignment precision and opacity effects in translucent materials like PVC.This study evaluates tracking accuracy and detection efficiency of stacked transparent markers (2–7 layers) in AR.js, printed on 0.3 mm PVC sheets and tested with a Vivo V30 Pro camera under controlled lighting. Well-aligned configurations maintain accuracy near single-marker baselines (0.85 mm to 1.15 mm deviation), with detection rates from 98.5% to 88.3%, though processing time rises from 16.9 ms to 25.9 ms, lowering frame rates from 59.2 FPS to 38.6 FPS. Translational (2–5 mm) and rotational (5°–15°) misalignments sharply degrade performance, reducing 7-layer detection to 65.4% and 58.2%, respectively.The primary contribution is quantitative benchmarks for PVC-based overlays in AR.js, confirming feasibility for multi-layered tracking while defining tolerances (<2 mm translation, <3° rotation) to sustain >90% detection in 3–5 layers. These insights guide AR design for robust, extended applications in education and industry.