Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Momentum

STUDI KINERJA PERSIMPANGAN PRIORITAS SIGEGE KOTA SOLOK Wilton Wahab
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.415 KB)

Abstract

Persimpangan Sigege Kota Solok merupakan salah satu persimpangan diantara banyak persimpangan di Kota Solok. Persimpangan tersebut termasuk jenis persimpangan prioritas. Pada persimpangan tersebut sering terjadi kemacetan terutama pada saat jam puncak (peak hour). Tujuan dari studi adalah menilai kinerja persimpangan empat Sigege Kota Solok, memberikan alternatif solusi terhadap peningkatan kinerja persimpangan, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan kinerja persimpangan Sigege kepada instansi terkait. Metode evaluasi dan penilaian kinerja menggunakan MKJI 1997. Pengambilan data dilakukan dengan survei langsung ke lapangan berupa : data geometrik simpang, volume lalulintas, dan data lingkungan. Berdasarkan data survei, volume lalulintas puncak terjadi pada hari Jum’at pagi, yaitu sebesar 1.697,20 smp/jam. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai kapasitas 2196,8 smp/jam; nilai derajat kejenuhan (DS) adalah : 0,78; nilai tundaan total (DTOT) = 8,79 dt/smp; nilai tundaan jalan utama = 6,49 dt/smp; nilai tundaan jalan minor = 17,17 dt/smp; dan peluang antrian yang akan terjadi adalah antara 24,88% s.d 79,03%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja persimpangan sudah mendekati kondisi jenuh (DS = 0,78) mendekati level E. Sedangkan jumlah volume lalulintas adalah 1.697,20 smp/jam > 1000 smp/jam, artinya jumlah volume lalulintas puncak pada persimpangan empat Sigege telah diatas jumlah volume lalulintas yang disyaratkan untuk persimpangan prioritas. Agar kinerja persimpangan Sigege dapat dipertahankan secara optimal, maka peneliti merekomendasikan, yaitu : dipasang rambu-rambu lalulintas dilarang berhenti dan parkir disekitar persimpangan (radius 100 m sebelum dan sesudah persimpangan, pelebaran persimpangan terutama pada lengan simpang jalan Perwira dan jalan Tandikat dari sebelumnya 5,50 meter menjadi 8,00 meter, serta pemasangan lampu pengatur lalulintas (traffic light).
STUDI KELAYAKAN PENINGKATAN KAPASITAS RUAS JALAN SOEKARNO HATTA – HAVID JALIL KOTA BUKITTINGGI Wilton Wahab
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.249 KB)

Abstract

Besarnya peran dan fungsi Kota Bukittinggi dalam konstelasi regional, menuntut perlu adanya pembenahan di sektor transportasi terutama peningkatan kapasitas jaringan jalan dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat. Salah satu ruas jalan yang perlu peningkatan kapasitas tersebut adalah ruas jalan Soekarno Hatta menerus ke Jalan Havid Jalil sepanjang 5,60 km. Sebelum dilakukan perancangan teknis perlu dilaksanakan terlebih dahulu studi kelayakan (FS), apakah jalan tersebut layak untuk ditingkatkan dari segi teknis, ekonomi, dan lingkungan. Pengambilan data dilakukan dengan survei langsung ke lapangan berupa : data geometrik jalan, volume lalulintas, kecepatan kendaraan, survei asal tujuan perjalanan, penyelidikan tanah dasar, data bangunan, serta data sosial ekonomi masyarakat melalui isian kuisioner metode wawancara. Berdasarkan analisa data, secara teknis dan ekonomi rencana peningkatan kapasitas jalan Soekarno Hatta – Havid Jalil adalah layak dilanjutkan. Apalagi mengingat keuntungan jangka panjang baik dari sisi pertumbuhan kota dan aspek pengembangan transportasi kota yang lebih nyaman, juga akan memberikan konstribusi positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat kota Bukittinggi, karena akan bertumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru disepanjang koridor kawasan studi. Disamping itu, secara lingkungan dapat meningkatkan kualitas lingkungan terutama kondisi lingkungan disepanjang ruas jalan KH. Ahmad Dahlan dan Syech Ar Rasuli yang selama ini terkesan jorok dan kumuh, karena sebagian dari ruas jalan tersebut dimanfaatkan untuk berdagang/berjualan oleh masyarakat.
Studi Karakteristik Dan Kebutuhan Angkutan Umum Berdasarkan Jumlah Penumpang (Studi Kasus : Trayek Muara Labuh – Padang Aro Kabupaten Solok Selatan) Wilton Wahab; tuti adekia
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.968 KB)

Abstract

Adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan Angkutan Umum Trayek Pasar Muara Labuh – Padang Aro Kabupaten Solok Selatan yang tidak optimal, seperti: over load pada jam tertentu, rendahnya kualitas pelayanan, fisik kendaraan yang tidak prima, dsb. sering menjadi polemik terutama antara pengguna dan penyedia jasa angkutan umum di Solok Selatan. Untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya maka perlu dilakukan penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan karakteristik penumpang angkutan dan kualitas pelayanan angkutan umum Trayek Pasar Muara Labuh – Padang Aro serta dapat memberikan jumlah angkutan umum yang ideal. Survei dilakukan pada Hari Senin, Rabu dan Minggu dimana pada hari tersebut sudah mewakili hari kerja, hari libur dan hari pasar di rute tersebut. Survei dilakukan pada saat jam sibuk yaitunya di pagi hari antara pukul 7.00 – 8.00 wib, siang hari pukul 12.00 - 13.00 wib dan sore hari pukul 16.00 – 17.00 wib. Berdasarkan hasil survei terhadap 211 penumpang ternyata mayoritas pengguna angkutan umum Trayek Muara Labuh – Padang Aro adalah Pedagang, Pelajar, dan Pegawai sebesar (70,61%), dengan tingkat usia penumpang antara 15 – 50 tahun (68,72%). Karakteristik perjalanan penumpang yaitu perjalanan berasal dari rumah sebesar (67,77%), jarak perjalanan penumpang > 30 km sebesar (28,91%). Tingkat pelayanan angkutan umum terkait fisik kendaraan menyatakan BAIK hanya 32,70% dan menyatakan CUKUP 59,24%. Dari aspek kenyamanan 50,24% responden menyatakan BAIK dan 45,97% menyatakan CUKUP. Untuk tarif angkutan 31,75% menyatakan MAHAL dan 67,30% menyatakan SEDANG. Jumlah angkutan umum yang ada saat ini adalah 17 unit tidak mencukupi terutama pada saat jam sibuk (hari kerja) sedangkan pada saat hari libur jumlah tersebut masih memadai.