Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PENYUSUNAN DATA BASE TRANSPORTASI DARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU Wilton Wahab; Afrizal Putra Prices; Angelalia Roza
JICE (Journal of Infrastructural in Civil Engineering) Volume 03, Issue 01, January 2022
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.244 KB) | DOI: 10.33365/jice.v3i01.1868

Abstract

Kabupaten Indragiri Hulu merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Riau yang saat ini memiliki perkembangan sangat pesat terdiri dari lahan pertanian, industri dan penduduk beserta transportasinya. Akibat perkembangan penduduk dan transportasi maka akan membutuhkan angkutan umum sebagai penunjang perkembangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini unuk mengetahui demand angkutan perdesaan dan menganalisis jumlah kebutuhan armada pelayanan serta merekomendasi sistem penyelenggaaraan Angkutan Perdesaan. Hasil dari penelitian ini yaitu Untuk pengeluaran BOK + PPN 10% per km keseluruhan trayek pada alternatif 1 sebesar Rp1.829.704.867,- dan pada alternatif 2 yaitu Rp 2.049.580.512,-. Untuk pendapatan yang didapat pada keseluruhan trayek per km yaitu sebesar Rp 3.739.060.000,-. Kemudian untuk keuntungan yang didapat pada alternatif 1 yaitu Rp 1.909.355.133,- dan kentungan yang didapat pada alternatif 2 yaitu Rp 1.689.479.487,-.
Studi Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Kota Padang Provinsi Sumatera Barat Afrizal Putra Prices
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/wnm37004

Abstract

Kota Padang merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat dan juga merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat yang saat ini memiliki perkembangan di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, transportasi dan perkembangan infrastruktur kota itu sendiri. Akibat perkembangan penduduk dan transportasi maka akan membutuhkan angkutan umum sebagai penunjang perkembangan tersebut. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kinerja pelayanan angkutan sebagai bahan evaluasi dalam penataan angkutan umum di Kota Padang. Hasil dari penelitian ini yaitu Frekuensi tertinggi terdapat pada trayek 419 yaitu 39 Kend/jam sedangkan frekuensi terendah adalah sebesar 1 kend/jam yaitu pada trayek 404, 411, 412, 423, 444,445, 410A, dan 444B. Headway tertinggi yaitu pada trayek 404 dengan headway 596 menit, sedangkan headway terendah terdapat pada trayek 419 dengan headway 2 menit.Load factor tertinggi terdapat pada trayek 434 yaitu sebesar 56,17%  sedangkan load factor terendah terdapat pada trayek 423 yaitu sebesar 9,09%. Tingkat operasi tertinggi terdapat pada trayek 54, dengan nilai tingkat operasi sebesar 100%, kemudian tingkat operasi terendah terdapat pada trayek 423 dengan nilai tingkat operasi sebesar 2,44%
Pendampingan Penetapan dan Penegasan Batas Nagari Sikucua Barat Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman Falah, Muhammad Fajrul; Tiara Mahardika; Eri Stiyanto; Asri Yuda Trinanda; Afrizal Putra Prices
Jurnal Pustaka Paket Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pustaka PAKET
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapaket.v4i1.911

Abstract

Kejelasan batas administratif wilayah sangat penting dalam tata kelola pemerintahan daerah karena memberikan kepastian hukum terhadap yurisdiksi, mendukung pengelolaan sumber daya, serta mencegah potensi konflik antarwilayah. Di Provinsi Sumatera Barat, nagari memiliki kedudukan strategis sebagai kesatuan masyarakat hukum adat sekaligus unit pemerintahan terendah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018. Namun, Nagari Sikucua Barat yang terletak di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, menghadapi permasalahan ketidakjelasan batas dengan nagari-nagari di sekitarnya. Permasalahan ini dipicu oleh pemekaran wilayah administratif yang tidak diikuti dengan penetapan batas secara definitif dan teknologi pemetaan yang memadai. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemerintah nagari dalam proses penegasan batas wilayah melalui pendekatan partisipatif-kolaboratif. Kegiatan mencakup: (1) pendampingan teknis dalam pengukuran batas secara kartometrik; (2) pelacakan lapangan terhadap batas yang telah disepakati; (3) fasilitasi kesepakatan batas antar nagari; dan (4) peningkatan kapasitas teknis pemerintah nagari. Metodologi yang digunakan mencakup sosialisasi, identifikasi dokumen historis dan penanda batas alami, Focus Group Discussion (FGD), penggambaran batas dalam peta kerja menggunakan citra tegak resolusi tinggi dan hasil drone, serta validasi lapangan berdasarkan peta indikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan tokoh adat, pemerintah nagari, dan masyarakat mampu menghasilkan peta batas yang diakui bersama dan memperkuat legitimasi sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi model praktik baik dalam penegasan batas wilayah nagari berbasis kolaborasi, teknologi, dan nilai lokal, guna mendukung perencanaan pembangunan dan mencegah konflik di masa depan.