Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

TINJAUAN KINERJA PERSIMPANGAN PRIORITAS KAMPUNG KALAWI KOTA PADANG Wilton Wahab; Akhyar Jamil Nurman
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.214 KB)

Abstract

Persimpangan prioritas di Kampung Kalawi ada 2 yang saling berdekatan yaitu persimpangan tiga Kampung Kalawi yang menghubungkan jalan raya Alai By Pass dan jalan Muhammad Yunus, serta persimpangan tiga Kalumbuk yang menghubungkan Jalan Raya Alai By Pass dan Jalan Kalumbuk. Berdasarkan pengamatan secara visual, bahwa sistem pengaturan lalu lintas di persimpangan ini belum optimal, sedangkan volume kendaraan terutama pada saat jam puncak (pagi dan sore hari) sangat padat sehingga mengakibatkan kemacetan dan antrian panjang di kedua persimpangan tersebut, ditambah lagi dengan faktor disiplin pengguna jalan yang saling berebutan untuk melewati persimpangan. Berdasarkan kondisi diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kinerja persimpangan serta memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja persimpangan. Perhitungan data dan analisis permasalahan pada persimpangan tersebut menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI 1997 ). Survei arus lalulintas dilakukan selama tiga hari dalam waktu 12 jam (06.30 s.d 18.30). Berdasarkan hasil perhitungan data pada saat jam puncak di persimpangan tiga Kampung Kalawi diperoleh volume kendaraan sebesar 3140,5 smp/jam, kapasitas (C) sebesar 2507,51 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,25. Sedangkan pada persimpangan tiga Kalumbuk didapatkan volume kendaraan sebesar 3046,5 smp/jam, kapasitas 3278,25 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,93. Untuk kondisi ideal nilai derajat kejenuhan (DS) disarankan di bawah 0,85 sedangkan hasil perhitungan menunjukkan nilai DS pada kedua persimpangan tersebut diatas 0,85. Atas kondisi tersebut maka penulis mengusulkan alternatif solusi yaitu : pada persimpangan tiga Kampung Kalawi sebaiknya dipasang lampu pengatur lalulintas (traffic light) dimana nilai DS adalah 0,43 sedangkan pada persimpangan tiga Kalumbuk diusulkan untuk melakukan rekayasa persimpangan dengan memberi pembatas jalan pada jalan utama (jalan raya Alai – By Pass) sepanjang minimal 250 meter agar kendaraan yang datang dari jalan simpang (arah Kalumbuk) yang akan menuju persimpangan tiga Kampung Kalawi (arah kekanan), agar mengambil arah kekiri terlebih dahulu untuk selanjutnya berputar ditempat yang telah disediakan.Kata Kunci : arus lalulintas, jam puncak, kapasitas, derajat kejenuhan.
STUDI PENYUSUNAN DATA BASE TRANSPORTASI DARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU Wilton Wahab; Afrizal Putra Prices; Angelalia Roza
JICE (Journal of Infrastructural in Civil Engineering) Volume 03, Issue 01, January 2022
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.244 KB) | DOI: 10.33365/jice.v3i01.1868

Abstract

Kabupaten Indragiri Hulu merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Riau yang saat ini memiliki perkembangan sangat pesat terdiri dari lahan pertanian, industri dan penduduk beserta transportasinya. Akibat perkembangan penduduk dan transportasi maka akan membutuhkan angkutan umum sebagai penunjang perkembangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini unuk mengetahui demand angkutan perdesaan dan menganalisis jumlah kebutuhan armada pelayanan serta merekomendasi sistem penyelenggaaraan Angkutan Perdesaan. Hasil dari penelitian ini yaitu Untuk pengeluaran BOK + PPN 10% per km keseluruhan trayek pada alternatif 1 sebesar Rp1.829.704.867,- dan pada alternatif 2 yaitu Rp 2.049.580.512,-. Untuk pendapatan yang didapat pada keseluruhan trayek per km yaitu sebesar Rp 3.739.060.000,-. Kemudian untuk keuntungan yang didapat pada alternatif 1 yaitu Rp 1.909.355.133,- dan kentungan yang didapat pada alternatif 2 yaitu Rp 1.689.479.487,-.
Studi Pemodelan Tarikan Perjalanan Menuju Kawasan Plaza Andalas Kota Padang Wilton Wahab; Ollga Febiola
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.396 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V602.060-70

Abstract

Plaza Andalas merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang ada di kota Padang. Dimana pusat perbelanjaannya menghadirkan konsep 4 in 1 yaitu dalam satu kawasan terdapat tempat berbelanja, bersantap, bermain dan menonton juga dilengkapi dengan banyak toko – toko yang menjual kebutuhan primer sekunder dan tersier bagi masyarakat. Selain pusat perbelanjaan juga sebagai destinasi wisata keluarga. Hal ini menjadikan daya tarik perjalanan pada kawasan tersebut cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tarikan perjalanan masyarakat ke Plaza Andalas kota Padang, menganalisis karakteristik perjalanan dan mengetahui tarikan perjalanan masyarakat dari penjual maupun pengunjung ke kawasan Plaza Andalas, serta untuk memperoleh model tarikan perjalanan yang terbaik menuju Plaza Andalas. Pemodelan tarikan perjalanan yang dirancang adalah menggunakan persamaan regresi linear dengan bantuan program SPSS 15. Karakteristik perjalanan pengunjung Plaza Andalas dengan jumlah pendapatan Rp 1,1 jt – Rp 2 jt (36,75%), jumlah orang dirumah sebanyak 4 orang (51,5%), jumlah kepemilikan kendaraan 3 buah (50%), pemilihan moda transportasi menggunakan sepeda motor (59,5%), tujuan ke Plaza Andalas menonton (32,75%), jarak rumah ke Plaza Andalas 5,1 – 10 Km (53,75%), waktu perjalanan 15,1 – 30 menit (57,5%), luas lahan Plaza Andalas kategori luas (86,25%), kapasitas ruang parkir kategori luas (70,75%), jumlah fasilitas Plaza Andalas kategori memadai (78,75%), harga barang Plaza Andalas kategori murah (59,25%), dan kelengkapan barang dalam kategori lengkap (67,25%). Faktor–faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan adalah waktu perjalanan (X2) dan harga barang (X3). Pemodelan terbaik tarikan perjalanan pada kawasan Plaza Andalas adalah: Y = 0,333 + 0,044 X2 + 2,577 X3 dengan nilai R 2 = 0,610.
Studi Analisis Pemilihan Moda Transportasi Umum Darat di Kota Padang antara Kereta Api dan Bus Damri Bandara Internasional Minangkabau Wilton Wahab; Pruima Andika
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.915 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V601.030-37

Abstract

Padang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat dan merupakan salah satu kota terpadat di pulau Sumatera. Kota Padang yang menyandang status sebagai ibukota provinsi wajib menyediakan berbagai sarana dan prasarana sebagai upaya untuk melayani kebutuhan masyarakatnya terutama di bidang transportasi. Beberapa moda transportasi umum yang berkembang di kota Padang diantaranya adalah Bus Damri dan Kereta Api yang melayani rute pusat kota menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan sebaliknya. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis terhadap alasan masyarakat dalam memilih moda transportasi antara Bus Damri dengan Kereta Api menuju Bandara BIM dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan teknik state preference dan analisis data menggunakan metode kolerasi pearson product momen (r). Dari hasil uji instrumen penelitian terhadap empat item pertanyaan (waktu tunggu, biaya perjalanan, waktu perjalanan, dan frekuensi perjalanan) dapat dinyatakan reliabel dan valid, karena nilai r hitung = 0,631 lebih besar dari nilai r tabel = 0,196. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna moda transportasi kereta api lebih cenderung menggunakan kereta api untuk melakukan perjalanan berdasarkan pertimbangan ongkos/biaya perjalanan. Sedangkan pengguna Bus Damri lebih cenderung menggunakan Bus Damri sebagai moda transportasi berdasarkan pertimbangan rute perjalanan.
ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN DALAM PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM Metode Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2002 (Studi Kasus: Trayek Angkutan Umum Tabing – Pasar Raya Padang) Wilton Wahab; Weni Ardian
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.967 KB) | DOI: 10.21063/jts.2018.V501.016-23

Abstract

Padang merupakan salah satu kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera sekaligus berperan sebagai ibu kota provinsi Sumatera Barat dengan jumlah penduduk ± 1 juta jiwa. Untuk melayani kebutuhan masyarakat dibidang transportasi darat maka pemerintah kota Padang menyediakan angkutan umum dan salah satu angkutan umum tersebut berupa angkutan umum kota yang lebih dikenal dengan istilah Angkot. Penentuan besaran tarif angkutan umum kota (Angkot) tersebut merupakan hal yang menarik untuk dikaji karena berkaitan dengan daya bayar masyarakat (konsumen), biaya yang dikeluarkan oleh penyedia jasa dan pemerintah sebagai regulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif angkutan umum berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) menggunakan metoda Ditjen Perubungan Darat No: SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Hasil penelitian tersebut selanjutnya dibandingkan dengan besaran tarif yang ditetapkan oleh operator angkutan umum (Angkot) dan pemerintah kota Padang. Lokasi penelitian dilakukan pada trayek Tabing – Pasar Raya Padang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tarif pada trayek TabingPasar Raya Padang sebesar Rp 2.998,90/pnp, dan besaran tarif yang ditetapkan oleh Walikota Padang sebesar Rp 3.000/pnp, sedangkan tarif yang ditetapkan oleh penyedia jasa sebesar Rp 4.000/pnp. Kesimpulan penelitian adalah bahwa tarif yang diberlakukan oleh operator angkutan umum jauh lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh pemerintah dan hasil perhitungan BOK. Disarankan sebaiknya pemerintah kota Padang melakukan pengawasan dan penertiban terhadap operator angkutan umum yang menerapkan tarif jauh di atas ketentuan dan peraturan yang berlaku.
ANALISIS KELAYAKAN KONSTRUKSI BAGIAN ATAS JALAN REL DALAM KEGIATAN REVITALISASI JALUR KERETA API LUBUK ALUNG-KAYU TANAM (KM 39,699-KM 60,038) Wilton Wahab; Sicilia Afriyani
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.286 KB) | DOI: 10.21063/jts.2017.V402.01-8

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap kelayakan konstruksi jalan rel kereta api Lubuk AlungKayu Tanam mengingat jalur ini telah lama tidak digunakan dan adanya peningkatan konstruksi jalan kereta api pada rute tersebut dari kelas II menjadi kelas 1. Teknik analisis data menggunakan standar perencanaan jalan rel di Indonesia yang lebih dikenal dengan Peraturan Dinas (PD) Nomor 10 tahun 1986. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rel eksisting (tipe R33) tidak layak digunakan untuk konstruksi jalan rel kelas 1 dengan beban gandar 18 ton karena kemampuan bantalan eksisting (bantalan baja) untuk menahan beban yang terdistribusi dari rel (Qb) lebih kecil dari pada beban yang terdistribusi dari rel (Qr) sehingga akibatnya bantalan baja tidak mampu menahan beban yang terdistribusi dari rel. Rel (tipe R54) dapat digunakan untuk konstruksi jalan rel kelas 1 dengan beban gandar 18 ton. Bantalan beton prategang (mutu K-500) dapat digunakan, karena kemampuan beton prategang untuk menahan beban rel lebih besar dari beban rel yang terdistribusi (Qb > Qr). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa peningkatan konstruksi jalan rel dalam bentuk kegiatan revitalisasi jalur kereta api Lubuk Alung-Kayu Tanam layak dilakukan.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN JATI - PADANG Wilton Wahab; Delvi Gusri Yendra
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.955 KB) | DOI: 10.21063/jts.2017.V401.079-86

Abstract

Ruas jalan Perintis Kemerdekaan merupakan salah satu ruas jalan di Kota Padang dengan volume lalulintas tergolong sangat padat. Disamping itu, pada area trotoar kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh aktivitas/kegiatan masyarakat yang beragam dengan tingkat kesibukan yang sangat tinggi, sehingga mempengaruhi kondisi arus lalu lintas pada ruas jalan dan berpotensi menimbulkan titik konflik yang menghambat pergerakan lalu lintas yang berujung pada kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan tingkat pelayanan ruas jalan Perintis Kemerdekaan serta memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja ruas jalan tersebut. Metodologi penelitian mengacu kepada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas jalan adalah 3.024 smp/jam dengan nilai tingkat pelayanan (LOS) 1,042 dan berada pada level F. Berdasarkan MKJI 1997ciri-ciri arus lalulintas yang berada pada level F adalah terjadi antrian kendaraan yang panjang kendaraan, kepadatan lalu lintas sangat tinggi dan volume rendah serta terjadi kemacetan untuk durasi yang cukup lama, serta dalam keadaan antri, kecepatan dan volume turun sampai 0. Solusi yang diusulkan untuk memperbaiki kinerja ruas jalan Perintis Kemerdekaan adalah mengurangi hambatan samping disisi kiri dan kanan jalan, melakukan pelebaran jalan dari 10 meter menjadi 14 meter, merubah tipe jalan menjadi 4 lajur dua arah dipisah dengan median. Dengan usulan solusi tersebut akan meningkatkan kapasitas jalan dari 3.024 smp/jam menjadi 6.018 smp/jam, sehingga nilai tingkat pelayanan menjadi 0,524 dan berada pada level C. Jika diasumsikan tingkat pertumbuhan lalulintas adalah 4% pertahun, maka 12 tahun kedepan ruas jalan tersebut masih memiliki kinerja baik (nilai tingkat pelayanan adalah 0,83 < 0,85 (masih dibawah kondisi sebagaimana yang disyaratkan oleh MKJI 1997).
STUDI TINGKAT DISIPLIN PENGENDARA SEPEDA MOTOR (STUDI KASUS JALAN GAJAH MADA DAN KAMPUS ITP PADANG) Wilton Wahab
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.429 KB) | DOI: 10.21063/jts.2014.V101.019-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang disiplin pengendara sepeda motor di jalan Gajah Mada kota Padang dan mahasiswa ITP sebagai pengendara sepeda motor di jalan raya dalam mentaati peraturan lalulintas. Indikator penilaian yang digunakan adalah : (1). perlengkapan pribadi (safety gear) saat berkendaraan, (2). perlengkapan sepeda motor, dan (3). Pengetahuan tentang peraturan lalu lintas. Jumlah sampel yang diambil dalam populasi penelitian ini adalah 349 orang. Sampel itu terdiri dari 175 orang pengendara sepeda motor di jalan Gajah Mada dan 174 orang mahasiswa ITP. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket yang dimodifikasi berdasarkan Model Skala Likert yang telah teruji Validitas dan Reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata persentase derajat pencapaian terhadap ketiga indikator penilaian adalah sebesar 61.18 %. Berdasarkan kriteria derajat pencapaian maka prilaku pengendara sepeda motor di jalan Gajah Mada tergolong pada tingkat Kurang Baik. Sedangkan rata-rata persentase derajat pencapaian terhadap ketiga indikator penilaian terhadap mahasiswa ITP adalah sebesar 61.53 %. Berdasarkan kriteria derajat pencapaian tersebut maka prilaku mahasiswa ITP dalam berkendaraan sepeda motor tergolong pada tingkat Kurang Baik.
STUDI ANALISIS ALTERNATIF PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DARAT ANTARA KERETA API DAN BUS AKDP JURUSAN KOTA PADANG – KOTA PARIAMAN Wilton Wahab
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.838 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V301.068-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan berdasarkan pemilihan moda transportasi serta untuk melihat seberapa besar kemungkinan masyarakat dalam memilih moda transportasi darat jenis Kereta Api dan Bus AKDP pada jurusan Padang – Pariaman. Waktu penelitian dilakukan selama 4(empat) hari, pada bulan Agustus 2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket/kuisioner. Angket tersebut dianalisis menggunakan program SPSS versi 16, sedangkan uji statistik berdasarkan uji F dan t. Berdasarkan jenis kelamin, pengguna moda kereta api yang paling banyak adalah perempuan dengan persentase 53%, demikian juga dengan pengguna bus yang paling banyak adalah perempuan sebesar 58%. Berdasarkan usia, kereta api lebih dipilih oleh pengguna moda dengan usia 21-30 tahun sebesar 50% begitu juga bus lebih dipilih oleh pelaku perjalanan berusia 21-30 tahun sebesar 66%. Berdasarkan maksud perjalanan, untuk moda kereta api persentase terbesar adalah maksud perjalanan untuk wisata sebesar 38%, sedangkan moda bus persentase maksud perjalanan terbesar adalah untuk wisata sebesar 26%. Berdasarkan tingkat pendapatan, moda kereta api diminati oleh responden dengan tingkat pendapatan Rp. 1.000.000-Rp. 2.000.000,- sebesar 41%, sedangkan moda bus diminati oleh responden dengan tingkat pendapatan Rp. 1.000.000-Rp. 2.000.000,- sebesar 16.5% dan > Rp. 2.000.000,- sebesar 33%. Berdasarkan alasan dalam memilih moda, pengguna kereta api lebih diminati karena alasan pertimbangan ongkos yang lebih murah sebesar 36% dan moda bus lebih diminati karena alasan pertimbangan kemudahan akses sebesar 46%.
TINJAUAN KINERJA PERSIMPANGAN PRIORITAS KAMPUNG KALAWI KOTA PADANG (Studi Kasus: Simpang Tiga Kampung Kalawi) Wilton Wahab; Akhyar Jamil Nurman
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.214 KB) | DOI: 10.21063/jts.2016.V302.072-84

Abstract

Persimpangan prioritas di Kampung Kalawi ada 2 yang saling berdekatan yaitu persimpangan tiga Kampung Kalawi yang menghubungkan jalan raya Alai By Pass dan jalan Muhammad Yunus, serta persimpangan tiga Kalumbuk yang menghubungkan Jalan Raya Alai By Pass dan Jalan Kalumbuk. Berdasarkan pengamatan secara visual, bahwa sistem pengaturan lalu lintas di persimpangan ini belum optimal, sedangkan volume kendaraan terutama pada saat jam puncak (pagi dan sore hari) sangat padat sehingga mengakibatkan kemacetan dan antrian panjang di kedua persimpangan tersebut, ditambah lagi dengan faktor disiplin pengguna jalan yang saling berebutan untuk melewati persimpangan. Berdasarkan kondisi diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kinerja persimpangan serta memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja persimpangan. Perhitungan data dan analisis permasalahan pada persimpangan tersebut menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI 1997 ). Survei arus lalulintas dilakukan selama tiga hari dalam waktu 12 jam (06.30 s.d 18.30). Berdasarkan hasil perhitungan data pada saat jam puncak di persimpangan tiga Kampung Kalawi diperoleh volume kendaraan sebesar 3140,5 smp/jam, kapasitas (C) sebesar 2507,51 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,25. Sedangkan pada persimpangan tiga Kalumbuk didapatkan volume kendaraan sebesar 3046,5 smp/jam, kapasitas 3278,25 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,93. Untuk kondisi ideal nilai derajat kejenuhan (DS) disarankan di bawah 0,85 sedangkan hasil perhitungan menunjukkan nilai DS pada kedua persimpangan tersebut diatas 0,85. Atas kondisi tersebut maka penulis mengusulkan alternatif solusi yaitu : pada persimpangan tiga Kampung Kalawi sebaiknya dipasang lampu pengatur lalulintas (traffic light) dimana nilai DS adalah 0,43 sedangkan pada persimpangan tiga Kalumbuk diusulkan untuk melakukan rekayasa persimpangan dengan memberi pembatas jalan pada jalan utama (jalan raya Alai – By Pass) sepanjang minimal 250 meter agar kendaraan yang datang dari jalan simpang (arah Kalumbuk) yang akan menuju persimpangan tiga Kampung Kalawi (arah kekanan), agar mengambil arah kekiri terlebih dahulu untuk selanjutnya berputar ditempat yang telah disediakan.