Teresia Retna Puspita Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relation between Workload and Level of Complaints in the Musculoskeletal System through Nordic Body Map (NBM) on E.R. Nurses Su’udi; Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih; Teresia Retna Puspita Dewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15969

Abstract

Nurse workload is defined as all of the activities performed by a nurse while working in a nursing service unit.Work-related musculoskeletal disorder (WMSD) is a Musculoskeletal disorder (MSD) that becomes moresevere or lasts for a long time due to work-related activities. This study aims to determine the relationshipbetween the workload of emergency room nurses and the level of complaints in the musculoskeletal systemthrough the Nordic Body Map (NBM) method approach in every regional hospital in Tuban City. This studywas carried out using descriptive correlative study method with a cross sectional approach. The numberof respondents that participated in this study were 63 E.R. nurses who worked in regional hospitals inTuban City. Data was collected using a workload questionnaire and the Nordic Body Map (NBM) methodto determine the level of complaints of the musculoskeletal system. Data was then analyzed using ChiSquare test. Results showed that 54% of the respondents had moderate workload and no emergency nursesat hospitals in Tuban City had light workload. 44.4% of emergency nurses at hospitals in Tuban City hadsevere musculoskeletal complaints. According to this data, there is a relationship between the workload ofemergency room nurses and the level of complaints in the musculoskeletal system (P = 0.028). In conclusion,emergency nurses should keep an eye on their workload so that musculoskeletal problems do not occur.
Kualitas Gizi Makanan Keluarga dan Resiko Anemia pada Remaja Putri Di SMAN 5 Tuban Sekar Difa Ahwal Respati; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Su’udi
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dimana tubuh kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan. Namun pada faktanya angka kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas gizi makanan keluarga dan resiko anemia pada remaja putri Di SMAN 5 Tuban. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas XI Di SMAN 5 Tuban berjumlah 167 siswi dengan sampel 118 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Variabel penelitian yaitu kualtias gizi makanan keluarga dan resiko anemia pada remaja putri. Cara pengambilan data dengan kuesioner google formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar remaja putri di SMAN 5 Tuban memiliki kualitas gizi baik tidak beresiko anemia dengan jumlah 60 siswi (59,4%). Hal ini terjadi karena banyak remaja putri yang mengkonsumsi makanan dengan baik dan mendapatkan kualitas gizi makanan keluarga dengan optimal. Bagi remaja putri agar tetap memperhatikan kualitas gizi makanan dan asupan nutrisi sebagaimana pada masa remaja putri asupan nutrisi harus lebih dikarenakan remaja putri akan mengalami haid pada satu bulan sekali. Dan jangan lupa untuk selalu minum Tablet Tambah Darah(TTD) dengan dosis yang tepat yaitu 1 kali sehari selama haid dan di sertai dengan mengkonsumsi buah-buahan sebagai upaya dalam pencegahan resiko anemia.