Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Abdimas Dewantara

Sekolah bijak sampah sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah dalam paradigma baru di SD Negeri Margoyasan Arum Nur Trisni Kurnia Wijayati; Murniningsih Murniningsih; Dinar Westri Andini; Ani Widyawati; Cinde Herawati; Muh Jauhar Nafis; Aliffah Aliffah; Ratri Aulia Safa Ardini; Intan Aprilia; Efa Okvita Rosadian; Wisnu Hasan Kurniawan; Suciani Alfiah; Fenti Retnoningrum
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 2 (2023): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i2.15567

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melaksanakan program Sekolah Bijak Sampah sebagai edukasi Pengelolaan sampah dalam paradigma baru yang mendukung Sustainable Development Goals di SD Negeri Margoyasan. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Evaluasi. Program ini diikuti oleh 50 siswa yang terdiri dari kelas IV dan V SD yang mengikuti keseluruhan rangkaian program. Kesimpulan dari program ini yaitu telah tumbuhnya kebiasaan membuang sampah tepat pada tempatnya dengan adanya media jurnal pembiasaan 40 Days Challenge dimana 32 dari 50 siswa memiliki tingkat keberhasilan diatas 70%, adanya peningkatan keterampilan pengolahan sampah dengan nilai N-Gain 0,89 termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, dihasilkan produk olahan sampah organik berupa Eco Enzyme dan pupuk kompos, produk olahan sampah anorganik berupa pot dari botol bekas, serta modul Menuju Sekolah Bijak Sampah.   Waste wise school as an effort to educate waste management in the new paradigm at SD Negeri Margoyasan   Abstract: This service aims to carry out the Waste Wise School program as education on waste management in a new paradigm that supports Sustainable Development Goals at SD Negeri Margoyasan. The steps taken include 1. Preparation, 2. Implementation, and 3. Evaluation. This program was attended by 50 students of grades IV and V of SD who participated in the entire program series. This program concluded that the habit of disposing of waste in the right place has grown with the 40 Days Challenge habitual journal media where 32 out of 50 students have a success rate above 70%, waste processing skills increased with an N-Gain value of 0.89 which included in the high category. In addition, processed organic waste products are produced in the form of Eco Enzyme and compost, inorganic waste processed products in the form of pots from used bottles, as well as the module Towards a Waste Wise School.
Optimalisasi Produksi Pati Garut (OPPA GARUT): Inovasi dan pemberdayaan kelompok wanita tani di Desa Tuksono Murniningsih Murniningsih; Ani Widyawati; Laily Rochmawati Listiyani; Oktaviani Windra Puspita; Sukiyanto Sukiyanto; Rochisun Hendra Novantara; Bernadeta Riza Melia Rosani; Oni Satliva Trimandhana; Tumiyati Tumiyati; Widya Aprilia Mujiarsih; Apriani Nurrul Chotimah; Annas Purbaningrum
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.19895

Abstract

Desa Tuksono di Kulon Progo memiliki tumbuhan Garut yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Tuwuh Lestari dalam memanfaatkan potensi lokal berupa umbi garut menjadi produk bernilai jual tinggi, serta memperluas akses pasar guna mendukung peningkatan pendapatan kelompok. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan diskusi partisipatif. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi, mampu menghasilkan produk olahan berupa mochi dan cendol dengan kualitas baik, serta terdorong untuk mengembangkan usaha lokal berbasis garut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan menginspirasi perubahan pola pikir menjadi lebih kreatif dan produktif. Selain manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta pelatihan, pengabdian ini sudah disebarluaskan melalui video dan website pemerintah desa sebagai penyebaran manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat.   Optimization of arrowroot starch production (OPPA GARUT): innovation and empowerment of women's farming group in Tuksono Village   Abstract: Tuksono Village in Kulon Progo has abundant Garut plants but has not been optimally utilized. The purpose of this training is to improve the skills and awareness of members of the Tuwuh Lestari Women Farmers Group (KWT) in utilizing local potential in the form of Garut tubers into high-value products, as well as expanding market access to support increasing group income. The methods used in this training include lectures, demonstrations, direct practice, mentoring, and participatory discussions. The results of the training showed that participants had high enthusiasm, were able to produce processed products in the form of mochi and cendol with good quality, and were encouraged to develop local businesses based on Garut. This activity not only improved the knowledge and skills of participants, but also opened up new economic opportunities and inspired a change in mindset to be more creative and productive. In addition to the benefits felt directly by training participants, this service has been disseminated through videos and village government websites as a wider dissemination of benefits for the community.