Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN ORIENTASI KARIER MELALUI LAYANAN INFORMASI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING Ema Sukmawati, Kamaruzzaman, Aliwanto,
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.127 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v4i1.420

Abstract

Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Pontianak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan informasi untuk meningkatkan orientasi karier pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung dan teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data berupa panduan wawancara dan angket. Subjek penelitian adalah 40 orang mahasiswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi dapat meningkatkan orientasi karier mahasiswa.Kata Kunci: orientasi karier, layanan informasi, Bimbingan dan Konseling.
MENINGKATKAN NILAI KESOPANAN OLEH GURU PEMBIMBING MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMA PONTIANAK Sukmawati, Ema
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.413 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.697

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah tahapan-tahapan layanan bimbingan kelompok yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran. Bimbingan kelompok dinilai berhasil dan dapat meningkatkan nilai kesopanan pada siswa Sekolah Mengah Pertama dengan kategori baik. Dengan hasil penelitian ini disarankan, (1) dalam pelaksanaan bimbingan kelompok, guru pembimbing diharapkan dapat meningkatkan proses pelaksanaan tahapan kegiatan bimbingan kelompok terutama pada tahap pembentukan dan tahap kegiatan agar pelaksanaan bimbingan kelompok menjadi semakin efektif dan lebih baik. (2) dalam pelaksanaan tindakan sebaiknya guru pembimbing dapat meningkatkan kemampuan dalam teknik eksplorasi masalah peserta didik dengan tetap bersikap pasif reflektif agar tercapai tujuan kemandirian yang ada didalam bimbingan kelompok . (3) dikarenakan kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi peserta didik, maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai salah satu strategi pengentasan masalah peserta didik.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI TENTANG PERSIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS PADA SISWA SMP DI PONTIANAK Andriati, Novi; Sukmawati, Ema
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v9i1.2029

Abstract

The research objective is to produce a model of information services about preparation for puberty in Pontianak Middle School. This research uses the Research and Development (R&D) method. From the results of the field trials, preparations for puberty in junior high schools have developed after participating in information service activities. Overall asymp sig value of 0.026 <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that information services are effective for the preparation of junior high school students in facing puberty. Suggestion: the use of information service models should be started by carefully diagnosing the objective conditions of junior high school students who will be made members, information services that are used as a basis for treatment contain usefulness and meaningful values, for students and teachers can use information services in preparation for facing puberty at Middle school.  
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Sukmawati, Ema; Rustam, Rustam
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1075

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas IXA di MTs Sirajul Ulum Pontianak. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan siklus I dan II, diperoleh kesimpulan bahwa melalui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Dalam penerapan layanan bimbingan kelompok  sudah dilaksanakan dengan maksimal, meskipun pada awal pertemuan terdapat kendala, yaitu hampir semua anggota kelompok masih malu dalam berbicara dan menyampaikan pendapatnya terkait dengan topik yang dibahas, masih kurang aktif dalam memainkan perannya serta belum maksimalnya kemampuan pemimpin kelompok dalam memimpin jalannya kegiatan. Kecerdasan emosional mengharuskan seseorang belajar mengakui dan menghargai perasaan pada dirinya dan orang lain untuk menanggapi dengan tepat, menerapkan dengan efektif  informasi, dan emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari - hari. Dengan kata lain seorang individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik adalah individu yang mampu mengenali emosi diri, mampu mengelola emosi, mampu memotivasi diri, mampu mengenali emosi orang lain, serta mampu membina hubungan baik dengan orang lain. Berdasarkan hasil angket pada pertemuan terakhir terdapat peningkatan persentase kecerdasan emosional siswa yang sebelumnya termasuk dalam kategori “cukup” menjadi kategori “baik” setelah dilakukan layanan bimbingan kelompok. 
Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Madrasah Tsanawiyah Ema Sukmawati; Rustam Rustam
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1075

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas IXA di MTs Sirajul Ulum Pontianak. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan siklus I dan II, diperoleh kesimpulan bahwa melalui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Dalam penerapan layanan bimbingan kelompok sudah dilaksanakan dengan maksimal, meskipun pada awal pertemuan terdapat kendala, yaitu hampir semua anggota kelompok masih malu dalam berbicara dan menyampaikan pendapatnya terkait dengan topik yang dibahas, masih kurang aktif dalam memainkan perannya serta belum maksimalnya kemampuan pemimpin kelompok dalam memimpin jalannya kegiatan. Kecerdasan emosional mengharuskan seseorang belajar mengakui dan menghargai perasaan pada dirinya dan orang lain untuk menanggapi dengan tepat, menerapkan dengan efektif informasi, dan emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari - hari. Dengan kata lain seorang individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik adalah individu yang mampu mengenali emosi diri, mampu mengelola emosi, mampu memotivasi diri, mampu mengenali emosi orang lain, serta mampu membina hubungan baik dengan orang lain. Berdasarkan hasil angket pada pertemuan terakhir terdapat peningkatan persentase kecerdasan emosional siswa yang sebelumnya termasuk dalam kategori “cukup” menjadi kategori “baik” setelah dilakukan layanan bimbingan kelompok.  AbstractThis study aimed at improving the emotional students grade IXA of MTsSirajul Ulum Pontianak. Based on the results of the implementation of cycles I and II, it can be concluded that through the implementation of group guidance services can improve students' emotional quotient. The implementation of group guidance services had been carried out maximally, eventhough at the beginning of the meeting there were obstacles, namely almost all group members were embarrassed in speaking and expressing their opinions regarding to the topics discussed, less active in applying their roles and lack of ability of group leader in leading the activities. Emotional quotient requires a person learns to recognize and appreciate feelings for himself and others to respond appropriately, applying information and emotions in life and daily work effectively. In other words, an individual who has good emotional intelligence is an individual who is able to recognize emotions themselves, manage emotions, motivate themselves, recognize the emotions of others, and build good relationship with others. Based on the results of the questionnaire at the last meeting there was an increase in the percentage of emotional quotient of students previously was in the "sufficient" category to "good" category after group guidance services were conducted.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI BERBANTU MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMANTAPAN KARIER PADA SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN KUBU RAYA Novi Andriati; Riki Maulana; Galuh Hartinah; Ema Sukmawati
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 1 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v7i1.2098

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan model layanan informasi berbantu media visual untuk meningkatkan pemantapan karier pada siswa SMA, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian: 1) Gambaran pelaksanaan layanan informasi karier di sekolah tempat penelitian sudah dilaksanakan secara umumnya melewati tahapan pendahuluan, kegiatan dan pengakhiran, namun belum pernah menggunakan media tertentu seperti berbantuan media visual yang merupakan media yang dapat mempermudah penyampaian informasi kepada siswa, 2) Desain model yang dikembangkan adalah layanan informasi karier berbantuan media visual terdiri atas enam komponen, yaitu: (a) rasional, (b) tujuan layanan informasi karier, (c) asumsi, (d) target dan isi layanan informasi (e) komponen penunjang layanan informasi karier, dan (f) Langkah pelaksanaan layanan informasi karier berbantu media visual, 3) Model layanan informasi berbantu media visual dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemantapan karier siswa.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING UNTUK MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR PADA SISWA Ema Sukmawati; Martin Martin; Saraswati Saraswati
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v7i2.2439

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: 1) Gambaran umum kejenuhan belajar sebelum dilakukan layanan konseling kelompok dengan teknik modeling, 2) Pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik modeling untuk mengatasi kejenuhan belajar, dan 3) Layanan konseling kelompok dengan teknik modeling dapat mengatasi kejenuhan belajar siswa SMP Negeri 1 Jagoi Babang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan (action research), sedangkan bentuknya yaitu penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Hasil penelitian yaitu: 1) Kejenuhan belajar sebelum diberikan layanan konseling kelompok tergolong “Tinggi”, dengan persentase 70% ketegori “Tinggi”, 2) Pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik modeling dapat mengatasi kejenuhan belajar dilakukan dengan 4 tahap yaitu: permulaan, transisi, kegiatan dan pengakhiran, 3) Kejenuhan belajar siswa SMP Negeri 1 Jagoi Babang dapat teratasi, setelah diberikan tindakan memperoleh kategori “Rendah”. Tindakan siklus I dengan presentase 52% kategori “Sedang”, siklus II memperoleh presentase 33% dengan ketegori “Rendah”.
Model bimbingan kelompok berbasis daring (online) meningkatkan konsep diri positif siswa SMA Hendrik Hendrik; Ema Sukmawati
Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbmp.v10i2.115646

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui 1) Mendiskripsikan kondisi objektif pelaksanaan bimbingan kelompok di SMA dan mengetahui tingkat konsep diri positif siswa di SMA, 2) Menghasilkan model bimbingan kelompok berbasis daring (online) untuk meningkatkan konsep diri positif siswa di SMA, 3) Mendeskripsikan hasil uji coba model bimbingan kelompok berbasis daring (online) untuk meningkatkan konsep diri positif siswa di SMA, 4) Mengetahui efektivitas model bimbingan kelompok berbasis daring (online) untuk meningkatkan konsep diri positif siswa di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan langkah penelitian 1) Tahap studi pendahuluan; 2) Perencanaan; 3) Tahap pengembangan model hipotetik; 4) penelaahan model hipotetik, 5) uji lapangan, 6) uji akhir produk. Sampel 10 orang siswa SMA dipilih secara purposif sampling. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala konsep diri positif siswa diperoleh data awal 5 siswa (14.41%) tinggi, 23 siswa (62.16%) sedang, 6 siswa (15.31%) kurang, dan 3 siswa (8.10%) dengan rendah. Penjelasan diatas dapat diasumsikan bahwa konsep diri positif siswa berada pada kategori “sedang”  serta perlu ditingkatkan. Simpulan setelah diberikan perlakuan terhadap subyek yang diteliti maka didapat perbedaan skor evaluasi awal (160,2 poin) dan evaluasi akhir (217,7 poin), dimana ada peningkatan skor konsep diri positif siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok berbasis daring (online) dengan peningkatan sebesar 56,6 poin atau sama dengan 20,21%.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI TENTANG PERSIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS PADA SISWA SMP DI PONTIANAK Novi Andriati; Ema Sukmawati
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v9i1.2029

Abstract

The research objective is to produce a model of information services about preparation for puberty in Pontianak Middle School. This research uses the Research and Development (R&D) method. From the results of the field trials, preparations for puberty in junior high schools have developed after participating in information service activities. Overall asymp sig value of 0.026 <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that information services are effective for the preparation of junior high school students in facing puberty. Suggestion: the use of information service models should be started by carefully diagnosing the objective conditions of junior high school students who will be made members, information services that are used as a basis for treatment contain usefulness and meaningful values, for students and teachers can use information services in preparation for facing puberty at Middle school.  
MENGURANGI PERILAKU BULLYING DAN AGRESIF MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BEHAVIORAL PADA SISWA SMP DI KOTA PONTIANAK Novi Andriati; Ema Sukmawati
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2, September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v5i2.1901

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengetahui 1) profil perilaku bullying dan perilaku agresif siswa di SMP Negeri 9 Pontianak, 2) pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik behavioral untuk mengurangi perilaku bullying dan agresif siswa di SMP Negeri 9 Pontianak, 3) keefektifan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral untuk mengurangi perilaku bullying dan agresif siswa di SMP Negeri 9 Pontianak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang memungkinkan dilakukan pencatatan dan penganalisa data hasil penelitian secara eksak dengan menggunakan perhitungan statistik.bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian pra-eksperimen Subjek penelitian ini ialah siswa yang terjaring sebagai karakteristik pelaku bullying dan perilaku agresif sebanyak 12 orang siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.Alat pengumpul data yang digunakan ialah panduan wawancara dan angket.