Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengelolaan Pembelajaran Paud Siti Farida
Wacana Didaktika Vol 5 No 02 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.751 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.5.02.189-200

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1) perencanaan pembelajaran di TK A Nurur Ra’uf Tlagah pamekasan, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) Penilaian pembelajarannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di TK A Nurur Ra’uf Tlagah pamekasan. Desain penelitian ini adalah etnografi . Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang terdiri atas pengelola, pendidik, dan siswa di TK A Nurur Ra’uf. Sumber data juga diperoleh dari data-data prota, promes, (RPPM) dan (RPPH) yang diperoleh dari lembaga TK ketika peneliti melakukan wawancara dan observasi di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik validitas internal dan trianggulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Silabus pembelajaran PAUD dituangkan dalam bentuk perencanaan semester, perencanaan mingguan dan perencanaan harian/pertemuan. Perencanaan itu dilakukan dengan memperhatikan tingkat perkembangan, kebutuhan, minat dan karakteristik anak didik, dan aspek-aspek perkembangan meliputi nilai-nilai agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa dan sosial-emosional. (2) P elaksanaan pembelajaran di TK A Nurur Ra’uf dimulai dengan (a) happy morning, (b) kegiatan pembiasaan, (c) transisi, (d) pijakan lingkungan, (e) pijakan sebelum main, (f) pijakan selama main, (g) pijakan setelah main, (h) pengenalan salat, dan (i) penutup. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode bermain sambil belajar melalui pembelajaran kelas sentra dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT), dan metode tanya jawab, cerita, bermain peran atau praktik langsung lapangan. Kegiatan dilakukan dalam suasana bermain yang nyaman, aman, bersih, dan sehat. (3) Penilaian pembelajaran di TK A Nurur Ra’uf dilakukan dengan observasi setiap saat tidak selama KBM berlangsung sampai selesai pembelajaran. melalui pengamatan, pencatatan anekdot, dan portofolio.
MEMBANGKITKAN MINAT MENGGOSOK GIGI ANAK MELALUI MEDIA “BONTANG DONGENG” DI PAUD KB/TK YAYASAN NURUDDINIYAH SAMIRAN PROPPO PAMEKASAN Siti Farida; Diana Vidya Fakhriyani
Wacana Didaktika Vol 7 No 02 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang pengaruh media “Bontang Dongeng” terhadap minat menggosok gigi anak. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini sebanyak 32 orang anak, dengan desain penelitian yang menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap data pretest dan post-test dengan menggunakan uji wilcoxon signed ranks test diketahui z-score sebesar -4.029 dengan taraf signifikansi 0.000. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa media “Bontang Dongeng” berpengaruh terhadap minat menggosok gigi anak usia dini. Abstract: This study aims to obtain data about the influence of the media "Bontang Dongeng" on the interests of brushing children's teeth. Subjects in this study were 32 early children, with a research design using One Group Pretest-Posttest Design. Based on the results of the analysis conducted on the pretest and post-test data using the Wilcoxon test, the z-score rank test was -4.029 with a significance level of 0,000. Between and posttest. It can be concluded that the media "Bontang Dongeng" opposes the interest in brushing teeth of early childhoood.
Metode Aila untuk Meningkatkan Kemampuan Baca Siswa MI Haudatul Ulum Cen-Lecen Pamekasan Siti Farida; El Indahnia Kamariyah
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2022.3.1.42-47

Abstract

Metode AILA merupakan metode membaca praktis untuk anak 7-12 tahun yang mengalami keterlambatan dan kesulitan membaca. Metode tersebut dapat mempermudah proses pembelajaran sehingga anak mudah mengingat huruf atau suku kata dan merangkai hingga berbentuk sebuah kata serta sebuah kalimat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi buku Metode AILA terhadap kemampuan membaca anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di MI Haudatul Ulum Cen-Lecen Pakong. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode tindakan kelas (action research). Hasil dari pengabdian ini adalah terdapat peningkatan minat dan kemampuan baca untuk anak yang belum fasih dan mengalami keterlambatan membaca. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil postes yang mengalami peningkatan dari hasil pretes sebelumnya.
Implementasi Metode Role Playing Untuk Mengembangkan Nilai Moral Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Alkautsar Larangan Slampar Luqiyya Mina’ur Rofahiyah; Siti Farida; Musayyadah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2206

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh, yang mencakup aspek fisik dan non fisik, dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, moral spiritual, motorik, emosional, kognitif, dan sosial yang tepat dan benar agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Bermain sangat bermanfaat bagi anak usia dini. Melalui kegiatan bermain, anak dapat mempelajari dan belajar banyak hal, dapat mengenal aturan, bersosialisasi, menempatkan diri, menata emosi, toleransi, dan kerja sama yang baik. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di kelas B (setara dengan usia 5-6 tahun) di TK Alkautsar Larangan Slampar pada bulan November Akhir 2024 diketahui bahwa perkembangan nilai moral anak belum berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui implementasi metode role playing untuk mengembangkan nilai moral anak usia 5-6 tahun di TK Alkautsar. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah peserta didik dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan cara reduksi, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing di TK Alkautsar mampu mengembangkan nilai moral anak. Pentingnya penggunaan metode yang baik dan tepat yang sesuai dengan kebutuhan anak mampu meningkatkan seluruh aspek perkembangan, salah satunya perkembangan nilai moral.
Penelitian ini bertujuan untuk Penerapan Pendekatan Reggio Emilia dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tinggi (HOTS) pada Anak Usia 5-6 Tahun di RA Nahdliyatul Islamiah Jakfarus Sodiq; Siti Farida; Musayyadah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i1.23962

Abstract

This study was conducted to examine how the Reggio Emilia Approach contributes to the development of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in children aged 5–6 years. HOTS, which involve the abilities to analyze, evaluate, and create, need to be fostered from an early age to support children’s critical and creative thinking development. This research applied a qualitative descriptive design and was carried out at RA Nahdliyatul Islamiyah. The research participants included a classroom teacher and children in the 5–6 age group. Data were obtained through direct observation of learning activities, in-depth interviews with the teacher, and documentation of children’s learning processes and products. The data were then analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicated that learning activities based on the Reggio Emilia Approach, such as project work, exploration, and group discussion, were able to encourage the development of children’s higher-level thinking. Children demonstrated analytical skills when identifying and exploring objects, evaluative skills when expressing opinions, and creative skills when producing their own work. In addition, the teacher’s role as a facilitator and the provision of a supportive learning environment strengthened this development. It can be concluded that the Reggio Emilia Approach is effective in supporting the enhancement of HOTS in early childhood learning.
Introducing Cultural Literacy Through Madurese Parèbhâsan Songs to 5-6 Year Old Children at Nurul Falah Kindergarten Khosin Abdullah; Nurul Ismaiyah; Suprianto Suprianto; Siti Farida
TANJAK Vol 7 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Tarbiyah dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/tanjak.v7i2.3014

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Madurese Parèbhâsan song as a medium for introducing cultural literacy to children aged 5–6 years at Nurul Falah Kindergarten. This study employed a qualitative approach with a case study design involving one principal, one class teacher, and six children aged 5–6 years in Group B. Data were collected through observations conducted in six learning sessions, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed three main themes: teacher strategies in implementing the Parèbhâsan Madura song, children’s responses to the learning activities, and supporting and inhibiting factors in its implementation. Teachers implemented the song through contextual explanations, repeated singing, interpretation of cultural meanings, and practice of èngghi-bhunten language in everyday interactions. Children showed positive responses through increased enthusiasm, participation, attention, and courage to use simple polite expressions. Supporting factors included teacher commitment, principal support, and children's enthusiasm, while the main barriers were the limited use of èngghi-bhunten in the family environment and children's greater familiarity with popular songs influenced by digital media. The findings indicate that the Madurese Parèbhâsan song can serve as a local culture-based learning medium to strengthen cultural literacy, introduce politeness values, and encourage the use of the Madurese èngghi-bhunten language among young children.