Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM INFORMASI DATA JEMAAT GPM GIDION WAIYARI AMBON DAN JEMAAT GPM HALONG ANUGERAH AMBON Luwis Laisina; Marceau Haurissa; Zulkarnaen Hatala
JURNAL SIMETRIK Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.918 KB) | DOI: 10.31959/js.v8i2.189

Abstract

Perkembangan teknologi dalam era modernisasi dewasi ini baik dalam bidang komputer maupun bidang lainnya secara lansung maupun tidak langsung memacu kita untuk harus dapat menguasai teknologi tersebut.Berdasarkan analisa situasi, maka permasalahan yang dihadapi oleh Jemaat GPM Gidion Wayari (Mitra I) dan Jemaat GPM Halong Anugerah (Mitra II) dalam management pengelolaan data adalah penyajian data jemaat masih bersifat konvensional/manual yang mengakibatkan sering terjadinya kesalahan dalam pencatatan ataupun pendataan, data yang diinput secara berulang-ulang (Redudance Data), proses pencarian data sangat lambat, biaya operasional semakin membesar, dan kurangnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menggunakan perangkat teknologi.Dengan dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Management Pengolahan Sistem Informasi Data Jemaat Gpm Gidion Waiyari Ambon Dan Jemaat Gpm Halong Anugerah Ambon, maka solusi terhadap permasalahan Mitra I dan Mitra II dapat teratasi yaitu pembuatan Aplikasi sistem informasi management data Jemaat, penyiapan tenaga operator IT Jemaat dengan cara melakukang pelatihan (training) pengoperasian Microsoft Office (Word, Exel, Power Point), dan melakukan pelatihan (training) pengoperasian Sistem Informasi Management Data Jemaat.
Coordination and Setting of Overcurrent Relays on The PLTMG BMPP Nusantara 1 Generator Ronal Siregar; Marceau Haurissa; Marselin Jamlaay
Jurnal JEETech Vol. 7 No. 1 (2026): Nomor 1 May
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jeetech.v7i1.71001

Abstract

The electrical power system can distribute electrical energy optimally if power plants generate electrical energy with high reliability. However, disturbances in the electrical system can affect reliability. Therefore, safety equipment is necessary. In electrical power systems, protection devices are used to minimize disturbances, and protection relays must function properly. One of the protection devices used in generators is an overcurrent relay. To avoid relay failure, it is important to evaluate the overcurrent relay and test the reliability characteristics of the relay. Based on the overcurrent relay coordination test results, the calculation settings show that the relay is capable of handling maximum and minimum short-circuit currents, but with the existing settings, the relay does not function properly at minimum short-circuit currents. The maximum short-circuit current is 17.185A, and the minimum fault current is 13.828A. Comparing the calculation results with the existing settings, there are differences: for the inverse relay, the primary setting current is 494A and the secondary setting current is 0.988A, while for the definite time relay, the primary current is 3.666A and the secondary current is 7.3A with a relay operating time setting of 0.5 seconds. Meanwhile, the primary setting current value for the definite time relay is 526A and the secondary current is 1.05A, while the primary setting current for the definite time relay is 1.173A and the secondary current is 2.34A with an operating time of 0.6s. In the inverse relay, the calculated setting current value is lower than the existing setting. For the definite-time relay, the test results show a faster operating time and a higher setting current compared to the existing conditions, so the calculated results have the potential to improve the reliability of protection against overcurrent faults. By evaluating existing relay settings against calculated minimum and maximum short circuit currents, this study identifies critical gaps in generator protection. The data suggests that current settings lack the necessary sensitivity for low level fault detection. Consequently, we developed more responsive inverse and definite time relay configurations. This approach enhances the overall dependability of the protection scheme and serves as a vital technical guide for engineers tasked with optimizing overcurrent relay coordination in complex power grids."
PRAKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK AREA KOTA AMBON MENGGUNAKAN METODE TIME SERIES DAN REGRESI LINIER BERGANDA Hendra Golf; Marceau Haurissa; Hamles Latupeirissa
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Elko
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/36367a48

Abstract

Pertumbuhan kebutuhan energi listrik di Kota Ambon yang dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk menuntut adanya perencanaan penyediaan tenaga listrik yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan beban listrik Kota Ambon periode 2025–2034 dengan menggunakan metode Time Series dan Regresi Linier Berganda. Metode Time Series digunakan untuk meramalkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan jumlah penduduk sebagai variabel bebas, sedangkan metode Regresi Linier Berganda digunakan untuk memprediksi beban listrik berdasarkan hubungan antara PDRB (X?), jumlah penduduk (X?), dan beban listrik (Y). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari PT PLN (Persero) Area Ambon dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon periode 2020–2024. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa model memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat dengan nilai R sebesar 0,99554 dan R² sebesar 0,99110, yang berarti sebesar 99,1% variasi beban listrik dapat dijelaskan oleh variabel PDRB dan jumlah penduduk, sedangkan 0,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Uji signifikansi menghasilkan nilai Fhitung sebesar 111,4264 dengan nilai signifikansi 0,0089 (<0,05), sehingga model regresi dinyatakan signifikan. Hasil peramalan menggunakan metode Time Series menunjukkan bahwa PDRB Kota Ambon diperkirakan meningkat dari Rp21.097.158 pada tahun 2025 menjadi Rp33.825.595 pada tahun 2034, sedangkan jumlah penduduk meningkat dari 366.508 jiwa menjadi 407.076 jiwa pada periode yang sama. Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier berganda, beban listrik Kota Ambon diperkirakan mengalami peningkatan dari 59,103 MW pada tahun 2025 menjadi 80,885 MW pada tahun 2034, dengan laju pertumbuhan tahunan berkisar antara 3,01% hingga 4,60%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Time Series dan Regresi Linier Berganda mampu memberikan hasil peramalan yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam perencanaan pengembangan sistem penyediaan tenaga listrik di Kota Ambon pada masa mendatang.   Kata kunci: Peramalan Beban Listrik, Time Series, Regresi Linier Berganda, PDRB, Jumlah Penduduk, Kota Ambon.