Bening Prawita Sari
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Video Edukasi Atraktif Dalam Meningkatkan Keterampilan Cuci Tangan Fika Aulia; Mirawati Mirawati; Bening Prawita Sari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i1.443

Abstract

Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk membentuk perilaku masyarakat yang peduli dengan kesehatan. Salah satu upaya PHBS adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Praktik mencuci tangan dengan sabun perlu diterapkan sejak usia dini sebagai upaya mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan. Salah satu kelompok yang cocok  keberhasilan penyampaian pesan CTPS adalah anak sekolah misalnya dengan memberikan edukasi melalui video edukasi atraktif. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan menggunakan model rancangan one group pretest-posttest. Alat pengumpulan data menggunakan Checklist Keterampilan Cuci Tangan. Diperoleh hasil sebagian besar responden berketerampilan kurang dalam mencuci tangan sebanyak 26 anak (74,3%) sedangkan sesudah diberi perlakuan sebagian besar dari responden yaitu 29 anak (82,9%) berketerampilan baik dalam mencuci tangan. Nilai uji beda Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan p value (0,000) dimana nilai p value <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan cuci tangan menggunakan media video atraktif terhadap keterampilan cuci tangan pada siswa Madrasah Diniyah Awaliyah Belawang. Kata kunci: video atraktif; cuci tangan; keterampilanATTRACTIVE EDUCATIONAL VIDEOS IN IMPROVING HANDWASHING SKILLS ABSTRACT  Clean and Healthy Behavior is an effort to make people's cares about health. One of the Clean and Healthy Behavior efforts is Washing Hands with Soap. Practice of washing hands with soap needs to be applied from an early age to prevent environmental-based disease transmission. One of the groups that is suitable for successful delivery this is school children by giving handwashing counseling using attractive educational videos. This study used a Quasy Experiment design using a one group pretest-posttest. Data collect tool used the Handwashing Skills Checklist. The results of this study were most of the respondents with low skills in washing hands were 26 children (74.3%), while after being given treatment most of the respondents were 29 children (82.9%) who had good skills in washing hands. The value of the Wilcoxon Signed Rank Test difference test obtained p value (0.000) where the p value <0.05, so it can be concluded that there is an effect of attractive educational videos to improving handwashing skills in Madrasah Diniyah Awaliyah Belawang students Keywords : video attractive; hand washing; skills
FAKTOR SUAMI DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA IBU MUDA USIA Bening Prawita Sari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v4i1.603

Abstract

Pernikahan anak terjadi sebelum usia 18 tahun dan berdampak kepada kesehatan reproduksi. Banyak perempuan mengalami kesulitan di dalam menentukan jenis kontrasepsi karena ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi. Suami merupakan kepala keluarga seyogyanya harus bijak dalam mengambil keputusan. Suami yang mendukung istri dalam memilih kontrasepsi merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab oleh pria. Untuk mengetahui faktor suami dalam pemilihan kontrasepsi pada ibu muda usia<16 tahun di Kabupaten Tapin Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yaitu suami. Pengumpulan data dengan indepth interview. Faktor suami dalam pemilihan kontrasepsi; persepsi keluarga bahagia, bentuk dukungan penggunaan kontrasepsi serta harapan memiliki anak. Suami berpartisipasi dalam pemilihan kontrasepsi yaitu dengan menyetuju dan membantu memilih kontrasepsi serta mengantarkan ke bidan
Education About Anemia And Nutrition In Adolescent Girls Pratiwi Puji Lestari; Bening Prawita Sari; Darmayanti Wulandatika
Comment: an International Journal of Community Development Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Perkumpulan Peneliti Ilmu Lingkungan - Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in nutritional needs in adolescence is related to the acceleration of growth, where the nutrients that enter the body are used to increase body weight and height accompanied by an increase in the number and size of body cell tissues. in daily food consumption. Young women generally experience deficiencies of iron, calcium, and vitamin A. In addition, there are also deficiencies of vitamin B6, zinc, folic acid, iodine, vitamin D, and magnesium. One of the four nutritional problems being faced by developing countries, including Indonesia, is the problem of iron nutrition anemia. Teenage girls are among the vulnerable to suffer from anemia because young women are in their infancy and have menstruation every month which causes iron loss.The method of implementing this community service activity includes socialization to the Chairperson of the Foundation at the Puteri 'Aisyah Muhammadiyah Orphanage, Banjarmasin City for the implementation of community service activities regarding anemia prevention education in adolescents. Implementation of community service takes place according to the plan that has been made. The material was delivered and the discussion process took place during the education provision. Teens can understand the prevention of anemia in adolescents.
Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak Saraswati Haylian Chiani; Bambang Irawan; Windatania Mayasari; Bening Prawita Sari; Zahratul Hayati; Furqanul Hakim
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.237 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3089

Abstract

AbstrakAngka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini masih tercatat sebesar 33,5%. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun angka tersebut masih diatas angka Nasional sebesar 29,6%. Salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi NTB yaitu Kabupaten Dompu mencatat angka kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan per puskesmas pada tahun 2019 yaitu sebesar 2.464 (29.19%), tahun 2020 sebesar 3.011 (18.72%) dan pada tahun 2021 sebesar 3.120 (14.30%). Angka ini tergolong tinggi untuk wilayah kabupaten yang ada di Provinsi NTB. Kejadian stunting pada anak disebabkan oleh banyak faktor antara lain faktor makanan, kesehatan, perawatan, sosial, ekonomi dan politik. Berdasarkan data dan hasil penelitian sebelumnya maka perlu adanya dilakukan penelitian tentang Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak.  Adapun determinan yang akan diteliti pada penelitian ini adalah pendidikan ibu, pendapatan orangtua dan pemberian MP ASI. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak yang memiliki usia 6-23 bulan yang tinggal di 3 wilayah puskesmas sasaran yaitu Wilayah Kerja Puskesmas Soriutu, Dompu Barat dan Dompu Timur sebanyak 1.837 anak. Sementara untuk sampel penelitian ini adalah sebanyak 200 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu Acidental Sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan adalah ada pengaruh secara langsung dan tidak langsung antara pendidikan ibu (OR= 0.06; CI 95%= 0.03 hingga 0.15; p= <0.001), pendapatan orangtua (OR= 0.02; CI 95%= 0.00 hingga 0.08; p= <0.001) dan pemberian MP-ASI (OR= 0.07; CI 95%= 0.03 hingga 0.16; p= <0.001) terhadap kejadian stunting pada anak sehingga perlu adanya kerjasama dan dukungan baik dari orangtua, keluarga, pemerintah dan atenaga kesehatan untuk dapat segera mengatasi permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Dompu khususnya dan Indonesia pada umumnya.Kata Kunci: Determinan, Stunting, Anak AbstractThe prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province is currently still recorded at 33.5%. This figure shows a decrease when compared to previous years. However, this figure is still above the national figure of 29.6%. One of the regencies in NTB Province, namely Dompu Regency, recorded the incidence of stunting in children aged 0-59 months for  each Public Health Centre  in 2019 which was 2,464 (29.19%), in 2020 it was 3,011 (18.72%) and in 2021 it was 3,120 ( 14.30%). This figure is relatively high for the district in the province of NTB. The incidence of stunting in children is caused by many factors including food, health, care, social, economic and political factors. Based on the data and results of previous studies, it is necessary to conduct research on the Determinants of Child Stunting Incidence. The determinants that will be examined in this study are maternal education, parental income and the provision of complementary feeding. The research method used is quantitative research using an observational analytical research design. The population in this study were all children aged 6-23 months who lived in 3 target health centres, namely the Soriutu, West Dompu and East Dompu Community Health Centre Work Areas as many as 1,837 children. Meanwhile, the sample for this study was 200 respondents using a sampling technique, namely Accidental Sampling. The results of the research that have been carried out are that there is a direct and indirect effect between mother's education (OR= 0.06; 95% CI= 0.03 to 0.15; p= <0.001), parental income (OR= 0.02; 95% CI= 0.00 to 0.08 ; p= <0.001) and complementary feeding (OR= 0.07; 95% CI= 0.03 to 0.16; p= <0.001) on the incidence of stunting in children so there needs to be cooperation and support from parents, families, government and health workers to be able to immediately overcome the stunting problem in Dompu Regency in particular and Indonesia in general.Keywords: Determinant, Stunting, Child