Firmansyah Firmansyah
Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika Dan Bisnis, Universitas Diponegoro

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis of Communication Satellite Utilization Indonesian Banking Daffa Rizqi Prayudya; Firmansyah Firmansyah
Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 1 (2022): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v10i4.38971

Abstract

Space technology keeps innovating and giving us the benefit to make our life easier, including satellite banking. However, BRI become the first bank that own satellite and claims it could improve efficiency. Therefore, this research aims to look at the efficiency of selected banks in Indonesia and its productivity growth on efficiency by the satellite ownership. We also want to examine if the ownership of the satellite could impact bank efficiency. Methods that will be used are divided into two steps, which are DEA and Tobit regression. The result of this research shows us that bank BRI achieves the highest efficiency and productivity growth, compared with other selected banks. The ownership of satellites also has a positive significant impact on bank efficiency. It could be implied that owning satellite for banks is beneficial, policymakers should increase budget spending and other banks could own satellite.
Determining factors of foreign direct investment in Emerging Market Asia: A panel data analysis (2005-2020) Anisa Dwi Ariyani; Firmansyah Firmansyah
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v13i2.8535

Abstract

Foreign Direct Investment (FDI) is recognized as a major force that integrates developing countries into the world economy and is expected to be a key factor in driving sustainable and balanced economic growth. Emerging Market Asia countries are the host countries that receive the highest inflows of Foreign Direct Investment (FDI) compared to other emerging market countries. Even in crisis conditions, emerging market countries, especially the Asian region, are still the destination for investment because of their resilience to crisis shocks. In analyzing the determinants of Foreign Direct Investment (FDI), the variables used are Market Size, Trade Openness, Interest Rates, Control of Corruption, Education Levels and Telecommunication Infrastructure. The analytical method used is the Fixed Effect Model (FEM) Data Panel. The results of the study show that market size, corruption control and telecommunications infrastructure have a positive and significant effect on foreign direct investment inflows. The Education Level variable was found to have a negative effect on FDI inflows. While the variables of Trade Openness and Interest Rates have no significant effect. The implications of this research are that host country governments need to create an investment-friendly environment with transparent bureaucratic conditions to increase the trust of foreign investors. Additionally, governments also need to provide facilities that can support the private sector in creating productive investments, such as by improving GDP performance and enhancing infrastructure quality.
Korupsi, Institusi, dan Pertumbuhan: Asia Tenggara Fenesia Ifada Purba; Firmansyah Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 6, No 1 (2024): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v6i1.164

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dalam pandangan neoklasik memandang pasar sangat kompetitif, tanpa adanya insentif untuk menciptakan monopoli. Kebebasan untuk masuk dan bersaing di pasar akan membantu meningkatkan efisiensi dalam produksi disertai konsumsi yang bernilai tinggi. Proses pasar ini mengarah mengarah pada alokasi faktor produksi yang optimal dan maksimum. Namun, ketika suatu negara berusaha mengejar maksimalisasi output secara nasional, maka tingkat korupsi berada pada titik optimal. Melalui hal ini, institusi mempersiapkan kerangka kerja sebagai wadah transaksi dan kerja sama pada kondisi yang tidak menguntungkan. Kebebasan ekonomi yang lebih besar memungkinkan mekanisme pasar bekerja lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh korupsi dan institusi terhadap pertumbuhan negara-negara kawasan Asia Tenggara dalam rentang tahun 2010-2021. Metode penelitian menggunakan pendekatan OLS dengan model fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi memberikan manfaat bagi pertumbuhan negara-negara ASEAN. Negara-negara dengan kualitas institusi yang baik mendukung tingkat korupsi yang semakin rendah, sehingga memperoleh pertumbuhan yang semakin meningkat dalam jangka panjang.
Analisis Determinasi Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017–2023 Kamila Kasya; Firmansyah Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v7i2.182

Abstract

Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan signifikan di sektor ketenagakerjaan. Selain memiliki jumlah pengangguran yang relatif tinggi, jumlah populasi di provinsi ini juga menjadi terbesar di Indonesia. Besarnya jumlah penduduk memberikan tekanan pada pasar tenaga kerja, yang menyebabkan ketimpangan antara permintaan akan lapangan pekerjaan dan ketersediaan tenaga kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh upah minimum, produk domestik regional bruto dan indeks pembangunan manusia terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat selama periode 2017- 2023. Variabel yang dianalisis meliputi tingkat pengangguran terbuka, upah minimum, produk domestik regional bruto (PDRB) dan indeks pembangunan manusia (IPM). Data dianalisis menggunakan model regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) dengan Panel Corrected Standard Errors (PCSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel PDRB dan IPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat. Sebaliknya, variabel  upah minimum memiliki pengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, upah minimum, PDRB dan IPM secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap variabel tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat.
Guncangan Suku Bunga Kebijakan Melalui Jalur Harga Saham dan Nilai Tukar Muhammad Ruhul Affansyah Arif Wijaya; Firmansyah Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 8, No 1 (2026): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v8i1.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara jalur transmisi harga saham dan nilai tukar dalam mentransmisikan guncangan kebijakan moneter terhadap masing-masing sasaran makroekonomi (inflasi dan output) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah vector error correction model (VECM), dibangun dengan membentuk dua model untuk masing-masing jalur, dan menggunakan data triwulanan dari 2008Q1 hingga 2023Q4. Hasil empiris menunjukkan adanya perbedaan peran antara kedua jalur tersebut. Pertama, jalur nilai tukar terbukti lebih efektif dalam mengendalikan inflasi, sedangkan jalur harga saham justru menunjukkan kenaikan harga sementara (price puzzle) pada awal periode. Kedua, sebaliknya, jalur harga saham lebih efektif dalam memengaruhi pertumbuhan output, sedangkan jalur nilai tukar mengalami hambatan berupa peningkatan output sementara (output puzzle) pada awal transmisi. Oleh karena itu, terdapat trade-off kebijakan di mana stabilitas harga lebih bergantung pada pergerakan nilai tukar, sedangkan pengendalian output lebih dipengaruhi oleh kondisi pasar saham.
The Impact of Rising of Fuel Prices on Sectoral Output in Indonesia Afiska Primadewi; Firmansyah Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 6, No 1 (2024): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v6i1.159

Abstract

In 2022, the Indonesian government reallocated fuel subsidies, resulting in an average increase in fuel prices by 30%. This research aims to determine the impact of the fuel price increase on sectoral output and total output in Indonesia. The study utilizes time series data from 1980 to 2022, which is then analyzed using regression analysis with the Partial Adjustment Model (PAM) and Input-Output analysis with the classification of 185 sectors. By simulating a 30% increase in fuel prices, this study found that the fuel price hike would decrease sectoral output and total output. Additionally, the research identified the transportation sector as the most affected sector..
Inflasi di Indonesia dengan Partial Adjustment Model (PAM) Q1:2010 – Q4:2020 Muhammad Farhan; Firmansyah Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v6i2.120

Abstract

Inflasi adalah salah satu indikator makroekonomi yang digunakan untuk menilai kondisi daya beli masyarakat. Permasalahan inflasi paling besar di Indonesia terjadi pada tahun 1965, 1982, 1997 dan 2008 dampak inflasi besar tersebut berpengaruh besar pada penurunan daya beli masyarakat Indonesia pada tahun-tahun tersebut Penelitian ini menggunakan Analisa kurva Philips dengan menggunakan model Partial Adjustment Model di Indonesia dari Q1:2010 – Q4:2020 variabel yang digunakan antara lain output gap dan harga minyak mentah. output gap diestimasi dengan menggunakan data PDB seasonally adjusted dan dengan metode hodrick-prescott filter. Tujuan dari penelitian ini menganalisis inflasi di Indonesia dengan menggunakan partial adjustment model, sedangkan harga minyak mentah menggunakan data rata-rata indeks Brent, Dubai and West Texas Intermediate (WTI),  hasil estimasi menunjukan output gap berpengaruh positif dan perubahan harga minyak mentah berpengaruh secara positif, hasil tersebut menunjukan perekonomian Indonesia digerakan oleh permintaan agregat meskipun hasil estimasi tidak signifikan dan perubahan harga minyak mentah berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi
Peran Infrastruktur Transportasi dalam Pertumbuhan Ekonomi: Bukti Empiris di Lima Negara ASEAN Raka Mahendra; Firmansyah Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v7i2.189

Abstract

Infrastruktur transportasi yang memadai berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain mendukung distribusi, infrastruktur ini meningkatkan efisiensi melalui transfer teknologi serta memperkuat integrasi perdagangan dan produksi. Infrastruktur yang efektif juga mendorong produktivitas, kelancaran distribusi, dan menciptakan lingkungan ekonomi kondusif, sehingga berkontribusi secara strategis terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi antara infrastruktur transportasi yang terdiri dari panjang jalan raya, panjang jalur kereta, dan muatan kargo udara serta penelitian ini mengkaji tingkat modal dan populasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari World Bank yang mencakup data dari lima negara berkembang di kawasan ASEAN selama periode 2008-2023. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa interaksi antara infrastruktur transportasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang ASEAN. Temuan ini menegaskan infrastruktur transportasi dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, efisiensi logistik, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Selain itu, populasi dan modal juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi