Claim Missing Document
Check
Articles

Trend Fashion Busana Kerja Wanita di Masa Pandemi Covid 19 Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.285

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui trend fashion busana kerja wanita terkini di masa pandemic covid 19. Bagi seorang wanita, fashion memiliki arti yang sangat penting. Meski trend fashion bergulir dengan sangat cepat (fast fashion), terkadang tidak harus selalu mengikutinya, namun paling tidak mengetahui perkembangannya. Busana kerja pada wanita begitu banyak jenis dan modelnya. Adaptasi gaya hidup dan budaya kerja dikarenakan pandemic covid 19 tak bisa dihindari lagi. Salah satu hal yang tak dielakkan lagi yaitu pemilihan busana dalam bekerja untuk menunjang kebiasaan baru tersebut. Pandemic merubah budaya kerja masyarakat khususnya wanita, yang biasanya dari kantor, di masa lebih menekankan ke work from home (bekerja dari rumah). Dalam pemilihan busana kerja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: modelnya harus menunjang sesuai dengan aktivitas pekerjaan wanita karier tersebut: sopan, tidak mengganggu kebebasan bergerak, warna: lembut dan jangan menggunakan bermacam-macam warna, bahan yaitu: nyaman dikenakan, tidak mudah kusut, tidak tembus pandang, tidak mengkilat, tidak terlalu tebal, tidak kasar dan menyerap keringat. Pemilihan busana kerja wanita yang baik juga mengutamakan etika dan estetika dalam, yaitu meliputi pemilihan busana kerja yang sopan/tidak seksi, sepatu harus rapi, bersih dan nyaman, pakai busana kerja yang sesuai dengan ukuran pas badan, jangan memperlihatkan pakaian dalam, sesuai dengan budaya dan peraturan (norma hukum dan norma agama), kreatif dalam mempadupadankan atasan, bawahan serta aksesoris, serta menjaga penampilan diri. Adapun trend fashion item wajib dalam bekerja di era pandemic yaitu outer (jaket, cardigan dan blazer), sleeve sweater, baju APD stylist dan masker (item paling wajib yang dikenakan pada saat pandemic covid 19).
“Di Balik Muka” Analogi Rupa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover Dalam Busana Sexy Alluring Maheswari, Ni Made Dian; Ratna Cora S., Tjok Istri; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.301

Abstract

Film Moammar Emka’s Jakarta Undecover menjadi landasan menciptakan karya busana dengan judul “di Balik Muka: Analogi Rupa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover dalam Busana Sexy Alluring”. Film ini bercerita mengenai seseorang yang bercita-cita menjadi wartawan dan merantau ke Jakarta, tetapi terjebak oleh ‘wajah lain’ Jakarta dengan ‘kehidupan’ malam yang diketahui oleh segelintir orang. Gaya hidup dalam film melewati batas norma dan merusak kebudayaan Indonesia, menjadi inspirasi bertujuan memberitahukan akibat dari gaya hidup yang dapat merusak kebudayaan dan norma-norma yang ada di Indonesia. Tujuan diciptakan karya busana adalah untuk mengetahui tahapan peciptaan koleksi busana; strategi, promosi, pemasaran, branding, dan penjualan; serta sistem produksi dan bisnis. Metode penciptaan yang diterapkan adalah metode Delapan Tahapan Penciptaan Frangipani dari Ratna Cora Sudharsana. Yang terdiri dari Design brief; Research and sourcing; Design development; Prototype, sample, and construction; Final collection; Promotion, branding, and sale; Production; he business. Dengan berlandaskan teori analogi milik F.D.K. Ching; teori semiotika milik Ferdinand de Saussure; teori estetika milik Hospers; unsur desain; prinsip desain; teori strategi, branding, dan pemasaran milik Nickles dan Kotler; teori produksi dan bisnis milik Osterwalder dan Pigneur. Hasil penciptaan adalah koleksi busana yang terdiri dari busana ready to wear untuk pria, ready to wear deluxe untuk wanita, dan semi couture untuk wanita. Diciptakan menggunakan tenik menjahit dengan mesin dan tangan, manipulasi (sablon, digital printing, lukis), dan rajut. Serta fashion brand; rancangan pagelaran busana; bisnis model kanvas; cara produksi, promosi, penjualan, pemasaran.
NGELEBUR MALA: ANALOGI TRADISI SIAT SARANG DALAM BUSANA BERGAYA DRAMATIC GLAMOUR Adi, I Gusti Ngurah Krisna; Sujana, I Wayan; Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.736

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana bergaya dramatic glamour yang terinspirasi dari tradisi siat sarang yang berasal dari desa selat, kecamatan selat, kabupaten Karangasem. Siat sarang adalah sebuah tradisi penolak bala yang dilaksanakan serangkaian dengan upacara ngusaba dimel (dodol) bertujuan untuk meminta kesuburan serta terhindar dari segala kekuatan negatif yang dapat menggangu jalanya upacara. Keunikan tradisi ini menjadikan inspirasi sebagai ide pemantik dalam menciptakan karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture . Dengan mengunakan teknik digital printing, manipulation textile, embroidery, beading, dan makrame, sebagai perwujudan dari keyword yang dipilih yaitu sarang, gambar mahluk bhuta kala, sore hari dan tali persaudaraan sesuai dari visual, filosofis serta keunikan lain dari tradisi siat sarang. Selain itu juga menciptakan sebuah brand yang bernama Unique Hand dilengkapi dengan name card, prise tag, paper bag, dan paper boks yang sesuai dengan karakter dari Brand Unique Hand melalui strategi promosi, pemasaran, branding, dan penjualan dengan system bisnis model canvas. Metode penciptaan yang digunkan adalah analogi dan frangipani. Frangipani adalah delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample,Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production, The Business. Hal ini membuktikan bahwa untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal yang kita miliki bisa melalui apapun salah satunya melalui desain fashion.
Virtus Nigra Harpyopsis Novaeguinea From Tanah Papua Analogi Burung Rajawali Papua ke dalam Busana Exotic Dramatic Pratiwi, Aldina; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1489

Abstract

Burung rajawali papua adalah salah satu spesies burung rajawali terbesar di dunia yang hidup di Indonesia. Hewan ini adalah spesies endemik di Indonesia yang berada di Papua. Pada umumnya ukuran dan berat tubuh rajawali papua betina lebih besar dari yang jantan. Bagian atas berwarna coklat keabu-abuan, dada bagian atas berwarna coklat pucat, sayap lebar tiga band, paruh kuat, iris besar. Dibagian ekor, rajawali papua memiliki ekor pendek dan memiliki kaki yang panjang dan kuat.Karakteristik Rajawali Papua divisualisasikan ke dalam siluet busana dan pemilihan tone warna dengan menggunakan gaya ungkap analogi. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi akademis khususnya pada bidang fesyen dan diharapkan supaya masyarakat mengetahui dan lebih mengenal satwa yang dilindungi atau yang biasa disebut fauna endemik yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya, karena masyarakat umum belum mengerti tentang fauna endemik satu ini.
Mabo Sagara Sandra, Dewi; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1490

Abstract

Mabo Sagara adalah judul koleksi buasana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari hewan yang dilindungi yaitu Penyu Belimbing menggunakan casual look dan edgy style.Koleksi merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi haute couture. Penciptaan koleksi Mabo Sagara menggunakan delapan tahapan yaitu “Frangipani” . Tahapan-tahapan dari Seni Fashion Art. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya analogi yang akan diuraikan pada teori semiotika dan keywords berupa karapas, kulit, flipper, plastron, dan lemak. Kemudian setelah menemukan hasil dari riset mendalam mengenai keywords, dengan keywords explanation maka didapatkanlah pengaplikasian keywords pada karya dengan sedemikian rupa yang menggambarkan fisik penyu belimbing itu sendiri dengan teori estetika yang juga mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, siluet, pemilhan bahan detail sehingga terbentuk keindahan dalam busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna dari penyu belimbing itu sendiri yaitu hitam dan bercak putih, dengan menggunakan perpaduan bahan yaitu katun licra, bahan jas, leather, nylon shine, nylon latex, tile glitter, satin, dan satin duces. Busana ini mengutamakan ketegasan pada potongan dan jahitan yang rapi dan tegak, dan hanya bagian tertentu yang menggunakan teknik fabric manipulation yang berhubungan dengan keywords.
Macaca Nigra : Pitaruh Witu Jenggala Sulawesi dalam Karya Busana Sexy Alluring Sudiantari, Ni Komang Erma; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1492

Abstract

“Macaca Nigra : Pitaruh Witu Jenggala Sulawesi” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari satwa endemik Indonesia yaitu Monyet Hitam Sulawesi yang merupakan satwa endemic yang berasal dari daerah tersebut dan memiliki ciri khas pada bagian tubuhnya yang membedakannya dengan monyet lainnya. Look yang ditampilkan pada koleksi karya busana adalah Sexy Alluring yaitu Look yang menampilkan karakter tipe perempuan sexy menggoda dianggap sebagai seseorang yang sangat percaya diri.Koleksi karya busana ini merupakan jenis busana Ready To Wear Deluxe dan Semi Haute Couture. Penciptaan koleksi Macaca Nigra : Pitaruh Witu Jenggala Sulawesi menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni Fashion Art oleh Dr. Tjok Istri Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogy yang akan diuraikan pada teori dan penciptaan karya busana yang berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu, Hitam Legam, Jambul, Rambut, Raksasa, Mata.
INFERNO: Metafora Naja Sumatrana dalam Busana Look Bombshell dan Androgynous Fida, Dalil Al Quds; Sudarsana, Tjok Istri Ratna Cora; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1770

Abstract

INFERNO merupakan judul koleksi busana yang bertemakan Diversity of Indonesia, terinspirasi dari Naja Sumatrana atau ular kobra Sumatra memadukan look bombshell dan androgynous dengan konsep western modern dan style Sexy alluring. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi busana menggunakan delapan tahapan yang berjudul “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Dengan lima keywords berupa Racun, Taring, Simetris, sembur, dan tudung, tahap pengerjaan koleksi ini dilakukan dengan program magang MBKM yang bertempat pada UD Ali Charisma, dengan mengkolaborasikan ciri khas dari Ali Charisma dengan gaya dari penulis sehingga tercipta koleksi busana INFERNO. Detail warna yang digunakan dari koleksi INFERNO yaitu hitam dan dark grey yang merupakan warna dari ular kobra Sumatra, melalui perpaduan material bahan, yaitu kain tulle, kain semi vinyl, kain lycra, dan kain jaring, selain itu Teknik pengerjaan koleksi ini menggunakan Teknik cut out dan Teknik applique untuk menambahkan kesan 3D pada busana.
Mata Maloppo : The Elegance of The Ghost Monkey Andary, I Gusti Agung Intan Shania; Sukmadewi, Ida Ayu Sri; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1778

Abstract

“Mata Maloppo” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari salah satu primata endemik Sulawesi yaitu Tarsius tarsier. Tarsius tarsier merupakan makhluk nokturnal jenis primata yang memiliki tubuh kecil, berwarna cokelat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar. Nama Tarsius diambil karena ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang memanjang yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter (hampir 10 kaki) dari satu pohon ke pohon lainnya.Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi couture ditunjukan untuk mewujudkan busana wanita dengan style classic elegant dan Tarsius Tarsier sebagai ide penciptanya. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Ide pemantik ini diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci terpilih yaitu, rumpun bambu, mata besar, ekor, rambut dan nokturnal.
Troides Psyche Dewi Dasi, Ni Luh Melati; Sudarsana, Tjok Istri Ratna Cora; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1782

Abstract

Kupu-kupu Troides Dorhetyi merupakan kupu-kupu bersayap besar berwarna hitam (Jantan) dan coklat (Betina), hanya bisa ditemukan di kepulauan Talaud dan Sangihe Sulawesi Utara dan Filipina. Kupu -kupu identik dengan kesan feminim. Koleksi busana dengan judul Troides Psyche merupakan hasil kolaborasi dengan tempat magang UD Ali Charisma yaitu busana evening gown dengan style feminim. Tahapan pembuatan koleksi busana Troides Psyche menggunakan teori Prangifani dari Tcok Ratna Istri Ratna Cora Sudharsana yaitu beberapa tahapan pembuatan busana meliputi research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Sebelum memulai tahap desain, perlunya melakukan reseach target market terlebih dahulu, koleksi busana troides psyche dengan target market wanita yang memiliki sifat feminim, berani dan percaya diri. Pembuatan koleksi busana ini menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang selama 4 bulan ini diterima di tempat magang UD Ali Charisma, salah satunya yaitu ilmu bisnis marketing plan yang terdapat bisnis canvas dan pecah pola bustier.
Samudra Amerta Analogi Tradisi Muang Jong sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Busana dengan Style Feminine Romantic Sukmawati, Ni Komang Ayu; Sudharsana, Tjok Istri Ratna Cora; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 2 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muang Jong adalah ritual adat Suku Sawang, Belitung. Muang Jong terdiri dari kata ‘muang’ uang yang memiliki arti ‘buang’ dan ‘jong’ yang memiliki arti ‘miniatur kapal kecil yang berisi sesajian’. Penggabungan dari dua kata tersebut bermakna sebuah ritual mengarungkan miniatur kapal kecil yang berisi sesajian ke laut . Tradisi Muang Jong ini dituangkan ke dalam karya busana tugas akhir menggunakan gaya ungkap analogi. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan pada karya rancangan ready to wear, busana ready to wear deluxe, dan busana semi couture dengan ide pemantik tradisi Muang Jong menggunakkan metodologi penciptaan TI Ratna Cora, yaitu ‘FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion’. FRANGIPANI terdiri dari sepuluh tahapan proses perancangan desain fashion berdasarkan identitas budaya Indonesia. Sepuluh metode FRANGIPANI tersebut akan diterapkan pada tiga jenis busana akhir yang bergaya feminine romantic. Ketiga busana tersebut diberi judul Samudra Amerta, Samudra Amerta diambil dari bahasa Sansekerta. Samudra berarti laut, dan Amerta berarti abadi, penggabungan dari dua kata tersebut memiliki arti ‘laut yang abadi’. Karya busana yang penulis wujudkan menggunakan warna yang memberi kesan tenang layaknya laut, yaitu warna ungu. Warna ungu mendominasi karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture berjudul Samudra Amerta dari segi pemilihan kain, dan detail aplikasi bunga. Kesimpulan dari proses penciptaan karya tugas akhir mendeskripsikan imajinasi penulis terhadap salah satu tradisi di Indonesia yang dituangkan menjadi ide pemantik busana Tugas Akhir yang berjudul Samudra Amerta, salah satu tujuan dari mengangkat tradisi Muang Jong menjadi ide pemantik karya busana adalah untuk memperkenalkan tradisi Muang Jong kepada para pembaca dan penikmat seni.