Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IBN MADHA DAN AL NAHWU AL ARABI (STUDI KRITIS ATAS GUGATAN IBN MADHA TERHADAP KONSEP-KONSEP AL NAHWU AL ARABI) Ana Achoita
An-Nas Vol. 6 No. 1 (2022): AN-NAS: JURNAL HUMANIORA
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v6i1.2022

Abstract

Ilmu nahwu mengalami kemajuan kajian dan analisis yang sangat pesat dan signifikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya madrasah (aliran) dalam kajian ilmu nahwu. Pada masa perkembangan awal, ilmu nahwu lebih banyak didominasi oleh dua madrasah yang sangat popular, yaitu madrasah bashroh sebagai cikal bakal lahirnya ilmu nahwu, dan disusul oleh madrasah kufah. Selanjutnya bermunculan madrasah yang lainnya seperti madrasah al Bagdad, madrasah Mesir, madrasah Andalusia dan lain-lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan kategorisasi yang kemudian diinterpretasikan secara deskriptif-analisis. Kritik dan gugatan Ibnu Madha terhadap nahwu meliputi: menghilangkan konsep al ‘amil, membuang illah ke dua dan ke tiga, menghilangkan al Qiyas, dan menghilangkan Tamarin.
Pandangan Guru Akidah Akhlak terhadap Pelaksanaan Pendidikan Akhlak melalui Pembelajaran Kitab Ta’lim al-Muta’allim sebagai Strategi Pencegahan Bullying di MTs Islamiyah Syafiiyah Sedan Syafi’ul Amin; Siti Inayatul Umaroh; Ana Achoita
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1541

Abstract

This study aims to describe the perspectives of Akidah Akhlak teachers on the implementation of moral education through the teaching of the Ta’lim al-Muta’allim book as a strategy to prevent bullying at MTs Islamiyah Syafiiyah Sedan. The background of the study is the growing prevalence of bullying in schools, including verbal, physical, and social forms, which demands an approach to moral education that not only transfers knowledge but also internalizes values essential for shaping students’ character and self-control. This research employs a descriptive qualitative method using interviews, observations, and documentation. The research subjects are Akidah Akhlak teachers who directly teach Ta’lim al-Muta’allim. The data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that teachers view the book as strategically valuable for developing students’ moral character because it provides guidance on proper conduct toward teachers, peers, knowledge, and the learning environment. According to the teachers, applying the values presented in the text helps foster respect, empathy, and social responsibility, which contributes to preventing bullying behaviors. In classroom practice, teachers integrate these values through exemplary behavior, contextual advice, and reflective discussions following reading activities. Thus, the teaching of Ta’lim al-Muta’allim serves not only as academic material but also as a medium for instilling moral values that support the creation of a school culture grounded in good morals and free from bullying. These efforts strengthen students’ awareness and encourage positive daily interactions within the school.
مكانة اللغة العربية في دعم تنمية المجتمع: دراسة أدبية حول الدوافع والأساليب في عصر 5.0 Ana Achoita
Funun Arabiyyah: Journal of Arabic Education and Literature Vol. 1 No. 3 (2025): Funun Arabiyyah: Journal of Arabic Education and Literature
Publisher : Yayasan Mutiara Hati Moeslem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64131/fununarabiyyah.v1i3.58

Abstract

The Arabic language is a common bond among people in the Maghreb and the Mashreq, and a great link between a number of nations. Its connection is one of the strongest ties, and colloquial language alone is insufficient to unite these peoples, even though it is now spoken everywhere and has different dialects, because each people has its own unique way of speaking it. The Arabic language greatly influences other languages, and one manifestation of this influence is that many of the world's languages use the Arabic script for writing. It is also the key to knowledge, the lamp of understanding, and the means of perceiving what a person finds and what falls under their eyes and ears. It enables its owner to send rays of his thoughts to his people, so that they may perceive the light of his insights and find no obstacles of dogma in their path that would prevent the seekers from achieving his goal.
Integrasi Penggunaan AI (Artificial Intelligence) Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Di Mts. Al Musthofa Grabagan Nur Akhid Dul Khusna; Abdul Latif Akbar Wijaya; Ana Achoita
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.478

Abstract

Kemajuan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu teknologi yang berpotensi menghadirkan inovasi dalam proses belajar mengajar, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi AI dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, manfaat yang dihasilkan, serta tantangan yang dihadapi guru dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan studi pustaka dan wawancara bersama guru mapel Al-Qur’an Hadits di MTs Al-Musthofa Grabagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan dalam penyediaan referensi materi, pembuatan media seperti peta konsep, serta penunjang evaluasi pembelajaran. AI terbukti membantu proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan efisien. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur, kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi, serta kendala pembacaan teks Arab oleh sistem AI menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI perlu dilakukan secara bertahap, etis, dan relevan dengan prinsip syariah untuk memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadits di era digital.