Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS PEMASARAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DESA WATES KECAMATAN WONOBOYO KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH Yayan Anif Ridwan; Ryantoko Setyo Prayitno; Harum Sitepu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2881

Abstract

Potato is one of the commodities of choice to support diversification programs in order to achieve sustainable food security. The problem that is often faced in efficient potato marketing is the high and low price level at the farm level which is related to the existing marketing pattern and the large marketing margin. This study aims to determine the pattern of marketing channels, determine the cost of marketing margins and farmer's share, determine the level of efficiency in potato marketing analysis. The research was conducted in Wates village, Wonoboyo sub-district, Temanggung district from September 2021 to April 2022. The study used descriptive and Ex Post Facto methods, determining respondents using census techniques, types and sources of data used primary data and secondary data. The results showed that: 1) There are 3 marketing channels for potatoes. 2) Marketing channel marketing margin One Rp. 4,000. Marketing channel marketing margin Two Rp. 4,934.78. Marketing channel marketing margin Three Rp. 500. 3) Farmer's Share marketing channel One 70.4%. Farmer's Share of marketing channels Two 65.8%. Farmer's Share of marketing channels Three 95%. 4) Marketing efficiency of marketing channel One 3.06%. Marketing efficiency of marketing channels Two 1.93%. Marketing efficiency of marketing channels Three 0.04%. There are conclusions from this research the number of marketing agencies involved in marketing will affect the length of the marketing chain and the amount of marketing costs. INTISARIKentang merupakan salah satu komoditas pilihan untuk mendukung program diversifikasi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Permasalahan yang sering dihadapi dalam pemasaran kentang yang efisien adalah tinggi rendahnya tingkat harga di tingkat petani yang berkaitan dengan pola pemasaran yang ada dan besarnya margin pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, mengetahui besarnya biaya margin pemasaran dan farmer’s share, mengetahui tingkat efisiensi pada analisis pemasaran kentang. Penelitian dilaksanakan di desa Wates kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung pada bulan September 2021 sampai bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan Ex Post Facto, penentuan responden dengan teknik sensus, jenis dan sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Saluran pemasaran kentang terdapat 3 saluran pemasaran. 2)  Margin pemasaran saluran pemasaran Satu Rp. 4.000. Margin pemasaran saluran pemasaran Dua Rp. 4.934,78. Margin pemasaran saluran pemasaran Tiga Rp. 500. 3) Farmer’s Share saluran pemasaran Satu 70,4 %. Farmer’s Share saluran pemasaran Dua 65,8 %. Farmer’s Share saluran pemasaran Tiga 95 %. 4) Efisiensi pemasaran saluran pemasaran Satu 3,06 %. Efisiensi pemasaran saluran pemasaran Dua 1,93 %. Efisiensi pemasaran saluran pemasaran Tiga 0,04 %. Adapun kesimpulan dari penelitian ini banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran akan mempengaruhi panjang pendeknya rantai pemasaran dan besarnya biaya pemasaran.
Analisa Nilai Tambah Air Kelapa Menjadi Nata De Coco (Studi Kasus di Industri Rumah Tangga "Nata Mekar") Afidah, Emilia; Prayitno, Ryantoko Setyo; Rumiyadi, Rumiyadi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i1.68

Abstract

Pengambilan data penelitian ini dilaksanakan tanggal 28 Maret s/d 8 Juli2019 bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar pendapatan bersih /keuntungan usaha nata de coco; (2) Untuk mengetahui tingkat kelayakan usahanata de coco; (3) Untuk mengetahui nilai tambah usaha pengolahan air kelapamenjadi nata de coco. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analisis. Responden dari penelitian ini adalah industri rumahtangga Nata Mekar di Desa Megonten Kecamatan Kebonagung KabupatenDemak. Data dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggunakananalisis pendapatan, analisis kelayakan usaha [RCR, BEP(Q), BEP(Rp) ,ROI] serta analisis nilai tambah. Hasil penelitian diketahui: (1) Rata-rata pendapatan yang didapat dalam usaha pengolahan nata de coco sebesar Rp 2.159.445,- (2) Kelayakan usaha pengolahan nata de coco [RCR = 7,06, (> 1), BEP(Q) = 23,76 (Riil= 167,73 Kg), BEP(Rp)= 2.125 (Riil = Rp 15.000,-) dan ROI = 606 %]; (3)Pengolahan dari air kelapa Rp 984.189,5,- dengan rasio 95 % mentah menjadi nata de coco memberikan nilai tambah sebesar dari nilai produk. Imbalan tenaga kerjaRp 700,- dengan rasio 0,0007 % sedangkan untuk keuntungan atau imbalan bagi pemodal dan menejemen sebesar Rp 983.489,5,- dengan tingkat keuntungan 99 %dari nilai tambah. Kesimpulan: usaha pengolahan nata de coco oleh industri rumahtangga Nata Mekar memberikan keuntungan, layak diusahakan dan nilai tambahdengan kriteria rasio tinggi.
Potensi dan Kapasitas Tampung Limbah Daun Bawang Merah sebagai Pakan Domba di Kabupaten Pati Prayitno, Ryantoko Setyo; Mirnawati
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jstp.v4i2.2301

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur potensi limbah daun bawang merah sebagai hijauan pakan serta daya dukung terhadap ternak domba di Kabupaten Pati. Low external input sustainable agriculture (LEISA) yaitu pengembangan integrasi budidaya ternak dan optimalisasi pemanfaatan lahan. Sistem tersebut diterapkan sedemikian rupa sehingga ternak mendapat pakan alternatif dari limbah pertanian. Produksi dan kualitas limbah daun bawang merah diukur menggunakan cuplikan sampel pada ubinan. Ubinan menggunakan ukuran 2,5 x 2,5 m2. Model analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan produksi limbah daun bawang merah di Kabupaten Pati sebesar 52.699 ton/BK, dengan proporsi penyumbang tertinggi berada pada Kecamatan Wedarijaksa sebesar 25.141,41 ton/BK. Populasi ternak domba di Kabupaten Pati sebesar 3.828,02 ST, dan ketersediaan BK limbah daun bawang merah dapat memenuhi kebutuhan ternak domba sebanyak 272.417,66 ST/tahun. Kabupaten Pati memiliki potensi untuk pengembangan jumlah ternak domba dikarenakan daya dukung limbah daun bawang merah yang tinggi.
Pelatihan Urban Farming Sebagai Solusi Pemanfaatan Lahan Kosong di Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang Suharyono, Eko; Prayitno, Ryantoko Setyo
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 7, No 1 (2024): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v7i1.157

Abstract

Kecamatan Gajahmungkur salah satu Kecamatan di Kota Semarang dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi disertai dengan pembangunan yang pesat sehingga merubah konfigurasi alami alam. Program Urban Farming merupakan salah satu program yang diterapkan pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. Sosialisasi tentang urban farming serta pemberian benih hortikultara pada masyarakat partisipan termasuk langkah awal untuk memberikan motivasi, agar lahan yang kosong maupun pekarangan dapat ditanam dengan berbagai tanaman. Sosialisasi dilakukan dengan metode observasi, diskusi bersama dan pemberian stimulus berupa benih hortikultura. Dampak dari pelatihan ini supaya partisipan memahami konsep urban farming dan membersihkan lahan kosong yang ada di pekarangan rumah. Hasil kegiatan pelatihan urban farming di Kelurahan Bendanduwur mendapat respon yang positif dan antusiasme kelompok partisipan. Seluruh partisipan merasakan banyak manfaat dari segi estetika, kesehatan serta ekonomi dan mengakui bahwa lahan yang sebelumnya kosong menjadi terlihat lebih asri. Banyak warga non- partisipan yang mulai tertarik untuk ikut serta menerapkan program urban farming di rumah mereka sendiri. Warga yang telah menerapkan program tidak lagi membeli beberapa jenis sayur ke pasar.
Pengaruh Penggunaan Herbal Growth Promotor (HGP) pada Pakan Entok Lokal Terhadap pH, Susut Masak dan Warna Daging A. Z. Zakaria, A. Novitasari, M.N. Khamid, R.S. Prayitno, NawangsarI, D.N
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 42, No. 2 September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v42i2.560

Abstract

Pakan yang mengandung herbal menjadi alternatif pengganti penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) dalam pemeliharaan unggas. Herbal pakan dapat memberikan pengaruh yang relatif sama dengan AGP terhadap target produksi, tetapi belum diketahui pengaruh terhadap karakteristik daging yang dihasilkan. Herbal diharapkan tidak memberikan pengaruh yang merugikan karakteristik daging, sehingga tetap bernilai ekonomis. Herbal Growth Promotor (HGP) merupakan campuran dari bawang putih, kunir/kunyit, jahe, temulawak, temu hitam, temu giring, kencur, sambiloto, kelor, daun sirsak, mengkudu, mineral alami, asam amino alami, multi vitamin alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan HGP pada pakan entok lokal terhadap pH, susut masak dan warna daging entok lokal. Penelitian menggunakan 100 entok lokal dengan pemeliharaan selama 6 minggu. Perlakuan P0 pakan tanpa HGP, P1 pakan dengan HGP  0,2%, P2 pakan dengan HGP 0,4%, P3 Pakan dengan HGP 0,6%, dan P4 pakan dengan HGP 0,8%. Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menujukkan perbedaan yang tidak siginifikan terhadap pH, susut masak dan warna daging dibandingkan dengan entok lokal tanpa pemberian HGP, sehingga pemberian HGP hingga level 0,8% tidak mempengaruhi karakteristik daging entok yang dihasilkan.
Analisis Usaha Tani Jagung (Zea mays. L) Varietas NK 7328 di Kelompok Tani Barokah alam Desa Tegalsumur Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan Harum Sitepu, dan Ryantoko Setyo Prayitno, Lutfi Jauhari,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 43, No. 1 Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v43i1.586

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelompok tani Barokah Alam Desa Tegalsumur Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan pada bulan Februari-Mei 2024. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan, kelayakan finansial, serta pengaruh biaya sarana produksi (benih, pupuk, pestisida) dan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha tani Jagung NK 7328. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dipandu kuesioner kepada petani sejumlah 33 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Pendapatan usahatani jagung varietas NK 7328 rata-rata sebesar Rp. 722.441,-/ha/musim tanam, dengan R/C Ratio sebesar 1,04 (≥ 1) , BEP (Q) = 5.417 kg (riil 5.620 kg), BEP (Rp) = Rp. 3.405,- (riil Rp. 3.530,-) dan ROI = 3,84 %; 2. persamaan regresi Y =-47256,091 + 2,024 X1ns  - 1,262 X2ns  - 0,662 X3* + 0,496 X4ns (P1%; R2ajstd = 0,177). Kesimpulan : Usahatani jagung NK 7328 di Kelompok tani “Barokah Alam’ desa Tegalsumur kecamatan Brati kabupaten Grobogan menguntungkan, layak diusahakan secara finansial, dan secara simultan biaya benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung varietas NK 7328, secara parsial biaya sarana produksi pestisida berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan biaya sarana produksi (benih dan pupuk) dan tenaga kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usaha tani jagung varietas NK 7328 di kelompok tani Barokah Alam desa Tegalsumur kecamatan Brati kabupaten Grobogan.
Pelatihan Budidaya Selada Menggunakan Sistem Aquaponik di PKK Kelurahan Bendanduwur Kota Semarang Prayitno, Ryantoko Setyo; Suharyono, Eko
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 6, No 1 (2023): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v6i1.132

Abstract

Seiring berkembangnya jaman, berkurangnya lahan untuk budidaya maupun berkebun, pertumbuhan populasi yang semakin menigkat serta permintaan pangan yang terus melonjak. Kecamatan Gajahmungkur merupakan salah satu Kecamatan diKota Semarang yang pembangunan untuk dijadikan perumahan semakin hari semakin meningkat. Budidaya aquaponik dapat membantu masyarakat untuk mengatasi ketahanan pangan dengan gabungan antara budidaya ikan dan tanaman. Tujuan pelaksanaan program budidaya aquaponik ini adalah untuk memberikan pandangan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan aquaponik karena sistem ini bisa dilakukandalam skala rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pengabdian ini yaitu memberikan solusi dan aplikasi teknologi aquaponik. Budidaya aquaponik ini menggunakan tanaman selada (Lactuca sativa L.) dan jenis ikan yang digunakan adalah ikan lele (Claris gariepinus). Hasil pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan bahwa prosedur pembuatan budidaya dan perawatan aquaponik sangat mudah, mulai dari alat dan bahan yang tidak sulit dicari sehingga pembuatan budidaya aquaponik tidak mengalami hambatan. Dan dalam perawatannya juga dapat dikontrol dengan baik. Dengan ini masyarakat dapat mempraktikkan langsung dan memenuhi kebutuhan protein hewani dan nabati, serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Diharapkan masyarakat juga dapat mengkonsumsi sayuran organik bebas akan bahan kimia
ANALISIS USAHATANI PADI (Oryza sativa L. Var. Inpari 42) DI DESA KECAPI KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA Putri, Pungkas Setya; Sitepu, Harum; Prayitno, Ryantoko Setyo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4516

Abstract

This research was conducted in Kecapi Village, Tahunan Sub-district, Jepara Regency in December 2022 – March 2023. The objective of the research is to find out income, farming feasibility, and the effect of production facility costs on the income of Inpari 42 variety rice farming. The data collection method was carried out by interview guided by questionnaire to 43 farmers. The data obtained was analyzed descriptively. The results of the research indicate that: (1) The average income of the Inpari 42 variety rice farming is IDR 12,202,612/ha/planting season, with R/C Ratio of 2.18 (≥ 1), BEP (Q) = 2,467.62 kg (real 5,100 kg), BEP (IDR) = IDR 2,167,55 (real IDR 4,500) and ROI = 109.75 %; (2) There is a very real effect: production facility costs for seeds, fertilizers, pesticides, workers and tractor on income, with the regression equation Y= -570584.714 – 23.669 X1**+ 12.782 X2** – 6.273 X3ns + 0.374 X4ns + 5.458 X5**. (P<1%, R2ajst= 0,944). Conclusion: Inpari 42 variety rice farming in Kecapi Village, Tahunan Sub-district, Jepara Regency is profitable, financially feasible, and simultaneously the costs of seeds, fertilizers, pesticides, workers and tractor have a very significant effect on the income of Inpari 42 rice farming, however partially only the costs of seeds, fertilizers and tractor that have a significant effect on the income of the Inpari 42 variety rice farming. Keywords: analysis, farming, Inpari 42 rice variety. INTISARIPenelitian ini dilaksanakan di Desa Kecapi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara pada bulan Desember 2022 – Maret 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan, kelayakan usahatani, serta pengaruh biaya sarana produksi terhadap pendapatan usaha tani padi varietas Inpari 42. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dipandu kuesioner kepada petani sejumlah 43 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pendapatan usahatani padi varietas inpari 42  rata-rata sebesar Rp. 12.202.612/ha/musim tanam, dengan R/C Ratio sebesar 2,18 (≥ 1) , BEP (Q) = 2.467,62 kg (riil 5.100 kg), BEP (Rp) = Rp. 2.167,55 (riil Rp. 4.500) dan ROI = 109,75 %; (2) Ada pengaruh yang sangat nyata : biaya sarana produksi benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan traktor terhadap pendapatan, dengan  persamaan regresi Y= -570584.714 – 23.669 X1**+ 12.782 X2** – 6.273 X3ns + 0.374 X4ns + 5.458 X5**. (P<1%, R2ajst= 0,944). Kesimpulan : Usahatani padi varietas Inpari 42 di Desa Kecapi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara menguntungkan, layak diusahakan secara finansial, dan secara simultan biaya benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan traktor berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani padi varietas Inpari 42, namun secara parsial hanya biaya benih, pupuk dan traktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usaha tani padi varietas Inpari 42. Kata kunci : analisis, padi varietas Inpari 42, usahatani
Analisis Perbedaan Finansial Usahatani Kentang Granola Dan Kentang Atlantik Di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Ryantoko Setyo Prayitno dan Karyadi, Syafiq Ali Izzudin,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 41, No. 1 Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v41i1.411

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Kelayakan usahatani kentang granola dan kentang atlantik di Kabupaten Magelang; 2) Perbedaan penerimaan usahatani kentang granola dan usahatani kentang atlantik di Kabupaten Magelang; 3) Pengaruh sarana produksi  dan tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani kentang granola dan kentang atlantik di Kabupaten Magelang. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan Januari-Juni 2022. Pengambilan sampel dengan stratified random sampling. Pengujian sesuai dengan tujuan penelitian secara statistik yaitu menggunakan uji t, regresi linear berganda dan analisis kelayakan usahatani dilakukan dengan menggunakan RC Ratio, BEP(Q), BEP (Rp) dan ROI. Dari hasil penelitian dapat diketahui 1) Analisis kelayakan usahatani kentang granola dengan nilai RCR sebesar 1,52 ( 1 ), BEP(Q)=7.578 kg (riil =11.545 kg) , BEP(Rp) = Rp. 5.551 (riil = Rp 8.585,42) dan ROI = 151,58%, Sedangkan usahatani kentang atlantik dengan nilai RCR sebesar 1,28 (1), BEP(Q)=7.668 kg (riil = 11.443kg), BEP(Rp) = Rp 6.512 (riil = Rp 8.282,29) dan ROI = 127%. 2) terdapat perbedaan pendapatan yang sangat signifikan antara usahatani kentang granola dan usahatani kentang atlantik dengan t hitung = 3,665 dengan signifikansi 0,001 0,005. 3) analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan secara simultan, faktor-faktor produksi benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani kentang dan atlantik. Secara parsial faktor produksi yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani kentang granola adalah pupuk dan pestisida sedangkan pada kentang atlantik adalah pupuk dan pestisida. Kedua jenis usahatani dalam kategori menguntungkan dan layak untuk diusahakann namun usahatani kentang granola lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan usahatani kentang atlantik.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak jerami bawang merah dengan pelarut metanol terhadap bakteri Escherichia Coli secara In Vitro Prayitno, Ryantoko Setyo; Suharyono, Eko
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 6 No 2 (2024): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v6i2.10793

Abstract

The development of livestock businesses is often hampered by diseases caused by bacteria, one of which is the Escherichia Coli bacteria. One of the compounds that can ward off bacteria is flavonoids. One of the plants that contain flavonoids is shallots. The flavonoids in shallots are able to kill bacteria by denaturing bacterial cell proteins and lysing the cytoplasmic membrane. It is alleged that waste from shallots, namely shallot straw, also has potential as a natural antioxidant and antibacterial. This aims to determine the antibacterial activity of shallot straw extract with methanol solvent on Escherichia Coli bacteria. The research used two stages, the first stage was extracting shallot straw using methanol solution, the next stage was testing antibacterial activity using the disc diffusion method. The study used a completely randomized design with different concentrations of shallot straw extract (10%, 20%, and 30%). Optimum conditions to inhibit E Coli bacteria are at a concentration of 30% with an inhibition zone of 12.82 mm