Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLITIK HUKUM PEMBERIAN IZIN TINGGAL TERBATAS BAGI WNA YANG BEKERJA DAN ATAU MENIKAH DI INDONESIA Charles Christian
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Magister Ilmu Hukum dan Kenotariatan 2013
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.811 KB)

Abstract

AbstrakLahirnya undang-undang No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian telah membawa dampak besar dalam arah Politik Hukum Keimigrasian di Indonesia terutama tehadap hak dan kewajiban orang asing di Indonesia baik yang bekerja sebagai tenaga ahli ataupun yang menikah dengan WNI. Lahirnya undang-undang ini bukan tanpa kendala, melainkan masih ada disharmonisasi dengan undang-undang ketenagakerjaan. Politik hukum pemberian izin tinggal terbatas bagi WNA yang bekerja di Indonesia adalah berdasarkan pada asas manfaat secara ekonomi yang dijalankan berasarkan selective policy dengan mengedepankan perlindungan terhadap tenaga kerja dalam negeri dan memberikan keuntungan atau manfaat secara ekonomi dan ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK) kepada Negara. Sedangkan Politik hukum pemberian izin tinggal terbatas terhadap WNA yang menikah dengan WNI di Indonesia berdasarkan pada asas kesetaraan gender dan non diskriminasi serta penghormatan terhadap Hak Asasi Warga negaranya.Kata Kunci : hukum imigrasi, ijin tinggal terbatas, warga negera asing
Pemaknaan Publik terhadap Narasi Iklan dalam Platform Digital Christian, Charles; Loisa, Riris
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36467

Abstract

Over the past decade, the development of digital technology has significantly transformed marketing communication practices, particularly through digital advertising. One increasingly adopted approach is narrative, as it is considered effective in building emotional connections and creating more relevant experiences for audiences. This study aims to analyze how audiences interpret the narrative presented in a digital advertisement for a UHT milk product that offers a different approach compared to conventional milk advertisements, which typically emphasize nutritional value and positive family imagery. The research employs the narrative paradigm theory, focusing on the concepts of coherence and fidelity. A qualitative case study method was applied through in-depth interviews with four informants who had watched the advertisement. The findings reveal that audience interpretations vary, yet generally converge on a central meaning related to self-restoration and maintaining balance, both physically and emotionally. These results confirm that the meaning of digital advertising is constructed through the interaction between narrative structure and the audience’s lived experiences, rather than solely through the explicit message conveyed by the advertiser. Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik komunikasi pemasaran, khususnya melalui iklan digital. Salah satu pendekatan yang semakin sering digunakan adalah narasi, karena narasi diyakini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana khalayak memaknai narasi dalam iklan digital produk susu UHT yang menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan iklan susu konvensional yang umumnya menekankan aspek gizi dan citra keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori paradigma naratif dengan menitikberatkan pada konsep koherensi dan fidelitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang telah menyaksikan iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak bersifat beragam, namun secara umum mengarah pada makna pemulihan dan penjagaan keseimbangan diri, baik secara fisik maupun emosional. Temuan ini menegaskan bahwa makna iklan digital terbentuk melalui interaksi antara struktur narasi dan pengalaman hidup audiens, bukan semata-mata dari pesan eksplisit yang disampaikan pembuat iklan.