Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL HERITAGE

STRATEGI KEBIJAKAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO IN FM KEBUMEN DALAM MENJEMBATANI KEPENTINGAN PUBLIK Sunarsa; Ade Wahyudin; Basuki Agus Suparno

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v8i2.1924

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik Lokal memiliki peranan penting tidak hanya memberikan hiburan namun memberikan informasi yang relevan, mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal serta mampu menjembatani kepentingan masyarakat daerah, sehingga mampu memberikan kontribusi dan memberi nilai positif kepada pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat dalam pengelolaan Lembaga Penyiaran Publik Lokal di tengah tantangan industri penyiaran yang semakin ketat. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana data dan informasi didapatkan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Maka disusunlah strategi dan kebijakan yang sesuai dengan situasi dan kondisi Lembaga Penyiaran Publik Lokal IN FM Radio Kebumen. Berdasarkan analisa, strategi yang dapat diterapkan meliputi memperkuat peranan dan posisi Lembaga Penyiaran Publik Lokal dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan mengangkat budaya serta kearifan lokal. Selain itu, Memanfaatkan landasan hukum yang kuat untuk mengoptimalkan jaringan bersama lembaga terkait secara indepeden dan netral untuk membangun karakter budaya daerah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi
PENYUTRADARAAN ACARA KETHOPRAK DI RRI PURWOKERTO Sri Hastuti; Purwanto; Ade Wahyudin

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2074

Abstract

Abstrak: RRI Purwokerto mempunyai produksi acara yang bertajuk “Kethoprak” yang menunjukkan budaya lokal dan digemari oleh pendengar karena pengemasan program dibuat lebih mendekatkan pada pendengar. Acara tersebut lebih mengutamakan kreativitas dan improvisasi dengan karakter yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Sebagai pegangan, pemain mengacu pada naskah yang dibuat oleh sutradara meskipun hanya berupa kerangka cerita serta beberapa catatan yang berkaitan dengan ”Kethoprak”. Permasalahan yang dihadapi oleh RRI Purwokerto adalah tidak semua sutradara mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian kethoprak disebabkan latarbelakang budaya yang dimiliki oleh masing masing sutradara. Selain itu, tidak banyak sutradara yang tertarik sebagai sutradara kethoprak karena ada kecenderungan lebih suka menjadi sutradara drama yang dipandang lebih bersifat umum dan tidak rumit proses produksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Penyutradaraan dan konsep Ketoprak yang digambarkan secara diskriptif dengan analisa tahapan produksi mulai dari tahap perencanaan, tahap produksi dan tahap paska produksi. Perencanaan diawali dengan cara menganalisa naskah, memahami karakter dan mengoptimalkan peran kedalam naskah produksi, pada tahap produksi sutradara lebih memaksimalkan peran melalui suara, intonasi, kecepatan serta harmonisasi tokoh dalam dialog sedangkan pada tahap paska produksi lebih memperkuat nuansa yang menggambarkan tempat dan kejadian melalui music dan sound efek
STRATEGI MANAJEMEN DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PROGRAM SIARAN DUNIA DONGENG DI RRI PURWOKERTO Ari Mintarti Murbaningsih; Purwanto; Ade Wahyudin

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v8i2.2393

Abstract

Abstract:RRI Purwokerto is a public broadcasting institution that must be able to serve his audience. Broadcasting media management which is implemented in LPP RRI Purwokerto based on vision and mission is reflected in each radio program. One of the Programs in LPP RRI is Dunia Dongeng. The program is carried by a storyteller who reads a story with many characters. The purpose of the research is to determine the management strategies to maintain the existence of the Dunia Dongeng program in LPP RRI Purwokerto using SWOT Analysis. According to SWOT Analysis, there is a lot of strength and opportunities such as the storyteller is a professional and the audience segmentation is kid community. The content quality of the story is good and meaningful. The time of broadcast is determined according to the needs of the audience. Interesting and varied presentation. The analysis result can become a recommendation to improve the quality and quantity of the audience.
IMPLEMENTASI PRODUKSI PROGRAM ACARA “TEKNOTANI” DI LPP TVRI YOGYAKARTA Susilawati; Ade Wahyudin

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2492

Abstract

Program TEKNOTANI produksi TVRI Yogyakarta, masih menjadi siaran andalan bagi warga tani di wilayah Yogyakara. Sebagai program siaran andalan, TEKNOTANI diproduksi dengan kolaborasi di luar studio (outdoor) dan di dalam studio (indoor), dimana produser merangkap sebagai penulis naskah, tenaga kreatif serta tenaga kontinuitas siaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi program TEKNOTANI di LPP TVRI Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku yang teramati dari empat narasumber. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi perilaku tertentu, mempelajari dokumen tertulis, atau memeriksa visual image. Hasil yang di capai dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu tahap pra-produksi diawali dengan pencarian materi program yang bisa didapatkan dari media cetak, media elektronik maupun dari media online, serta dari jaringan narasumber sebelumnya. Selanjutnya dilakukan survey di lapangan untuk mengetahui tepat tidaknya lahan yang akan di shooting serta melakukan koordinasi dengan narasumber, siapa saja yang akan dijadikan narasumber. Pada tahap produksi merupakan pelaksanaan shooting. Pada program TEKNOTANI ini shooting dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap shooting untuk visualisasi di lapangan (outdoor) sebagai bahan insert saat produksi di studio serta shooting di studio (indoor). Hasil dari shooting di studio sudah merupakan hasil yang layak untuk disiarkan. Pada proses pasca produksi dilakukan untuk menyunting gambar dan suara yang telah diproduksi di luar studio atau di lapangan. Proses editing dilakukan melalui dua tahap yaitu editing offline, kemudian editing online.