Khairul Miswar
Politeknik Negeri Lhoksemawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Eksperimental Penambahan Admixture Sikament-NN untuk Kekuatan Tekan Beton Khairul Miswar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2277

Abstract

Salah satu yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah porositas. Porositas yang besar menyebabakan kuat tekan kecil, sebaliknya porositas yang kecil kuat tekannya semakin besar. Besar dan kecilnya porositas  dipengaruhi nilai FAS pada saat mix desing. Nilai FAS yang tinggi menyebabkan porositas besar dan sebaliknya nilai FAS rendah porositas kecil. Berdasarkan kenyataan tersebut, kita akan menggunakan nilai FAS yang rendah pada adukan beton tetapi pemadatannya tidak maksimal dan menyebabkan beton menjadi keropos sehingga menurunnya kuat tekan beton. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui workabilitas dan nilai slump beton dengan pemanfaatan sikament dan perbandingan kekuatan tekan awal dan akhir beton dengan pemanfaatan sikament tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknologi dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Almuslim Peusangan. Penelitian ini menggunakan bahan aditive sikament-NN sebagai bahan tambah yang manfaatnya berguna mempercepat pengerasan, mereduksi kebutuhan air, meningkatkan workability, meningkatkan nilai slump, meningkatkan kekuatan awal dan kekuatan akhir tinggi. Penelitian ini menggunakan benda uji kubus dengan FAS 0,45. Total benda uji 30 buah, 15 buah untuk beton normal, 15 buah untuk beton+sikament-NN. Penambahan bahan tambah sikament-NN untuk masing-masing benda uji sebesar 2% dari berat semen, pegujian kuat tekan beton dilaksanakan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian slump beton normal sebesar 8 cm dan beton +sikament-NN sebesar 24 cm atau meningkat (200%) dari beton normal. Nilai kuat tekan beton sikament NN (BSN) untuk setiap variasi umur meningkat secara signifikan sebesar 27.885 MPa, 30.044 MPa, 33.235 MPa, dan 36.717 MPa atau meningkat (20.30% , 9.92% , dan 9.65%%) dari beton normal. Terlihat bahwa sikament-NN bisa meningkatkan workability dan kekuatan awal dan akhir yang tinggi.
PEMANFAATAN BATU APUNG SEBAGAI MATERIAL BETON RINGAN Khairul Miswar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v12i1.1826

Abstract

Berat konstruksi sipil dipengaruhi oleh berat jenis beton. Berat jenis beton diatasi dengan menggunakan material yang ringan, sehingga dihasilkan beton ringan. Beton ringan juga salah satu pilihan untuk mengurangi berat bangunan.Salah satu material yang ringan yaitu batu apung. Campuran yang akan dilakukan mengacu pada faktor air semen 0,53. Pada saat pembuatan benda uji, maka banyaknya subtitusi batu apung yang akan dicampur dengan berbagai variasi persentase yaitu 0%, 30%, 50% dan 100%. Masing-masing persentase pembuatan benda uji dibuat sebanyak 5 buah.Dari data kuat tekan, beton yang disubtitusi batu apung 30% dan 50% yang mengalami pengujian memenuhi syarat minimal untuk kuat tekan beton ringan pada pemakaian struktur ringan, dimana penggunaanya sebagai dinding pemikul beban. Data kepustakaan mensyaratkan kuat tekan beton ringan untuk struktur ringan adalah 7 s/d 17 Mpa. Data pengujian didapat 10.7 Mpa untuk subtitusi batu apung 30% dan untuk subtitusi batu apung 50% didapat 7.96 Mpa. Sedangkan beton subtitusi batu apung 100% diperoleh nilai kuat tekan 5.4 Mpa.Namun rongga-rongga yang menyebabkan turunnya kuat tekan malah menyebab beton subtitusi batu apung menjadi lebih ringan dibandingkan dengan beton normal. Perbandingan hasil pengujian dibandingkan dengan referensi dari sisi berat jenis beton ringan maka beton subtitusi batu apung 50% dan 100% yang telah diuji memenuhi persyaratan sebagai beton ringan untuk struktur ringan yaitu 1404 dan 864 kg/m³ dimana kisaran beton ringan sesuai referensi adalah 800 – 1400 kg/m³.