Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SISTEM PAKAR SYARAT TUMBUH OPTIMAL TANAMAN INDUSTRI MENGGUNAKAN JAVASCRIPT DAN HTML Aneke Rintiasti; Ikhwan Krisnadi; Aan Anto Suhartono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, November 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.114 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i2.4417

Abstract

Ekspor produk non migas Indonesia salah satunya berasal dari industry perkebunan. Industri perkebunan tentunya tidak dapat dipisahkan dengan pengolahan lahan perkebunan. Basis pengetahuan berupa informasi syarat tumbuh tanaman industri, yang didapatkan melalui penelitian sebelumnya dilakukan uji coba lapangan. Pada uji coba lapangan digunakan beberapa sensor antara lain : Sensor Suhu, Sensor Kelembapan, Sensor pH. Tanaman Industri yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Cengkeh, Kopi Robusta, Kopi Arabika, Tebu, Coklat dan Teh. Pada penelitian sebelumnya melalui pohon keputusan diperoleh rule yang lebih sederhana, sehingga dapat membantu aplikasi untuk menyusun pertanyaan dan memberikan jawaban layaknya seorang pakarvdengan menggunakan 5 (lima) parameter kunci yaitu : intensitas penyinaran, pH tanah, jenis tanah, curah hujan, bulan kering. Parameter kunci ini muncul sesuai dengan tujuan pohon keputusan menyederhanakan rule, karena pakar tidak perlu menanyakan semua parameter untuk mendapatkan kesimpulan. Aplikasi Sistem Pakar telah berhasil disusun dalam aplikasi berbasis website dan menggunakan rule sesuai pohon keputusan.
Perbandingan Sensor, Komunikasi Data, Aplikasi Monitoring untuk pengembangan Modul IoT pengukuran Suhu Aneke Rintiasti; Aan Anto Suhartono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.066 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5243

Abstract

Saat ini Industri Tembakau masih banyak menggunakan tenaga manusia dalam proses produksinya. Proses fermentasi tembakau adalah menumpuk daun pada luasan dan ketinggian tertentu (disebut juga dengan staple) untuk diperolehnya proses pematangan daun secara alamiah hal inilah yang menentukan kualitas daun termasuk aroma dan rasa yang dikehendaki. Pengukuran suhu dilakukan secara manual dengan memasukkan thermometer raksa kedalam pipa yang diletakkan diantara tumpukan daun tembakau. Dari hasil percobaan diantara ketiga sensor tersebut DHT-22 ternyata lebih akurat dan presisi dalam hasil pengukuran dibanding thermistor dan juga LM35. untuk jangkauannya DHT 22 cukup simpel seperti halnya LM35 yang tinggal langsung menghubungkan ke dalam arduino. Tidak seperti thermistor yang harus ada rangkaian tambahannya terlebih dahulu. Biaya Per titik untuk Wifi menggunakan NodeMCU lebih ekonomis dibandingkan dengan RF menggunakan Zigbee. Jarak Transmit : zigbee maksimal 100 m. Verifikasi Sensor DHT 22 memenuhi. Lokasi tiap stapel dapat diketahui dari IP tiap nodeMCU.
SISTEM PAKAR SYARAT TUMBUH OPTIMAL TANAMAN INDUSTRI MENGGUNAKAN JAVASCRIPT DAN HTML Aneke Rintiasti; Ikhwan Krisnadi; Aan Anto Suhartono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, November 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.114 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i2.4417

Abstract

Ekspor produk non migas Indonesia salah satunya berasal dari industry perkebunan. Industri perkebunan tentunya tidak dapat dipisahkan dengan pengolahan lahan perkebunan. Basis pengetahuan berupa informasi syarat tumbuh tanaman industri, yang didapatkan melalui penelitian sebelumnya dilakukan uji coba lapangan. Pada uji coba lapangan digunakan beberapa sensor antara lain : Sensor Suhu, Sensor Kelembapan, Sensor pH. Tanaman Industri yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Cengkeh, Kopi Robusta, Kopi Arabika, Tebu, Coklat dan Teh. Pada penelitian sebelumnya melalui pohon keputusan diperoleh rule yang lebih sederhana, sehingga dapat membantu aplikasi untuk menyusun pertanyaan dan memberikan jawaban layaknya seorang pakarvdengan menggunakan 5 (lima) parameter kunci yaitu : intensitas penyinaran, pH tanah, jenis tanah, curah hujan, bulan kering. Parameter kunci ini muncul sesuai dengan tujuan pohon keputusan menyederhanakan rule, karena pakar tidak perlu menanyakan semua parameter untuk mendapatkan kesimpulan. Aplikasi Sistem Pakar telah berhasil disusun dalam aplikasi berbasis website dan menggunakan rule sesuai pohon keputusan.
Perbandingan Sensor, Komunikasi Data, Aplikasi Monitoring untuk pengembangan Modul IoT pengukuran Suhu Aneke Rintiasti; Aan Anto Suhartono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.066 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5243

Abstract

Saat ini Industri Tembakau masih banyak menggunakan tenaga manusia dalam proses produksinya. Proses fermentasi tembakau adalah menumpuk daun pada luasan dan ketinggian tertentu (disebut juga dengan staple) untuk diperolehnya proses pematangan daun secara alamiah hal inilah yang menentukan kualitas daun termasuk aroma dan rasa yang dikehendaki. Pengukuran suhu dilakukan secara manual dengan memasukkan thermometer raksa kedalam pipa yang diletakkan diantara tumpukan daun tembakau. Dari hasil percobaan diantara ketiga sensor tersebut DHT-22 ternyata lebih akurat dan presisi dalam hasil pengukuran dibanding thermistor dan juga LM35. untuk jangkauannya DHT 22 cukup simpel seperti halnya LM35 yang tinggal langsung menghubungkan ke dalam arduino. Tidak seperti thermistor yang harus ada rangkaian tambahannya terlebih dahulu. Biaya Per titik untuk Wifi menggunakan NodeMCU lebih ekonomis dibandingkan dengan RF menggunakan Zigbee. Jarak Transmit : zigbee maksimal 100 m. Verifikasi Sensor DHT 22 memenuhi. Lokasi tiap stapel dapat diketahui dari IP tiap nodeMCU.