Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Verifikasi Metode Pengujian Sulfat Dalam Air dan Air Limbah Sesuai SNI 6989.20 : 2009 ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.683 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2726

Abstract

Verifikasi metode pengujian sulfat dalam air dan air limbah secara turbidimetri yang mengacu pada SNI 6989.20 : 2009 telah dilakukan. Didapatkan Limit of Quantity (LOQ) = 1,921 mg/L, Method Detection Limit (MDL) = 0.6038 mg/L. Kurva kalibrasi untuk konsentrasi > 5 mg/L dan konsentrasi < 5 mg/L mempunyai derajat linearitas ( r ) =0.997 dan 0.998.  RSD presisi contoh = 3.187 %, sedangkan RSD reproducibility contoh = 2.60%. Hasil verifikasi metode tersebut memenuhi syarat keberterimaan, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di laboratorium.
Pemanfaatan Sludge Limbah Industri MSG Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.569 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1915

Abstract

Sludge Limbah MSG banyak mengandung bahan organic dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pemanfaatan sludge limbah MSG sebagai bahan baku pupuk organic perlu ditambahkan kotoran sapi dan fosfat. Penambahan kotoran sapi dan fosfat dapat meningkatkan kandungan C organic dan nilai C/N ratio. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi komposisi antara P2O5 : Limbah MSG : Kotoran Sapi, yaitu : 40:30:30 ; 30:40:30 dan 40:20:40. Komposisi yang memberikan hasil terbaik adalah 30 bagian fosfat : 40 bagian sludge limbah MSG : 30 bagian kotoran sapi. Komposisi tersebut dapat menghasilka C/N rasio sebesar 21,9.
Verifikasi metode Pengujian NO2dan SO2 Dalam Udara Ambient ardhaningtyas riza utami; liayati mahmuda
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.34 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5245

Abstract

Abstrak-- Verifikasi metode pengujian NO2 dan SO2 dalam udara ambient secara spektrofotometri  yang mengacu pada SNI7119-2 : 2017dan SNI 7119-7 : 2017 telah dilakukan di laboratorium uji Baristand industry Surabaya dan didapatkan nilai LOQ gas NO2 = 10.54 µg/Nm3, LOD = 3.16 µg/Nm3 dan MDL = 3.31 µg/Nm3. Sedangkan uji presisi didapatkan hasil yang memenuhi syarat keberterimaan. RSD uji presisi yang didapatkan adalah 1.482 kecil dari 0.5 CV horwitz, yaitu 5.702. Kurva kalibrasi yang dibuat mempunyai linearitas ( r ) = 0.999. Sedangkan nilai LOQ gas SO2 = 136.23 µg/Nm3, LOD = 40.87 µg/Nm3 dan MDL = 42.82 µg/Nm3. Sedangkan uji presisi didapatkan hasil yang memenuhi syarat keberterimaan. RSD uji presisi yang didapatkan adalah 5.330kecil dari 0.5 CV horwitz, yaitu 5.361. Kurva kalibrasi yang dibuat mempunyai linearitas ( r ) = 0.9985.Hasil verifikasi metode tersebut memenuhi syarat keberterimaan, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di laboratorium uji Baristand Industri Surabaya.
Penurunan Kadar Fosfat Dalam Limbah Rumah Sakit Dengan Menggunakan Reaktor Fitobiofilm ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Juli 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.072 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i1.4185

Abstract

Rumah Sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, didalam aktifitasnya cukup berpotensi menghasilkan limbah.Berdasarkan data yang kami dapatkan, banyak outlet IPAL rumah sakit yang berada di Surabaya dan sekitarnya belum memenuhi persyaratan Baku Mutu Air Limbah Rumah Sakit berdasarkan PERGUB JATIM No. 72 Tahun 2013, terutama kadar fosfat (PO4). Penelitian ini akan menurunkan kadar fosfat dalam outlet IPAL Rumah Sakit dengan menggunakan fitobiofilm bermedia genting dan media tanaman eceng gondok. Variasi yang digunakan adalah variasi waktu detensi 6 jam, 12 jam dan 24 jam. penurunan kadar fosfat tertinggi pada waktu detensi 24 jam, yaitu 73,24% untuk sampling 1, 92,2% untuk sampling ke 2 dan 80,10% untuk sampling ke 3.Prosentase penurunan kadar fosfat di dalam reaktor tersebut berfluktuasi, tergantung dari beban cemar yang diterima oleh reaktor. Penurunan kadar fosfat dengan menggunakan fitobiofilm lebih cepat daripada dengan menggunakan sistem wetland. Kata Kunci : limbah Rumah Sakit, fosfat, fitobiofilm, eceng gondok (Eichornia crassipes)
Implementasi Unit Dosing Iod Pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6238

Abstract

Pemerintah mempunyai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, maka untuk menunjang kebijakan tersebut, industri garam di Indonesia harus meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Keputusan Presiden No. 69 tahun 1994 tentang pengadaan garam beriodium menegaskan bahwa garam yang dapat diperdagangkan bagi keperluan konsumsi manusia, pengawet makanan atau bahan penolong industri pangan adalah garam beriodium yang telah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI). Menurut SNI  01-3556-2010, kadar minimum iodium yang ada di dalam garam konsumsi adalah 30 mg/kg. Proses iodisasi yang dilakukan di industri garam konsumsi selama ini masih menggunakan cara manual, sehingga tidak bisa dikontrol berapa dosis KIO3 yang harus ditambahkan secara tepat. Sistem iodisasi seperti ini menyebabkan kandungan KIO3dalam garam tidak merata, selain itu juga banyak KIO3 yang tercecer + 10% sehingga terjadi pemborosan. Baristand Industri Surabaya telah mendesain unit dosing iod secara otomatis sebagai solusi dari permasalahan yang timbul pada proses iodisasi garam. Unit dosing iod tersebut telah diuji coba di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Dari hasil implementasi tersebut didapatkan data bahwa garam konsumsi beryodium yang dihasilkan telah mempunyai homogenitas KIO3 yang cukup bagus dan memenuhi syarat SNI 3556 : 2010.
Verifikasi Metode Pengujian Sulfat Dalam Air dan Air Limbah Sesuai SNI 6989.20 : 2009 ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.683 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2726

Abstract

Verifikasi metode pengujian sulfat dalam air dan air limbah secara turbidimetri yang mengacu pada SNI 6989.20 : 2009 telah dilakukan. Didapatkan Limit of Quantity (LOQ) = 1,921 mg/L, Method Detection Limit (MDL) = 0.6038 mg/L. Kurva kalibrasi untuk konsentrasi > 5 mg/L dan konsentrasi < 5 mg/L mempunyai derajat linearitas ( r ) =0.997 dan 0.998.  RSD presisi contoh = 3.187 %, sedangkan RSD reproducibility contoh = 2.60%. Hasil verifikasi metode tersebut memenuhi syarat keberterimaan, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di laboratorium.
Pemanfaatan Sludge Limbah Industri MSG Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.569 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1915

Abstract

Sludge Limbah MSG banyak mengandung bahan organic dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pemanfaatan sludge limbah MSG sebagai bahan baku pupuk organic perlu ditambahkan kotoran sapi dan fosfat. Penambahan kotoran sapi dan fosfat dapat meningkatkan kandungan C organic dan nilai C/N ratio. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi komposisi antara P2O5 : Limbah MSG : Kotoran Sapi, yaitu : 40:30:30 ; 30:40:30 dan 40:20:40. Komposisi yang memberikan hasil terbaik adalah 30 bagian fosfat : 40 bagian sludge limbah MSG : 30 bagian kotoran sapi. Komposisi tersebut dapat menghasilka C/N rasio sebesar 21,9.
Verifikasi metode Pengujian NO2dan SO2 Dalam Udara Ambient ardhaningtyas riza utami; liayati mahmuda
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.34 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5245

Abstract

Abstrak-- Verifikasi metode pengujian NO2 dan SO2 dalam udara ambient secara spektrofotometri  yang mengacu pada SNI7119-2 : 2017dan SNI 7119-7 : 2017 telah dilakukan di laboratorium uji Baristand industry Surabaya dan didapatkan nilai LOQ gas NO2 = 10.54 µg/Nm3, LOD = 3.16 µg/Nm3 dan MDL = 3.31 µg/Nm3. Sedangkan uji presisi didapatkan hasil yang memenuhi syarat keberterimaan. RSD uji presisi yang didapatkan adalah 1.482 kecil dari 0.5 CV horwitz, yaitu 5.702. Kurva kalibrasi yang dibuat mempunyai linearitas ( r ) = 0.999. Sedangkan nilai LOQ gas SO2 = 136.23 µg/Nm3, LOD = 40.87 µg/Nm3 dan MDL = 42.82 µg/Nm3. Sedangkan uji presisi didapatkan hasil yang memenuhi syarat keberterimaan. RSD uji presisi yang didapatkan adalah 5.330kecil dari 0.5 CV horwitz, yaitu 5.361. Kurva kalibrasi yang dibuat mempunyai linearitas ( r ) = 0.9985.Hasil verifikasi metode tersebut memenuhi syarat keberterimaan, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di laboratorium uji Baristand Industri Surabaya.
Penurunan Kadar Fosfat Dalam Limbah Rumah Sakit Dengan Menggunakan Reaktor Fitobiofilm ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Juli 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.072 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i1.4185

Abstract

Rumah Sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, didalam aktifitasnya cukup berpotensi menghasilkan limbah.Berdasarkan data yang kami dapatkan, banyak outlet IPAL rumah sakit yang berada di Surabaya dan sekitarnya belum memenuhi persyaratan Baku Mutu Air Limbah Rumah Sakit berdasarkan PERGUB JATIM No. 72 Tahun 2013, terutama kadar fosfat (PO4). Penelitian ini akan menurunkan kadar fosfat dalam outlet IPAL Rumah Sakit dengan menggunakan fitobiofilm bermedia genting dan media tanaman eceng gondok. Variasi yang digunakan adalah variasi waktu detensi 6 jam, 12 jam dan 24 jam. penurunan kadar fosfat tertinggi pada waktu detensi 24 jam, yaitu 73,24% untuk sampling 1, 92,2% untuk sampling ke 2 dan 80,10% untuk sampling ke 3.Prosentase penurunan kadar fosfat di dalam reaktor tersebut berfluktuasi, tergantung dari beban cemar yang diterima oleh reaktor. Penurunan kadar fosfat dengan menggunakan fitobiofilm lebih cepat daripada dengan menggunakan sistem wetland. Kata Kunci : limbah Rumah Sakit, fosfat, fitobiofilm, eceng gondok (Eichornia crassipes)
Implementasi Unit Dosing Iod Pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6238

Abstract

Pemerintah mempunyai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, maka untuk menunjang kebijakan tersebut, industri garam di Indonesia harus meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Keputusan Presiden No. 69 tahun 1994 tentang pengadaan garam beriodium menegaskan bahwa garam yang dapat diperdagangkan bagi keperluan konsumsi manusia, pengawet makanan atau bahan penolong industri pangan adalah garam beriodium yang telah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI). Menurut SNI  01-3556-2010, kadar minimum iodium yang ada di dalam garam konsumsi adalah 30 mg/kg. Proses iodisasi yang dilakukan di industri garam konsumsi selama ini masih menggunakan cara manual, sehingga tidak bisa dikontrol berapa dosis KIO3 yang harus ditambahkan secara tepat. Sistem iodisasi seperti ini menyebabkan kandungan KIO3dalam garam tidak merata, selain itu juga banyak KIO3 yang tercecer + 10% sehingga terjadi pemborosan. Baristand Industri Surabaya telah mendesain unit dosing iod secara otomatis sebagai solusi dari permasalahan yang timbul pada proses iodisasi garam. Unit dosing iod tersebut telah diuji coba di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Dari hasil implementasi tersebut didapatkan data bahwa garam konsumsi beryodium yang dihasilkan telah mempunyai homogenitas KIO3 yang cukup bagus dan memenuhi syarat SNI 3556 : 2010.