Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : semar

Perubahan dan Keberlanjutan Kesenian Cetik dalam Dinamika Budaya Lampung Muhammad Yoga Supeno; Daniel de Fretes; Erlika Firanda
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.109854

Abstract

Kesenian cetik menghadapi tantangan keberlanjutan yang kompleks akibat pergeseran nilai sosial-budaya dan arus globalisasi. Artikel ini mengkaji perubahan dan keberlanjutan kesenian cetik sebagai alat musik khas masyarakat Lampung dalam konteks sosial budaya yang berkembang. Terdapat perbedaan nama instrumen ini yaitu antara cetik dan gamolan pekhing yang kerap menimbulkan perdebatan di masyarakat. Riset etnografi dilakukan di Bandar Lampung dengan melibatkan budayawan, akademisi, praktisi, dan pengrajin instrumen tradisional. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran fungsi cetik dari alat komunikasi menjadi simbol identitas dan media pendidikan. Temuan kunci mengungkap munculnya konflik otoritas budaya terkait perdebatan terminologi antara "cetik" dan "gamolan pekhing" serta rendahnya keterlibatan generasi muda meskipun kesenian cetik telah terintegrasi dalam kurikulum formal. Perubahan yang terjadi seputar kesenian cetik bersifat adaptif yakni dalam inovasi bentuk, sistem penalaan, serta estetika visual agar tetap relevan di era globalisasi. Pelestarian cetik memerlukan harmonisasi antara jalur formal dan jalur informal guna membangun ruang apresiasi yang berkelanjutan.Kata kunci: cetik; gamolan pekhing; dinamika budaya; Lampung
Karya Cipta Lagu Ikonik Sebagai Pengembangan Citra Desa Wisata Krebet Sagaf Faozata Adzkia; Muhammad Yoga Supeno; Daniel De Fretes; Gilbert Novaldo Tobing; Fery Setyaningrum
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.111061

Abstract

Artikel ini membahas strategi inovatif dalam pengembangan citra Desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul melalui penciptaan lagu ikonik sebagai media branding berbasis budaya lokal. Desa Krebet dikenal sebagai sentra batik kayu dan destinasi wisata budaya yang menghadapi tantangan regenerasi pengrajin, keterbatasan inovasi promosi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran karya cipta musik dalam memperkuat identitas budaya, mendorong partisipasi masyarakat, dan meningkatkan daya tarik pariwisata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan lagu ikonik mampu berfungsi sebagai sound branding yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, kebanggaan terhadap tradisi, serta keindahan alam dan batik kayu Krebet. Lagu ini tidak hanya menjadi sarana promosi digital, tetapi juga wahana pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat berbasis community-based empowerment. Lagu ikonik ini berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan UMKM, serta penguatan solidaritas sosial. Penerapan strategi branding digital berbasis partisipasi masyarakat sejalan dengan kebijakan Kemenparekraf dalam mendorong pariwisata berkualitas dan ekonomi kreatif berkelanjutan. Dengan demikian, model pengembangan melalui lagu ikonik dapat dijadikan contoh replikasi bagi desa wisata lain di Indonesia sebagai bentuk integrasi antara pelestarian budaya, inovasi kreatif, dan pembangunan ekonomi lokal di era digital.