Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Modifikasi Struktur Bangunan Gedung Hotel Fave Dengan Menggunakan Rangka Baja Imron Hamzah; Eka Susanti; Jaka Propika
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.49 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i1.933

Abstract

Struktur bangunan hotel fave didisain dengan material beton bertulang, namun pihak owner menginginkan struktur yang lebih efisien, dalam hal berat struktur. Maka dipilihlah material baja dengan karateristik yang sama seperti yang di inginkan pihak owner. Ide redisain menggunakan baja ini timbul karena baja memiliki berbagai keunggulan dibanding beton bertulang. Diantaranya adalah, dengan inersia yang sama, baja memiliki kapasitas yang lebih tinggi, baja juga memiliki keseragaman kualitas material yang lebih terjamin karena hasil buatan pabrik. Selain itu, baja juga memiliki daktilitas yang lebih tinggi dibanding beton bertulang dan berat struktur yang lebih ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah meredisain struktur dengan menggunakan material baja dan mengetahui perilaku struktur terhadap drift, gaya geser gempa dan partipasi massa. Hasil redisain struktur dengan menggunakan baja adalah: Balok utama dari lantai 1-12 (balok melintang WF 350.175.7.11 dan balok memanjang WF 400.200.8.13) dan balok atap (balok melintang WF 300.150.6,5.9 dan balok memanjang WF 350.175.7.11). Kolom utama lantai 1-2 (Hbeam 500.500.20.30), kolom lantai 1-2 lobby entrance (WF 400.200.8.13), kolom lantai 3-6 (Hbeam 500.500.15.30), dan kolom lantai 7-12 (WF 500.300.12.22). Bresing menggunakan Hbeam 200.200.10.16. Untuk perilaku struktur diperoleh dari hasil analisa program SAP 2000, hasil analisisnya adalah :Partisipasi massa memiliki rasio 99% 90%, Periode fundamental mencapai waktu 1,52 detik, Gaya geser dasar gempa mencapai lebih dari 85% gaya geser ijin dengan arah gesernya lebih mengarah ke sumbu X dan Y, Simpangan antar lantai terbesar adalah 12,87 mm sehingga tidak lebih dari simpangan ijin sebesar 38,50 mm.
Upper Structure of Precast Concretes Comparison: PC-I and PC-U in West Outer Ring Road, Surabaya Jaka Propika; Yanisfa Septiarsilia; Eka Susanti; Heri Istiono
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Litbang Pemas - Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v7i2.882

Abstract

Increasing of motorcycle numbers in big cities in Indonesia, especially in Surabaya. The traffic becomes crowded and road capacity is exceeded. Because of the increasing of motorcycle volume, especially in western part of Surabaya, the government built a flyover in west outer ring road to provide solution to congestion in Surabaya. This study aimed to determine the comparation between PC-I girder and PC-U girder used. In west outer ring road, the method was used to calculate prestressed beam was fully prestressed. The researcher reviewed the prestressed beam from behavior, reaction, and impact to the all of bridge structures from structure. The Software SAP 2000 V.14.2.5 is used to structure calculation analysis. According to analysis result, the calculation has been carried out, the difference ratio of the bridge floor slabs was studied. Flyover model with PC-U prestressed beam had smaller ratio than PC-I. The comparison of strand used in PC-U beams was more than PC-I with 42.22%. The maximum moment value was occurred in PC-I girder beam was 1541.979 Tons.meter and PC-U girder was 2252.599 Tons.meter. The strand requirements and cross area section was comparised too.
Analisis Retaining Wall dengan Sistem Rangka menggunakan Plat Precast Laras Laila Lestari; Jaka Propika; Dita Kamarul Fitriyah; Yanisfa Septiarsilia
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan suatu konstruksi erat kaitanya dengan tanah, sehingga sangat penting untuk menjaga kestabilan tanah yang memiliki perbedaan elevasi yang tinggi. Salah satu cara yang dilakukan adalah membangun dinding penahan tanah. Namun untuk kontur tanah yang memiliki beda elevasi lebih dari 10 meter, akan membutuhkan dinding penahan tanah dengan volume beton atau batu kali yang sangat banyak. Selain itu penggunaan sheetpile juga memiliki keterbatasan, sehingga perlu mencari alternatif dinding penahan yaitu dengan menggunakan rangka baja.Dalam merencanakan dinding penahan tanah dengan konstruksi rangka baja perlu dianalisis kebutuhan profil baja dengan menggunakkan program bantu SAP2000. Gaya yang didapat untuk analisis rangka dan pelat precast berasal dari perhitungan gaya lateral tanah maksimum. Dinding penahan tanah harus tahan terhadap gaya guling dan geser, sehingga perlu dilakukan analisis tiang pancang untuk menahan gaya aksial dan geser akibat dari gaya lateral tanah maksimum.Dari analisis yang telah dilakukan maka didapat perkuatan dinding penahan sistem rangka baja dengan tinggi 12 meter. Dimensi pelat precast yang digunakan adalah Panjang 4m x lebar1,5m x tebal 0,30m dengan profil baja H 350.350.19.21. struktur perkuatan menggunakan tiang pancang sebagai pondasinya, sehingga mampu mengatasi keterbatasan sheetpile serta kebutuhan batu kali atau beton dengan volume yang besar. Selain itu hasil analis
Komparasi Sistem Pelat Konvensional dan Sistem Pelat Precast Hollow Core Slab pada Struktur Gedung Jaka Propika; Yanisfa Septiarsilia; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4491

Abstract

Seiring dengan padatnya penduduk di Surabaya sebagai kota metropolitan, menyebabkan peningkatan pembangunan berupa rumah hunian, salah satunya rumah susun. Dalam pembangunan rusun harus diimbangi inovasi yang memadai. Maka dilakukan upaya dengan melakukan remodeling pada pelat beton konvensional (on site) menjadi pelat beton precast dengan pembebanan pelat satu arah. Dalam pelaksanaan, pelat dibagi menjadi dua sistem,yaitu satu arah dan dua araha. Perbedaannya teretak pada asumsi distribuai beban yang disalurkan ke balok. Metode yang dilakukan dengan pengambilan data dari konsultan perencana, yakni Rusun Menanggal Surabaya dengan bangunan bertingkat 5 lantai yang memilki ukuran panjang 60,6 m, lebar 23,9 m, dan tinggi 16 m. Dari data yang diperoleh, dilakukan analisa dengan melakukan preliminary design pada pelat, dan membandingkan hasil yang akan diperoleh dari kedua pemodelan menggunakan pelat konvensional maupun modifikasi. Hasil analisa menunjukkan bahwa penggunaan pelat precast Hollow Core Slab, lebih efisien jika dibandingan dengan pelat konvensional. Perbedaan bisa dilihat dari berat struktur yang dihasilkan, lebih ringan menggunakan pelat modifikasi dengan prosentase sebesar 18.68%. juga bisa dilihat besi tulangan yang digunakan, lebih ekonois menggunakan pelat precast, senilai 46%. Namun sementara pada sistem pelat satu arah, gaya dalam yang dihasilkan ada yang lebih besar pada salah satu balok induk senilai 24%.
Pemanfaatan Abu Kayu dan Fly Ash sebagai Material Pengganti Sebagian Semen Eka Susanti; Dewi Kusumaningrum; Jaka Propika; Heri Istiono; Primario Jatupasha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4563

Abstract

Penggantian sebagian semen sebagai bahan pembentuk beton, sedang dikembangkan. Hal itu untuk mengurangi efek negatif terhadap lingkungan. Fokus penelitian ini adalah memanfaatkan limbah abu kayu dan fly ash sebagai material pengganti sebagian semen. Untuk tujuan ini, campuran beton yang berbeda dirancang dengan prosentase penggunaan abu kayu 5% dan variasi campuran fly ash 5%, 10%, dan 20%. Benda uji ini menggunakan mortar berukuran 5×5×5 cm sebanyak 54 buah dengan waktu pengujian pada umur 7 dan 28 hari. Hasul pengujian pendahuluan menunjukkan penggunaan abu kayu 5% memiliki nilai kuat tekan mortar tertinggi, hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu. Hasil pengujian setting time untuk semua sample mortar beton dengan abu kayu dan variasi prosentase fly ash telah memenuhi standart waktu pengikatan semen. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa semakin banyak prosentase fly ash yang ditambahkan pada mortar abu kayu 5%, maka semakin  tinggi kuat tekannya.
Analisis Beton Precast L-Gutter sebagai Dinding Penahan Tanah dan Drainase Menggunakan Pre-Tension Method Jaka Propika; Risky Murinda; septiarsilia, Yanisfa; Heri Istiono; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24448

Abstract

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat tidak terkecuali pada dunia konstruksi. Inovasi-inovasi pada dunia konstruksi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari segi mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Seperti pada beton pracetak (precast), kemajuan teknologi telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya komponen konstruksi yang didesain. Berbagai pengembangan telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya inovasi pada beton precast, salah satu produk precast yang saat ini dikembangkan yakni L-Gutter. L-Gutter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai drainase dan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini dilakukan desain dinding penahan tanah untuk drainase menggunakan beton precast L-Gutter yang memiliki perbandingan kemiringan 1:1 dan menggunakan pre-tension method untuk menahan tekanan tanah yang besar. Direncanakan pada 2 jenis data tanah tipe A (pasir) dan tanah tipe B (lempung) dengan keadaan terburuk sebagai acuan perhitungan awal. Besar tekanan tanah yang digunakan adalah tekanan tanah terbesar yaitu tanah tipe A (pasir). Dimensi tebal pada sisi alas 1,00 m dan tebal pada sisi dinding 0,60 m dan terdapat perkuatan tiang pancang 0,30x0,30 m panjang 19 m. Gaya prategang pada sisi alas 3011,380 kN, e = 0, jumlah seven wire strand 12 buah Ø15,24 mm; gaya prategang pada sisi dinding 6022,759 kN, e = 0, seven wire strand 24 buah Ø15,24 mm. Perencanaan besi tulangan sisi alas, tulangan utama 22D16, tulangan bagi 30Ø10; besi tulangan sisi dinding, tulangan utama 14D16, tulangan bagi 16Ø10.
Analisis Beton Precast L-Gutter sebagai Dinding Penahan Tanah dan Drainase Menggunakan Pre-Tension Method Jaka Propika; Risky Murinda; septiarsilia, Yanisfa; Heri Istiono; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24448

Abstract

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat tidak terkecuali pada dunia konstruksi. Inovasi-inovasi pada dunia konstruksi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari segi mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Seperti pada beton pracetak (precast), kemajuan teknologi telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya komponen konstruksi yang didesain. Berbagai pengembangan telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya inovasi pada beton precast, salah satu produk precast yang saat ini dikembangkan yakni L-Gutter. L-Gutter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai drainase dan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini dilakukan desain dinding penahan tanah untuk drainase menggunakan beton precast L-Gutter yang memiliki perbandingan kemiringan 1:1 dan menggunakan pre-tension method untuk menahan tekanan tanah yang besar. Direncanakan pada 2 jenis data tanah tipe A (pasir) dan tanah tipe B (lempung) dengan keadaan terburuk sebagai acuan perhitungan awal. Besar tekanan tanah yang digunakan adalah tekanan tanah terbesar yaitu tanah tipe A (pasir). Dimensi tebal pada sisi alas 1,00 m dan tebal pada sisi dinding 0,60 m dan terdapat perkuatan tiang pancang 0,30x0,30 m panjang 19 m. Gaya prategang pada sisi alas 3011,380 kN, e = 0, jumlah seven wire strand 12 buah Ø15,24 mm; gaya prategang pada sisi dinding 6022,759 kN, e = 0, seven wire strand 24 buah Ø15,24 mm. Perencanaan besi tulangan sisi alas, tulangan utama 22D16, tulangan bagi 30Ø10; besi tulangan sisi dinding, tulangan utama 14D16, tulangan bagi 16Ø10.