Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Gerakan Bersih Pantai Sebagai Upaya Mengurangi Sampah di Desa Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang Erniati Erniati; Yudho Andika; Imanullah Imanullah; Imamshadiqin Imamshadiqin; Syahrial Syahrial; Misbahul Jannah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Iboih merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Sukakarya yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan, dengan kondisi itu sektor Kelautan dan Perikanan di Desa Iboih memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Salah satu potensi kelautan dan perikanan yang berada di Desa Iboih adalah wisata pantai. Banyaknya pengunjung yang berwisata ke pantai Iboih dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun, banyaknya pengunjung juga dapat menimbulkan masalah lain. Pengunjung yang berwisata seharian penuh memerlukan kebutuhan untuk makan dan lainnya. Makanan dapat mereka bawa dari rumah dan juga dapat dibeli di sekitar pantai Iboih. Hal inilah yang menjadikan timbulnya masalah karena diperlukan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan kampanye sadar lingkungan melalui kegiatan aksi bersih pantai kepada masyarakat Desa Iboih sehingga memiliki wisata pantai yang lestari. Sesi 1, Tim Pengabdian memberikan materi tentang pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan wisata pantai dalam upaya meningkatkan wisata pantai yang bersih dan alami. Sesi 2, kegiatan aksi bersih pantai yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa sosialisasi pelestarian dan kebersihan lingkungan wisata pantai Desa Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan wisata pantai sehingga dapat dikelola dengan optimal yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Pemberdayaan Nelayan Tradisional Melalui Penerapan ARUNG (Armada Terapung) di Desa Cot Seurani Kabupaten Aceh Utara Salmarika Salmarika; Imamshadiqin Imamshadiqin; T. Mudi Hafli; Fachrurozi Amir; Imanullah Imanullah; Syahril Khatami; Bagas Noviyansyah; Azman Abdul Wahid
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27506

Abstract

Ketertinggalan yang dialami oleh masyarakat pesisir khususnya nelayan saat ini adalah kurangnya akses untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan alat tangkap modern yang dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Selain itu, masih belum cukupnya pendampingan oleh pemerintah, akademisi dan stake holder juga menjadi kendala dalam pengembangan perikanan skala kecil. Salah satu kelompok nelayan kecil yang menghadapi permasalahan yang sama seperti di atasa adalah kelompok nelayan mita lam laot yang ada di Kecamatan Cot Seurani Kabupaten Aceh Utara. Nelayan kecil di daerah ini sebagian besar tidak memiliki kapal penangkapan ikan sendiri dan menjadi ABK pada kapal purse seine. Permasalahan utamanya adalah keterbatasan jumlah kapal purse seine yang ada menyebabkan tidak semua nelayan dapat tercover menjadi ABK, sehingga nelayan tidak memiliki akses untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan sama sekali. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan nelayan tradisional di Desa Cot Seurani untuk menerapkan teknologi Arung sebagai wadah yang dapat digunakan nelayan untuk melakukan kegiatan penangkapan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan dan (workshop) pembuatan Arung. Hasil dari kegiatan ini adalah telah terlaksananya kegiatan pelatihan pembuatan arung dan manajemen nelayan, penerapan teknologi Arung, pendampingan serta evaluasi dengan lancar dan mendapatkan respon yang baik dari setiap peserta. Bangunan Arung yang telah dibangun berbentuk persegi empat dengan tinggi 2 m dan luas 25 m2 pada koordinat 5o15’49.4’’N 96o55’14.3’’E. Berdasarkan hasil pendampingan dan evaluasi, bangunan Arung terlihat stabil di perairan dan nelayan sudah mendapatkan hasil tangkapan dengan menggunakan Arung sebagai wadah untuk melakukan kegiatan penangkapan.