Iskandar Hamid
Universitas Iqra Buru

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODAL SOSIAL PEKERJA MINYAK KAYU PUTIH DI DESA WAPLAU Hamiru Hamiru; M. Chairul Basrun Umanailo; Hayati Hehamahua; Iskandar Hamid
JISPO : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2019): JISPO Vol 9 No 2 2019
Publisher : Centre for Asian Social Science Research (CASSR), FISIP, UIN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i2.5199

Abstract

The social capital found in the community in Waplau Village of Buru Regency grows and develops in line with the achievement of fulfilling the necessities of life. The relationship of cooperation in the distillation of oil from eucalyptus leaves is built among landowners, tenants, renters, and receptors so that social capital is built with participation, trust, cooperation, and reciprocity become the norm which continues to be maintained. This research was conducted based on the preference for the implementation of the eucalyptus oil refining process in Waplau Village as an effort to gain profits and fulfill household needs. The research location was focused in Waplau Village considering the number of eucalyptus oil workers which was more dominant compared to other villages in Buru Regency; the research samples were eucalyptus landowners, land tenants, rental workers, and collectors. The researcher uses primary data obtained from the results of observations and direct interviews with informants. The data analysis method used proposed by Miles and Huberman and Spradley. The results showed that social capital is an indicator of the success of eucalyptus oil workers in achieving goals. The social capital aspect has a strong relationship with the existence of landowners, tenants, and rental workers, as well as working groups among anaconda, leaf sequencer, cook and laborer in completing the task of refining oil so that social capital is able to become an instrument for eucalyptus oil productivity in Waplau village.
DAYA DUKUNG KAWASAN PERDESAAN UNTUK PENGEMBANGAN WISATA BAHARI Edy Said Ningkeula; M. Chairul Basrun Umanailo; Sofian Malik; Iskandar hamid; Rosita Umanailo
JISPO : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2019): JISPO Vol 9 No 2 2019
Publisher : Centre for Asian Social Science Research (CASSR), FISIP, UIN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i2.6206

Abstract

The purpose of this study is to get a primary picture of the carrying capacity of rural areas on the West coast of Buru Island for the development of marine tourism in Buru Regency. The research will be conducted by taking samples in 3 Subdistricts namely Liliali Waplau and Airbuaya where the entire village is located on the North West coast of Buru Island and has the potential and richness of marine biota that has not been fully explored. The approach used in this study uses a qualitative approach and the number of informants to be interviewed is 20 people. For sampling techniques, researchers use stratified random sampling, which takes samples from the population by grouping them into several strata and then randomly selected from each group with the consideration that informants are considered as related parties to achieve the research objectives. This study uses data collection techniques or techniques that use observation, in-depth interviews to get data on the socio-economic conditions of the community, related to the implementation of the bupolo maghrib reciting. The analysis technique used in this study is qualitative data analysis following the concepts given by Miles and Huberman and Spradley. The results showed that coastal tourism activities by utilizing coastal and marine areas can be done directly or indirectly. The types of marine tourism that can be directly utilized on the West coast of Buru Island include boating, swimming, snorkelling, diving and fishing.
Identifikasi gulma pada areal pertanaman cengkeh (Eugenia aromatica) di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.62-71

Abstract

Kemampuan  tanaman  bersaing  dengan  gulma  ditentukan  oleh  spesies gulma,  kepadatan  gulma,  saat  dan  lama  persaingan,  cara  budidaya  dan varietas  yang  ditanam,  serta  tingkat  kesuburan  tanah.    Perbedaan  spesies akan    menentukan    kemampuan    bersaing    karena    perbedaan    sistem fotosintesis,  kondisi  perakaran  dan  keadaan  morfologinya.    Spesies  gulma yang tumbuh cepat, berhabitat besar, dan memiliki metabolisme efisien akan menjadi gulma berbahaya bagi tanaman cengkeh.   Persaingan gulma pada awal pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil dari tanaman cengkeh.  Perbedaan cara penanaman, laju pertumbuhan dan umur varietas yang ditanam, dan tingkat ketersediaan unsur hara juga akan  menentukan  besarnya  persaingan  gulma  dan  tanaman  utama  yaitu cengkeh.  Prinsip  pengendalian  gulma  pada  areal  pertanaman  cengkeh  di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan adalah dengan  menekan  jumlah  populasi  gulma  sampai  ke  tingkat    yang  secara  ekonomi tidak merugikan bagi petani cengkeh di Desa Nalbessy. Pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani cengkeh di Desa Nalbessy adalah dengan cara,  pengendalian  secara  mekanis  dan  tradisional  yaitu,    usaha  menekan pertumbuhan  gulma  dengan  cara  merusak  bagian-bagian  gulma  sehingga gulma tersebut mati atau pertumbuhannya terhambat
Teknik Pemeliharaan Tanaman Bawang Daun (Allium fistuosum L.) Secara Monokultur dan Tumpangsari di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.103 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.65-71

Abstract

Kegiatan pemeliharaan tanaman bawang daun yang dilakukan petani pada pola tanam monokultur dan tumpangsari relatif sama dan sesuai anjuran kecuali pada tahap pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Pupuk yang  diberikan masih di bawah dari dosis yang dianjurkan, serta pengendalian penyakit yang belum dilakukan oleh petani yang mengusahakan bawang daun secara monokultur.              Pengalaman berusahatani merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keterampilan petani dalam mengelola usahataninya.  Pengalaman berusahatani menunjukkan bahwa kedua petani responden memiliki kapasitas pengolahan usahatani yang lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.
Identifikasi gulma pada areal pertanaman cengkeh (Eugenia aromatica) di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.62-71

Abstract

Kemampuan  tanaman  bersaing  dengan  gulma  ditentukan  oleh  spesies gulma,  kepadatan  gulma,  saat  dan  lama  persaingan,  cara  budidaya  dan varietas  yang  ditanam,  serta  tingkat  kesuburan  tanah.    Perbedaan  spesies akan    menentukan    kemampuan    bersaing    karena    perbedaan    sistem fotosintesis,  kondisi  perakaran  dan  keadaan  morfologinya.    Spesies  gulma yang tumbuh cepat, berhabitat besar, dan memiliki metabolisme efisien akan menjadi gulma berbahaya bagi tanaman cengkeh.   Persaingan gulma pada awal pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil dari tanaman cengkeh.  Perbedaan cara penanaman, laju pertumbuhan dan umur varietas yang ditanam, dan tingkat ketersediaan unsur hara juga akan  menentukan  besarnya  persaingan  gulma  dan  tanaman  utama  yaitu cengkeh.  Prinsip  pengendalian  gulma  pada  areal  pertanaman  cengkeh  di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan adalah dengan  menekan  jumlah  populasi  gulma  sampai  ke  tingkat    yang  secara  ekonomi tidak merugikan bagi petani cengkeh di Desa Nalbessy. Pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani cengkeh di Desa Nalbessy adalah dengan cara,  pengendalian  secara  mekanis  dan  tradisional  yaitu,    usaha  menekan pertumbuhan  gulma  dengan  cara  merusak  bagian-bagian  gulma  sehingga gulma tersebut mati atau pertumbuhannya terhambat.
Teknik Pemeliharaan Tanaman Bawang Daun (Allium fistuosum L.) Secara Monokultur dan Tumpangsari di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.65-71

Abstract

Kegiatan pemeliharaan tanaman bawang daun yang dilakukan petani pada pola tanam monokultur dan tumpangsari relatif sama dan sesuai anjuran kecuali pada tahap pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Pupuk yang  diberikan masih di bawah dari dosis yang dianjurkan, serta pengendalian penyakit yang belum dilakukan oleh petani yang mengusahakan bawang daun secara monokultur. Pengalaman berusahatani merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keterampilan petani dalam mengelola usahataninya.  Pengalaman berusahatani menunjukkan bahwa kedua petani responden memiliki kapasitas pengolahan usahatani yang lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.