Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Model Gaya Hidup Nazir Sebagai Refleksi Gaya Hidup Hedon Pengkotbah Pada Zaman Milenial Timotius Haryono; Daniel Fajar Panuntun
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 3, No 2 (2019): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.544 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v3i2.146

Abstract

Pada abad ke-21 ini, media baik media cetak maupun media elektronik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sumber ide dan opini secara global dipengaruhi oleh media. Hal ini berimbas kepada masalah gaya hidup (life style). Manfaat emosional dari gaya hidup yang lebih utama daripada manfaat fungsional terjadi pada kalangan konsumen masyarakat Indonesia. Gaya hidup ini juga berdampak pada kehidupan hamba Tuhan. Gaya hidup hamba Tuhan pada masa kini di tengah zaman milenial perlu di kaji ulang sehingga kehidupan hamba Tuhan dapat dijadikan teladan yang baik, benar, dan tepat oleh seluruh orang percaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui  gaya hidup hamba Tuhan pada zaman milenal. Melalui  penelitian ini didapatkan model gaya hidup hamba Tuhan pada zaman milenial. Model gaya hidup tersebut dideskripsikan  berdasarkan prinsip, langkah-langkah, dan motivasinya. 
Pengaruh Saat Teduh dan Ibadah Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Pasangan Hidup Daniel Fajar Panuntun; Efi Nurwindayani
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.378 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v2i2.52

Abstract

Fenomena permasalahan dalam keluarga seperti perceraian dan KDRT  marak terjadi di Indonesia. Hal ini merupakan permasalahan yang serius. Berdasarkan hal tersebut perlu diadakan tindakan preventif untuk menanggulangi permasalahan tersebut yaitu melalui pengambilan keputusan memilih pasangan hidup. Berdasarkan hal tersebut perlu diadakan penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan memilih pasangan hidup.Pada penelitian ini dilakukan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan analisis uji regresi tunggal dan uji regresi ganda. Variabel penelitian yaitu X1=saat teduh, X2=beribadah di gereja, dan Y=pengambilan keputusan dalam memilih pasangan hidup. Penelitian dilakukan kepada mahasiswa Kristen se-Surakarta. Dari penelitian ini didadapatkan hasil yaitu pertama, saat teduh memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan Pasangan Hidup dengan koefisien Y= 22,446 + 0,193x. Kedua Beribadah di Gereja memiliki peraguh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan Pasangan Hidup dengan koefisien Y= 15,311 + 0,442x. Ketiga, Saat Teduh dan Beribadah di Gereja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan Pasangan Hidup dengan koefisien Y= 14, 329 + 0,383X1 +0,116X2.
Teologi Kematian Berdasarkan Perspektif Antropologi-Metafisika bagi Tradisi Ritual Kematian Toraja dan Jawa Daniel Fajar Panuntun
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 12 No 2 (2025): Pegiat Perdamaian
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v12i2.532

Abstract

The objective of this study is to formulate a theological framework for the concept of death, utilizing the lens of metaphysical anthropology. This study serves as a scholarly reference on the preservation of death ritual traditions in Indonesia, focusing on those observed by the Torajans and Javanese. The significance of this objective lies in the inclination of the Christian tradition in Indonesia to marginalize indigenous cultural practices. This study employs the primary perspective of Gijsbert van den Brink, which is subsequently subjected to constructive analysis by the perspectives of Tibor Horvath, Robert Setio, Ebenhaizer I Nuban Timo, and Jürgen Moltmann. This study presents a theology of metaphysical anthropology of death, specifically focusing on the concept of posse mori in posse non mori. The objective is to propose a solution to preserve the death ceremonial traditions observed by the Torajans and Javanese.