Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : SIMBIOSA

Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu (Lepidoptera) di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam Rossy Arisandi; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman kupu-kupu di Taman Wisata Alam  Muka Kuning Batam. Pengumpulan data menggunakan teknik survey dengan metode scan sampling, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan interpretasi angka indeks yang berupa indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks keseragaman Evennes (E) , indeks kekayaan Margalef (R), indeks Dominansi Simpson (D) dan indeks similaritas Sorenson (S). Dari penelitian ini diperoleh kupu-kupu sebanyak 23 spesies dan terdiri dari tiga famili yaitu famili Papilionidae, Pieridae dan Nymphalidae. Analisis indeks keanekaragaman kupu-kupu di lokasi penelitian tergolong sedang (2,29-2,66), keseragaman jenisnya tergolong hampir merata (0,73-0,85), kekayaan jenisnya tergolong sedang (2,81-3,52) dan tidak terdapat dominansi yang menonjol (0,08-0,12) serta indeks similaritas antara stasiun 1-2, 1-3 tergolong sedang (46,67 dan 50,00) dan indeks similaritas antara stasiun 2-3 tergolong tinggi (66,67). 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROUND CLUB TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM DI SMPN 35 BATAM Sumiati Sumiati; Fauziah Syamsi; Nurhaty Purnama Sari
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh penggunaan model pembelajaran Round club terhadap hasil belajar siswa kelas VII dalam materi Ekosistem di lingkungan SMP Negeri 35 Batam Tahun Ajaran 2013-2014. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 6 kelas, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.5. sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.6. sebagai kelas kontrol mengunakan teknik simpel random sampling pada Analisis. Data menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan Uji t. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai thitung = 2,91 sedangkan nilai ttabel = 2,00 atau T hit T tab.   Berarti Ho ditolak dan Ha diterima dengan  kesimpulan terdapat pengaruh model pembelajaran Round Club terhadap hasil belajar biologi pokok bahasan Ekosistem di lingkungan siswa kelas VII SMP Negeri 35 Batam.
Karakteristik Morfometrik, Pola Sebaran, Kepadatan dan Kondisi Lingkungan Siput Gongong Strombus canarium Di Perairan Kota Batam Ramses Ramses; Fauziah Syamsi; Notowinarto Notowinarto
SIMBIOSA Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i2.1502

Abstract

Ekologi Siput Gonggong (Strombus canarium Linnaeus, 1758) masih kurang dipahami dan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi habitat tetap biota ini sebagian besar tidak dapat dijelaskan. Biota ini sangat digemari masyarakat sebagai menu utama kuliner seafood sehinga menyebabkan tingginya penangkapan di alam. Penelitian ini bertujun untuk menganalisis aspek morfometrik, populasi (tingkat kepadatan dan pola sebaran), faktor-faktor lingkungan (kualitas air, substrat, habitat lamun) biota Siput Gonggong. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi (stasiun) yang menjadi pusat penangkapan Siput Gonggong yang ada di Pulau Jaloh, Teluk Kangkung dan Pulau Terong, Kota Batam. Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengikuti metode transek garis yang ditempatkan secara acak pada 3 titik pengamatan di setiap stasiun. Luas daerah pengamatan pada masing-masing stasium seluas 60 m2. Terdapat perbedaan morfometrik Siput Gonggong Strombus canarium pada tiga lokasi, dimana morfometrik di Pulau Jaloh memiliki ukuran lebih tinggi dari lokasi lainnya pada semua indikator ukuran. Sedangkan di Teluk Kangkung merupakan yang paling kecil untuk semua indikator ukuran. Kepadatan siput Gonggong di Pulau Jaloh  sebesar 3.58 ind/ 60m2, Teluk Kangkung 1.3 ind/60 m2, dan Pulau Terong sebesar 1.4 ind/60 m2 dengan pola sebaran pada semua lokasi mengelompok. Kualitas perairan di masing-masing lokasi pengamatan masih dalam rentang baku mutu kualitas air untuk biota. Dari ketiga lokasi penelitian ini yang dominan ditemukan jenis lamun Enhalus acoroides. Persentase tutupan lamun pada tiga lokasi yaitu Pulau Jaloh sebesar 6.5%, Teluk Kangkung sebesar 8,3%, dan Pulau Terong sebesar 14,98% masih dalam kategori rendah.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN EKOSISTEM SISWA KELAS VII SMPN 35 BATAM Zulpikar Zulfikar; Dahrul Aman Harahap; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.648

Abstract

Penelitian yang dilakukan di SMPN 35 Batam bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Advance Organizer pada hasil belajar siswa kelas VII dalam materi Ekosistem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen memanfaatkan seluruh populasi siswa kelas VII dimana sampel pengamatan kelas VII.6 sebagai kelas kontrol (X1) dan kelas VII.4 sebagai kelas eksperimen (X2) dengan mengambil sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Diperoleh data pengamatan menggunakan instrumen hasil belajar pilihan berganda. Analisis hasil data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik inferensial Uji t pada tingkat signifikansi ini α = 0,05 dengan hasil sajian adalah t hitung 4.46 t tabel 1,67. Hasil ini menyatakan bahwa bahwa hipotesis awal (H0) ditolak dan menerima ada beda nyata (Hi) artinya bahwa model pembelajaran menggunakan Advance organizer  menunjukkan beda nyata dalam hasil belajar materi ekosistim.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs UNIT SEKOLAH BARU (USB) SAGULUNG BATAM Haryanti Haryanti; Rahmi Rahmi; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.816

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan hasil biologi belajar siswa kelas VII (tujuh) di MTS Unit Sekolah Baru (USB) Sagulung Batam tahun akademik 2013/2014. Sampel penelitian adalah semua siswa dari siswa kelas VII dengan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi MTs USB, wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi tentang Kriteria kelengkapan Minimum (KKM) yang dikenakan dan untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan dan masalah hasil belajar dalam rangka mendukung informasi dalam konsep diri siswa untuk subjek Biologi serta Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data variabel konsep diri, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar Biologi. Uji hipotesis menggunakan pendekatan korelasi sederhana. Berdasarkan penelitian ini nilai korelasi r = 0,246 atau 24,6% sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan positif antara konsep diri dan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Unit Sekolah Baru Sagulung Batam.
Keanekaragaman Capung (Ordo: Odonata) di Kawasan Hutan Lindung Duriangkang Tanjung Piayu Batam Santiria Simatupang; Fauziah Syamsi; Rahmi Rahmi; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i2.2139

Abstract

Hutan Lindung Duriangkang merupakan hutan lindung terluas di kota Batam, yang memiliki peranan penting sebagai daerah resapan air dan menjaga persediaan air bersih dalam menunjang kebutuhan masyarakat sekitar. Keberadaan capung dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan karena dalam proses perkembangannya capung membutuhkan lingkungan yang baik untuk menunjang setiap fase kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas capung di kawasan hutan lindung Duriangkang, Tanjung Piayu Batam. Pengambilan data dengan menggunakan metode jelajah (visual day flying) di sepanjang jalur pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 jenis capung yang terdiri dari 4 Famili dengan total 429 individu. Indeks Keanekaragaman total sebesar 2,709 yang tergolong sedang. Indeks Kemerataan (E) sebesar 0.852 yang tergolong tinggi. Indeks Kekayaan Jenis sebesar 3.794 yang tergolong sedang, Indeks Dominansi total sebesar 0.090 yang tergolong kategori rendah atau tidak terdapat jenis yang mendominansi. Indeks Kesamaan Jenis yang diperoleh dari perbandingan stasiun 1-2 dan 1-3 tergolong sama (62% dan 63%) dan indeks kesamaan jenis dari stasiun 2-3 tergolong berlainan (36%) sehingga kualitas ekosistem pada kawasan Hutan Lindung Duriangkang tergolong stabil dan merata. Kehadiran capung sangat erat kaitannya dengan keberadaan badan perairan di suatu habitat, lebih menyenangi habitat terbuka dengan vegetasi semak dibandingkan hutan dengan hutan dengan tutupan tajuk yang rapat.
DIVERSITY OF MICROCHIROPTERAN BATS IN FOREST FRAGMENTS AND RIPARIAN ZONES IN AN OIL PALM PLANTATION ESTATE Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i1.247

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman meningkat paling pesat di dunia, dan mencakup lebih dari 13 juta ha di Asia Tenggara. Sumatera memiliki sejarah yang relatif panjang budidaya kelapa sawit komersial, dan banyak perkebunan telah menggantikan hutan hujan. Biasanya ini perkebunan monokultur mendukung spesies lebih sedikit daripada hutan, namun ada sangat sedikit informasi yang tersedia untuk kelelawar. Kami mencicipi kelelawar pemakan serangga di Sumatera Barat dalam perkebunan kelapa sawit matang di mana beberapa tutupan hutan dipertahankan di fragmen hutan di bukit-bukit dan di sepanjang sungai. Menggunakan total 180 kecapi perangkap malam kami dibandingkan dengan komunitas kelelawar dalam tiga jenis habitat: patch hutan, zona riparian dan perkebunan. Total kami ditangkap 1108 kelelawar yang mewakili 21 spesies dan 5 keluarga, dan mayoritas ini (dalam hal spesies dan kelimpahan) ditemukan di fragmen hutan. perkebunan kelapa sawit ditemukan menjadi habitat miskin untuk kelelawar - hanya empat orang dari dua spesies ditangkap. daerah pinggiran sungai didukung keanekaragaman menengah, dan mungkin penting sebagai koridor satwa liar antara fragmen hutan. Kata kunci : Biodiversitas, keleawar Microchiropteran
KELIMPAHAN HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) DI SUAKA ALAM MALAMPAH SUMATERA BARAT Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.258

Abstract

Penelitian tentang Kelimpahan Harimau Sumatera (Panthera tigris Sumatrae Pocock, 1929) di Suaka Alam Malampah Sumatera Barat, telah dilaksanakan dari bulan November 2009 sampai Februari 2010. Penelitian ini dilakukan dengan metoda pengamatan langsung (Direct Observation) dengan menggunakan perangkap kamera yang diaktifkan selama 10.693,533 jam. Hasil penelitian menyatakan bahwa di Suaka Alam Malampah ditemukan dua individu harimau dengan jenis kelamin jantan dan betina. Kelimpahan harimau yang didapatkan sebesar 0,0016 foto/jam dengan waktu aktif tertinggi terjadi pada pagi hari antara pukul 06.00 sampai 09.00. Kata kunci : Kelimpahan, Perangkap Kamera, Harimau Sumatera
KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAWASAN LAHAN BASAH KOTA BATAM Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna burung di lahan basah Kota Batam dan mengidentifikasi status lahan basah berdasarkan keanekaragaman fauna burung yang terdapat disana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017 di Rempang dan Tg. Piayu, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengamatan langsung di kawasan hutan mangrove dan sekitarnya. Pengamatan lapangan dilanjutkan analisis rekaman gambar di laboratorium. Setelah dilakukan pengamatan terhadap jenis-jenis burung di lokasi penelitian ditemukan 327 individu yang terdiri dari 7 Ordo, 12 Famili dan 23 jenis. Famili dengan jumlah individu terbanyak adalah Ardeidae yaitu sebanyak 207 individu yang terdiri dari 5 spesies. 11 spesies burung yang ditemukan di lokasi penelitian merupakan burung yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 1999. Tingkat keanekaragaman burung di dua lokasi penelitian tergolong sedang yaitu dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) burung di Rempang adalah 2,01 dan di Tg Piayu adalah 2,33. Nilai indeks kemerataan spesies (J’) di Rempang tergolong sedang, yaitu 0,66 dan di Tg. Piayu tergolong tinggi yaitu 0,82.
UJI EFEKTIVITAS MANFAAT AIR LINDI PRODUKSI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) TELAGA PUNGGUR SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN MORFOMETRIK TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans, Poir) Rika Meli Herlina; Lani Puspita; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunakan senyawa organik cair “Lindi” yang dihasilkan dari limbah sampah TPA Telaga Punggur Batam. Jenis sayuran yang digunakan adalah tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans, Poir) dengan menggunakan indikator pengamatan pertumbuhan morfometrik sebagai dasar perbandingan, yakni dengan membandingkan efek antara cairan organik lindi dengan cairan pupuk umum yang tersedia di pasar. Hasil analisis pengujian berdasarkan nilai laju pertumbuhan panjang tangkai daun dengan menggunakan uji F (α = 5%) didapat bahwa Fhitung adalah 9.39 dan Ftabel 3.88 atau nilai Fhitung Ftabel, berdasarkan hasil ini hipotesa alternatif (Hi) diterima dan menolak H0, berarti bahwa senyawa organik cair lindi telah memberikan hasil signifikan dibandingkan pupuk umum. Sedangkan analisis hasil tes berdasarkan pada jumlah daun didapat bahwa Fhitung adalah 32.06 dan Ftabel 3.88 atau nilai Fhitung Ftabel atau hipotesa menolak H0 menerima hipotesa alternatif (Hi) serta menyatakan senyawa organik cair lindi telah memberikan hasil signifikan untuk dapat menambah jumlah daun dibandingkan pupuk umum.