Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SUFISME DAN SINKRETISME ISLAM DI WILAYAH MALUKU Wuri Handoko
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 4, No 2 (2012): PATANJALA VOL. 4 NO. 2 JUNE 2012
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30959/patanjala.v4i2.131

Abstract

Abstrak Masalah sufisme dan sinkretisme adalah persoalan yang umum dalam penelitian  tentang Islam. Namun dalam studi kasus di Maluku, mungkin yang termasuk jarang terangkat. Penelitian ini dengan fokus kajian arkeologi dan antropologi, merupakan penelitian yang bertujuan selain untuk melihat sejarah dan perkembangan konversi Islam pada awal masuknya, juga melihat perkembangan praktek Islam dalam konteks kekinian. Metode penelitian ini menggabungkan metode arkeologi dan antropologi selain survei untuk pengumpulan, pendeskripsian dan analisis data arkeologi terutama data monumental juga melakukan observasi dan wawancara untuk melihat berbagai praktik ritual yang berhubungan dengan Islam masa sekarang. Berbagai data arkeologi baik secara langsung maupun tidak langsung menghasilkan bahan interpretasi tentang praktik sufisme dan sinkretisme Islam. Hal ini semakin dipertegas oleh adanya berbagai ritual yang dilakukan oleh komunitas Islam yang memadukan antara paham Islam dengan adat dan tradisi lokal yang masih bertahan sampai sekarang. Dengan demikian, karakteristik Islam di Maluku menampilkan identitas Islam yang integratif, yakni sangat mengakomodir paham-paham budaya lokal.Abstract Sufism and sincretism are common findings in research about Islam but in case study of Maluku (Moluccas) they are rarely raised. The research, focused on archaeology and anthropology, aims to investigate Islam history and conversion in the early coming of Islam as well as searching knowledge about development  of Islamic practices today.  The author combined archaeological and anthropological methods to gain information and to describe and analyse archaeological data. Survey and interview were also applied to the method. Many archaeological data, either directly or indirectly, are very fruitful in interpreting Islam sufism and sincretism in Maluku. Not to mention Islamic rituals - which is combined with local traditions and custom - practised by Islam community.  Sufism and sincretism are common findings in research about Islam but in case study of Maluku (Moluccas) they are rarely raised. The research, focused on archaeology and anthropology, aims to investigate Islam history and conversion in the early coming of Islam as well as searching knowledge about development  of Islamic practices today.  The author combined archaeological and anthropological methods to gain information and to describe and analyse archaeological data. Survey and interview were also applied to the method. Many archaeological data, either directly or indirectly, are very fruitful in interpreting Islam sufism and sincretism in Maluku. Not to mention Islamic rituals - which is combined with local traditions and custom - practised by Islam community.
AKTUALISASI HASIL PENELITIAN ARKEOLOGI DI MALUKU REFLEKSI ARKEOLOGI MALUKU TENTANG PLURALISME, INTEGRASI SOSIAL, DEMOKRASI, DAN KEDAULATAN BANGSA. Wuri Handoko
KALPATARU Vol. 21 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a valuable lesson for this nation about the understanding of pluralism, democracy, and national integrity, which are actually the national characteristics of our nation. The phenomenon of past culture that we can obtain through archaeological evidences, philosophical and cultural values that we have interpreted can serve as the bridge of social re-integration as part of our effort to build national sovereignty. The Moluccas, as an area with multi-dimensional communities and has unfortunately experienced social conflicts, is an area with abundant archaeological potencies. Out of the abundant potencies, only a small part has been revealed, and it contains meanings and values of humanism, pluralism, and democracy, which are deeply rooted and can be used as the media to build more civilized humanity, peace, tolerance, and brotherhood, which had been once destroyed although not entirely perished and if we rebuild them they will grow and flourish as the base to establish more advanced and dignified national civilization. Ada pelajaran berharga untuk bangsa ini tentang pemahaman atas pluralisme, demokrasidan integritas kebangsaan yang sesungguhnya menjadi identitas nasional bangsa kita. Fenomena kebudayaan masa lampau yang dapat kita jamah melalui bukti-bukti tinggalan arkeologi, nilainilaifilofosis dan budaya yang telah kita interpretasikan sesungguhnya mampu menjadi jembatan reintegrasi sosial sebagai bagian dalam membangun kedaulatan bangsa. Maluku, sebagai wilayah yang masyarakatnya majemuk dan pernah memiliki pengalaman pahit konflik sosial, adalah wilayah dengan potensi arkeologi yang berlimpah, dan dari yang berlimpah itu masih sebagian kecil saja yang sudah terungkap. Dari kecilnya data arkeologi yang terungkap, ternyata meyimpan makna dan nilai-nilai humanisme, pluralisme, demokrasi, yang telah berurat berakar yang bisa menjadi media membangun kemanusiaan yang lebih beradab, perdamaian, toleransi, persaudaraan, yang meskipun sempat tercerabut, tidak sampai merusak akarnya, yang jika ditanam kembali dengan baik, mampu bertumbuh dan berkembang sebagai modal membangun peradaban bangsa yang lebih maju dan bermartabat.
PERNIAGAAN DAN ISLAMISASI DI WILAYAH MALUKU Wuri Handoko
KALPATARU Vol. 22 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trade and Islamization in Moluccas, a study of the interrelationship Islam studies in other parts of the archipelago. The process of Islamization in the Moluccas in addition to the expansion of the power of embarrassment, also dominate the expansion of trade due to the competition of economic network. Economic expansion through commercial networks, is also one of the preachers strategy in expanding or spreading Islam. Mentioned in the literature, that the preachers, which are also dominated by traders, meaning that traders preachers as well. In the context of Islamization and commerce, growing trade when Islamic institutions are formed, further established trade networks between the kingdom. Through the study of literature, this paper attempts to explain. The questions that are the focus of this study is a concern in the region of Central Moluccas, it is because the region is the area of greatest spread of Islam from the Muslim power center in North Moluccas. Perdagangan dan Islamisasi di wilayah Maluku, merupakan kajian yang saling berkaitan, sebagaimana kajian Islam di wilayah Nusantara lainnya. Proses Islamisasi di wilayah Maluku selain karena perluasan kekuasaan, juga perluasan perdagangan akibat persaingan menguasasi jaringan ekonomi. Perluasan ekonomi melalui jaringan perniagaan, adalah salah satu strategi para mubaligh dalam memperluas atau menyebarkan Islam. Dalam berbagai literatur disebutkan, bahwa para mubaligh, juga didominasi oleh pedagang, artinya mubaligh sekaligus pedagang. Dalam konteks perdangan dan Islamisasi, perdagangan semakin berkembang ketika lembaga Islam terbentuk, selanjutnya terjalin jaringan niaga antar kerajaan. Melalui kajian studi pustaka, tulisan ini berusaha menjelaskan masalah tersebut. Wilayah yang menjadi fokus perhatian kajian ini adalah wilayah Maluku Tengah, hal ini mengingat wilayah ini merupakan wilayah penyebaran Islam terbesar yang berasal dari pusat kekuasaan Islam di Maluku Utara. Perjalanan panjang sejarah terbentuknya jejaring perdagangan internasional di kawasan Maluku ini.
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR MASJID KUNO DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI MALUKU Wuri Handoko
AMERTA Vol. 31 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masjid adalah produk rancang bangun, yang menandai bagaimana Islam bekembang disuatu wilayah. Hal ini karena masjid adalah penanda atau bukti utama keberadaan Islam di lingkunganmasyarakat. Dari bentuk arsitektur masjid juga dapat memberikan gambaran, darimana pengaruh Islamberasal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan data utama berupa deskripsi arsitekturmasjid untuk melihat perkembangan Islam di wilayah Maluku.Selain itu juga melihat karakteristikmasjid kuno di Maluku, yang dapat memperlihatkan ciri spesifik masjid kuno di Maluku, sekaliguskemungkinan makna simbolik dari karakteristik masjid itu sendiri.Kata Kunci: Arsitektur, Masjid, Karakteristik, Islam, Maluku. Abstract. Characteristics of Ancient Mosque Architecture and Development of Islam in theMoluccas. The mosque is a product design, which marks how Islam is developing in a region. Thisis because the mosque is the main evidence of the existence of Islam in society. The architecture ofthe mosque can also give us an idea, where the influence of Islam came. This research is qualitative,whose main data is The Moluccas mosque architecture. I Use it to see the development of Islam in theMoluccas, and to the characteristics of the ancient mosque in the region, It can show specific traits ofancient mosques in the Moluccas, as well as the possibility of symbolic meaning. Keywords: Architecture, Mosques, Characteristics, Islam, Moluccas.