Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA VIDEO ANIMASI PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN PADA KASUS FRAKTUR TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DI SMK Oscar Ari Wiryansyah; Diana
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.453

Abstract

First aid in emergency situations is the initial care provided to victims from the moment they are found until they are transported to a healthcare facility. The accuracy and quality of first aid play a crucial role in determining the victim’s subsequent condition and survival. Providing appropriate first aid for fracture cases requires adequate knowledge and strong self-confidence to ensure safe and effective actions. One effort to improve such knowledge is through health education using animated video media. This study aimed to determine the effect of health education using animated video media on emergency first aid for fracture cases on the knowledge level of students at SMK Telenika Palembang. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest design. The study population consisted of individuals within the SMK Telenika Palembang environment, with a total sample of 51 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria. The instruments used were a knowledge questionnaire and animated video media. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test. The results showed an increase in respondents’ knowledge before and after the health education intervention. The Wilcoxon test revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference. It can be concluded that health education using animated video media has a significant effect on improving students’ knowledge of emergency first aid for fracture cases at SMK Telenika Palembang.
Pendidikan Kesehatan Kegawatdaruratan Hipertensi dan Penerapan Brain Gym dalam Upaya Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia Oscar Ari Wiryansyah; Armila; Melda Pratiwi; Anggi Anggriani
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.104

Abstract

ansia rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat penuaan, seperti penurunan fungsi organ, berkurangnya elastisitas pembuluh darah, dan menurunnya kemampuan adaptasi tubuh, sehingga risiko hipertensi meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Pengendalian tekanan darah pada lansia tidak hanya melalui obat, tetapi juga melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya brain gym. Brain gym adalah rangkaian gerakan sederhana yang meningkatkan koordinasi tubuh, fungsi otak, dan relaksasi, membantu menurunkan stres, memperbaiki sirkulasi, dan menyeimbangkan sistem saraf, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah secara bertahap. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia dalam pencegahan risiko hipertensi serta pemeliharaan kesehatan melalui terapi kognitif brain gym di wilayah RT.08 Kelurahan Lebung Gajah Palembang. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan penelitian berbasis komunitas dengan melibatkan lansia secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif lansia terhadap pencegahan hipertensi. Penyampaian materi yang relevan, menarik, dan sistematis berhasil meningkatkan partisipasi serta antusiasme peserta, sehingga program dapat berjalan lebih optimal dan berdampak positif bagi kesehatan lansia.
Edukasi Pencegahan Resiko Jatuh Dan Penerapan Terapi Kognitif Pada Lansia Di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan KitaPalembang Tahun 2025 Oscar Ari Wiryansyah; Lestariyanti; Risti Nur Janah; Diana
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.113

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses degeneratif yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia adalah risiko jatuh, yang dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari cedera ringan hingga kecacatan permanen, bahkan kematian. Risiko jatuh meningkat seiring dengan penurunan fungsi fisiologis, seperti keseimbangan, kekuatan otot, penglihatan, serta refleks tubuh. Selain itu, faktor psikologis seperti gangguan kognitif, kecemasan, dan ketergantungan pada alat bantu juga turut berkontribusi terhadap tingginya kejadian jatuh pada lansia. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi kognitif. Terapi kognitif merupakan bentuk intervensi psikologis yang berfokus pada proses berpikir individu, termasuk persepsi, interpretasi, dan pola pikir yang memengaruhi emosi dan perilaku. Pada lansia, terapi kognitif dapat membantu mengatasi masalah seperti depresi ringan, kecemasan, gangguan tidur, serta penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia, sehingga mereka dapat mencegah terjadinya resiko jatuh dan menjaga kesehatan pada masa tua nya. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan penelitian berbasis komunitas, yang melibatkan lansia, secara aktif dalam pencegahan, pelaksanaan dan evaluasi program pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan promosi kesehatan berbasis komunitas berhasil meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap lansia terhadap pencegahan terjadinya resiko jatuh. Peningkatan ini dicapai melalui pendekatan dalam materi edukasi yang disampaikan, yang membuat program lebih relevan dan menarik bagi peserta dan menjadi bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.
Pendidikan Kesehatan Kegawatdaruratan Hipertensi dan Penerapan Brain Gym dalam Upaya Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia Oscar Ari Wiryansyah; Armila; Melda Pratiwi; Anggi Anggriani
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.104

Abstract

ansia rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat penuaan, seperti penurunan fungsi organ, berkurangnya elastisitas pembuluh darah, dan menurunnya kemampuan adaptasi tubuh, sehingga risiko hipertensi meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Pengendalian tekanan darah pada lansia tidak hanya melalui obat, tetapi juga melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya brain gym. Brain gym adalah rangkaian gerakan sederhana yang meningkatkan koordinasi tubuh, fungsi otak, dan relaksasi, membantu menurunkan stres, memperbaiki sirkulasi, dan menyeimbangkan sistem saraf, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah secara bertahap. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia dalam pencegahan risiko hipertensi serta pemeliharaan kesehatan melalui terapi kognitif brain gym di wilayah RT.08 Kelurahan Lebung Gajah Palembang. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan penelitian berbasis komunitas dengan melibatkan lansia secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif lansia terhadap pencegahan hipertensi. Penyampaian materi yang relevan, menarik, dan sistematis berhasil meningkatkan partisipasi serta antusiasme peserta, sehingga program dapat berjalan lebih optimal dan berdampak positif bagi kesehatan lansia.
Edukasi Pencegahan Resiko Jatuh Dan Penerapan Terapi Kognitif Pada Lansia Di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan KitaPalembang Tahun 2025 Oscar Ari Wiryansyah; Lestariyanti; Risti Nur Janah; Diana
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.113

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses degeneratif yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia adalah risiko jatuh, yang dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari cedera ringan hingga kecacatan permanen, bahkan kematian. Risiko jatuh meningkat seiring dengan penurunan fungsi fisiologis, seperti keseimbangan, kekuatan otot, penglihatan, serta refleks tubuh. Selain itu, faktor psikologis seperti gangguan kognitif, kecemasan, dan ketergantungan pada alat bantu juga turut berkontribusi terhadap tingginya kejadian jatuh pada lansia. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi kognitif. Terapi kognitif merupakan bentuk intervensi psikologis yang berfokus pada proses berpikir individu, termasuk persepsi, interpretasi, dan pola pikir yang memengaruhi emosi dan perilaku. Pada lansia, terapi kognitif dapat membantu mengatasi masalah seperti depresi ringan, kecemasan, gangguan tidur, serta penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia, sehingga mereka dapat mencegah terjadinya resiko jatuh dan menjaga kesehatan pada masa tua nya. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan penelitian berbasis komunitas, yang melibatkan lansia, secara aktif dalam pencegahan, pelaksanaan dan evaluasi program pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan promosi kesehatan berbasis komunitas berhasil meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap lansia terhadap pencegahan terjadinya resiko jatuh. Peningkatan ini dicapai melalui pendekatan dalam materi edukasi yang disampaikan, yang membuat program lebih relevan dan menarik bagi peserta dan menjadi bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.
Edukasi Berbasis CBPR Meningkatkan Efikasi Diri Menghadapi Kegawatdaruratan Hipertensi di Lebung Gajah Oscar Ari Wiryansyah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.110

Abstract

Kurangnya kemampuan masyarakat mengenali tanda bahaya hipertensi dapat menunda rujukan pada kondisi akut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri masyarakat dalam mengenali kegawatdaruratan hipertensi dan melakukan tindakan awal yang aman. Program menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) bersama Ketua RT dan kader kesehatan di RT 44 Kelurahan Lebung Gajah, Palembang. Sebanyak 30 orang dewasa dan lansia mengikuti identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi pretest-posttest. Rerata pengetahuan meningkat dari 58,7 menjadi 86,5 (27,8 poin; 47,4%). Proporsi peserta yang yakin mengenali tanda bahaya meningkat dari 36,7% menjadi 90,0%; melakukan tindakan awal dari 30,0% menjadi 86,7%; segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan dari 56,7% menjadi 96,7%; dan menghadapi kondisi darurat dari 33,3% menjadi 90,0%. Secara deskriptif, edukasi partisipatif berbasis simulasi meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri jangka pendek serta layak diintegrasikan dalam kegiatan Posbindu PTM.
Edukasi Berbasis CBPR Meningkatkan Efikasi Diri Menghadapi Kegawatdaruratan Hipertensi di Lebung Gajah Oscar Ari Wiryansyah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.110

Abstract

Kurangnya kemampuan masyarakat mengenali tanda bahaya hipertensi dapat menunda rujukan pada kondisi akut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri masyarakat dalam mengenali kegawatdaruratan hipertensi dan melakukan tindakan awal yang aman. Program menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) bersama Ketua RT dan kader kesehatan di RT 44 Kelurahan Lebung Gajah, Palembang. Sebanyak 30 orang dewasa dan lansia mengikuti identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi pretest-posttest. Rerata pengetahuan meningkat dari 58,7 menjadi 86,5 (27,8 poin; 47,4%). Proporsi peserta yang yakin mengenali tanda bahaya meningkat dari 36,7% menjadi 90,0%; melakukan tindakan awal dari 30,0% menjadi 86,7%; segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan dari 56,7% menjadi 96,7%; dan menghadapi kondisi darurat dari 33,3% menjadi 90,0%. Secara deskriptif, edukasi partisipatif berbasis simulasi meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri jangka pendek serta layak diintegrasikan dalam kegiatan Posbindu PTM.
HUBUNGAN SELF EFFICACY TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG Oscar Ari Wiryansyah; Meili Diana; Nuzula Firdaus
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i2.494

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that can negatively impact the health and quality of life of the elderly. Elderly individuals with uncontrolled hypertension are at risk of developing serious complications such as stroke and heart disease. Self-efficacy is a psychological factor that plays a crucial role in helping the elderly manage hypertension more effectively, including adherence to medication, maintaining a healthy diet, and implementing a healthy lifestyle. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and the quality of life among elderly people with hypertension at Sekip Public Health Center in Palembang. The research design is cross-sectional with a quantitative approach, involving 96 respondents selected through purposive sampling. The results showed that 74% of the elderly had high self-efficacy and 80.2% had a good quality of life. Statistical analysis using the Chi-Square test showed a significant relationship between self-efficacy and quality of life (p = 0.007; OR = 4.593). Elderly individuals with high self-efficacy are more likely to have a better quality of life compared to those with low self-efficacy. These findings suggest that efforts to enhance self-efficacy through education and social support can be an effective strategy to improve the quality of life of elderly individuals with hypertension. Training in stress management and support group facilitation is also necessary to further enhance their well-being.