Articles
Internally Financed Working Capital: Top Manager Preferences from the Perspective of Gender
Sunardi Sunardi;
Theresia Woro Damayanti;
Supramono Supramono
Journal of Economics, Business, & Accountancy Ventura Vol 23, No 1 (2020): April - July 2020
Publisher : STIE Perbanas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14414/jebav.v23i1.2133
This study seeks to investigate the differences in firm managers’ preferences in the use of internal funding to meet working capital needs. The data to be analyzed are obtained from the results of the World Bank's Productivity and the Investment Climate Survey on firm managers in 98 developing countries, with a total sample of 1,235 firm managers. The analysis techniques used are linear regression and ordinal logit analysis. This study demonstrates the gender-based differences in the proportion of the use of internal funding sources. Female top managers prefer to use internal funding sources for working capital better than top male managers. This study not only provides a better understanding of the relationship between the existence of top female managers and the preference in the use of internally financed working capital but also informs firms that aim to balance the liquidity and the capital cost efficiency in managing their working capital to provide a more significant opportunity for women to occupy top management positions.
Analisis Tingkat Koneksi Politik Terhadap Tax Avoidance: Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2015-2019
Kurnia Imanuella;
Theresia Woro Damayanti
Jurnal Penelitian Teori & Terapan Akuntansi (PETA) Vol. 7 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Akuntansi - STIE Kesuma Negara Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51289/peta.v7i1.499
Taking into consideration that the highest national income source came from the tax revenue but cannot be neglected, that tax avoidance is one of the determining factors why its operation has not been performed well. Political connections presumed to be one driver of the tax avoidance popularity. This study aimed to investigate the effect of corporate political connection towards tax avoidance. The analysis has used secondary data of manufacturing companies financial statements listed in Indonesia Stock Exchange over the period of 2015-2019. 376 qualified financial statements were processed by using panel data regression analysis through eviews. The result indicates there is a significant association between political connections and tax avoidance behaviour.
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK: CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Ichbal Rachmat Hidayat;
Theresia Woro Damayanti
Jurnal Proaksi Vol 8 No 2 (2021): Juni - Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jpk.v8i2.1873
Tingkat efektivitas pembayaran pajak di Indonesia saat ini belum maksimal, salah satunya dikarenakan masih terdapatnya agresivitas pajak dalam perusahaan manufaktur. Tingkat agresivitas pajak di beberapa negara dapat ditekan dengan melalui tingkat kepemilikan manajerial pada suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti terkait pengaruh kepemilikan manajerial perusahaan terhadap agresivitas pajak di Indonesia dengan menambahkan variabel moderasi berupa corporate governance. Pada penelitian ini agresivitas pajak diproksikan dengan effective tax rate (ETR) serta corporate governance diproksikan dengan komisaris independen dan komite audit, sedangkan ukuran perusahaan dan return on asset (ROA) sebagai tingkat profitabilitas perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data yang diambil dari laporan keuangan perusahaan manufaktur dengan rentan waktu 2015 sampai dengan 2019 (5 tahun). Populasi penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur yang sudah terdaftar dalam bursa efek Indonesia (BEI), berdasarkan hasil purposive sampling terdapat 135 perusahaan yang dipakai sebagai sampel. Pada pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan pengujian data outlier, statistik deskriptif, uji stasioneritas, uji regresi data panel, dan uji moderasi (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak di Indonesia dan corporate governance dapat memoderasi serta memperkuat hubungan antara kepemilikan manajerial terhadap agresivitas pajak di Indonesia. Keywords: Agresivitas Pajak, Corporate Governance, Kepemilikan Manajerial
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK: CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Ichbal Rachmat Hidayat;
Theresia Woro Damayanti
Jurnal Proaksi Vol 8 No 2 (2021): Juni - Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jpk.v8i2.1873
Tingkat efektivitas pembayaran pajak di Indonesia saat ini belum maksimal, salah satunya dikarenakan masih terdapatnya agresivitas pajak dalam perusahaan manufaktur. Tingkat agresivitas pajak di beberapa negara dapat ditekan dengan melalui tingkat kepemilikan manajerial pada suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti terkait pengaruh kepemilikan manajerial perusahaan terhadap agresivitas pajak di Indonesia dengan menambahkan variabel moderasi berupa corporate governance. Pada penelitian ini agresivitas pajak diproksikan dengan effective tax rate (ETR) serta corporate governance diproksikan dengan komisaris independen dan komite audit, sedangkan ukuran perusahaan dan return on asset (ROA) sebagai tingkat profitabilitas perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data yang diambil dari laporan keuangan perusahaan manufaktur dengan rentan waktu 2015 sampai dengan 2019 (5 tahun). Populasi penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur yang sudah terdaftar dalam bursa efek Indonesia (BEI), berdasarkan hasil purposive sampling terdapat 135 perusahaan yang dipakai sebagai sampel. Pada pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan pengujian data outlier, statistik deskriptif, uji stasioneritas, uji regresi data panel, dan uji moderasi (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak di Indonesia dan corporate governance dapat memoderasi serta memperkuat hubungan antara kepemilikan manajerial terhadap agresivitas pajak di Indonesia. Keywords: Agresivitas Pajak, Corporate Governance, Kepemilikan Manajerial
KONVERGENSI IFRS, KUALITAS AUDIT, DAN MANAJEMEN LABA
Fitri Ramadhani;
Theresia Woro Damayanti
Akutansi Bisnis & Manajemen ( ABM ) Vol 27 No 1 (2020): April
Publisher : STIE Malangkucecwara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.578 KB)
|
DOI: 10.35606/jabm.v27i1.549
The purpose of this study is to analyzed how the IFRS convergence influence earnings management with audit quality as a moderating variable. The study was conducted on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2008-2018 obtained using the purposive sampling method. The results of the study using panel data analysis showed that IFRS convergence negatively and significantly affected earnings management.This shows that the convergence of IFRS has an impact on the decline in earnings management practices. However, this study failed to prove audit quality as a moderating variable.
PENGHINDARAN PAJAK: EFEK STRUKTUR KEPEMILIKAN ASING DAN PREFERENSI RISIKO CEO & CFO
Dwi Bakti Kristyana Putri;
Theresia Woro Damayanti
Akutansi Bisnis & Manajemen ( ABM ) Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : STIE Malangkucecwara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.873 KB)
|
DOI: 10.35606/jabm.v28i1.807
Realisasi penerimaan pajak tahun 2010-2018 belum bisa memenuhi target yang ditetapkan karena adanya indikasi wajib pajak melakukan tindakan meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan celah dan ambiguitas peraturan perpajakan. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tindakan ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh struktur kepemilikan asing dan preferensi risiko CEO&CFO terhadap tindakan penghindaran pajak pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2010-2018. Sampel didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 13 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Teknik analisis menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program eviews. Hasil penelitian menemukan bahwa struktur kepemilikan asing dan preferensi risiko CEO&CFO berpengaruh negatif terhadap tindakan penghindaran pajak.
PENGHINDARAN PAJAK: EFEK STRUKTUR KEPEMILIKAN ASING DAN PREFERENSI RISIKO CEO & CFO
Dwi Bakti Kristyana Putri;
Theresia Woro Damayanti
Akutansi Bisnis & Manajemen ( ABM ) Vol 28 No 1 (2021): April
Publisher : STIE Malangkucecwara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.873 KB)
|
DOI: 10.35606/jabm.v28i1.807
Realisasi penerimaan pajak tahun 2010-2018 belum bisa memenuhi target yang ditetapkan karena adanya indikasi wajib pajak melakukan tindakan meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan celah dan ambiguitas peraturan perpajakan. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tindakan ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh struktur kepemilikan asing dan preferensi risiko CEO&CFO terhadap tindakan penghindaran pajak pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2010-2018. Sampel didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 13 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Teknik analisis menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program eviews. Hasil penelitian menemukan bahwa struktur kepemilikan asing dan preferensi risiko CEO&CFO berpengaruh negatif terhadap tindakan penghindaran pajak.
Pengampunan Pajak Berulang dan Kepastian Hukum dalam Kepatuhan Pajak di Indonesia: Sebuah Quasi Eksperimen
Ade Lisa Matasik;
Theresia Woro Damayanti
Assets: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.213 KB)
|
DOI: 10.25273/jap.v8i2.4189
ABSTRAKPengampunan pajak telah dilakukan berulang kali di Indonesia yaitu 1964, 1989, 2008 dan 2016. Penelitian ini menguji apakah ada perbedaan kepatuhan pajak antara yang mengetahui pengampunan pajak berulang serta merasakan kepastian penegakan hukum dan yang tidak. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen faktorial 2 x 2 antarsubyek dengan mahasiswa akuntansi di FEB yang sedang mengambil matakuliah manajemen pajak sebagai partisipan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pengetahuan tentang pengampunan pajak berulang maupun kepastian penegakan hukum terhadap kepatuhan pajak. Hasil dari pengujian interaksi yang diperoleh adalah ketika wajib pajak tidak mengetahui adanya pengampunan pajak yang berulang dan merasakan kepastian penegakan hukum yang tinggi akan menghasilkan kepatuhan yang paling tinggi. Sebaliknya ketika wajib pajak mengetahui adanya pengampunan pajak yang berulang dan tidak merasakan kepastian penegakan hukum yang tinggi akan menghasilkan kepatuhan yang rendah.ABSTRACTTax amnesty has been repeadly implemented in Indonesia namely 1964,1989, 2008 and 2016.The purpose of the study is to examine is there any tax compliance differences between those who perceive recurring tax amnesty and feel legal certainty and to those who do not. This quasi experiment design was consisted of 2x2 between subject factorial design, with Bachelor’s Degree of Accountancy at FEB UKSW who took Taxation Management as participants. The result shown that there is influence between recurring tax amnesty knowledge and legal certainty in the tax compliance. The result of the interaction testing shown that when taxpayer are not aware of any recurring tax amnesty and feel the high legal certainty will result high compliance. Conversely, when taxpayers know that there is recurring tax amnesty and do not sense a high level certainty, it would result a low tax compliance.
Niat Melakukan Pencatatan Akuntansi pada Usaha Kecil Menengah: Pengetahuan Akuntansi ataukah Herding?
Yohanes Hendri Andhika;
Theresia Woro Damayanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 20 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.61 KB)
|
DOI: 10.24914/jeb.v20i2.664
Indonesian SMEs exhibit low intention to prepare accounting records. Previous studies suggest that the level of accounting knowledge is positively associated with the intention to prepare accounting records, but none of them discusses the likely effect of the Indonesian collectivism culture on the intention to prepare accounting records. Accordingly, this study adds the role of herding behavior in explaining the SMEs’ intention to prepare accounting records. Using SMEs in Salatiga as our respondents, our study shows that both herding behavior and accounting knowledge positively affect the intention to prepare accounting records.AbstrakRealitas UKM di Indonesia menunjukkan rendahnya niat melakukan pencatatan akuntansi. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih melihat bagaimana niat untuk melakukan pencatatan dikaitkan dengan pengetahuan akuntansi. Namun, dengan melihat latar belakang budaya masyarakat Indonesia yang kolektivisme, maka penelitian ini menambahkan variable perilaku herding dalam kaitannya dengan niat melakukan pencatatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh antara pengetahuan akuntansi dan perilaku herding terhadap niat melakukan pencatatan akuntansi. Penelitian dilakukan pada UKM yang berada di Kota Salatiga. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Hasil pengujian menunjukkan perilaku herding dan pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap kemauan dalam membuat pencatatan keuangan.
Batik SME Marketing Model: From Conventional to Community
Sony Heru Priyanto;
Theresia Woro Damayanti;
Rosaly Franksiska
Nusantara Science and Technology Proceedings 1st ICEMAC 2020: International Conference on Economics, Management, and Accounting
Publisher : Future Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/nstp.2021.1029
The contribution of this research is to fill the gaps in the literature on community marketing, especially for batik SMEs. The purpose of this research is to construct a batik SME business performance model by including entrepreneurial orientation (EO) and cognitive bias (CB) variables, marketing strategies, and the role of the community on business performance. The data of 309 respondents was obtained from a survey of batik SMEs in Central Java, Indonesia. It was then analyzed using structural equation models and AMOS software. It was found that CB can affect business performance mediated by EO. Meanwhile, the existence of a batik SME community can influence business performance mediated by marketing strategies. Future research needs to explore the dynamics of community formation which can then help SMEs to develop and market their products. Besides that, it is necessary to further investigate the role of the community in carrying out marketing, from conventional methods to community marketing.