p-Index From 2021 - 2026
9.527
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Katalogis Al-Ulum Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Diskursus Islam Inspiratif Pendidikan Auladuna Jurnal Fisika FLUX JICSA Journal of Elementary Education Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) EnviroScienteae Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Journal Research and Multidisciplinary (JRM) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Qalam Jurnal Biotek Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jambura Early Childhood Education Journal Al Marhalah Al asma : Journal of Islamic Education Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Indo-MathEdu Intellectuals Journal Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Primer Edukasi Journal At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Al-Ahya: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pendidikan Kreatif International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Socius: Social Sciences Research Journal PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Alsinatuna IJSS Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Journal of Educational Studies Socratika Jurnal Kajian Budaya & Media Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Constructivism: Journal of Research in Education
Claim Missing Document
Check
Articles

MULTICULTURAL EDUCATION AND INTERRELIGIOUS LEADERS KNOWLEDGE Marjuni, A.
Al-Ulum Vol 14, No 2 (2014): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.569 KB)

Abstract

Multicultural-education is meant to portray about the efforts that must be carried out by teachers and lecturers in the midst of a growing cultural diversity in todays society. Teachers and lecturers are expected to contribute in revising the learning material as well as to reform the learning system with wider insight in the globalization process. The birth of various teachings or understandings which are not relevant with religious values, such as secularism and materialism, tends to make religion education to be helpless and even to make religion to be ruled out in various fields. This may also hit people when religion does no longer function effectively in multidimensional and multicultural life. ----------Pendidikan berbasis multikultural dimaksudkan untuk menggambarkan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru dan dosen di tengah-tengah keanekaragaman budaya yang berkembang dalam masyarakat saat ini. Guru dan dosen diharapkan dapat berkonstribusi dalam merevisi materi pembelajaran serta melakukan reformasi dalam sistem pembelajaran dengan wawasan yang lebih luas dalam arus globalisasi. Lahirnya berbagai ajaran atau pemahaman yang tidak relevan dengan nilai-nilai agama, seperti aliran materialis dan sekuler, maka ada kecenderungan membuat pendidikan keagamaan menjadi tidak berdaya dan lebih lagi jika agama telah dikesampingkan dalam berbagai bidang. Hal ini mungkin juga menerpa umat bila agama tidak lagi berfungsi secara efektif dalam kehidupan multidimensi dan multikultural.
MULTICULTURAL EDUCATION AND INTERRELIGIOUS LEADERS KNOWLEDGE Marjuni, Marjuni
Al-Ulum Vol 14, No 2 (2014): Al-Ulum December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multicultural-education is meant to portray about the efforts that must be carried out by teachers and lecturers in the midst of a growing cultural diversity in todays society. Teachers and lecturers are expected to contribute in revising the learning material as well as to reform the learning system with wider insight in the globalization process. The birth of various teachings or understandings which are not relevant with religious values, such as secularism and materialism, tends to make religion education to be helpless and even to make religion to be ruled out in various fields. This may also hit people when religion does no longer function effectively in multidimensional and multicultural life. -----Pendidikan berbasis multikultural dimaksudkan untuk menggambarkan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru dan dosen di tengah-tengah keanekaragaman budaya yang berkembang dalam masyarakat saat ini. Guru dan dosen diharapkan dapat berkonstribusi dalam merevisi materi pembelajaran serta melakukan reformasi dalam sistem pembelajaran dengan wawasan yang lebih luas dalam arus globalisasi. Lahirnya berbagai ajaran atau pemahaman yang tidak relevan dengan nilai-nilai agama, seperti aliran materialis dan sekuler, maka ada kecenderungan membuat pendidikan keagamaan menjadi tidak berdaya dan lebih lagi jika agama telah dikesampingkan dalam berbagai bidang. Hal ini mungkin juga menerpa umat bila agama tidak lagi berfungsi secara efektif dalam kehidupan multidimensi dan multikultural.
PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANTARA LULUSAN MADRASAH ALIYAH DAN LULUSAN SEKOLAH UMUM (Studi Komparasi pada Prodi PGMI Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar) Marjuni, Marjuni; Bani, Suddin
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan prestasi belajar mahasiswa antara lulusan madrasah aliyah dan lulusan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar mahasiswa antara lulusan Madrasah Aliyah dan lulusan Sekolah Umum pada Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar terhadap peningkatan hasil belajar. Sumber data penelitian ini terdiri dari dokumentasi Prodi PGMI, mahasiswa PGMI, pegawai, dan dosen Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar sebagai informan. Pengumpulan data mempergunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan 3 cara, yaitu: reduksi data, display data, dan verifikasi data. Untuk mengukur validitas instrumen digunakan rumus Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar pada aspek kognitif tidak mempunyai perbedaan yang menonjol antara lulusan SMU dan MA, tergantung dari tingkat ketekunan, intelegensi, minat, dan motivasi mahasiswa tersebut. Tetapi, pada ranah afektif terlihat perbedaan yang menonjol antara lulusan SMA dan MA. Lulusan MA lebih menampakkan sikap dan karakter yang baik seperti bertutur kata, bersikap, mandiri, dan toleran.Abstract: This study concerning with the achievement of the Graduate Students between Madrasah Aliyah and Public School. This study aimed at describing the achievement of PGMI students graduated from Madrasah Aliyah and the Public Schools at the Teaching and Teacher Training Faculty, UIN Alauddin Makassar. The data source of this research consists of documentation from PGMI departement in academic year 2011/2012. The source of the data were the student, the employees, and the lecturers. The data collected using interview, documentation, and observation. The data analyzed using three ways, namely: data reduction, data display, and data verification. To measure the validity of the instruments Pearson product moment formula was used. The results showed that the students of PGMI department at Tarbiyah and Teacher Training Faculty UIN Alauddin Makassar on cognitive aspects have no difference between the students graduated from the high school and Madrasah Aliyah, depending on the level of perseverance, intelligence, interest, and motivation of the student. However, in the affective domain, there was an obvious differences between the high school and Madrasah Aliyah graduates, where the graduates from Madrasah Aliyah was better in their attitudes and good character such as speech, attitude, independent and tolerant.
IDENTIFIKASI LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOLISTRIK PADA JALAN TRANS KALIMANTAN YANG MELEWATI DAERAH RAWA DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Marjuni, Marjuni; Wahyono, Sri Cahyo; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i1.1305

Abstract

Jalan Trans Kalimantan yang melewati daerah rawa di Kabupaten Banjar-Kalsel seringkali mengalami kerusakan baik berupa penurunan permukaan jalan ataupun retakan.  Identifikasi litologi  dilakukan untuk mengetahui lapisan tanah dan  zona lemah penyebab permukaan jalan yang rentan mengalami kerusakan. Metode menggunakan geolistrik tahanan jenis konfigurasi Dipole-dipole dengan panjang lintasan 100 m dan spasi 5 m. Penelitian ini dilakukan  pada 4 kecamatan dengan masing-masing 1 titik lokasi. Pengolahan data menggunakan program Res2dinv. Hasil interpretasi data menunjukkan lapisan tanah keempat lokasi adalah lapisan tanah uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau; Lapisan tanah jenuh air, tersusun dari lempung basah lembek dan lanau basah lembek, dan lapisan tanah tidak jenuh air bukan uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau
ANALISIS RESTATEMENT DALAM PENERAPAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL Pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Marjuni, Marjuni
Katalogis Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.201 KB)

Abstract

One of the implementation of government regulation No. 71 of 2010 on the accounting system of government and regulatory of Home Affairs Minister No. 64 of 2013 on the application of the accrual-based of local government accounting system is restatement; balance sheet that needs to be restated at the beginning of the periode when the local government will implement the new accounting policy from cash toward accrual to a full accrual basis. Restatetments needed for balance sheet whose policies have not followed the full accrual basis. For the preparation of balance sheet on accrual basis, the year-end balance sheet in prior periods are still using cash toward accrual basis. Local government  in Central Sulawesi through regulation governor Central Sulawesi no. 20 of 2014 on the accounting policies of local government Central Sulawesi Province has set up changes that serve as guidelines in carrying out the process or stages of restatement balance against the government local working unit, especially in the Agency of Community Empowerment and Village Government. Initial implementation of government accrual-based accounting system in 2015 has been included in the notes to the financial statements of the office of Community Empowerment and Village Government in Central Sulawesi. The status of audit from the financial auditor Agency is corrected or are audited despite the fact that the balance sheet restatement in 2014 has not conducted by the Agency of Community Empowerment and Village Government in Central Sulawesi.
Pemberdayaan Orang Tua Dalam Pendampingan Belajar Anak Masa Pandemi Covid19 Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Aeni, Kurotul; Astuti, Tri; Marjuni, Marjuni
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 4 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v4i1.1632

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman bagi orang tua siswa dalam pendampingan belajar anak masa pandemi Covid19 sebagai upaya penguatan pendidikan karakter dalam keluarga melalui keteladanan, pembiasaan, nasehat, semangat dan motivasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat adalah memberikan penyuluhan secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat melalui ceramah, tanya jawab, diskusi, dan tugas, dilaksanakan di Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah orang tua siswa mendapatkan pembelajaran dan pemahaman tentang pendampingan belajar anak masa pandemi Covid19 melalui teori dan praktik (bermain peran) berupa contoh-contoh kegiatan yang dapat memperkuat pendidikan karakter di dalam keluarga.
Eksistensi pondok pesantren DDI Mangkoso sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional Muhammad Alqadri Burga; Muljono Damopolii; Marjuni Marjuni
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v20i2.1419

Abstract

The purpose of this study was to analyze the existence of the DDI Mangkoso Islamic Boarding School as a representation of traditional Islamic education institutions. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. The primary data sources consisted of kiai, ustaz, students, and the community around the DDI Mangkoso Islamic Boarding School. Secondary data sources consist of books, journals, and other relevant scientific works. Data were collected using interview, observation, and documentation methods, then analyzed through three stages, namely data reduction, presentation, and drawing conclusions. The research results show that the DDI Mangkoso Islamic Boarding School still exists as a traditional Islamic education institution by maintaining five roles, namely (1) transmission of classical Islamic sciences, (2) institute of da'wah, (3) preserver of Islamic tradition, (4) center for reproduction of ulama, and (5) place of community service and development.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi Pondok Pesan­tren DDI Mangkoso sebagai representasi lembaga pendidikan Islam tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sumber data primer terdiri atas kiai, ustaz, santri, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Sumber data sekunder terdiri atas buku, jurnal, dan karya ilmiah relevan lainnya. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil pe­ne­litian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso tetap eksis sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional dengan memper­ta­han­kan lima peran, yaitu (1) tempat transmisi ilmu-ilmu Islam klasik, (2) lem­baga dakwah, (3) peles­tari tradisi Islam, (4) pusat reproduksi ulama, dan (5) tempat pengabdian dan pengem­bangan masyarakat.
PROFIL GURU HARAPAN MASA DEPAN A. Marjuni; Alwan Suban
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13361

Abstract

AbstrakGuru adalah pendidik profesional dengan tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yaitu: pertama, pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Kedua, Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional ketiga, Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. AbstractA teacher is a professional educator with the task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education, and secondary education. The teacher has a position as a professional at the level of basic education, secondary education, and early childhood education in the formal education pathways that are appointed by laws and regulations, namely: first, the recognition of the position of teachers as professionals as evidenced by certificates of educators. Second, the position of the teacher as a professional staff function to improve the dignity and the role of the teacher as a learning agent functions to improve the quality of national education. Third, the position of the teacher and lecturer as professional staff aims to implement the national education system and realize the national education goals, namely the development of the potential of students so that be a human being who believes and is devoted to Allah Almighty, noble, healthy, knowledgeable, competent, creative, capable, and becomes a democratic and responsible citizen.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK A. Marjuni
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.16915

Abstract

AbstrakTujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui hakikat penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dan upaya mewujudkan nilai-nilai pendidikan Islam pada pembinaan karakter peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data-data kepustakaan yang digunakan adalah buku-buku, catatan maupun artikel atau penelitian-penelitian terdahulu. Kumpulan konsep tersebut kemudian dianalisis untuk kemudian diperoleh hakikat penanaman nilai pendidikan Islam dalam pembentukan karakter dan upaya mewujudkan penanaman nilai-nilai pendidikan islam pada pembinaan karakter peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa hakikat pendidikan islam dan pembinaan karakter akan membawa manusia untuk senantiasa beritikad baik dalam mengembangkan ilmu dan mewujudkan aspek kepentingan manusia dalam aktivitasnya. Melalui pendidikan Islam, kesadaran pribadi peserta didik akan timbul sebagai seorang muslim yang memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan umat. Selain itu, pendidikan karakter membuat peserta didik mempunyai integritas pribadi yang tangguh, bijaksana serta dapat menghindari adanya sikap mental nihilisme, hedonisme, dan alienasi intelektual.  AbstractThe purpose of this paper is to find out the essence of implementation the values of Islamic education and efforts to realize the values of Islamic education in fostering the character of students. This type of research is literature research with a qualitative research approach. The library data used are books, notes and articles or previous studies. The collection of concepts is then analyzed to then obtain the essence of planting the value of Islamic education in character building and efforts to realize the cultivation of Islamic educational values in the character building of students. The results show that the nature of Islamic education and character building will bring people to always have good intentions in developing knowledge and realizing aspects of human interests in their activities. Through Islamic education, students' personal awareness will arise as a Muslim who has responsibility for himself, society, and the ummah. In addition, character education makes students have strong personal integrity, wise, and can avoid the mental attitude of nihilism, hedonism, and intellectual alienation.
KARAKTERISTIK NILAI DAN MORALITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM A. Marjuni
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i1.19046

Abstract

AbstrakKarakteristik nilai dasar dan moralitas kepemimpinan merupakan sebuah tolok ukur yang dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam situasi tertentu. Jika dikaitkan dengan kepemimpinan, nilai dasar berarti tolok ukur yang mendasari perilaku seorang pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui karakteristik dari nilai dan moralitas kepemimpinan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan berusaha mengumpulkan informasi kepustakaan, baik melalui catatan, berbagai buku, jurnal, maupun penelitian terdahulu. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa karakteristik kepemimpinan harus visioner agar dapat membawa orang-orang dan organisasi menjadi lebih maju dari sebelumnya. Bahkan tidak sekedar mengalami perkembangan tetapi juga dapat mempertahankan apa yang telah diraih sampai pada beberapa generasi. Pemimpin yang efektif adalah seorang yang sangat responsif, terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari yang dipimpinnya. Jika dikaitkan dengan moralitas kepemimpinan Islam maka perbuatan seorang pemimpin yang dianggap baik dan benar, dari sisi agama mencerminkan akhlakul karimah dan dari sisi sosial mencerminkan tindakan yang beradab. Seorang pemimpin yang bermoral pasti memiliki akhlak yang baik (akhlakul karimah) dan tindakannya merupakan tindakan beradab yang dianggap baik dan benar oleh masyarakat pada umumnya. AbstractCharacteristics of basic values and leadership morality are benchmarks that can influence human behavior in certain situations. When associated with leadership, basic values mean the benchmarks that underlie the behavior of a leader in carrying out his leadership. This research was conducted to find out the characteristics of the values and morality of Islamic education leadership. This research is a library research by trying to collect library information, either through notes, various books, journals, or previous research. Based on the analysis done it can be known that the characteristics of leadership must be visionary in order to bring people and organizations to be more advanced than before. Even not only experiencing development but also being able to maintain what has been achieved through several generations. An effective leader is someone who is very responsive, to every problem, need, hope and dream of the person he leads. If it is related to the morality of Islamic leadership, the actions of a leader which are considered good and right, from a religious perspective reflect morality and from a social perspective reflect civilized actions. A moral leader must have good morals (akhlakul karimah) and his actions are civilized actions that are considered good and right by society in general.
Co-Authors A., Zainul Achruh, Andi ADE AGUSRIANI, ADE Afifuddin Afifuddin, Afifuddin Afifuddin Harisah Agus Agus Ahmad Afif ahmad kamal, ahmad Ahmad Mudzakkir Ahmad Munawar Ahmad, Ulul Azmi Aidi Noor Ainun Najib Akhmad, Nur Amaliah Al Hazimi, Naseef Efriza Alfatiha Nur A. Fatima Kedang Aliman Alwan Suban Amrah Kasim Ana Fergina Andi Achruh Andi Achruh Andi Baso Muammar Assaad Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Faiza Firdasari Andi Halimah Andi Halimah Andi Maulana, Andi Andi Rasdiyanah Angriani, Andi Dian Arifuddin Siraj Armas Asiah, Sintya Asrizal Asrizal Azhar Arsyad Bahaking Rama Baharuddin Baharuddin Budihartono Caska - Darmawan, Heru DENI SETIAWAN Dewi Azharia Diana Ariyana Djamarah, Syaiful Bahri Dudi Hermawan Eka Damayanti Erwin Hafid Evi Susanti Fatni Mufit Fauzi Ahmad Muda H., Eprima Habibah, Rahmi Hamka Hamka Anas Hamzah Harun Al-Rasyid Hamzah, Mabrur Harisah, Afifuddin Hasniati Hastowo Resesiyanto, Hastowo Heryatun , Yayu Hidayat, Solehudin Wahid Humairah, Andi Eliyah Ibrahim Nasbih Ibrahim, Misyakat Malik Immawati Nur Aisyah Rivai irviana, ira Isa Ansori Ismail, Wahyuni Itin, Andi Jasmi, Lidya kamaluddin, Munawir Kurotul Aeni M. Kasim Mahyuddin Mahyuddin Mardhiah Marzuki Midyan Surya Ishak Mildawati, Titi Minarto, Ori MISYKAT MALIK IBRAHIM Moch Natsir Mahmud Muh. Nasir Muh. Rapi Muhammad Alqadri Burga Muhammad Iqbal muhammad irfan Muhammad Nur Akbar Rasyid Muliaty Amin Muljono Damopolii Munirah Munirah Musdalifah Musdalifah Musfirah, Nurul Nawas, Kamaluddin Abu Ni Kadek Aris Rahmadani Ningrum, Mardani Eka Ningsih, Rina Dirgahayu Nur Apriyani Nur Insana, Sucita Nur Rahmah Asnawi Nurjannah Nurjannah Nurul Fitri Nurul Hasanah Nurwahidah Perdana , Purnama Rika Pohan, Nailul Rahmah Pratiwi Yusdar, Windi Pribowo Angling Kusumo Putra, Fibi Eko Rahmawati, Yuyun Ramli Ramli Ramli Rasyid Rasyid, Mahammad Rusydi Rasyid, Nur Akbar Ratri Evianti Riska Amelia Rosdiana Rosdiana Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Sabaruddin Garancang Safei Safei Safei Safei Sain, M. Dahlan Sarifa Halija Sattu Alang Simon Sadok Siregar, Simon Sadok Sitti Mania, Sitti Sri Ahyana Sri Cahyo Wahyono Sri Mulyani Sri Nilawati Sri Nilawati, Sri St Syamsudduha St. Maemunah Suarni Suarti Suarti Subandana, Subandana Sudarmono Sudarmono Suddin Bani Suddin Bani, Suddin sudianto Suhra, Sarifa Sukawati, Sukawati Sumarni Susilawati Suratno Suratno Suriani Suriani Syahruddin Syarifuddin Ondeng Teguh Supriyanto Tri Astuti Ulfiani Rahman Ulwani, Adly Rosyad Fudhulul Usman Usman S Bainsyah Usmeldi Usmeldi Wahab, Jamal Wahyuddin Wahyuddin Wahyuni, Andi Eki Dwi Wakia, Nurul Wicaksono, Naufan Rasyid Witanto, Yuli Yudhi Ahmad Nazari Yulianto, Sigit Yusawinur Barella Yuspiani Yuspiani Zulfikah Nur Zulkarnaim