Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROFIL GURU HARAPAN MASA DEPAN A. Marjuni; Alwan Suban
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13361

Abstract

AbstrakGuru adalah pendidik profesional dengan tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yaitu: pertama, pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Kedua, Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional ketiga, Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. AbstractA teacher is a professional educator with the task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education, and secondary education. The teacher has a position as a professional at the level of basic education, secondary education, and early childhood education in the formal education pathways that are appointed by laws and regulations, namely: first, the recognition of the position of teachers as professionals as evidenced by certificates of educators. Second, the position of the teacher as a professional staff function to improve the dignity and the role of the teacher as a learning agent functions to improve the quality of national education. Third, the position of the teacher and lecturer as professional staff aims to implement the national education system and realize the national education goals, namely the development of the potential of students so that be a human being who believes and is devoted to Allah Almighty, noble, healthy, knowledgeable, competent, creative, capable, and becomes a democratic and responsible citizen.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK A. Marjuni
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.16915

Abstract

AbstrakTujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui hakikat penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dan upaya mewujudkan nilai-nilai pendidikan Islam pada pembinaan karakter peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data-data kepustakaan yang digunakan adalah buku-buku, catatan maupun artikel atau penelitian-penelitian terdahulu. Kumpulan konsep tersebut kemudian dianalisis untuk kemudian diperoleh hakikat penanaman nilai pendidikan Islam dalam pembentukan karakter dan upaya mewujudkan penanaman nilai-nilai pendidikan islam pada pembinaan karakter peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa hakikat pendidikan islam dan pembinaan karakter akan membawa manusia untuk senantiasa beritikad baik dalam mengembangkan ilmu dan mewujudkan aspek kepentingan manusia dalam aktivitasnya. Melalui pendidikan Islam, kesadaran pribadi peserta didik akan timbul sebagai seorang muslim yang memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan umat. Selain itu, pendidikan karakter membuat peserta didik mempunyai integritas pribadi yang tangguh, bijaksana serta dapat menghindari adanya sikap mental nihilisme, hedonisme, dan alienasi intelektual.  AbstractThe purpose of this paper is to find out the essence of implementation the values of Islamic education and efforts to realize the values of Islamic education in fostering the character of students. This type of research is literature research with a qualitative research approach. The library data used are books, notes and articles or previous studies. The collection of concepts is then analyzed to then obtain the essence of planting the value of Islamic education in character building and efforts to realize the cultivation of Islamic educational values in the character building of students. The results show that the nature of Islamic education and character building will bring people to always have good intentions in developing knowledge and realizing aspects of human interests in their activities. Through Islamic education, students' personal awareness will arise as a Muslim who has responsibility for himself, society, and the ummah. In addition, character education makes students have strong personal integrity, wise, and can avoid the mental attitude of nihilism, hedonism, and intellectual alienation.
PENGGUNAAN MULTIMEDIA ONLINE DALAM PEMBELAJARAN A. Marjuni; Hamzah Harun
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v3i2.10015

Abstract

The use of technology and information as multimedia learning has a very strategic function. Media is seen as one of the factors that can improve the learning process because the media has strategic roles and functions that can directly or indirectly affect the motivation, interests, and attention of students. The function of multimedia in learning is to overcome the limitations of students’ experiences, be able to transcend classroom boundaries, enable direct interaction between students and their environment, produce uniform observations, instill the basic concepts that are true, concrete, and realistic. Multimedia can arouse new desires and interests and arouse students’ motivation to learn and provide an integral or comprehensive experience from the concrete to the abstract. The advantages of using multimedia in learning include being able to improve students’ ability to understand an abstract concept more easily, in addition to the use of computer media in the form of multimedia can give a positive impression to the teacher because it can help teachers explain the contents of the lesson to students, streamline time, and increase students’ motivation in learning.
GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: MAJELIS TAKLIM AL-MU’MINAT Muliaty Amin; A. Marjuni; Dewi Azharia
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.749 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.6883

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gerakan majelis taklim al-Mu’minat sebagai gerakan sosial keagamaan perspektif pendidikan Islam di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, (2) gerakan dakwah majelis taklim al-Mu’minat perspektif pendidikan Islam di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, (3) faktor pendukung dan penghambat majelis taklim al- Mu’minat sebagai gerakan sosial  keagamaan perspektif pendidikan Islam di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, (4) solusi mengatasi hambatan majelis taklim al-Mu’minat sebagai gerakan sosial keagamaan masyarakat perspektif pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan majelis taklim al-Mu’minat sebagai gerakan sosial keagamaan masyarakat perspektif pendidikan Islam membantu jamaah atau masyarakat dalam memahami al-Quran dan hadis dengan baik dan benar. Diharapkan, pengurus majelis taklim al-Mu’minat sebaiknya menggunakan kurikulum dan metode pendidikan Islam yang sesuai dengan kebutuhan jamaah agar menciptakan jamaah yang interaktif, kreatif, inovatif, aktif, dan menyenangkan serta menciptakan masyarakat yang cerdas dan bertakwa kepada Allah Swt.AbstractThis study aims to find out: (1) the al-Mu'minat taklim assembly movement as a social-religious movement in the perspective of Islamic education in Macanang Sub-District, Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, (2) the al-Mu'minat taklim assembly movement a perspective of Islamic education in the Macanang Village, Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, (3) the supporting and inhibiting factors of the al-Mu'minat taklim as a social-religious movement in the perspective of Islamic education in the Macanang Subdistrict, Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, (4) islamic education perspective community. The type of research used is qualitative using a phenomenological and sociological approach. The results of the study show that the al-Mu'minat taklim assembly movement as a socio-religious movement in the perspective of Islamic education helps pilgrims or the public to understand the Koran and hadith properly and correctly. It is hoped that the board of taklim al-Mu'minat should use the curriculum and methods of Islamic education that are in accordance with the needs of pilgrims to create worshipers who are interactive, creative, innovative, active and fun and create intelligent and fearful societies to Allah Swt.
ACCOMMODATING THE NATIONAL EDUCATION POLICY IN PONDOK PESANTREN DDI MANGKOSO: STUDY PERIOD OF 1989-2018 Muhammad Alqadri Burga; Azhar Arsyad; Muljono Damopolii; A. Marjuni
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.368 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.862

Abstract

AbstractThis research was aimed at analyzing the 1) existence of the Pondok Pesantren DDI Mangkoso as a traditional Islamic educational institution; 2) the dynamic policy of national education in the period of 1989-2018; 3) various national education policy accommodating by the Pondok Pesantren DDI Mangkoso; and 4) varied obstacles and experienced by the pesantren in accommodating national education policy and the solutions. The results of this research show that the Pondok Pesantren DDI Mangkoso is still kept existing as a traditional Islamic educational institution by preserving five roles: a place transforming classical Islamic sciences, Da’wah institution, Islamic tradition conservationists, Islamic scholar generating center, and community service and empowerment. The position change of pesantren in the national educational policy during 1989 – 2018 implicates dynamiclally to the Pondok Pesantren DDI Mangkoso. The accommodation forms of national education policy conducting by the Pondok Pesantren DDI Mangkoso are classical system, national education curriculum implementation, and standardizing the learning process and educators. Some obstacles facing in accommodating these forms are like culture and organizational structure wrestling, limited resource, and lack of community participation. This research has implications for the importance of the accumulation of cultural values, religious values, and modern values in pesantren so that it can compete amid the progress of educational institutions in general Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) eksistensi Pondok Pesantren DDI Mangkoso sebagai representasi lembaga pendidikan Islam tradisonal; 2) dinamika kebijakan pendidikan nasional kurun waktu 1989-2018; 3) ragam kebijakan pendidikan nasional yang diakomodasi oleh Pondok Pesantren DDI Mangkoso; dan 4) ragam hambatan Pondok Pesantren DDI Mangkoso dalam mengakomodasi kebijakan pendidikan nasional beserta solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan feno­menologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso tetap eksis sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional meski melakukan pengembangan yang sifatnya modern dengan mempertahankan lima peran, yaitu: Tempat transmisi ilmu-ilmu Islam klasik, lembaga dakwah, peles­tari tradisi Islam, pusat reproduksi ulama, serta tempat pengab­dian dan pengem­bangan masyarakat. Perubahan posisi pesantren dalam kebijakan pendidikan nasional kurun waktu 1989-2018 berimplikasi terhadap kebijakan pendidikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang dinami­kanya dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu: transformasi kelembagaan, pemaduan kurikulum, dan penerapan paradigma inklusif berbasis budaya. Berbagai hambatan dalam akomodasi tersebut adalah pergumulan kultur dan struktur organisasi, keterbatasan sumber daya, dan minimnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya akumulasi nilai tradisional, nilai agama, dan nilai modern oleh pesantren agar mampu bersaing bahkan menjadi inspirasi di tengah kemajuan lembaga pendidikan pada umumnya.