Agni Muftianti
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

PEMBELAJARAN MENULIS PROSA SEDERHANA PADA SISWA SD KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Lia Nurwianti; Lia Nurwianti; Agni Muftianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1. Dari data di atas dapat kita ketahui bahwa skenario pembelajaran menulis prosa sederhana pada siswa SD kelas V dengan menggunakan pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) menunjukkan peningkatan persentase ketuntasan siswa yang signifikan. Persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari jumlah hasil pretest 56.4% dengan kategori kurang baik pada tahap observasi awal menjadi 85.4% pada hasil posttest dengan kategori sangat baik.2. Berdasarkan angket guru dan siswa yang sudah dirumuskan oleh peneliti, guru memberikan reaksi bahwa peneliti mengajar materi menulis prosa sederhana menggunakan pendekatan CTL sangat baik dan sesuai dengan tahapan dan alokasi waktunya. Selain itu juga peneliti juga kreatif dan cocok menggunakan metode CTL pada materi menulis prosa sederhana. Peneliti dapat memfasilitasi siswa dalam pembelajaran menulis prosa sederhana. Sedangkan dari siswa sebagian besar menyatakan pendekatan CTL sangat menyenangkan dan menarik karena siswa dapat belajar menulis prosa (karangan) sederhana berdasarkan pengalaman atau peristiwa yang dialami siswa dalam kehidupannya, juga siswa mampu memahami komponen apa saja yang harus ada dalam prosa sederhana yang ditulisnya.3.  Hasil wawancara terhadap siswa untuk mengetahui kesulitan-kesulitan menyelesaikan tugas dalam pembelajaran keterampilan menulis prosa sederhana dengan mengaplikasikan pendekatan CTL dapat diketahui hasilnya bahwa siswa adakalanya susah untuk membedakan antara tema dan judul prosa. Sehingga guru memberikan solusi dengan menjelaskan kembali perbedaan antara tema dan judul prosa. Adapun dari hasil keseluruhan sebagian besar siswa tidak mengalami kesulitan selama pembelajaran dilakukan dengan pendekatan CTL ini. Bahkan siswa menjadi senang dalam belajar menulis prosa sederhana menggunakan pendekatan CTL.      Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa data hasil penelitian menggambarkan bahwa pembelajaran berbasis pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) berdampak sangat positif dalam meningkatkan keterampilan menulis prosa sederhana pada siswa SD kelas V (lima). 
Peran Perhatian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Kewarganegraan Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Eka Marawati; Agni Muftianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerhatian orang tua berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa karena orang tua adalah pendidik utama bagi anaknya. Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui skenario dan implementasi peran perhatian orang tua terhadap motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas 3 sekolah dasar. 2) Untuk mengetahui respon orang tua dan siswa mengenai peran perhatian orang tua terhadap motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas 3 sekolah dasar. 3) Untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami orang tua dalam memberikan perhatian sehingga mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas 3 sekolah dasar pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian : 1) Implementasi perhatian orang siswa kelas 3 sekolah dasar masih belum optimal, hasil observasi dan angket menunjukan 4 indikator cukup baik dan 3 indikator baik. Implementasi motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas 3 sekolah dasar menunjukan kurang semangat, hasil angket menunjukan 4 indikator cukup semangat dan 2 indikator semangat. 2) Respon orang tua dan siswa setuju bahwa motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan dipengaruhi oleh peran perhatian orang tua. 3) Kendala orang tua memberikan perhatian karena faktor ekonomi, latar belakang pendidikan dan waktu. Kendala siswa meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan yaitu kurangnya bimbingan dan pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar. Kata kunci: Peran Orang Tua, Motivasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan
MENINGKTKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEED READING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DIKELAS V SD LILIH ROSMAWATI; Agni muftianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran bahasa indonesia dengan menggunakan metode speed reading,  respon guru dan siswa dalam keterampilan membaca siswa dengan menggunakan metode speed reading dan hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa indonesia dengan menggunakan metode speed reading. Metode penelitian yang digunakan dalan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Desain penelitian menggunakan Pre-test and Post-test Group Design. Sampel yang akan diteliti yaitu siswa kelas V SD tersebut yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen test, non-test (kuesioner), wawancara dan obervasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa melalui penerapan metode metode Speed Reading berjalan dengan baik dan efektif diterapkan dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dengan adanya penggunaan metode Speed Reading siswa menjadi lebih termotivasi dan tertarik dalam hal membaca. Guru memberikan tanggapan bahwa peneliti mengajar materi metode Speed Reading sangat baik dan sesuai dengan tahapan dan alokasi waktunya. Ketika pelaksanaan siswa terlihat lebih antusias dan semangat dengan pembelajaran Bahasa Indonesia dibandingkan pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional siswa cenderung pasif karena seluruh kegiatan dipegang oleh guru, dimana guru lebih banyak memberikan penjelasan dan menyampaikan materi. Hal tersebut sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sedangkan respon siswa mengenai metode Speed Reading pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia telah dinilai baik. Dari analisis menunjukkan bahwa siswa merasa bahwa metode Speed Reading mampu memudahkan mereka dalam memahami bacaan yang mereka baca. Hal ini juga menunjukkan bahwa membaca cepat tidak hanya mengutamakan kecepatan namun tidak mengabaikan pemahamannya. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menggunakan metode Speed Reading pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yakni masih terdapat siswa yang merasa kebingungan atau kehilangan pemahaman dari apa yang telah dibaca karena mereka belum atau kurang begitu menguasai keterampilan membaca dengan menggunakan teknik speed reading, maka dari itu perlu diadakan latihan agar mereka menguasai keterampilan membaca secara cepat.Kata Kunci: Speed Reading,  Bahasa Indonesia, Keterampilan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran bahasa indonesia dengan menggunakan metode speed reading,  respon guru dan siswa dalam keterampilan membaca siswa dengan menggunakan metode speed reading dan hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa indonesia dengan menggunakan metode speed reading. Metode penelitian yang digunakan dalan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Desain penelitian menggunakan Pre-test and Post-test Group Design. Sampel yang akan diteliti yaitu siswa kelas V SD tersebut yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen test, non-test (kuesioner), wawancara dan obervasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa melalui penerapan metode metode Speed Reading berjalan dengan baik dan efektif diterapkan dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dengan adanya penggunaan metode Speed Reading siswa menjadi lebih termotivasi dan tertarik dalam hal membaca. Guru memberikan tanggapan bahwa peneliti mengajar materi metode Speed Reading sangat baik dan sesuai dengan tahapan dan alokasi waktunya. Ketika pelaksanaan siswa terlihat lebih antusias dan semangat dengan pembelajaran Bahasa Indonesia dibandingkan pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional siswa cenderung pasif karena seluruh kegiatan dipegang oleh guru, dimana guru lebih banyak memberikan penjelasan dan menyampaikan materi. Hal tersebut sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sedangkan respon siswa mengenai metode Speed Reading pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia telah dinilai baik. Dari analisis menunjukkan bahwa siswa merasa bahwa metode Speed Reading mampu memudahkan mereka dalam memahami bacaan yang mereka baca. Hal ini juga menunjukkan bahwa membaca cepat tidak hanya mengutamakan kecepatan namun tidak mengabaikan pemahamannya. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menggunakan metode Speed Reading pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yakni masih terdapat siswa yang merasa kebingungan atau kehilangan pemahaman dari apa yang telah dibaca karena mereka belum atau kurang begitu menguasai keterampilan membaca dengan menggunakan teknik speed reading, maka dari itu perlu diadakan latihan agar mereka menguasai keterampilan membaca secara cepat.Kata Kunci: Speed Reading,  Bahasa Indonesia, Keterampilan  
Penerapan metode struktural analitik sintetik (SAS) dengan media kartu kata untuk meningkatkan keterampilan menulis permulaan Siswa kelas II Ruri C. Hetiawati; Agni Muftianti; Muhammad Rizal Fauzi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.19612

Abstract

Keterampilan menulis permulaan menjadi suatu keahlian mendasar yang esensial dalam proses belajar menulis pada tingkat yang lebih lanjut. Hal ini menjadi modal penting bagi siapa pun yang ingin mengoptimalkan perkembangan kemampuannya dalam menulis. Kurangnya semangat dan motivasi baik dari guru maupun siswa sering menjadi hambatan utama dalam proses pembelajaran menulis. Dalam penelitian ini, digunakan metode campuran atau mix method. Penelitian ini dilakukan di kelas II dengan jumlah siswa 18 orang dengan hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan menulis permulaan siswa dari hasil pre-tes dan postes, dengan rata-rata 71.59% yang masuk dalam kategori tinggi. Kendala yang dihadapi siswa adalah kurangnya kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat, namun dapat diatasi dengan memberikan tanya jawab sebagai bentuk latihan yang mendorong kemampuan berpikir, ingatan, keberanian, keterampilan menjawab, dan ekspresi pendapat. Guru menghadapi kendala dalam penerapan metode struktural analitik sintetik dengan media kartu kata karena membutuhkan waktu dan kreativitas dalam pembuatannya. Namun, respon guru terhadap metode ini secara keseluruhan positif. Solusinya adalah membuat media pembelajaran kartu kata yang sederhana, cepat, dan dapat diakses melalui referensi online untuk mempermudah penggunaannya dalam pembelajaran menulis permulaan siswa kelas II. Kata Kunci: Keterampilan menulis permulaan, Struktural Analitik Sintetik, Siswa kelas II.
Penggunaan model discovery learning berbantuan media cerita fiksi untuk meningkatkan membaca cerita siswa kelaS IV sekolah dasar Sinta Rosita; Agni Muftianti; Ruli Setiyadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.22922

Abstract

This research shows that the reason that grade 4 students do not show interest in reading fiction stories in elementary school is because the learning model is monotonous, not suitable for grade 4 students, so students get bored quickly when studying. This can happen. Researchers use mixed methods that combine explanatory sequential design and discovery learning models to increase students' interest in reading fiction stories. Various tools are used to collect data, such as tests, student questionnaires, teacher questionnaires, teacher interviews, teacher observation forms, and student observation forms, which are processed quantitatively and qualitatively. Research samples consisting of 36 students at Sukasari Elementary School, Sukasari Village, Gununghar District, West Bandung Regency. From the research results we can conclude that the learning model was found to be very good in the novel content reading abilities of class IV students. It can be proven that the post-test results are good and increase significantly at the end of student learning.