Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
Gambaran Kelelahan Pada Anak Penderita Kanker Yang Menjalani Kemoterapi syalaisha Faatihah; Agnita Utami; Rani Lisa Indra
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 21 No 1 (2026): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v21i1.454

Abstract

Introduction: Cancer is a major cause of morbidity and mortality in children worldwide. Chemotherapy is commonly employed as a primary treatment modality in pediatric oncology; however, fatigue is frequently reported as one of its most prominent adverse effects. Objectives: This study aimed to describe the dimensions of fatigue among pediatric cancer patients undergoing chemotherapy. Methods: This descriptive quantitative study used consecutive sampling. A total of 40 pediatric cancer patients undergoing chemotherapy at the Seruni Integrated Cancer Unit of Arifin Achmad General Hospital, Riau Province, were recruited as respondents. Fatigue levels were measured using the Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) Multidimensional Fatigue Scale and analyzed descriptively. Results: The majority of respondents were aged 5–7 years (35%), male (52.5%), and diagnosed with leukemia (82.5%). The mean total fatigue score was 64.85 (0–100), consisting of General Fatigue (63.58), Sleep/Rest Fatigue (54.65), and Cognitive Fatigue (76.35). Lower scores indicated greater fatigue severity, with the Sleep/Rest dimension representing the most affected domain Conclusions: Pediatric cancer patients undergoing chemotherapy experience varying levels of fatigue across multiple dimensions. These findings highlight the importance of addressing physiological and psychological fatigue-related symptoms to support children’s adaptation during chemotherapy
Profil Tingkat Agresivitas Remaja Pengguna Game Online Dalam Perspektif Keperawatan Jiwa murdiana Sari; Sekani Niriyah; Rajunitrigo Rajunitrigo; Abdurrahman Hamid; Agnita Utami
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v10i1.7561

Abstract

Game online merupakan salah satu bentuk hiburan yang banyak diminati oleh remaja danberpotensi memengaruhi kesehatan jiwa, khususnya perilaku agresivitas. Intensitas bermaingame online yang tidak terkontrol dapat memicu perubahan respons emosional dan perilakusosial pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat agresivitas padaremaja pengguna game online dalam perspektif keperawatan jiwa. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan padaJanuari 2025 di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Pekanbaru. Sampel berjumlah78 siswa kelas XI yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner agresivitas remaja berdasarkan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ).Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dantingkat agresivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjeniskelamin laki-laki (62,8%), bermain game online di rumah (75,6%), dan menggunakan data seluler sebagai akses internet utama (75,6%). Rata-rata usia responden adalah 16 tahundengan rata-rata intensitas bermain game online sebesar 2,82 jam per hari (rentang 1-9jam/hari). Berdasarkan tingkat agresivitas, mayoritas responen berada pada kategoriagresivitas rendah (61,5%), diikuti agresivitas sedang (37,2%), dan agresivitas tinggi(1,3%). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja pengguna game onlinememiliki tingkat agresivitas rendah hingga sedang. Temuan ini menegaskan pentingnyaupaya promotif dan preventif melalui edukasi manajemen emosi serta pengaturan waktubermain game yang sehat pada remaja.
Identifikasi Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Tentang Intervensi Perawatan Jantung Sy. Iklima Syauri; Lita Lita; Siska Mayang Sari; Agnita Utami; T. Abdur Rasyid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1204

Abstract

Pengetahuan mahasiswa merupakan pemahaman yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai intervensi perawatan jantung, sedangkan perilaku merupakan tindakan nyata dalam penerapan intervensi tersebut. Jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis survei. Populasi adalah mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan semester 3 dan 5 sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukan. Responden sebagian besar berusia 20 tahun, berjenis kelamin perempuan (87,2%), dan semester 3. Tingkat pengetahuan mayoritas berada pada kategori baik (89,7%), sedangkan 10,3% kategori cukup. Perilaku responden sebagian besar baik (56,4%), dan 43,6% kategori kurang baik. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terkait intervensi perawatan jantung. Diperlukan peningkatan berkelanjutan agar penerapan standar intervensi keperawatan Indonesia dapat lebih optimal dalam praktik.
Pengaruh Storytelling Digital Kartun Terhadap Kecemasan Anak Yang Mendapatkan Tindakan Invasif Aditya Rahman; Riau Roslita; Dian Roza Adila; Agnita Utami; Asfeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1976

Abstract

Tindakan invasif pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikologis serta tingkat kerja sama anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah storytelling digital kartun sebagai bentuk terapi bermain dengan pendekatan distraksi audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling digital kartun terhadap tingkat kecemasan anak yang mendapatkan tindakan invasif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan control group design. Sampel berjumlah 30 anak usia 3–12 tahun yang menjalani tindakan invasif di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, terdiri dari 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan nilai minimum, maksimum, mean, dan median serta analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak pada kelompok intervensi berada pada kategori tidak cemas hingga cemas ringan, sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cemas sedang hingga sangat cemas. Uji statistik menunjukkan nilai p value = 0.001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan storytelling digital kartun terhadap penurunan tingkat kecemasan anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa storytelling digital kartun efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi bermain nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas asuhan keperawatan anak. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan anak serta dikembangkan melalui penelitian dengan sampel lebih besar dan desain yang lebih kuat.