Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Economics Studies

Analisis Pengangguran Perkotaan Safitri Wulandari; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.629 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.2912

Abstract

Abstract. Kelurahan Sukawarna is one of the Kelurahan in Sukajadi District, Bandung City which has a low population density and is surrounded by high economic activity, but the number of unemployed is high. This study aims to analyze the phenomenon of unemployment in Kelurahan Sukawarna seen from a micro perspective, namely the unemployment profile, the factors causing unemployment, the efforts made.Qualitative descriptive research method with data sourced from primary and secondary data. Validity check with Triangulation technique. The results of the study show that the profile of the unemployed population in Kelurahan Sukawarna has an average of the last education of SMA/SMK with an average age of 45-54 years. The main factors for unemployment are layoffs and the difficulty of getting a job. As a result, the supply of labor is greater than the demand for labor. The local government has a program of socialization activities and skills training to overcome unemployment. They have expertise in the food and service sector. Attempting to open a business so that they can carry out selling activities and offer services according to their expertise. With these activities they can be categorized as informal workers, but when working hours are relatively unstable they are still vulnerable to being unemployed. Abstrak. Kelurahan Sukawarna merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung yang memiliki tingkat kepadatan penduduk rendah dan dikelilingi akivitas ekonomi yang tinggi, namun jumlah pengangguran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pengangguran di Kelurahan Sukawarna yang dilihat dari perspektif mikro yakni profil penganggur, faktor penyebab menganggur, upaya yang dilakukan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data bersumber dari data primer dan sekunder. Pengecekan keabsahan dengan teknik Triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penduduk yang menganggur di Kelurahan Sukawarna rata-rata berpendidikan terakhir SMA/SMK dengan rata-rata usia 45-54 tahun. Faktor utama terjadinya pengangguran karena PHK dan sulitnya mendapat pekerjaan, berakibat supply tenaga kerja lebih besar dibanding dengan demand tenaga kerja. Pemerintah setempat memiliki program kegiatan sosialisasi dan pelatihan keterampilan untuk mengatasi pengangguran. Mereka memiliki keahlian di bidang sektor pangan dan jasa. Berupaya membuka usaha agar dapat melakukan aktivitas berjualan serta menawarkan jasa sesuai dengan keahliannya. Dari upaya tersebut mereka dapat di kategorikan sebagai pekerja informal, namun ketika jam kerja relatif belum stabil mereka masih rentan dalam kategori menganggur.
Analisis Mobilitas Ulang Alik Pekerja Yasmin Putri Derin Tsa; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.23 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3426

Abstract

Abstract. The large number of economic activities in Sukajadi Subdistrict does not prevent Sukawarna Village from the phenomenon of unemployment because the existing job opportunities are not only owned for local residents but also for residents outside the Sukajadi District area. This study aims to determine: (1) the characteristics of non-resident workers in Sukawarna Sub-district working in Sukajadi District and (2) factors causing non-resident workers in Sukawarna Sub-district to work in Sukajadi District. The data used in this study are primary and secondary data sourced from interviews using a list of questions that have been prepared for workers who do shuttle in Sukajadi District. The research method used is descriptive qualitative method. Based on the results of the study, the characteristics of workers are characterized by high school / vocational education backgrounds with a productive age range of 25-35 years, dominated by women with the most regional origins from Cimahi District. The factors that cause non-resident workers from Sukawarna Sub-district to work in Sukajadi District are due to job opportunities that match their qualifications and abilities and get better income due to insufficient needs compared to working in their home area. Abstrak. Banyaknya aktivitas ekonomi di Kecamatan Sukajadi tidak menjadikan Kelurahan Sukawarna terhindar dari fenomena pengangguran karena kesempatan kerja yang ada tidak hanya dimiliki untuk penduduk setempat namun juga untuk penduduk diluar wilayah Kecamatan Sukajadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik pekerja bukan penduduk Kelurahan Sukawarna bekerja di Kecamatan Sukajadi dan (2) faktor penyebab pekerja bukan penduduk Kelurahan Sukawarna bekerja di Kecamatan Sukajadi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang bersumber dari wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan untuk tenaga kerja yang melakukan ulang alik di Kecamatan Sukajadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik pekerja bercirikan latar belakang pendidikan SMA/SMK dengan rentang usia produktif 25-35 tahun, di dominasi oleh perempuan dengan asal daerah terbanyak dari Kecamatan Cimahi. Faktor penyebab pekerja bukan penduduk Kelurahan Sukawarna bekerja di Kecamatan Sukajadi karena kesempatan kerja yang sesuai dengan kualifikasi kemampuan yang dimiliki serta mendapatkan penghasilan yang lebih baik karena kebutuhan yang tidak mencukupi dibanding bekerja di daerah asalnya.
Strategi Pengembangan Wisata Sungai Pingit di Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Syahrani Chantika Pratiwi; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10552

Abstract

Abstract. The Pingit Rivers in Purbahayu Village, Pangandaran District, Pangandaran Regency, West Java Province is a natural object that has the potential to be developed into one of the characteristics of village tourism in Purbahayu. This research aims to find out the actual conditions of the Pingit Rivers tourist attractions through the 5A perspective (Attractions, Amenities, Activities, Accommodation and Accessibility) using value chain analysis as a basis for thinking about detailed tourist attraction development strategies. This research uses a descriptive qualitative approach, with primary and secondary data with interviews, observations and documentation obtained. The results of this research produced several strategies, namely 1) Strategy related to attractions by promoting tourist attractions through social media, print media, and strategic meeting forums between agencies. Collaboration with travel agents so that the Pingit Rivers is included in the tour packages. Facilitate training in developing community capacity in managing tourism promotional media. 2) Strategy related to amenities, namely improving the quality of prayer rooms, toilets and rinse rooms. 3) Strategy related to activities by offering tour packages in the form of swimming, fishing, using hammock, take photos at the terraced rock wall spot along with security guarantees. 4) Strategy related to accommodation, namely creating leisure facilities. Promoting processed food and drinks typical of Purbahayu Village through print media and social media, as well as facilitating training on processing, packaging, branding and product marketing. 5) Strategies related to accessibility, namely improving road access to tourist locations and completing information on signs and maps of tourist locations. Abstrak. Sungai Pingit di Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat adalah objek alam yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu ciri khas wisata desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktual dari objek wisata Sungai Pingit di Desa Purbahayu melalui perspektif 5A (Atraksi, Amenitas, Aktivitas, Akomodasi, dan Aksesibilitas) dengan menggunakan analisis rantai nilai sebagai landasan berpikir untuk mendetailkan strategi pengembangan objek wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan jenis data yang digunakan terdiri dari data primer (wawancara, observasi, dokumentasi) dan sekunder yang diperoleh melalui informan kunci. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa strategi yaitu 1) Strategi terkait atraksi melakukan promosi daya tarik wisata melalui media sosial, media cetak, dan forum-forum pertemuan strategis antar instansi. Kerjasama dengan pihak agen perjalanan agar Sungai Pingit masuk bagian paket wisata. Melakukan fasilitasi pelatihan dalam pengembangan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan media promosi wisata. 2) Strategi terkait amenitas yaitu meningkatkan kualitas sarana mushola, wc, dan kamar bilas. 3) Strategi terkait aktivitas dengan menawarkan paket wisata berupa aktivitas berenang, memancing, bersantai di tepian Sungai Pingit, berfoto pada spot dinding batuan berundak disertai jaminan keamanan. 4) Strategi terkait akomodasi yaitu pembuatan fasilitas bersantai. Mempromosikan makanan dan minuman olahan khas Desa Purbahayu melalui media cetak dan media sosial, serta fasilitasi pelatihan pengolahan, pengemasan, branding, dan pemasaran produk. 5) Strategi terkait aksesibilitas yaitu memperbaiki akses jalan menuju lokasi wisata serta melengkapi informasi rambu-rambu maupun peta lokasi wisata.
Adopsi Ekonomi Sirkular Menuju ‘Zero Poverty’ di Desa Margamukti Kabupaten Sumedang Atih Rohaeti Dariah; Hilwati Hindersah; M. Samsuri; A. Harits Nu’man; Darman Puja Kurniawan; Neng Dewi Himayasari; Nadya Safitri
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12516

Abstract

Abstract. English translation. The circular economy has become a business model trend in responding to environmental problems and towards sustainable business. Community service activities are carried out in Margamukti Village, Sumedang Regency by carrying out the concept of circular economy. The typology of Margamukti Village area located on the outskirts of the capital city of Sumedang, is rice fields where the function of space is dominated for agricultural land. The Margamukti Village Government has tried to adopt the circular economy concept contained in the Margamukti Village Circular Economy Innovation Profile document. This article will discuss how the adoption of a circular economy that can optimize the potential of the leading economy while creating employment opportunities and reducing poverty, which will be outlined in a more structured plan document and put forward a buttom-up approach. There are four methods in this activity, namely, content analysis, deductive method, focus group discussion, and mentoring process. Some analysis of the results of activities includes proposals to identify the entrepreneurial potential of farmer groups. In the profile document, there is also no monitoring of evaluation, no duration of time and no achievement indicators. This means that profile documents need to be refined by accommodating all findings from the results of this service into a roadmap. Abstrak. Ekonomi sirkular telah menjadi trend model bisnis dalam merespon masalah lingkungan hidup dan menuju bisnis berkelanjutan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Margamukti Kabupaten Sumedang dengan mengusung konsep ekonomi sirkular. Tipologi wilayah Desa Margamukti yang terletak di pinggiran Ibu Kota Sumedang adalah persawahan dimana fungsi ruang didominasi untuk lahan pertanian. Pemerintah Desa Margamukti sudah mencoba mengadopsi konsep ekonomi sirkular yang tertuang dalam dokumen Profil Inovasi Sirkular Ekonomi Desa Margamukti. Artikel ini akan membahas bagaimana adopsi ekonomi sirkular yang dapat mengoptimalkan potensi ekonomi unggulan sekaligus menciptakan kesempatan kerja dan menurunkan kemiskinan, yang akan dituangkan dalam dokumen rencana yang lebih terstruktur dan mengedepankan pendekatan buttom-up. Terdapat empat metode dalam kegiatan ini yakni, content analysis, metode deduktif, diskusi kelompok terfokus, dan proses pendampingan. Beberapa analisis hasil kegiatan antara lain berupa usulan untuk identifikasi potensi kewirausahaan kelompok peternak. Dalam dokumen profil juga tidak terdapat bagaimana monitoring evaluasi, tidak ada durasi waktu dan tidak ada indikator capaian. Artinya dokumen profil perlu disempurnakan dengan mengakomodir seluruh temuan dari hasil pengabdian ini ke dalam sebuah roadmap.
Pengembangan Ruang Budi Daya Peternakan Kelinci di Desa Margamukti Sumedang Untuk Mendukung Perekonomian Desa Berkelanjutan Hilwati Hindersah; Atih Rohaeti Dariah; A. Harits Nu’man; Rose Fatmadewi; Neng Dewi Himayasari; Nadya Safitri
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12560

Abstract

Abstract. Margamukti Village, located in North Sumedang Sub-district, Sumedang Regency, has great potential for the development of rabbit farming as an effort to improve the village economy. This study aims to understand community perceptions and support for the development of rabbit farming spaces. This research applied a mixed method which included a comprehensive literature review as well as secondary data collection, field documentation and Focus Group Discussion (FGD). The results of the research include that the rabbit farming area in Margamukti Village is included in the cultivation area/zone, precisely the agricultural zone. For rabbit livestock-based economic development, alternative solutions with agritourism-based economic development. Develop agritourism by utilizing natural beauty or local agricultural potential. This could include organic farming tours or urban farming activities integrated with rabbit farming. It is important to conduct a market analysis prior to sustainable village economic development steps. The farmers of Margamukti Village should form a community such as a cooperative specifically for rabbit farming. Abstrak. Desa Margamukti, yang terletak di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya kelinci sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian desa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan dukungan masyarakat terhadap pengembangan ruang budidaya peternakan kelinci. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed method) yang meliputi tinjauan literatur komprehensif serta pengumpulan data sekunder, dokumentasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian antara lain, area peternakan kelinci di Desa Margamukti termasuk ke dalam kawasan/zona budidaya, tepatnya zona pertanian. Untuk pengembangan ekonomi berbasis ternak kelinci, solusi alternatif dengan pengembangan ekonomi berbasis agrowisata. Mengembangkan agrowisata dengan memanfaatkan keindahan alam atau potensi pertanian setempat. Ini dapat mencakup wisata pertanian organik atau kegiatan urban farming yang terintegrasi dengan peternakan kelinci. Penting dilakukan analisis pasar sebelum langkah pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Para peternak Desa Margamukti sebaiknya membentuk komunitas semacam koperasi khusus untuk usaha ternak kelinci.