Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Management Creative Dalam Mendongkrak Inovasi Dan Memajukan Usaha Pada Sai Silver Bali Kharisma Danang Yuangga; Denok Sunarsi; Arga Teriyan; Anak Agung Elik Astari; Ni Putu Ari Setiawati
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 4, No 1 (2021): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v4i1.13181

Abstract

Manajemen dalam melaksanakan perannya sangat tergantung kepada seluruh manusia yang terlibat di dalamnya, khususnya bagi para manajer yang berfungsi untuk mengendalikan kreativitas dan digerakkan menuju terciptanya inovasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai inovasi dan kreativitas manusia dalam manajemen dalam mengambangkan usaha kerajianan perak Sai Silver di Bali. Banyak penelitian mengenai manajemen kreatif yang menjadi inspirasi para dosen dalam mengadakan PKM ini, keberhasilan inovasi sangat ditentukan oleh kreativitas manusia, bagi manusia yang tidak kreatif, maka inovasipun sulit dikembangkan, kemudian kebutuhan dan keinginan tidak mungkin dapat diwujudkan sebagaimana diharapkan sebelumnya. Untuk menemukan inovasi melalui kreativitas yang tepat dengan memberikan hasil yang memuaskan semua pihak, disinilah peranan manajemen untuk senantiasa berusaha memadukan antara kreativitas dengan inovasi terhadap suatu bidang kegiatan sehingga dapat menyumbangkan hasil yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia pada umumnya dan manusia yang terdapat dalam manajemen pada khususnya.Kegiatan ini menggunakan media kerajinan perak Sai Silver Bali sebagai media percontohan dalam menyampaikan materi, bagaimana proses penemuan ide, hingga menciptakan terobosan dalam berkarya. Kreativitas dan inovasi dalam dunia industri kerajianan perak sangat dibutuhkan apalagi ditengah konsdisi penuh persaingan. Hasil dari kegiatan ini adalah para para karyawan memiliki kepekaan dan kemampuan untuk selalu mencari terobosan-terobosan dalam bentuk desain yang diaplikasikan dalam produk kerajianan perak yang nantinya akan mereka buat.
Inovasi kebijakan Hibrida berbasis Tri Hita Karana: Mengatasi Dampak Overtourism pada Tata Ruang Pesisir Bali Menuju Resiliensi Iklim 2030-2045 Ni Putu Ari Setiawati; Ni Wayan Sutiani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7389

Abstract

Overtourism di pantai selatan Bali telah mencapai titik kritis dengan 6 juta wisatawan pada 2025, menyebabkan pelanggaran tata ruang pesisir menjadi masif, erosi 2-3 m/tahun, dan limbah 1.500 toN/hari, mengancam keberlanjutan 70% PDRB Bali dari pariwisata. Tujaun penelitian ini adalah menganalisis dampak multidimensi overtourism terhadap tata ruang pesisir, mengevaluasi kelemahan regulasi RTRW 2021-2041 dan Perda 16/2009, dan mengembangkan model kebijakan hibrida berbasis Tri Hita Karana untuk visi zero violation 2030-2045 selaras SDGs Goal 11 dan 13. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif analitis kualitatif menggunakan data sekunder dari BPS Bali, KLHK, dan 15 artikel jurnal open akses 2020-2025, dianalisis melalui literature review sistematis dan analisis konten tematik dengan triangulasi sumber untuk validitas. Hasil menunjukkan 80% wisatawan terkonsentrasi di selatan Bali memicu 60 kasus pelanggaran RTRW (demolisi Bingin 2025), kerugian ekonomi Rp. 1 Triliun, dan konflik sosial lokal-investor. Model Bali Pesisir Lestari (BPL) hibrida diusulkan: monitoring GIS dan banjar adat, moratorium hotel, eco-zone insentif PBB 30% di utara Bali, dan edukasi Tri Hita Karana, dengan proyeksi pengurangan pelanggaran 50% dalam 3 tahun. Kesimpulan menggarisbawahi urgensi implementasi pilot Bingin 2026 melalui kolaborasi DPD-RI, Kemenparekraf, menuju Blue Economy ASEAN dan sertifikasi Blue Flag. Revisi UU Penataan Ruang integrasi kearifan lokal dan monitoring BPS berkala direkomendasikan untuk resiliensi iklim 3030-2045.
Penerapan Affixed Signature and Stamp pada Surat Keterangan Asal sebagai Mitigasi Kinerja Ekspor di Masa Pandemi Covid-19 Ni Putu Ari Setiawati; I Wayan Sutrisna
Jurnal Simki Economic Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jse.v7i1.562

Abstract

This research focuses on determining, implementing, factors that affect implementation and their implications for the export performance of Bali Province towards the G20 destination countries during the Covid-19 pandemic. The research method used is qualitative research. The informants used are from officials and exporters as policy implementers, as well as forwarders and carriers as implicated group targets. The questionnaire was distributed to 100 respondents, with 97 returned questionnaires. Based on the results of observations and interviews, it can be concluded that the establishment of the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 39 of 2020 as a mitigation response in minimizing the impact of the Covid-19 pandemic in the smooth flow of goods in export performance. The Bali Provincial Industry and Trade Office as the Issuing Agency of Certificate of Origin (SKA) and exporters jointly implemented the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 39 of 2020 by implementing the ASnS system in the original SKA issued, so that the efficiency of the SKA process can be improved, the smooth flow of goods can be increased, and export demand from G20 countries during the Covid-19 pandemic to Bali Province can be realized.