Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL TAI DAN MODEL KONVENSIONAL DI SDN DERMO I BANGIL KABUPATEN PASURUAN Aulia Nur Rahma; Ichsan Anshory AM; Erna Yayuk
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 1 No. 4 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v1i4.2794

Abstract

Abstract: According to observation done by researcher that in SDN Dermo I of Bangil Sub-district Pasuruan. The research purposes are: (1) finding out and describing student’s learning result difference after learning process using cooperative learning model: TAI with conventional learning model in SDN Dermo 1 Elementary School of Bangil Sub-district Pasuruan Regency, and (2) finding out and describing which model are more effective between cooperative model TAI type and conventional model. The research uses experiment research type. Pretest is analyzed with normality and homogenity test, according to the analysis, there found that all classes has normal distribution and homogen. T-test analysis shows that learning result using cooperative learning model TAI type with average 72.50 is significantly better than learning result using conventional learning model with average 62.00.  Abstrak: Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti bahwa di SDN Dermo I Bangil Kabupaten Pasuruan. Peneliti mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif, salah satu pembelajaran kooperatif TAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa setelah kegiatan pembelajaran mengguna- kan model TAI dengan model konvensional di SDN Dermo 1 Bangil Kabupaten Pasuruan, dan (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan manakah model yang lebih efektif antara model TAI dengan model konvensional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Ha- sil pretest dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas, berdasarkan analisis tersebut dida- patkan semua kelas berdistribusi normal dan homogen. Hasil analisis uji-t yaitu hasil belajar menggunakan model TAI dengan rata-rata 72,50 lebih baik secara signifikan dibanding dengan hasil belajar menggunakan model konvensional dengan rata-rata 62,00. Kata Kunci: hasil belajar matematik, model TAI, model konvensional
Stabilitas Enzim dalam Proses Pengolahan Pangan dan Implikasinya terhadap Mutu Aulia Nur Rahma; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23378

Abstract

Enzim telah banyak dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk meningkatkan efisiensi proses dan mutu produk, namun stabilitas enzim selama pengolahan masih menjadi tantangan karena sensitif terhadap kondisi lingkungan. Selain itu, keterkaitan antara stabilitas enzim dan mutu pangan belum banyak dikaji secara terpadu, sehingga artikel ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas enzim dalam proses pengolahan pangan serta implikasinya terhadap mutu produk. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan artikel ilmiah relevan dari jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir melalui penelusuran basis data daring. Data dianalisis secara kualitatif melalui seleksi, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa stabilitas enzim dipengaruhi oleh kondisi proses seperti suhu, pH, dan durasi pengolahan, serta pendekatan teknologi yang diterapkan. Stabilitas enzim berperan penting dalam menjaga konsistensi aktivitas katalitik yang berdampak langsung pada berbagai parameter mutu pangan, termasuk tekstur, cita rasa, dan kualitas kimia produk. Penurunan stabilitas enzim berpotensi menyebabkan perubahan mutu yang bersifat multidimensional. Keterbatasan kajian ini terletak pada pendekatan berbasis literatur tanpa pengujian eksperimental. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan stabilitas enzim sebagai bagian integral dari perancangan proses pengolahan pangan dan membuka peluang penelitian lanjutan secara eksperimental.