Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EKSTRAK DAUN PEPAYA UNTUK PENGENDALIAN HAMA ULAT DAUN PADA KACANG TANAH (Arachis hypogea L) DENGAN INTERVAL WAKTU APLIKASI BERBEDA Mawardiana Mawardiana; Karnilawati Karnilawati; Wintan Sari
Jurnal Real Riset Vol 4, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Jurnal Real Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida nabati alami pada pengendalian berbagai hama dan penyakit yang menganggu tanaman budidaya sangat jarang dilakukan oleh petani disebabkan banyak faktor salah satunya pestisida nabati tidak praktis walaupun manfaatnya baik untuk kesehatan dan keampuhannya juga telah banyak terbukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun papaya dan waktu aplikasi yang tepat dalam pengendalian hama ulat daun pada kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tuengkluet kecamatan Trieggadeng Kabupaten Pidie jaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, ada 2 faktor yang diteliti yaitu faktor ekstrak papaya (N) dan waktu aplikasi (W) Faktor ekstrak papaya terdiri dari 3 taraf yaitu N1 = 50 ml/l air. N2 = 100 ml/l air, M3 = 150 ml/l air.dan faktor waktu aplikasi terdiri dari 3 tarap yaitu W1 = 10 HST, W2 = 20 HST , Z3 = 30 HST. Parameter yang diamati : intensitas serangan hama, persentase mortalitas serangan hama, produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun papaya dan waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan hama dan persentase mortalitas serangan hama, namun keduanya tidak berpengaruh terhadap produksi.Pemberian ekstrak daun papaya dapat meningkatkan persentase mortalitas hama mencapai 62,22 % dan persentase mortalitas hama mencapai 60 % saat ekstrak papaya di aplikasi pada 10 HST.Kata kunci : Daun Papaya, Ulat Daun, Kacang
EFEKTIFITAS PESTISIDA NABATI DAN BIOCHAR TERHADAP SERANGAN ULAT DAUN ( Plutella xylostella) PADA TANAMAN SELADA Mawardiana Mawardiana; Karnilawati Karnilawati; Cut Nurlaili
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i1.580

Abstract

Until now, plant-based pesticides are rarely used by farmers because many do not know how to make them and think they are less effective in eradicating pests and diseases. This study aims to determine the level of effectiveness of vegetable pesticides and biochar against attacks on lettuce. This research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Jabal Ghafur Sigli University, from August to September 2020. This study used a factorial patterncheck-group design (RAK), there were 2 factors studied, namely the concentration factor of soursop leaf extract (P) and biochar (B). There are 3 levels of soursop leaf extract concentration factor, namely P1 = 15%/l water, P2 = 30%/l water, P3 = 45%/l water and biochar consists of 3 levels, namely B1 = 10 tons ha-1, B2 = 20 tons ha-1 , B3 = 30 tons ha-1. Parameters observed were attack intensity, mortality percentage, plant weight. The results showed that soursop leaf extract had a very significant effect on all variables, the intensity of attack decreased with increasing concentration of soursop leaf extract, as well as mortality reached 72.22% at the lowest concentration tested. attack and mortalityKeywords : Soursop Leaf, caterpillars, biochar, lettuce
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN KONSENTRASI PUPUK GREEN IONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Budi Alhadi; Mawardiana Mawardiana; Erni Anjani
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i1.572

Abstract

This study aims to determine the effect of Moringa leaf extract and green ionic concentration on the growth and yield of peanut plants. This research was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Jabal Ghafur University, which took place from 18 October to 30 December 2019. This study used a factorial randomized block design consisting of 2 factors. The first factor, Moringa leaf extract (E1: 1.44 ml L-1 water, E2: 2.88 ml L-1 water, E3: 4.32 ml L-1 water) and the second factor, the concentration of ionic green manure (I1: 2 ml L-1 water, I2: 4 ml L-1 water and I3: 6 ml L-1 water) The parameters observed were plant height, number of pods planted, weight of wet pods per plot, weight of dry pods per plot. and yield per hectare. The results showed that the application of Moringa leaf extract and green ionic fertilizer concentration had no significant effect on plant height, number of pods planted, wet pod weight per plot, dry pod weight per plot and yield per hectare, and there was no interaction with all observation parameters.Keywords : Moringa leaf extract, green ionic fertilizer and peanuts
ANALISIS NERACA AIR LAHAN DI SUB DAS KRUENG JREUE KABUPATEN ACEH BESAR MAWARDIANA MAWARDIANA; HELMI HASAN BASRI; TARMIZI TARMIZI
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 15 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v15i1.1477

Abstract

Krueng Aceh River Basin area (Krueng Jreue Sub-watershed) is a critical watershed, including a priority basin I of 23,218.06 ha. The research was conducted in Krueng Aceh River Basin (DAS), Krueng Jreue Sub-district of Aceh Besar. The study was conducted from December 2015 to February 2016. The research used Descriptive method with field survey and analysis in labotarium. This study aims to analyze the water balance of land in Krueng Jreue Sub-watershed. The methods used in the calculation of the water balance are Thornthwaite & Mather (1957). The results showed that the average water availability in Krueng Jreue Sub-watersheds on the highest land use varieties was found in November and the lowest in July. The rainfall surplus occurred from October to April (7 months) and the deficit occurred from May to September (5 months). In various types of land use, ground water averages are quite available from October to May (8 months), while less available in June until September (4 months). The highest percentage of groundwater was found in the primary forest (47.20%), while the lowest was in the bush (36.36%)
PEMANFAATAN BATANG PISANG SEMU SEBAGAI POT DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Karnilawati Karnilawati; Mawardiana Mawardiana; Nur Asmayani
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.456 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4311

Abstract

Batang pisang merupakan bagian yang belum dimanfaatkan secara optimal atau sebagai limbah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan dengan memanfaatkan batang pisang sebagai media pot merupakan alternatif yang efektif dan hemat biaya serta aman bagi lingkungan. Penelitian bertujuan untuk melihat batang pisang sebagai media pot dan jenis media tanam yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua fakotr yaitu faktor batang pisang  yaitu batang pisang kecil diameter 30 cm, sedang diameter 35 cmdan besar diameter 40 cm dan faktor media tanam yaitu arang sekam, pupuk kandang dan sekam padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang pisang sebagai pot berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan basah serta ada pengaruh media tanam terhadap tinggi tanaman. Interaksi batang pisang besar dengan media tanam arang sekam dapat meningkatkan tinggi tanaman 20 hst.
EFEKTIFITAS LIMBAH CAIR TAHU DAN KOMPOS JERAMI TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL KEDELAI (Glycine max L) Mawardiana Mawardiana; Karnilawati Karnilawati; Andi Syahrizal
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.239 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4307

Abstract

Limbah tahu cair dan kompos  jerami merupakan pupuk organik yang banyak mengandung hara dan sedikit dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pertanian.. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh limbah cair tahu dan kompos jerami terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai . Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jabal Ghafur pada November 2016 sampai dengan Februari 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan, faktor pertama limbah cair tahu (T) yang terdiri dari empat taraf yaitu 0, 3, 6, 9 liter plot-1. Faktor kedua kompos jerami (J) yang terdiri  tiga taraf yaitu 10, 20,30 ton ha-1.. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, persentase polong bernas, persentase polong hampa, bobot 100 biji dan hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair tahu tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter.  Kompos jerami berpengaruh nyata terhadap hasil per hektar, berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati, perlakuan cekaman air berpengaruh sangat nyata terhadap bobot 100 biji, sementara tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan  60 hari setelah tanam, persentase polong bernas dan persentase polong hampa tidak berpengaruh nyata . Hasil kedelai masih dapat dipertahankan sesuai  rata-rata produksi kedelai walaupun hanya mengunakan limbah ait tahu dan kompos jerami
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH DENGAN TANAMAN ORGANIK DAN HIDROPHONIK DI DESA CAPA PALOH KECAMATAN PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Mawardiana Mawardiana; Karnilawati Karnilawati
Al Ghafur: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Al Ghafur: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.946 KB)

Abstract

Gampong Capa Paloh  merupakan salah satu gampong yang berada di Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie, dimana di daerah ini masih banyak terlihat lahan pekarangan yang belum termanfaatkan secara produktif. Hal ini dikarenakan adanya pola pikir di tengah masyarakat yang beranggapan bahwa lahan pekarangan bukanlah tempat untuk budi daya tanaman serta tidak dapat memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan pendapatan keluarga, serta pemahaman masyarakat yang masih kurang dalam budi daya tanaman, begitu juga bahan baku untuk pembuatan pupuk organik ada banyak di sini seperti limbah kulit kakao dan batang pisang dari kebun masyarakat. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pekarangan melalui penanaman aneka sayuran secara organic dan juga dengan metode hidrophonik  melalui penyuluhan dan demo pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar batang pisang dan limbah kulit kakao dan  dengan melakukan pelatihan tentang bagaimana cara bercocok tanam melalui system hidroponik  Hasil yang dicapai meningkatnya semangat ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan pekarangan tinggal untuk usaha produktif  dan mengolah limbah menjadi pupuk organik cair dan bagaimana cara budidaya tanaman dengan hidrophonik dan tanaman obat keluarga dan akhirnya  bisa menghasilkan sayuran  yang berkualitas, beragam, bergizi dan aman untuk keluarga dan berpeluang untuk dipasarkan. Kata kunci:  pupuk organik, pekarangan,hidroponik, sayuran
PESTISIDA GADUNG RACUN DAN DAUN SENTANG ATASI SERANGAN KEONG MAS PADA PADI SAWAH Mawardiana Mawardiana; Karnilawati Karnilawati; Mardani Mardani
Jurnal Agroristek Vol 6, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jar.v6i2.1721

Abstract

Mengatasi serangan hama keong mas di tanaman padi sawah dengan gadung racun dan daun sentang merupakan tindakan petani untuk mendukung pertanian organik yang berkelanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak gadung racun dan daun sentang dalam mengatasi serangan hama keong mas di  padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Lameue Baro Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, ada 2 faktor yang diteliti yaitu faktor ekstrak gadung racun (G) dan Ekstrak daun sentang (S) Faktor ekstrak gadung racun terdiri dari 3 taraf yaitu G0 =  0 %r. G1=  20%, G2 = 40% dan faktor ekstrak daun sentang terdiri dari 3 tarap yaitu S0= 0%,  S1 = 20%, S2= 40%. Parameter yang diamati : intensitas serangan hama dan  hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gadung racun  dan ekstrak daun sentang  berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan hama umur 10, 15,20 HST dan hasil per hektar dan terjadi interaksi yang nyata antara keduanya.  Pemberian ekstrak gadung racun dan ekstrak daun sentang dapat menurunkan intensitas serangan hama keong mas   mencapai 37,78%  dan  peningkatan hasil panen mencapai 0,80 ton ha-1. Kata kunci: Pestisida nabati; hama keong mas; padi