Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMAKAIAN LEKSEM MATA DALAM BAHASA INDONESIA Darmini, Wiwik
STILISTIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : STILISTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMAKAIAN LEKSEM MATA DALAM BAHASA INDONESIA Wiwik Darmini                                                                         Abstract This study aims to: a. mendeskipsikan any unit that can join in Indonesian eyes leksem b. describe the meaning of the eyeleksem after joining the other units in Indonesian; c. describes the location of the hardness of the eye leksem after joining the otherunits in Bahasa Indonesian. The method used is descriptivemethod that seeks to examine kualitataif and provide a careful and thorough linguistic facts. Provision of data was done by usinglibraries, refer to the technique, reading techniques, and technicalnotes. This study used the method to analyze the distributionaldata. Results and discussion show that the units can be joinedwith the eyes can be broken down into leksem: First, the unit in the form of the word, can be specified: a) that form the compound36; b) a compound word formed instead of four; c) a unit thataffixes a morpheme there are 10; d) the other unit, which is not the type one and two of three; d) units that form the proverbsfound as many as 13. Second, the meaning leksem eye afterjoining the other units are given according to the meaning of meaning is in the Big Indonesian Dictionary. While that is aproverb meaning is taken from a book that discusses proverbs.Third, the location of the eye leksem after meeting with other unitstend to have a strong position that is likely to be reversed the order because it will lead to some other meaning or notacceptable in the Indonesian language. The location is not strongeye leksem usually joined with others to forma unit  form over thewords in the syntactic level. Keywords: consumption, leksem eyes, the Indonesian language
Kata-Kata Berdiftong Dalam Bahasa Indonesia Darmini, Wiwik
WIDYATAMA Vol 22, No 2 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang diftong dalam bahasa Indoesia meliputi kata-kata berdiftong ai, au, dan oi, dan produktifitas ketiga diftong tersebut. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yakni mendiskripsikan apa adanya yang ditemukan dalam bahasa Indonesia kemudian diklasifikasikan, dan dianalisis. Sumber data diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Datanya berupa semua yang mengandung diftong, ai, au, dan oi yang berada dalam kamus tersebut yang sekaligus terdapat kategorinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan 203 kata-kata berdiftong dalam bahasa Indonesia yang tediri atas kata berdiftong ai 84, berdiftong au 58, dan berdiftong oi 11. Adapun keproduktifan diftong dapat dikatakan yang kategori nomina yang paling produktif baik yang berdiftong ai maupun ou, diikuti adjektif, sedangkan yang lain tidak produktif. Kata-kata kunci : kata, diftong, Bahasa Indonesia
NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI TOKOH PROTAGONIS PRIA Clara Chintya Agustin; Dewi Kusumaningsih; Wiwik Darmini
Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v1i1.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan pendidikan karakter tokoh protagonis pria dilihat dari sisi olah hati, olah pikir, olah raga, serta olah rasa dan karsa dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dear Nathan dan film Dear Nathan, sedangkan data penelitian berupa narasi, kalimat atau dialog cerita tentang tokoh utama pria. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik baca, teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter tokoh protagonis pria dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani. Pertama, pendidikan karakter tokoh protagonis pria dilihat dari sisi olah hati meliputi: (a) jujur, (b) sabar, (c) bertanggung jawab, (d) berempati. (e) berani mengambil risiko, (f) pantang menyerah, dan (g) rela berkorban. Kedua, pendidikan karakter tokoh protagonis pria dilihat dari sisi olah pikir meliputi: (a) kritis, dan (b) ingin tahu. Ketiga, pendidikan karakter tokoh protagonis pria dilihat dari sisi olah raga meliputi: (a) bersahabat, (b) ceria, (c) ulet, dan (d) gigih. Terakhir, pendidikan karakter tokoh protagonis pria dilihat dari sisi olah rasa dan karsa meliputi: (a) kebersamaan, (b) ramah, (c) peduli, dan (d) toleran.
RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING SMA DI ERA PANDEMI Ragita Gusniar Nazila; Sri Muryati; Sutarman Sutarman; Wiwik Darmini; Nila Fitri Faidzah
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.987 KB) | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2021.2.1.3654

Abstract

Artikel yang berjudul “Respon Siswa Dalam Pembelajaran Daring SMA di Era Pandemi” tujuannnya adalah untuk memperoleh gambaran proses belajar mengajar di era pandemi menggunakan pembelajaran secara online. Artikel ini mengangkat media pembelajaran google meet dan google classroom karena media itu yang digunakan siswa pada pembelajaran jarak jauh di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menggunakan media pembelajaran itu juga sangat cocok untuk kondisi saat ini yaitu pembelajaran jarak jauh. Semua menggunakan teknologi dan secara online,bahkan rapat sekarang bisa online juga. Penulis saat ini lebih menekankan pada pembelajaran jarak jauh,sehingga pembelajaran menggunakan via online dengan media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mengakses. Artikel ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif, karena melihat secara nyata pembelajaran yang sedang terjadi saat ini. penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan banyak menggunakan analisis. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk mengembangkan teori-teori dan pemahaman secara detail dengan analisis. Pembelajaran secara jarak jauh dan bekerja dari rumah adalah perubahan saat masa pademi covid-19. Ini,termasuk dalam perubahan baru seperti siswa yang belajar dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam penelitian ini menggunakan 2 kelas yaitu kelas X IPA 1 dan X IPA 3 berjumlah 35 per kelas. Cara mengambil data dengan 2 cara yaitu dengan observasi mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan google meet dan google classroom. Cara kedua membagikan kuesioner dengan google form lewat grup whatsApp. Hasil dari penelitian terdapat banyak kekurangan dan kelebihan dari penggunaan google meet dan google classroom, media yang digunakan sangat efekif untuk pembelajaran jarak jauh. Dilihat,zaman sekarang teknologi sudah sangat berkembang apalagi teknologi sudah masuk ke dunia pendidikan. Karena sekarang teknologi itu sudah menyebar luas di kalangan masyarakat apalagi di lingkungan anak muda sekalipun. Hasil penelitian ini bahwa terdapat beberapa media pembelajaran yang dipakai. Media pendidikan untuk pembelajaran jarak jauh sudah beragam mulai dari zoom, google meet, google classroom, grup whatsapp dan masih banyak variasi lainnya. Walaupun ada beberapa kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran jarak jauh ini yang dirasakan oleh guru maupun siswa itu sendiri. Pembelajaran jarak jauh adalah sistem baru di dunia pendidikan di mana guru maupun siswa harus beradaptasi dengan sistem baru yang ada di dunia pendidikan. Seiring berjalannya waktu, pembelajaran jarak jauh akan menjadi suatu pembelajaran yang biasa di dunia pendidikan. Meskipun masih dalam masa pandemi pembelajaran jarak jauh tidak berjalan dengan mudah dan pasti ada hambatan tersendiri. Pembelajaran masih tetap berjalan agar dunia pendidikan semakin maju dan berkembang mengikuti kondisi yang ada.