Ni Ketut Sri Kusuma Wardhani
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Learning Cycle 5E Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Rendang Karangasem Ni Ketut Sri Kusuma Wardhani; Ni Wayan Yusi Armini
Jurnal Penelitian Agama Hindu Special Issue Budaya & Pendidikan
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.817 KB) | DOI: 10.37329/jpah.v0i0.1620

Abstract

The covid-19 pandemic has significantly influenced the educational field where all instructional processes are shifted to online learning. This study aims to analyze strategy, problems, and implication of the implementation of 5E learning cycle on religious studies and character education of the tenth graders of SMAN 1 Rendang Karangasem during the Covid-19 pandemic. The 5E learning cycle is an application of constructivist approach covering engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. This study employs a phenomenological approach where the data is gathered through observation, in-depth interview, literature studies, and documentation studies which are futher analyzed descriptive qualitatively. The study results in showing that the implementation of 5E model begins with the construction of the lesson plan, until the evaluation process. Generally, 5E cycle is conducted online through google classroom, zoom meeting, whatsapps groups, youtube, and educational radio. Further, several problems are found by teachers are mainly because of two factors, they are internal covering biological and psychological aspects, and also external factors including school, family, as well as the infrastructure. The implementation of 5E model has a positive implication in improving students’ ability to master a concept through discussion, motivation of and creativity of the teachers and students, and administer the Tat twam asi principle, confidence, and social care. In short, the implementation of 5E learning cycle is has a positive implication toward students’ ability in learning religious studies and character education.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA SMA Ni Ketut Sri Kusuma Wardhani; Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i1.1573

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis Strategi guru dalam penerapkan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu, (2) mengukur pengaruh penerapan HOTS terhadap capaian belajar pendidikan agama Hindu, (3) mengungkap implikasi penerapan HOTS pada capaian belajar pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan rancangan kuasi eksperimen non-equivalen control group design. Analisis terhadap data yang diperoleh dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif interpretatif untuk mendeskripsikan strategi dan implikasi HOTS dan analisis kuantitatif digunakan untuk menemukan pengaruh penerapan HOTS dianalisis menggunakan one way ANOVA. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Higher Order Thinking Skills memiliki pengaruh yang signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Hindu. Pembelajaran lebih berpengaruh terhadap hasil belajar dibandingkan dengan pembelajara konvensional.. (3) Implikasinya penerapan HOTS dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah; (a) Terbangunnya Kepercayaan pada siswa dan kepercayaan diri. (b) Tumbuh dan Berkembangnya Karakter Religius pada peserta didik. (c) berkembangnya rasa ingin tahu (d) Berkembangnya Karakter Peduli Sosial. (e)Terjadinya keseimbangan kemampuan berfikir pada peserta didik. (3) Implikasi penerapan HOTS adalah: Peserta didik mengalami keseimbangan antara afektif, kognitif, dan psikomotorik, terbentuknya ketekunan dan disiplin dalam belajar, terjadinya keseimbangan kemampuan berfikir pada peserta didik.