Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Ikhtikar Pespektif Hukum Positif Zul Azimi; Hasan Syazali
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 1 No 7 (2021): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v1i7.158

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsep ikhtikar perspektif hukum positif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analisis, dengan metode penelitian kepustakaan (library research) dan jenis penelitian kualitatif, serta analisis data dengan menggunakan pendekatan atau cara berpikir deduktif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ikhtikar dalam hukum positif yaitu penimbunan barang. Penimbunan adalah kegiatan menimbun barang pada barang pokok dan barang penting pada jumlah dan waktu tertentu. Hukum penimbunan barang dalam hukum positif tidak boleh. Penimbunan kebutuhan pokok dan barang penting di dalam gudang dalam jumlah dan waktu tertentu yang terjadi ketika terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan hambatan lalu lintas perdagangan barang. Dan haram hukumnya menimbun barang menurut kalangan Syafi’iyah dan hukum positif pelaku usaha dilarang menyimpan barang pokok dan barang penting
BATASAN HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTRI DAN ORANG TUA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Zul Azimi
Jurnal Tahqiqa Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam Vol. 20 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61393/tahqiqa.v20i2.667

Abstract

This study examines how husbands in Mutiara Timur District balance rights and obligations toward wives and parents and evaluates these practices under Islamic family law. A qualitative field-research design was used. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving three husbands, three wives, one community leader, and the local Office of Religious Affairs head on 7–11 July 2025. Data were analyzed inductively by organizing field statements into themes and comparing them with Qur’anic norms, Islamic jurisprudence, the Marriage Law, and the Compilation of Islamic Law. The findings show that husbands generally attempt to provide maintenance, time, and care to both parties, but imbalances arise in financial allocation, attention, decision-making, and parental intervention. Wives understand basic rights to maintenance, respectful treatment, and protection, yet differ in interpreting obedience and domestic roles. Islamic law does not require an absolute choice between wife and parents; the wife’s enforceable marital rights must be fulfilled while filial piety and support for needy parents continue according to capacity and without injustice. Open communication, clear household boundaries, deliberation, and mediation through religious leaders or the Office of Religious Affairs are the main conflict-resolution mechanisms. The study offers a proportional-priority framework for family guidance in rural Aceh.